
🌸🌸
Ye-Jun dan teman-teman rekan kerja kini telah berada didalam sebuah klub yang dipesan khusus untuk mereka. lampu kerlap-kerlip menghiasi suasana tempat itu, musik Dj juga menggema memecahkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya. terdapat juga bartender yang siap melayani mereka untuk memanjakan tenggorokan dengan minuman keras yang mereka miliki. dan tak lupa para waitres seksi nan bohay yang berjalan lenggak lenggok dengan piring yang berada ditangan siap untuk melayani tamunya.
Ye-Jun tampak kurang betah berada disana, apalagi melihat pelayan yang menggoda, merangkul leher salah satu rekannya dengan mesra, menawarkan beberapa cake yang tertata rapi diatas piring. Ye-Jun meneguk salivanya dengan kasar, tempat ini sudah tidak cocok lagi untuknya.
"Bro! ayo ah kita minum dulu atau dekati cewek seksi itu. lupakan Zoya sejenak, kita bersenang disini" ajak Lee Min Jo. Ye-Jun mengangguk seraya tersenyum namun tubuhnya tak bergerak maupun berpindah sedikit pun. Lee tak memperdulikannya lagi, ia berjalan ke meja bartender hingga pelayan seksi itu menyapanya.
"Hai ganteng, maukah mencicipi ini? sangat lezat dan manis sekali seperti kamu" ucap pelayan itu dengan nada sensualnya, jari lentiknya menelusuri wajah Lee hingga turun ke dadanya.
"Ah tentu saja sayang, ini juga manis seperti kamu" Lee mengambil salah satu cake yang tampak menggiurkan. pelayan itu memandangnya sangat lekat dan intens, pancaran matanya penuh goda dan sensual.
Disisi lain Aena dan Soo Yun duduk bersama dengan para artis lain juga para kru, mereka bersiap-siap untuk cheers dengan anggur merah yang sangat menggoda. sedangkan Ye-Jun, ia masih mematung didepan pintu masuk, memperhatikan mereka semua yang tampak asyik dengan acara itu.
Tiba-tiba sentuhan lembut seseorang membuyarkan lamunannya. Ye-Jun tersentak, ia menoleh kesamping dan melihat wanita seksi bertubuh bak gitar spanyol, kedua gunungnya juga berisi dan padat, tampak belahan penuh ditengah gunung itu.
"Hai baby, kenapa diam saja? ayo kita berpesta, aku bersedia sekali melayanimu hingga puas sayang" ucapnya tak kalah sensual, menyentuh rahang Ye Jun hingga mengelus bulu tipis dirahangnya.
"Lepas!" ucap Ye-Jun dengan tatapan dingin, ia tampak tak suka diperlakukan seperti itu. Ye-Jun pun segera berbalik arah, meninggalkan tempat itu yang sungguh tidak cocok untuknya.
"Ah sial! padahal dia pria yang paling tampan disini" gerutunya kesal.
Ye-Jun menelusuri jalanan kota Paris, memandang keindahan malam kota itu. daripada berpesta, lebih baik ia berjalan-jalan dengan hembusan angin malam yang menyejukkan. hingga tanpa terasa telah berjalan kaki sedari tadi, Ye-Jun pun telah tiba didepan Louvre Museum. Ye-Jun terkesima memandangnya, ia pun memotret dan tersenyum puas melihat hasilnya.
"Permisi, bolehkah saya meminta tolong untuk memotret saya?" tanya Ye-Jun dengan sopan pada salah seorang yang melewatinya.
__ADS_1
"Tentu" ucapnya menerima bantuan itu. Ye-Jun pun memberikan ponselnya, ia berpose dengan berbagai model.
"Sudah, terimakasih" ucap Ye-Jun sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Sama-sama, Tuan" orang itu pun pergi setelah memberikan ponsel itu pada pemiliknya..Ye-Jun tersenyum menatap hasil potret wanita itu, cukup bagus dan memukau.
"Hah! andaikan ada Zoya dan Aera disini, pasti aku tidak akan kesepian" gumam Ye-Jun menatap langit malam.
"Sepertinya menyenangkan memasuki museum itu" Ye-Jun pun kembali melangkah, ingin memasuki museum itu untuk mencuci mata.
Disisi lain, Lee Min Jo yang sedang mengobrol dengan waitres wanita, sudah tampak sempoyongan dan obrolan pun menjadi ngawur. wanita itu tersenyum menggoda, melihat pria didepannya yang sudah teler akibat minuman itu. Ia pun tersenyum seringai, merangkul Lee untuk membawanya ke suatu tempat beristirahat.
"Kau sudah mabuk berat, alangkah baiknya kita beristirahat dikamar" ucapnya.
Lee pun dibawa oleh wanita itu, berjalan tergopoh-gopoh namun masih bisa menyeimbangkan tubuhnya untuk bisa mencapai tangga. hingga tanpa sengaja mata Lee menangkap sosok yang dicintainya tengah mabuk, tampak jelas pria disampingnya memegang pipi Aena dan bersiap-siap untuk menciumnya. sontak saja Lee pun tersadar penuh, tubuhnya bergejolak dan tangannya mengeram, sangat tak suka si Cameramen menyentuh wanitanya.
"Lepas!" ucap Lee pada wanita yang bersamanya. dengan penuh amarah ia pun berjalan cepat menghampiri Aena dan sekumpulan teman lainnya. Lee menghela nafas panjang, mencoba untuk menetralisirkan perasaannya. lalu dengan penuh kelembutan, ia pun meraih tangan Aena dan mengajaknya untuk pergi.
"Ayo ikut" ajaknya.
"Ah, Lee, kau kemana saja? aku mencarimu di sekeliling sini" ucap Aena dengan raut wajah yang sudah teler.
"Aku sudah di depan mu, ayo" Aena pun mengangguk seraya tersenyum, ia pun meraih tas mini miliknya dan melemparkan tubuh pada pria sahabat kakaknya itu.
Lee pun merangkul pundak Aena, berjalan tergopoh menuju tangga dan menaikinya satu persatu membuat waiter wanita seksi itu ternganga, ia seolah langsung dibuang.
__ADS_1
Ceklek,
Lee membuka sebuah pintu, menampilkan ranjang dengan seprai berwarna putih. Aena tersenyum, ia menginginkan ini.
"Tidurlah" Lee menaruh wanitanya diatas kasur. ada rasa panas didalam tubuhnya, jiwanya menggelora saat melihat sumatera tengah milik Aena tampak terlihat. walaupun ia ingin, namun akal sehatnya masih berjalan.
"Shit!" umpatnya kesal mengusap wajah kasar.
"Aku akan pergi" Lee pun melangkahkan kakinya meninggalkan Aena, namun tiba-tiba tangannya diraih, Lee menoleh hingga,
Bruk!!
Aena menarik tangannya menginginkan pria itu lengket padanya. tarikan itu membuat Lee memeluk Aena diatas kasur. dengan kondisi yang masih mabuk berat, Aena yang tanpa sadar langsung menangkup bibir seksi itu, ********** dalam dan menelusuri rongga mulut itu. Lee terkesima, tubuhnya kembali panas hingga ia menerima perlakuan itu. tak terasa ciuman pun menjadi panas, Lee yang sudah terayu setan pun segera membuka pakaiannya hingga polos, beralih pada Aena dan membuka pakaian gadis itu.
Hingga terjadilah peperangan yang tak diinginkan.
Ye-Jun telah puas berjalan-jalan dan mampir ke Museum, kini ia telah tiba didepan menara eiffel. Menara yang menjadi pusat kota, menara yang merupakan ciri khas kota itu. Eiffel yang menjulang tinggi, lampu tumbler yang memenuhi seluruh menara itu. Ye-Jun semakin terkesima, bagaimana bisa negara memiliki tempat yang.eksotis, tempat yang mampu menghipnotis mata yang memandangnya. wajar saja tempat ini dilambangkan kota penuh keromantisan.
Ye-Jun kembali mengambil ponselnya, memotret menara itu dan kemudian memotret dirinya di depan Menara Eiffel.
"Kirim ke Zoya pasti gadis itu senang" gumam Ye-Jun tersenyum simpul. lali memilih gambar yang bagus dan mengirim ke Zoya melalui pesan WhatsApp.
💬Tidur yang nyenyak, besok pagi kamu akan memandangku dimalam kota ini. I love you, Zo. i hope you will love me
🌸🌸
__ADS_1