Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
127. Bidadari yang baru muncul


__ADS_3

๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Didalam foodcourt, Hayoon terus saja menggerutu kesal. ia menatap miris dress yang baru dibelinya sudah terkena saus makanan pengunjung.


Di luar, Zoya segera mencari taksi yang tak juga kunjung lewat. wajahnya penuh amarah, mencoba menghapus tetesan air mata yang akan mencuat. belum juga mendapati taksi, ia pun langsung disapa oleh para sahabatnya.


"Zoya!" panggil mereka dengan nafas yang ngos-ngosan. Zoya berbalik menatap mereka, mencoba untuk tersenyum.


"Iya?" sahutnya


"Kamu kenapa kok main pergi?" tanya Ayaana bingung


"Hmm,---


Ucapan Zoya berhenti sebentar tatkala ia melihat Ye-Jun yang sudah tiba dibelakang tubuh temannya. Zoya pun menatap kesal pada pria itu dan seketika tidak ingin melihat wajahnya.


"Mantanku baru datang dari Indonesia, aku harus menyambutnya ke Bandara" jawab Zoya sengaja memanaskan hati Ye-Jun.


"Mantan??" ucap mereka serempak. Zoya mengangguk tersenyum dengan semringahnya.


"Ah itu taksi, aku pergi dulu ya. sudah telat nih" ucap Zoya segera menghentikan taksi dan memasukinya, meninggalkan para sahabat dan juga Ye-Jun yang terpaku. Ye-Jun pun segera pergi menuju mobilnya, tentunya para sahabat Zoya tidak mengetahui keberadaan Ye-Jun.


Didalam mobil Ye-Jun berdecak kesal, ia memukul kemudi dengan kedua tangannya yang mengepal. hatinya begitu sakit mendengar ucapan Zoya yang akan bertemu dengan sang mantan. ia pun segera mengejar taksi tadi untuk menuju Bandara.


"Zo," ucapnya lirih dengan wajah yang sedih, mempercepat laju mobilnya mengejar si taksi.


Di depan Mall, para sahabat Zoya berjalan gontai menuju mobil mereka, namun tiba-tiba kedatangan Hayoon mengejutkan mereka yang melihat Hayoon and the gengs berjalan terseok-seok memegang bokongnya yang begitu sakit. tapak high heels yang mereka kenakan pun juga patah.


"Guys, uh" ucapnya lirih memanggil geng Zoya. mereka masih saja untuk berpura baik.


"Kalian kenapa?" tanya Ayaana heran


"Kami terpeleset, uh sakitnya" keluh Hayoon


"Kalian sih jalan gak hati-hati. kami pergi dulu" pamitnya


"Tunggu! Zoya kemana?"


"Sudah pergi" ketus Cristella. mereka pun langsung memasuki mobil meninggalkan Hayoon and the gengs.


Setelah kepergian geng Zoya, Hayoon tersenyum sinis pasti Zoya tengah patah hati hingga tidak mau pergi bersama para sahabatnya.


"So, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Sinhye

__ADS_1


"Yang jelas kita harus berpura baik pada mereka, untuk memastikan apakah wanita itu sudah putus atau baikkan lagi" jawab Hayoon tersenyum seringai.


"Keren!"


"Ya, lagian enak saja dia mendapati aktor tampan di Kota ini"


Di dalam taksi, Zoya termenung menatap luar jendela mobil, hatinya begitu sakit melihat wanita itu dengan mesranya menyentuh bibir Ye-Jun. apalagi melihat reaksi Ye-Jun, ia malah membalas memegang lengan wanita itu. katanya, syuting hari ini sangat sibuk, namun apa yang baru saja dilihatnya? pria itu malah bertemu dengan wanita lawan mainnya tempo lalu.


"Apa dia menyukai wanita itu?" lirih Zoya tiba-tiba.


"Tidak-tidak! kalau dia menyukainya kenapa mengejarku sampai segitunya? aakh!!"


"Oppa jahat ih! hiks hiks hiks! pembohong!" tangis Zoya pecah didalam taksi itu, membuat pak sopir sedikit terheran-heran.


Disisi lain, Ye-Jun terus mengejar taksi itu, dengan cerdiknya ia menyempatkan untuk membaca plat mobil agar lebih mengenal taksi mana yang dinaiki Zoya. namun Ye-Jun heran, ini bukanlah jalan menuju Bandara, lantas kemanakah gadisnya ini pergi?


"Katanya ke Bandara, kok ini jalannya beda?" gumam Ye-Jun heran. namun ia terus mengikutinya.


Beberapa menit kemudian, Zoya telah tiba di kediamannya, ia ingin beristirahat dan tidak ingin bertemu Ye-Jun lagi. namun baru saja beberapa langkah kakinya berjalan, tiba-tiba tangannya langsung diraih oleh seseorang. Zoya menoleh ke belakang, sontak ia kaget melihat pria tampan yang menyakiti hatinya ini telah tiba di hadapannya.


"O-oppa,"


"Kenapa tidak ke Bandara menjemput mantanmu itu?" tanya Ye-Jun dengan wajahnya yang dingin.


"Ohya? terus kenapa tidak bertemu dengannya diluar? kenapa kamu malah kesini"


"Bukan urusanmu!" Zoya berlalu meninggalkan Ye-Jun. namun tak berhenti disitu, Ye-Jun kembali mencegat langkah Zoya.


"Jujur padaku, kamu kenapa?" tanya Ye-Jun dengan nada lembut


"Pria ini, tadi dingin sekarang lembut!" bathin Zoya heran


"Aku lelah! pergilah! ada yang menunggu disana!" berang Zoya


"Siapa yang menungguku? kamu yang selalu menungguku, bukan? sekarang kita sudah berhadap-hadapan" ujar Ye-Jun mendorong punggung Zoya lalu memeluknya erat seperti boneka.


"Le-lepas!" berontaknya sekuat tenaga, namun Ye-Jun terus mendekapnya dengan kuat, menghirup wangi gadis itu dalam-dalam hingga ia terbawa suasana akan aroma tubuhnya yang wangi.


Zoya tak berhenti disitu, ia menginjak kaki Ye-Jun dengan kuat hingga dekapan itu terlepaskan. dengan sigap Zoya mendorong tubuh itu lalu segera memasukkan kunci kedalam lubangnya.


"Aaaawww!!" rintih Ye-Jun memegang kakinya. Zoya segera masuk kedalam rumah, tak mempedulikan lelaki itu.


"Huh!" perasaan Zoya begitu lega bisa menghindar darinya. gadis itu telah berhasil memasuki sangkarnya, menduduki tubuhnya tepat dibelakang pintu untuk menetralisirkan perasaannya yang lelah menghadapi Ye-Jun. namun lebih lelah lagi merasakan sakit melihat kemesraan mereka.

__ADS_1


"Zo! sayang!" Zoya tersentak kaget mendengar pintu rumahnya yang digedor-gedor.


Zoya tetap acuh, ia pun segera ke dapur untuk memasukkan barang belanjaannya.


"Sepatu ini? huh!!" Zoya menjauhkan sepatu itu darinya, tidak ingin melihat barang yang akan ia berikan untuk Ye-Jun.


Diluar, Ye-Jun terus saja mengetuk pintu itu, hingga aktivitasnya terhenti tatkala bunyi ponsel mengganggu dirinya.


๐Ÿ“žHallo!


๐Ÿ“žKau dimana? kembalilah! katanya sebentar ini sudah hampir satu jam!


Tit tit tit


Ye-Jun segera mematikan panggilan itu secara sepihak. kupingnya terasa panas mendengar omelan sang manager yang mengusiknya. ia pun segera pergi meninggalkan rumah Zoya, melajukan kendaraannya menuju lokasi syuting yang baru saja ia geluti sebagai Vampire.


Kini Zoya memanjakan tubuhnya diatas ranjang, menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih tanpa noda. andaikan ia tidak jatuh cinta, mungkin hatinya juga putih bersih seperti plafon ini tanpa merasakan kebencian untuk seseorang yang hanya bisa menjerumuskannya kedalam lobang dosa.


"Maafkan Zoya, Ya Allah" gumamnya merasa berdosa.


Tiba-tiba secercah cahaya pun turun dari atas dan berubah wujud menjadi manusia yang layaknya seperti bidadari.


"Riska," Zoya tersentak kaget, lalu menduduki tubuhnya diatas ranjang.


"Hai Zoya, lama kita tidak bertemu" sapanya dengan senyum yang teramat manis.


"Ris, kamu semakin cantik dan berseri saja" puji Zoya tersenyum senang melihat sosok Riska yang seperti bidadari.


"Terimakasih atas pujianmu, Zoya"


"Kamu kemana saja?" tanya Zoya


"Aku terus ada disekitarmu, kamu saja yang tidak melihatnya saking bahagia bersama sahabatmu dan calon suamimu yang tampan itu" ucap Riska terkekeh.


"Jangan sebut dia!"


"Kenapa? dia orang yang baik dan setia padamu. aku bisa melihat ketulusan dari hatinya" jelas Riska.


"Kenyataannya tidak!"


"Kamu tidak tau sebenarnya seperti apa, Zoya. kamu selalu memainkan perasaan. aku akan bercerita padamu tentang sebenarnya"


๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


__ADS_2