
πΈπΈ
Kini keempat sahabat itu telah tiba dikediaman Zoya dengan tentengan kresek yang berisi banyak bahan masakan dan juga alat dekorasi yang akan mereka pasang disudut ruangan.
Zoya mengusulkan untuk mempercantik ruangan samping yang memiliki teras cukup luas. biasanya itu adalah tempat berkumpul keluarga dan bersantai ria.
Kini Zoya mulai berkutat didapur bersama Ayaana, sedangkan Cristella dan Kim Joong pun mulai mendekorasi hingga nantinya memindahkan kursi dan meja ke teras itu.
"Kita mau masak apa nih?" tanya Ayaana
"Aku sih maunya buat makanan yang sederhana saja namun dengan masakan yang halal, ini nih resepnya sudah ku tulis dibuku diary" Zoya pun menunjukkan resep yang tertulis dibuku itu.
"Boleh juga. tapi sepertinya kita butuh satu orang lagi deh, kebetulan adikku punya teman yang pintar masak bahkan calon chef lagi" usul Ayaana
"Wah, serius? yasudah ajak dia kesini biar sekalian ajari kita" ucap Zoya dengan semangat.
"Oke, aku akan menelponnya dulu" Ayaana pun merogoh ponselnya didalam tas, ia pun mencari kontak seseorang itu diaplikasi whatsapp.
Setelah menelepon, Ayaana pun mengangguk seraya tersenyum.
"Dia akan kesini" ucapnya.
"Asyiik!! yasudah kita persiapkan saja dulu semua bahannya" ujar Zoya teramat senang. sebagai pemula yang akan memasak banyak untuk menyambut keluarga, Ayaana memang ingin mengundang satu orang yang ahli dalam memasak. sebab Ayaana tidak yakin bila masakannya terasa enak dilidah, Ayaana pun hanya bisa masak sekedarnya tidak seperti koki yang handal.
Beberapa menit kemudian, bunyi bell pun terdengar nyaring ditelinga Zoya yang sedang sibuk dengan urusannya. Ayaana yang yakin itu adalah teman adiknya, ia pun segera melangkahkan kaki menuju ruang tamu.
Ceklek,
"Hai, akhirnya tiba juga" sahut Ayaana memeluk wanita yang lebih muda darinya itu.
"Mau ada acara ya, eonnie?" tanyanya menatap sekitar.
"Iya nih, teman eonnie akan kedatangan keluarganya dari Indonesia. kamu bersedia kan membantu kami?" tanya Ayaana.
"Tentu saja" ujarnya tersenyum. Ayaana pun menyuruhnya untuk masuk dan membawa wanita itu menuju dapur. Gadis itu menatap sekitarnya, rumah sederhana yang begitu nyaman dan terasa hangat.
"Ini kenalin, Zoya" Ayaana pun mengenalkan wanita tersebut kepada Zoya.
"Hai, aku Zoya" ucap Zoya tersenyum sembari menengadahkan tangannya pada gadis itu.
__ADS_1
"Hai eonnie, aku Ae-Ra" ujarnya membalas sambutan tangan hangat itu.
"Eonnie ini kenapa wajahnya tidak asing ya" Ae-Ra pun memerhatikan wanita didepannya dengan tatapan intens, hingga lamunannya pun terbuyarkan oleh ucapan Zoya.
"Terimakasih ya mau datang kesini membantuku" ucap Zoya kemudian.
"Tidak masalah eonnie, lagian dirumah aku merasa suntuk. kebetulan aku hobi memasak, jadi ditawar kesini aku langsung mau" jelasnya terkekeh. Zoya pun tersenyum sembari terkekeh mendengar penjelasannya. hingga mereka bertiga pun mulai meracik bahan dan memasak seperti yang Zoya inginkan.
"Eonnie, kebetulan ayamnya banyak berlebih nih, mau disimpan saja atau dibuat menu baru?" tanya Aera. Zoya yang baru selesai sholat maghrib pun melihat kesekelilingnya sudah tersaji dua menu yaitu Kimchi dan Kimbap.
"Ada referensi gak? buat menu baru juga boleh" ucap Zoya tersenyum.
"Ada nih, Yangnyeom Tongdak namanya" ujar Aera tersenyum.
"Boleh juga tuh, yang penting lezat" ucap Zoya tersenyum.
"Yasudah Zo, sekarang kita buat adonan tteobokkinya. masih jam 7, lama lagi kok" ajak Ayaana. Zoya pun mengangguk dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka.
Diruang sebelah, Cristella dan Kim Joong telah selesai mengerjakan tugasnya. Mereka melihat hasil karya berdua, sederhana dan cukup menarik.
Tidak terasa hari sudah menunjukkan pukul 20:30 malam, artinya sebentar lagi Abi, Umi, Kak Zura dan suami akan segera tiba dikediaman yang ditempatinya. Cristella tampak sedang berbicara kepada Kim dan Ayaana, entah apa yang ia katakan hingga mereka pun mengangguk dengan serempak.
"Zo, kita pulang dulu ya" pamit Cristella yang merasa tidak nyaman berada ditengah-tengah keluarga besar itu.
"Eh, jangan dong. gak seru masa aku sendiri yang menyambut" gerutu Zoya. Cris pun kembali berdiskusi kepada dua temannya.
"Baiklah, kami tidak akan meninggalkanmu" ujar Cristella memeluk pundak itu.
"Ngomong-ngomong kita bau banget ya, belum mandi" ujar Zoya mencium aroma tubuhnya.
"Iya nih, haha. kamu buruan mandi ih sebelum umi datang" suruh Ayaana.
"Tidak perlu, kita bau-baunya bareng saja" canda Zoya terkekeh.
"Aneh banget kamu, Zo. menyambut keluarga harus wangi bukan bau begini" gerutu Kim Joong.
"Tidak masalah, aku suka baunya" Zoya pun tetap kekeuh pada pendiriannya. Hingga sebuah mobil pun berhenti tepat dirumah Zoya, yang ditunggu pun telah tiba, Zoya memasang wajah senyum semringahnya dan berlari menuju umi dan abinya yang baru tiba.
__ADS_1
"Guys, keluargaku! aku akan kesana" dengan semangat empat lima, ia berlari menghampiri keluarganya yang baru turun dari mobil paman Chan. Zoya merentangkan kedua tangannya, bersiap untuk memberi celah pada umi yang ingin ia peluk.
"Ummi!!!" teriak Zoya dan hap! mereka pun berpelukan saling melepas rindu antara ibu dan anak. Zoya memeluk sang umi dengan cukup lama, saking bahagianya ia tak sungkan mencium pipi kiri dan kanan milik uminya tersebut.
"Umi, Zoya kangen. muach! muach!" ujarnya mencium pipi sang ibu.
"Emh, putri umi, makin gemuk saja disini ya" ledeknya menatap tubuh sang putri bungsu itu.
"Ah, Ummi mengejek deh" gerutu Zoya memanyunkan bibir mungilnya.
"Benar lho Zo, kamu gemukkan disini" tiba-tiba celetuk kak Zura yang ikut nimbrung antara ibu dan adiknya itu.
"Kakak!! Zoya juga kangen, tapi gak kangen lagi kalau kakak ikut meledekku" gerutunya memeluk sejenak lalu melepaskan pelukan itu dengan bibir yang ikut manyun.
"Hahahaha, dasar kamu ini!" Zura pun mencubit hidung mancung adiknya itu.
"Ehem! sampai lupa sama Abi ya" suara abi pun terdengar jelas ke gendang telinga Zoya, Zoya menatap Abinya yang sedang menggendong Auzar sembari mengambil koper dari bagasi.
"Ah Abi, Auzar sayang, sini tante gendong. kamu sudah gendut ya" Zoya mengambil keponakannya dari gendongan sang Ayah lalu mencium pipi bayi gembul itu.
Suasana hangat penyambutan kedatangan keluarga pun berlangsung dengan sangat bahagia dan penuh drama. Kini Zoya mengajak umi dan kakaknya untuk masuk ke rumah. Cristella, Ayaana, Kim dan Aera pun menghampiri orangtua Zoya, mereka bersalaman lalu berpamit untuk pulang kerumah.
"Hallo Tante, saya Cristella" ucap Cris mencium punggung tangan orangtua dan kakak Zoya. begitu pun yang lainnya turut bersalaman.
"Kalian teman Zoya disini?" tanya Umi.
"Benar Tante. oh iya, kami berpamitan pulang dulu ya, Tan" pamit Cristella dengan perasaan yang tidak enak berada disana.
"Yaaah kalian, kenapa pulang sih" gerutu Zoya cemberut.
"Iya benar, disini saja dulu" timpal Umi.
"Hehehe, takut nanti mama bakal nyari, kami belum hubungi orangtua" alasan Cristella agar bisa pergi dari sana dan membiarkan keluarga itu untuk berkumpul.
"Waduh, yasudah kalau begitu, hati-hati ya. besok main kesini lagi" ucap Umi.
"Siap, Tan. permisi" Mereka pun meninggalkan kediaman itu dan berjalan menuju mobil Kim Joong.
πΈπΈ
__ADS_1