
πΈπΈ
Sudah banyak tamu undangan yang mendatangi acara itu, sepasang sejoli yang sedang hangat-hangatnya ini telah tiba di lokasi. Zoya tertegun melihat banyaknya tamu, mereka telah mengambil tempat duduk untuk menyambut sang pengantin.
Ye-Jun berdiri tegap memandang jauh disana, menunjukkan kegagahannya ke semua orang. Ye-Jun berdehem, ia melirik tangan sang istri untuk menggandeng lengannya. Zoya pun mengerti, ia melakukan sesuai instruksi.
Kedua insan itu berjalan, ditemani seseorang yang memegangi gaun belakang Zoya. dengan senyum sumringah yang terpancar, menjadi daya tarik kebahagiaan semua orang yang melihatnya, tak terkecuali para Sahabat Zoya dan sang Ayahanda.
Kedua insan itu telah tiba red carpet, berjalan lurus dengan pelan tanpa didamping oleh siapa pun. semua mata memandang dengan wah, pengantin wanita memang berbeda dari yang lain. biasanya sering melihat pakaian teebuka pada gaun pengantin, kini untuk pertama kalinya mereka semua menatap takjub sang bidadari berkerudung itu.
Ada yang turut bahagia, ada pula yang merutuk kesal dalam diam, hanya sorotan mata yang sebagai petunjuk bila si empu tengah kesal. seperti Aena, Soo Yun, dan geng Hayoon. sedangkan sang Ibu hanya biasa-biasa saja. relung hatinya terpecah, disisi lain ia menyukai wanita yang menggandeng putranya itu, disisi lain pula ia tidak suka karna menyebabkan calon anaknya sakit hati.
"Berbahagialah anakku, tapi kenapa hatiku begitu aneh, ada rasa suka dan benci melihat gadis itu" bathin Nyonya Nam.
Setelah tiba di singgasananya, Ye-Jun meraih mikrofon yang dipegang oleh host, menyampaikan sepatah kata atas kehadiran para tamunya dan kebahagiaan telah memiliki Zoya, sang istri idaman.
Kini tampak para tamunya tengah menyicipi hidangan dari pihak catering, begitu juga sepasang pengantin ini, Ye-Jun dengan mesranya menyuapi sang istri berupa salad buah. Zoya tersenyum malu, pipinya merona setelah si garpu lolos memasuki mulut gadis itu. dilihatnya para tamu, tampak mereka tersenyum lucu memandang dua insan itu.
"By, malu" gerutu Zoya
"Anggap mereka gak ada, sayang. dunia milik qta sekarang" ucapnya santai, kembali menjulurkan garpu didepan sang istri.
"Baiklah, Hubby harus makan juga. aaak" Zoya menyuapinya.
Disisi lain yang melihat mereka, berdecak kesal. sungguh kesal dengan keromantisan itu. namun ia bisa apa? gak mungkin mempermalukan dirinya sendiri di khalayak umum, apalagi ada kamera yang menyorot mereka.
Satu persatu para tamu mengucapkan selamat kepada dua sejoli itu, setelah semuanya selesai kini mereka semua berfoto ria ditengah pantai secara bergantian. Tak lupa dengan para sahabat, mereka berdiri di samping Zoya lalu berpose dengan gaya serempak. sungguh hari ini begitu menyenangkan untuk Zoya.
**
Setelah cukup lama mengadakan resepsi kedua di tepi pantai sekaligus bermain air, Zoya dan Ye-Jun telah tiba di Hotel yang mereka tempati. tak terkecuali sahabat Zoya dan Pak Tae-Young yang tengah pendekatan itu. merasa lelah bolak-balik, mereka pun memutuskan untuk menginap sehari.
"Kalian nginap juga?" tanya Zoya heran
"Iya nih, dua pria itu kelelahan. jadinya nginap aja disini dulu," ucap Cristella, melirik Ayaana yang menaikkan alisnya berulang kali tanda tak mengerti akan arti tatapan itu.
"Apaan?" tanya Zoya
"Gak tau tuh!" ucap Ayaana bingung
__ADS_1
"Ada-ada saja"
"Aku duluan ya," pamit Zoya ingin memasuki lift yang tengah ditunggu oleh sang suami.
"Kamarmu nomor berapa?" teriak Cristella
"Nomor 142" teriak Zoya menjawab lalu mengangkat gaunnya dan berlari kecil menghampiri sang suami.
Setelah kepergian Zoya, Ayaana dan Cristella tersenyum seringai, seolah memiliki rencana yang mantap untuk mereka lakukan.
"Pasti kamu sepemikiran denganku" ucap Cristella menatap dalam, mata Ayaana.
"Hmm, mengganggu percintaan mereka! haaaaaa!!" teriak kedua gadis itu begitu heboh, sampai melompat-lompat dengan riangnya. membuat semua orang yang berada disana tampak keheranan dengan ulah mereka tak terkecuali Kim Joong dan Tae-Young yang sedang check-in.
Para pria itu pun menghampiri, "Ada apa kalian tertawa-tertawa?" tanya Kim Joong heran sambil menyerahkan kunci pada Ayaana.
"Ada deh, rahasia" jawab Ayaana dengan wajah imutnya, membuat Kim gemas.
"Ayo, Cris" ajaknya, mereka pun berlari kecil menghampiri lift untuk menuju kamar keduanya yang berada di lantai 5.
Setiba di dalam lift, yang telah disusuli dua pria itu, Ayaana menatap kuncinya bernomor 150, ia pun semakin mengulum senyum menatap Cristella yang menatapnya heran.
"Lihat ini, kamar kita berada di lantai yang sama dengan Zoya" ucapnya tersenyum
"Serius? gak mesti jauh-jauh untuk mencapai si target" ucap Cris tersenyum jahil.
"Ya gitu"
"Kenapa kamu sok pura gak tau tadi?" tanya Cristella
"Biar dia gak curiga, bodoh!" Ayaana menjitak kepala Cristella lalu mereka kembali terkekeh.
"Ehem-ehem! ingin ngerjai seseorang ya" tebak Pak Tae-Young yang ternyata menyimak dari tadi.
Cristella menoleh ke belakang, "Hehe bapak, gak kok" ucapnya terkekeh.
"Santai saja, saya setuju" ucap Tae-Young terkekeh kecil dalam balutan wajah datarnya.
"Haaaaa????"
***
__ADS_1
Di kamar sepasang pengantin yang tengah dilanda cinta dan keromantisan tiada tara, tampak Zoya tengah dibantu oleh Eonnie yang mengatur busananya untuk membuka hijab yang sedikit sulit dan rempong.
Setelah selesai melepaskan semua yang ada di tubuhnya, mereka pun pergi meninggalkan kamar itu. Zoya merasa lelah sore ini, ia pun segera ke kamar mandi untuk berendam hingga menjelang ashar tiba.
"Sayang, mau ngapain?" tanya Ye-Jun yang sedang duduk di kasur, menaruh kedua tangannya dibelakang.
"Mandi, By. panas. ini juga make-upnya tebal banget" gerutu Zoya.
"Aku ikut" Ye-Jun langsung berlari menuju kekasihnya. sontak Zoya terperangah, ia buru-buru menutup kamar mandi namun sayang sekali ia terlambat sebab Ye-Jun sudah menahan pintu itu duluan.
Zoya menghirup nafas dengan panjang, berusaha mendorong tubuh itu agar segera keluar.
"Yang, aku pingin masuk" pinta Ye-Jun menahan tubuhnya agar tidak bergeser sedikit pun.
"Aku mau mandi ih, gak mungkin mandi berdua" gerutu Zoya sewot, mencebikkan bibirnya kebawah menunjukkan wajah menggemaskan gadis itu.
"Sayang, bukannya kamu ingin berendam?" tanya Ye-Jun menatap wajah polos itu yang begitu mendambakannya untuk pergi.
Zoya mengangguk,
"Itu jam berapa? bentar lagi adzan lho" Ye-Jun menunjuk jam di dinding. Zoya menatapnya, namun sedikit susah karna terhalang oleh lengan sang suami yang menahan pintu.
"Gak nampak, awas dulu tanganmu!" gerutu Zoya menepuk lengan itu, sontak Ye-Jun melepaskan pegangannya. ia tersenyum seringai didalam hati.
Zoya melihat jam di dinding, mengerutkan dahinya, "masih jam ti--"
Deg!
Zoya membulatkan mata menatap tubuhnya yang diangkat oleh sang suami layaknya seperti karung beras. Ye-Jun tertawa lebar nan keras, merasa sudah menang sudah menjahili dan mengelabuinya. Zoya semakin kesal, ia memukul-mukul pundak kokoh itu.
"Menyebalkan ih!!"
Ye-Jun masih tertawa, lalu menaruh tubuh sang istri di tepi bathup, berniat ingin--
Ingin apa ya?? π
πΈπΈ
Vote, hadiah berupa poin, Like π
__ADS_1