Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
9. Supermarket


__ADS_3

🌸🌸


Zoya telah selesai dalam menulis apa saja yang ingin ia beli di Supermarket terdekat. Zoya pun kembali memasukkan buku catatannya kedalam tas dan segera melangkahkan kaki untuk meninggalkan ruangan itu. Kelas sudah tampak sepi, tidak ada siapapun lagi kecuali dirinya dan Cristella dan Sin Hye. Namun Zoya belum menyadari akan kehadiran mereka berdua.


Sin hye yang melihat Zoya melangkahkan kakinya, segera ia berlari menuju pintu, berencana mengunci pintu tersebut dan menghajar Zoya hingga mereka puas. Namun sayang, belum naik tapi sudah tertimpa tangga, seperti itulah peribahasanya. ya, Sin Hye terpeleset hingga tubuhnya terjeduk oleh meja. Ia meringis kesakitan, sedangkan Zoya merasa terkejut dengan kejadian itu.


"Aduuh, sial!" umpatnya memegang punggung.


"Astaghfirullah" ucap Zoya terkejut lalu segera menghampiri wanita itu.


"Jangan mendekat!" ujarnya menghalangi Zoya untuk membantunya. Cristella datang, dan membantu Sin Hye untuk duduk.


"Aduh Sin, kenapa kau ceroboh sekali" gerutu Cristela.


"Lantainya licin sekali, sial!" adunya.


"Hati-hati kalau mau keluar" sahut Zoya memandang kedua wanita itu.


"Kau pasti senang kan!" teriak Sin Hye menuduh Zoya lalu menoleh pada Cristela dengan mata memberi kode untuk menghabisi Zoya. Cristela tersenyum seringai dan mulai melancarkan aksinya. belum sempat mencoba untuk menghajar Zoya, tiba-tiba Zoya dan Sin hye dibuat terkejut dengan pemandangan langka itu. rambut panjang berwarna Pink Brunette itu terlepas dari kepala Cristella hingga membuat Zoya terkejut sedangkan Cristela langsung mengambil rambut palsunya yang jatuh di lantai. Ia sangat malu, rambut indah yang selalu ia kenakan sudah diketahui oleh Zoya dan Sin Hye.


"Cris, kau pakai rambut palsu?" tanya Sin Hye dengan heran. tapi Cristela hanya diam tak menjawab.


"Katakan saja yang sejujurnya, berbohong juga tidak baik. akhirnya juga ketahuan" timpal Zoya. Cristella memandang Zoya dengan tatapan benci, ia segera memakai kembali wik-nya dan berjalan dengan cepat keluar ruangan kelas.


"Cris, tunggu!" teriak Sin Hye mengejar temannya. Kini hanya tinggal Zoya yang sendiri diruangan itu, ia menggelengkan kepala melihat tingkah dua teman sekelasnya.

__ADS_1


"Ada-ada saja" gumam Zoya kemudian berjalan meninggalkan kelas.


Kini Zoya tengah berjalan kaki mencari Supermarket terdekat, teriknya matahari sore tidak membuatnya lelah dan dengan semangat untuk terus berjalan. hingga akhirnya Zoya melihat Supermarket di seberang jalan. Zoya pun segera menyeberang dengan hati-hati.


Saat hendak menyeberang, tiba-tiba sebuah mobil berlaju sangat kencang. tampaknya mobil itu tengah berbalap-balapan dengan mobil lainnya. sontak Zoya terkejut dan segera meminggirkan langkahnya dengan jantung yang ikut berpacu.


"Astaghfirullah, apa-apaan mereka" gumam Zoya menatap kepergian mobil sport itu. Zoya kaget, perasaannya sudah tidak karuan dan ingin mati berdiri. Zoya tercengung sebentar untuk menetralkan kembali perasaannya. hingga akhirnya Zoya mengambil nafas dalam-dalam dan melanjuti perjalanannya.


Zoya telah berada didalam Supermarket, melihat kertas yang ia catat sembari mengambil kebutuhan hidupnya.


"Telur, berapa butir ya? sepuluh saja deh" gumam Zoya mengambil kresek dan memasuki telurnya. hingga beberapa lagi yang akan ia ambil yaitu sayuran. Zoya mengambil beberapa sayuran yang ia suka dan tentunya masih sangat segar.


"Akhirnya selesai juga belanja hari ini" gumam Zoya bernafas lega lalu berjalan mengelilingi rak-rak untuk mencari apa saja yang membuatnya tertarik sembari memegang keranjang dorong. Hingga sesuatu membuat Zoya tergoda, ia ingin menikmatinya dan mengambilnya.


"Susu Binggrae, hmm sepertinya enak juga" gumamnya mengambil beberapa susu dan memasuki ke keranjang.


Braaak!!


"Aaw" ringis seseorang yang diketahui bersuara pria. Zoya terkejut melihat Pria itu memegang sarang tongkatnya, seketika mata Zoya tidak sengaja menatap tangan Pria itu yang menyentuh sarangnya. Zoya pun langsung menutup mata sembari meminta maaf.


"Aduh, maaf-maafkan saya, saya tidak sengaja Tuan" ucap Zoya memohon maaf. Pria yang mengenakan masker dan topi itu pun mengerutkan dahinya, menatap heran wajah wanita yang tengah malu tersebut.


"Kalau berjalan hati-hati" ucapnya segera mendekati Zoya dan berlalu pergi melewatinya.


"Iya iya terima kasih" ujar Zoya kembali membuka matanya.

__ADS_1


"Waduh, orangnya mana?" gumam Zoya terkejut dan menoleh ke belakang ternyata ia tengah mengambil cemilan yang sama seperti yang Zoya ambil.


"Astaghfirullah, mata ini" gumam Zoya menepuk pelan mata kanannya. kemudian Zoya pun kembali menatap rak yang cukup tinggi itu, melihat cemilan satu per satu dan Zoya pun tampak tersenyum melihat cemilan yang ia inginkan.


"Tteobokki snack! itu terkenal banget di Indonesia. tapi tinggi sekali" gumam Zoya seketika cemberut. tapi Zoya tak putus asa, dan mencoba untuk meraihnya.


"Uuuh, bismillah" ucapnya seperti mengedan, tangan yang berusaha untuk meraihnya.


"Ini, kau bisa minta tolong kan?" ucap seorang Pria. Zoya terpaku, dan kembali menuruni tangannya. menoleh ke asal suara, dan ternyata adalah Pria yang ia tabrak tadi.


"Ah, terima kasih Tuan" ucapnya mengambil snack itu sembari menundukkan wajah, hanya melihat lantai dan tak ingin memandang wajah itu.


"Wanita aneh, dari tadi tidak pernah memandang wajahku" gumam Pria tersebut didalam hati. Zoya pun segera pergi dengan langkah terburu-buru sembari mengambil beberapa Snack secara asal-asalan. Pria tadi hanya memandang wanita berpakaian tertutup itu, menggeleng-gelengkan kepalanya merasa heran.


"Pemalu, sangat lucu" gumamnya dan segera pergi.


Zoya telah selesai membayar, membawa dua tentengan kresek yang berukuran cukup besar. lumayan berat namun Zoya menepisnya dan segera menunggu taksi yang melewati jalan itu. Nasib mujur berpihak padanya, tidak sampai 5 menit Taksi pun berhenti tepat didepan dirinya. Zoya membuka pintu, memasuki barang-barang belanjaannya dan lekas naik.


"Ke alamat xxxx ya, Pak" ucap Zoya dan diangguki oleh Sopir taksi tersebut.


Akhirnya Zoya telah tiba dirumah Kosnya. menuruni barang belanjaan dan membayar ongkos taksi. sebelum masuk, Zoya mengangkat kedua tangannya ke udara, meregangkan otot yang kaku layaknya bangun tidur. bagaimana tidak, hari ini ia begitu lelah dengan rutinitasnya. setelah meregangkan otot, Zoya kembali memgangkat kantung belanjaan tersebut hingga memasuki rumah.


"Assalamualaikum" ucapnya tanpa disahut oleh siapapun. menurutnya, mengucapkan salam dimana pun itu sangat baik untuk diri kita sendiri.


Zoya berjalan ke dapur, menaruh barang belanjaan didepan lemari es hingga Zoya pun terkapar tak berdaya.

__ADS_1


🌸🌸


Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2