Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
57. Mengajak jalan-jalan


__ADS_3

🌸🌸


Aera langsung membawa kantung kresek dan berjalan cepat menuju sang kakak yang ditinggal oleh Zoya, terlihat Ye-Jun melambaikan tangan menyuruhnya segera cepat mendatanginya. dengan hati-hati Aera pun menyeberang dengan sorot mata yang fokus melihat kendaraan yang lewat hingga tibalah ia didekat oppa Ye-Jun.


"Oppa, kenapa kau ditinggal?" tanyanya heran.


"Cerewet! cepat kejar dia" Mereka berdua pun berlekas menaiki sepeda, mengejar Zoya yang masih terlihat punggungnya dari jarak beberapa meter. Aera langsung melajukan kencang sepeda itu, mengejar calon kakak ipar yang sedang merajuk, pikirnya.


"Oppa, apa kau menyakitinya?" teriak Aera saat Ye-Jun mensejajari posisinya dengan Aera.


"Entahlah," jawab Ye-Jun, membuat Aera kesal mendengar jawaban itu. Ia pun semakin menambah lajuan menggayuhnya, sedikit lagi ia telah tiba pada posisi Zoya.


Zoya menggayuh sepeda dengan santai, tampak ia tengah termenung atas apa yang telah terjadi tadi. Ia merasa berdosa, tubuhnya telah disentuh oleh pria yang bukan muhrimnya. padahal selama ini tidak pernah ia disentuh kecuali tidak sengaja. jangankan orang lain, kakak iparnya saja tidak pernah menyentuhnya. bukan sok suci, namun begitulah hakikat seorang muslimah yang taat beragama, menjaga jarak dari para pria.


"Eonnie!!" teriak Aera yang telah berada disampingnya. sontak lamunan Zoya pun terbuyarkan.


"Eh, Aera" sahutnya tersenyum kecut.


"Eonnie jangan marah dong, maafin Aera yang meninggalkan eonnie terlalu lama" pintanya merasa tidak enak hati.


"Tidak masalah, Ra. kakak hanya kaget saja" jawab jujur dari seorang Zoya. memang benar, ia hanya kaget atas kejadian memeluk tadi hingga matanya pun ikut menatap lama wajah itu.


"Serius eonnie gak marah?" tanya Aera kembali.


"Iya serius" ucap Zoya tersenyum lebar. Aera pun hanya membalasnya. Kini mereka bertiga pun melajukan sepeda menuju kediaman yang ditempati Zoya.


Tidak terasa, sepeda yang mereka gayuh selama beberapa kilometer telah tiba dikediaman yang Zoya tempati. Ummi yang sedang membuang sampah ditong melihat anak gadisnya telah pulang kerumah.


"Assalamualaikum, Mi" ucap Zoya yang baru saja tiba dirumahnya.


"Waalaikumsalam, sudah pulang? cepat amat" tanya Umi mengibaskan kedua tangannya lalu menyambut uluran tangan Zoya untuk ia salimi.

__ADS_1


"Udah lama kok, Mi" jawab Zoya.


"Umi, kami pulang dulu ya" pamit Ye-Jun memasukkan sepedanya kedalam mobil miliknya.


"Eh jangan dulu, kita sarapan pagi bersama-sama. kebetulan sarapan baru saja selesai" ucap Ummi. Zoya menoleh kepada Ye-Jun dan Aera, lalu berlalu masuk kedalam rumahnya. Namun sebelum itu, ia meraih tangan Aera untuk memasuki kediamannya.


"Baik, Mi" turut Ye-Jun mengangguk lalu menutup kembali bagasi mobil tersebut.


Kini mereka semua menikmati sarapan pagi diteras samping, dimana adalah tempat yang Zoya berikan surprise atas kedatangan orangtuanya. hening, mereka semua menikmati bubur ayam buatan Ummi. melihat Ye-Jun dan Aera yang begitu lahap menyantapnya, Umi pun menyuruh mereka untuk menambahkan porsi didalam mangkok.


"Aera, Ye-Jun, ayo tambah lagi. sepertinya masakan umi lezat ya" ujar Umi terkekeh.


"Hehehe, lezat banget mi. Aera belum pernah cobain yang ini" ujar Aera terkekeh.


"Itu khas Indonesia," ucap Ummi pada mereka berdua. Ye-Jun dan Aera pun hanya tersenyum semringah mendengarnya. Ummi yang melihat bubur dimangkok mereka sudah mulai habis, segera ia menuangkan lagi kedalam mangkok tersebut.


"Habiskan ya" perintah Ummi.


"Kan ummi yang menambahkan" ucap Ummi menggelengkan kepalanya.


"Oh iya, hari ini kebetulan Ye-Jun libur syuting, gimana kalau sekeluarga, Ye-Jun ajak jalan-jalan?" tawarnya kepada mereka semua. mendengar itu sontak Zura langsung menatap Ye-Jun dengan senyum merekah yang menyala.


"Serius?? ajak kami jalan-jalan??" tanya Zura, matanya membulat kegirangan. Ye-Jun dan Aera pun mengangguk cepat.


"Asyik!! boleh-boleh! Umi, Abi, gimana?" tanya Zura meminta pendapat.


"Kalau diajak, tentu saja Abi ikut" ujar Abi terkekeh.


"Asyiik!!" senangnya minta ampun hingga Auzar yang sedang mimik pun kembali mencari ****** sedotannya yang terlepas akibat guncangan sang Ibu yang kegirangan.


"Emh, Mi, mimik" gerutu Auzar dari balik dalam hijab panjang yang dikenakan Zura.

__ADS_1


"Aduh, astaghfirullah, maaf sayang, Ummi kegirangan" ucap Zura berbicara pada anaknya.


"Zur, Zur, anak mimik kok badan loncat-loncat, untung gak tersedak cucu ummi" gerutu Ummi heran. mereka semua pun terkekeh mendengar ucapan Ummi.


Sarapan pun telah selesai, Ye-Jun dan Aera berpamit pulang untuk membersihkan tubuh sekalian bersiap-siap untuk jalan-jalan mengelilingi kota mencari tempat hiburan. Zura yang paling kegirangan pun, segera menyiapkan beberapa pakaian dan popok sang putra. Maklum anak bayi harus ada persediaan pakaiannya disaat sedang bepergian. sedangkan Zoya merasa sangat malas untuk pergi, perasaannya tak karuan saat Ye-Jun berada didekatnya. Namun paksaan sang Ummi, dengan terpaksa ia turut ikut daripada sendirian dirumah.


"Malas banget pergi, apa aku main kerumah Ayaana aja ya?" gumamnya berfikir.


"Ah tidak, Ayaana bilang ia pergi sama mamanya keluar kota. kalau Cristella, malah ada acara keluarga. hedeeeuh" gerutunya bingung, lalu Zoya pun menatap wajahnya dari cermin kamar mandi.


"Ye-Jun, kenapa dia selalu ada dipikiranku! aaarkh!!! menyebalkan"


"Astaghfirullah, astaghfirullah, ampuni Zoya ya Allah" ucap Zoya mengelus dadanya. setelah mengeluarkan curahan hatinya lewat cermin, kini Zoya pun melepaskan pakaiannya dan menaruhnya dikeranjang pakaian kotor, tampak sudah menumpuk hingga Zoya pun memiliki ide untuk menyuci saja. Namun setelah berfikir ulang, pasti ummi akan melarang dan menyuruh besok saja urusan kain dan rumah. Zoya pun mendesah kesal, menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya.


"Oke baiklah, setelah Umi, Abi, balik ke Indonesia, maka si Ye-Jun itu tidak akan lagi berani mendekatiku" gumamnya bicara sendiri, menatap sinis gayung yang ia pegang.


Akhirnya cukup lama berdiam diri dikamar mandi, Zoya pun mulai menyiram tubuh mulus nan putihnya dengan air bersih itu. tak berapa lama, Zoya pun telah selesai membersihkan tubuhnya yang tadi bau, apek, kini berubah wangi bak bunga mawar yang merekah.


"Lama amat sih Zo" gerutu Zura yang menunggunya selesai mandi.


"Yeeeeh baru sebentar" ucap Zoya.


"Ohya kak, Auzar mana?" tanya Zoya.


"Main sama bapaknya" jawab Zura berdiri diambang pintu. Zoya pun mengangguk dan berlalu pergi menuju kamarnya. untung saja semua orang berada di teras samping hingga tidak ada yang melihatnya mengenakan handuk selutut. sebab Zoya lupa membawa baju ke kamar mandi saking pikirannya berkelana entah kemana.


Zoya memilih baju gamis yang modis, tentunya hasil tangan sang Ummi. sangat cantik dan tampak anggun, hingga Zoya memilih gamis yang berwarna biru ocean dan memiliki tali dipinggangnya.


"Ini saja deh, pasti cantik banget makai ini" gumamnya tersenyum.


🌸🌸

__ADS_1


Inshaallah nanti nambah 1 bab lagi ya, inshaallah lho kalau sempat πŸ˜… sekarang mau kerja dulu πŸ˜‰


__ADS_2