
πΈπΈ
Hari ini Zoya dan para sahabat sudah puas menjelajahi tempat wisata Bandung. hanya baru beberapa dan itu sangat menyenangkan bagi mereka semua.
Hari pun sudah semakin sore, waktu berlalu dengan sangat cepat hingga mengharuskan mereka untuk kembali pulang. Kim mengantarkan Mei-Yin terlebih dahulu ke rumahnya, gadis itu benar-benar baik, ramah dan cepat akrab dengan mereka.
Mobil pun akhirnya sudah tiba dikediaman itu, rumah besar dan memiliki air pancur, hampir sama dengan rumah Zoya. Mei pun segera pamit dan turun dari mobil.
"Terimakasih ya untuk hari ini" ucapnya pada teman-teman Zoya.
"Kami yang seharusnya berterimakasih" jawab Ayaana.
"Hehehe, iya. Zo, gue balik dulu ya. byee"
"Hati-hati kalian" sambungnya.
"Byeeeee"
Mobil pun kembali melaju meninggalkan kediaman Meiyin. rasa senang menyelimuti suasana didalam kereta itu. mereka tak salah menginjakkan kaki disini, disini tempatnya sangat nyaman sekali termasuk orang-orangnya yang ramah dan tidak sombong.
**
Beberapa hari kemudian, tak terasa hampir seminggu di Bandung. dan kini Zoya memutuskan untuk ke Bali, berniat ingin memanjakan para sahabatnya yang rela menjumpainya dan rela meninggalkan negara Eropa yang mereka idam-idamkan. kali ini Zoya tidak mau mengecewakan mereka, ia berjanji akan mengajak ke tempat wisata manapun.
Ke Indonesia tidaklah lengkap kalau tanpa ke Bali. Bali adalah pusat wisata warga asing dari berbagai negara manapun. tiap ke Indonesia, pasti tempat pertama kali dikunjungi adalah Kota Bali. Bali, kota destinasi alam yang asri dan memiliki tempat berkunjung yang eksotis. Bali itu kota yang unik, berbagai bentuk bangunan yang unik seperti tempat ibadah umat Hindu, dan orang-orangnya pun juga unik. mereka sangat ramah dan hidup rukun. tak pernah terdengar kabar buruk dari sana karena kehidupan disana sangatlah damai dan tentram.
"Ummi yakin gak mau ikut?" tanya Zoya sendu
__ADS_1
"Tidak bisa sayang, pekerjaan Umi lagi banyak-banyaknya. kamu harus hati-hati disana, jaga diri ya" ucap Ummi
"Ya, baiklah Mi"
"Kalian juga jaga diri dan hati-hati"
"Siap Mi"
"Yasudah pergilah, itu para penumpang akan memasuki pesawat" suruh Ummi. Zoya dan teman-teman pun menyalimi punggung tangan Ummi. dengan langkah malas, Zoya menatap umi dengan sendu sembari melambaikan tangannya.
Kini Zoya, Cristella, Ayaana, Kim Joong beserta Mei-Yin juga pacarnya Andrew, sudah memasuki pesawat dan duduk ditempat masing-masing yang telah tersediakan. Para pramugari cantik dan pramugara tampan pun mulai mengarahkan mereka untuk menggunakan savety agar tetap selamat sampai tujuan.
Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Bandara Ngurah Rai, yaitu tempat pertama yang mereka pijak setiba di Bali. Zoya dan teman-teman mendorong koper masing-masing untuk berjalan menuju keluar Bandara tersebut.
"Akhirnya sampai juga ya, senang deh disini" ucap Cristella.
"Baru injak bandara aja udah senang ya, apalagi kalau tempat wisatanya" timpal Ayaana.
"Amazing! very very beautifull!!" teriak Cristella
"Subhanallah, indah sekali ciptaanmu" ucap Zoya memainkan air dengan kakinya.
"Zo, ini keren sekali" ucap Ayaana pada Zoya.
"Gak rugi kita kesini. ayo ah kita masuk dulu letakin barang" ajak Zoya. mereka pun menurut, mulai memasuki resort dan berjalan menuju kamar masing-masing.
Tak terasa sudah dua hari Zoya and the geng berada di Bali. waktu mereka hanya dihabiskan untuk berkeliling resort, menjamahi pantai dan menelusuri pedesaan. rasa euforia begitu dirasa oleh mereka masing-masing. keindahan alamnya, kesegaran udara dan kebersihan setempat begitu membuat siapapun merasa nyaman berada di Bali. Para anak muda yang berasal dari Korea ini pun dibuat tidak ingin pulang lagi ke tempat asal mereka karna sudah terlanjur nyaman disini. keelokan masyarakatnya tak pernah terlupakan oleh mereka.
__ADS_1
Tampak Cristella sedang tersenyum-senyum pada ponselnya. sejurus itu ia langsung menatap Zoya dengan senyum seringai miliknya. entah apa arti tatapan itu, sepertinya Cristella menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.
Waktu dzuhur pun tiba, Zoya segera ke kamarnya untuk melaksanakan sholat fardhu tersebut. setelah sholat, ia pun segera keluar kamar untuk menemui sahabatnya yang asyik bermain di pantai. Namun, hampir tiba di Pantai, tiba-tiba seseorang menutup mulut gadis itu dengan kain yang diberi penyengat wangian membuat siapa saja pasti akan pingsan, termasuk Zoya.
"Eeemh!!"
Zoya merintih ingin dilepaskan, namun apalah daya nafasnya tak bertahan lama hingga gadis itu pingsan. teman-temannya yang keasyikan bermain, tidak mengetahui kalau Zoya tengah.diculik. entah apa motif penculik itu, apa yang menyebabkannya menculik Zoya? tak habis pikir. apakah ini ada kaitannya dengan Cristella? entahlah, semoga sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Zoya.
Beberapa menit menunggu Zoya, namun gadis itu tak jua kunjung muncul membuat mereka begitu risau dan gelisah.
"Zoya mana ya? kok sholat lama banget" tanya Mei-Yin dalam bahasa inggris.
"Iya ya, biasanya sholat cuma sekitar 5 menitan. ini sudah 30 menit" Ayaana pun turut gelisah. Hingga pada akhirnya mereka pun mencari Zoya ke kamarnya, namun tak juga kunjung ketemu.
"Astaga! dia gak ada di kamarnya" gerutu Mei Yin.
"Kemana dia?" gumam Ayaana sembari menggigit kuku kecilnya.
"Kalian sih kenapa gak temani dia. jadi gini kan" gerutu Kim Joong seolah menyalahkan mereka.
"Guys! lihat deh lokasi Zoya dari ponselnya, ia berada di pantai Kuta" ucap Cristella menunjukkan ponselnya, kalau Zoya sedang berada disana.
"Sial! ayo kita kesana!" ajak Kim Joong. mereka pun segera mengenakan baju yang lebih sopan. lalu segera berlari menuju delman yang akan mengantarkan mereka kesana.
Hingga pada akhirnya, Para sahabat Zoya itu pun telah tiba di tempat tujuan. mata mereka membelalak kaget melihat Zoya sedang duduk ditengah-tengah bunga mawar merah berbentuk hati, seseorang yang berada dekat dengan Zoya yang tertidur karna pingsan, tersenyum senang menatap ke arah mereka. apa yang terjadi? siapa orang itu? apakah--- oh tidak!! ini romantis sekali!
Seseorang itu pun melambaikan tangan pada Cristella, menyuruhnya datang menghampiri mereka dan Cristella pun tau apa tugasnya. ia mengambil minyak angin dari saku bajunya, menaruh di depan hidung Zoya agar ia segera sadar dari pingsannya. tidaklah susah, Zoya pun mengendus aroma minyak angin yang menyengat itu hingga sayup-sayup matanya terbuka dengan perlahan.
__ADS_1
Seseorang yang melihat sepasang mata sudah terbuka, ia pun segera menepuk tangan dengan sekali tepukan hingga orang-orang suruhannya yang tengah memegang balon huruf, menunjukkannya tepat didepan mata Zoya.
πΈπΈ