Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
56. menatap lama didalam pelukan


__ADS_3

🌸🌸


Pagi hari yang indah dan pagi yang begitu membuat hati semangat. menatapnya pagi itu adalah sebuah anugerah terindah yang diberikan untuknya. tidak ingin menyia-nyiakan, ingin selalu menatap objek penyemangat itu tanpa menoleh sedikit pun. Ye-Jun memerhatikan Zoya yang sedang mengobrol bersama Aera, mereka beristirahat terlebih dahulu di trotoar tepi jalan sebelum melanjutkan perjalanan yang begitu menyenangkan. ketiganya begitu menikmati bergowes, apalagi saat berpacu melawan arus, dan syukurnya tidak banyak kendaraan bermobil yang melintas.


Ye-Jun merasa tersisihkan oleh kedua wanita itu, ia menoleh menatap posisinya tampak duduk berjauhan dari kedua gadis itu. lalu ia pun menggeserkan tubuhnya kembali mendekati sang adik, menatap Zoya lebih leluasa dan dengan jelas sekalipun.



Zoya pun menatapnya sekilas, lalu beralih menatap kearah lain. sangat diyakinkan, pasti hatinya tengah menggerutu.


"Ra, kamu pergi dong, biarin oppa berdua sama Zoya" bisiknya dari balik punggung sang adik. Namun Aera tak menggubrisnya, ia masih mendengarkan ocehan Zoya.


"Ayo dong, haus atau sesak pipis gitu" bisiknya kembali setelah tidak mendapat respon.


Menunggu, dan terus menunggu, menunggu sang adik yang menyebalkan untuk segera pergi. Ye-Jun hanya bisa menggigit bibirnya, sungguh kesal melihat Aera yang tak menggubrisya.


Setelah beberapa lama,


"Eonnie, sesak pipis nih, dimana ya toilet" gerutunya seraya berdiri sembari tangan memegang perutnya sedikit kebawah, tepatnya ialah letak kantung kemihnya.


"Waduh dimana ya, itu ada supermarket coba deh disana" tunjuk Zoya ke arah seberang jalan, supermarket yang sudah buka disaat jam segini.


"Oke" ucapnya singkat lalu pergi menyeberangi jalan.


"Ra, tunggu! eonnie ikut ya" pinta Zoya.

__ADS_1


"Tidak usah, disitu saja sebentar kok" tolak Aera. lalu ia pun segera berlari disaat jalanan sepi. sedangkan Zoya, ia hanya terpaku kaku duduk bersama Ye-Jun disebelahnya. tidak berani menatap, Zoya hanya memasang wajah cuek menatap kejalanan dan tak menganggap ada lelaki itu.


"Menyenangkan ya pagi ini, apalagi bersama orang terkasih" ucap Ye-Jun memecahkan keheningan diantara mereka. sontak Zoya langsung menoleh padanya dengan bibir yang sedikit disunggingkan keatas.


"Bersama adikku. gowes bersama adik itu menyenangkan" sambungnya kembali, sengaja merebut perhatian Zoya. Zoya hanya membentukkan bibirnya seperti huruf O tanpa suara sedikit pun. Ye-Jun pun tersenyum melihatnya.


"Apalagi dengan wanita disampingku, itu lebih menyenangkan" ungkapnya kembali seraya terkekeh pelan. sontak Zoya pun kembali menatapnya dengan pandangan sinis.


"Aera lama amat sih" gerutu Zoya mengibaskan tangannya didepan wajah.


"Jangan pikirkan Aera, kapan lagi kita nikmati moment berdua" ucapnya sengaja menarik kekesalan wanita itu.


"Apaan sih!" teriak Zoya mulai kesal. pria disampingnya begitu ngawur sekali berbicara. Ye-Jun semakin mendekati posisi duduknya mendekati Zoya, Zoya yang menoleh ke arah lain tidak mengetahui bila Ye-Jun sudah duduk tepat disampingnya. Ye-Jun tersenyum puas, ia menunggu reaksi Zoya saat mulai sadar bila mereka telah berdekatan.


"Zo, kamu ingat gak di supermarket tempo lalu?" tanya Ye-Jun menatap punggung Zoya yang bajunya sudah mulai mengering. Zoya yang mendengar suara itu sangat dekat ditelinganya, sontak ia menoleh kembali ke samping kanan. dan alangkah terkejutnya ia melihat Ye-Jun sudah berada tepat disamping dirinya.


"Kamu kalau mau menggeser, lihat-lihat dulu. tempat kita duduk hanya sebatas itu" ucap Ye-Jun menatap mata yang tengah melotot. tangannya masih memeluk tubuh Zoya. Zoya pun tersadar bila tubuhnya tengah diraih, segera ia berdiri dan menetralisikan kembali perasaannya.


"Hoouuh!" Zoya menarik nafas dengan susah payah.


"Kalau kamu tidak mendekatiku, aku tidak akan menggeser tubuhku" ucap Zoya kesal.


"Maaf," pinta Ye-Jun


"Aku akan menyusul Aera" Zoya pun segera meninggalkan Ye-Jun dan melangkahkan kaki untuk menyeberangi jalan. Namun na'as, Zoya tidak melihat ke kanan terlebih dahulu hingga sebuah mobil hampir mendekatinya.

__ADS_1


tit tit tit!!


"Awas!!" sontak Ye-Jun kaget, ia langsung berdiri dan menarik tangan Zoya. Zoya terkejut melihat mobil itu hampir mnabrak dirinya namun untung saja Ye-Jun segera menangkapnya hingga mereka pun berpelukan ditepi jalan itu.


Ye-Jun dan Zoya saling memandang, mata tak lepas menatap dan tangan pun tak lepas memegang erat pakaian itu. Zoya terpana menatap wajah tampannya, wajah asli ras Korea yang begitu putih, mulus, dan mata sedikit sipit, hidung mancung, bibir merah ranum membuat Zoya menelan salivanya dengan kasar. begitu pun Ye-Jun, ia tak percaya bisa menatap selekat ini, teramat dekat bisa memandang sangat jelas wajah manis nan cantik itu.


Diseberang sana, Aera yang baru keluar dari Supermarket dengan tangan yang memegang kresek berisi cemilan dan minuman dingin, sontak ia terpana menatap kakaknya dan Zoya yang tengah berpelukan dari jauh.


"Oh astaga! kakak ipar! kakakku! mereka akhirnya.... yeaaaay!!!!" kaget bercampur senang, itulah yang dirasakan Aera sang adik kandung dari Ye-Jun. Ia merasa bahagia melihat pemandangan langka itu. rasanya Aera memilih duduk di teras supermarket tersebut sembari memakan cemilannya. dan tentunya memerhatikan mereka dari jauh.


Zoya yang mendengar teriakan sekelompok pesepeda pun seketika membuatnya tersadar dari lamunan. Ia terkejut bukan main, ternyata sedari tadi ia masih memegang erat baju yang dikenakan pria itu. Zoya pun segera berdiri, merutuki tingkahnya yang diluar nalar seorang muslim. namun ia manusia, yang pasti memiliki hawa nafsu walau beriman sekalipun, yang tak luput dari dosa. tapi apalah daya, pesona pria Korea begitu berkharisma dan membuat siapa saja pasti akan mengagumi wajah itu.


"Bagaimana ini? kenapa aku memeluknya? Ya Allah, maafkan Zoya.. astaghfirullah, astaghfirullah" gerutunya merutuki diri sendiri. begitu pun Ye-Jun, merasa bersalah telah memeluk terlalu lama wanita pujaannya. Namun dalam hati ia turut senang tak terkira.


"Maaf, aku hanya menolongmu dari mobil itu" ucap Ye-Jun salah tingkah seraya menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


"Aku ingin pulang, panggilkan Aera" pinta Zoya enggan menatap wajah itu.


"Baiklah" Ye-Jun pun menurutinya. Namun belum selangkah ia berjalan, matanya langsung menangkap sosok sang adik yang bersantai ria disebuah bangku supermarket itu sembari mengemil dan menatap mereka.


"Astaga, dia malah duduk santai disana" gerutu Ye-Jun, dan dapat didengar oleh Zoya. Zoya pun menoleh ke Supermarket, menggeleng-gelengkan kepala melihat Aera yang seolah sengaja meninggalkan mereka berdua.


"Aku duluan" Zoya pun menaiki sepedanya, lalu melajukannya meninggalkan Ye-Jun yang terpaku. Zoya hanya merasa tidak enak hati dengan barusan yang terjadi, membuatnya salah tingkah dan menyalahkan diri sendiri.


Aera tersentak, ia melihat Zoya yang meninggalkan kakaknya.

__ADS_1


"Shit!! what happen?"


🌸🌸


__ADS_2