Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
42. Bersenandung dipagi yang mendung


__ADS_3

jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunga/kopinya ya πŸ˜ŠπŸ™


🌸🌸


Ye-Jun memasuki kediamannya, berjalan cepat untuk menuju tangga yang akan mengantarkannya ke kamar. Tiba-tiba suara wanita parubaya menghentikan langkah itu.


"Sudah pulang?" tanya Mama Nam.


"Ma, sudah" Ye-Jun pun menghampiri mamanya yang sedang manicure diatas sofa. Ia mengecup pipi kanan sang ibu.


"Pergilah, kau sangat bau." usir Mama Nam.


"Ma, sudah larut begini masih urusi kuku itu?" ucap Ye-Jun menggelengkan kepalanya menatap heran.


"Tentu saja sayang, malam ini mama akan pergi ke Busan. sebab mama akan mengisi acara terbesar disana" jelasnya kepada anak sulungnya itu. Mama Nam adalah seorang diva dari masa ke masa. ia masih menjadi seorang penyanyi yang memiliki suara indah bak merdu walaupun usianya sudah tidak terbilang muda lagi. Namun jasmaninya masih bisa menyanggupi wanita itu untuk tetap berkarya sesuai kemampuannya. Mama Nam satu angkatan seperti Krisdayanti, Vina panduwinata maupun titi Dj dalam versi Indonesianya.


"Mama pergi bersama siapa?" tanya Ye-Jun.


"Tentu saja bersama manager mama. Pergilah tidur" ujar mamanya itu.


"Baiklah" Ye-Jun pun segera pergi ke kamar dengan menunjukkan wajah yang sedu. Mama selalu sibuk dengan job yang ditawari acara mana pun. walaupun job telah selesai, Mama pun menghabiskan waktu bersama teman sebayanya. membuat Ye-Jun yang merindukan sosok Ibu itu pun membuatnya sedih tidak bisa lagi bermanjaan dengan sang ibu. Namun Ye-Jun telah mulai terbiasa, ia memiliki adik yang begitu ramah dan tidak sombong. Sedangkan adik keduanya bernama Hwan Ae-Na, ia persis seperti mamanya yang sehari-hari sibuk syuting, hangout bareng teman dan tentunya kebiasaan wanita lainnya yaitu perawatan hampir setiap hari. Sedangkan Hwan Ae-Ra hanya belajar memasak bersama chef dapur dikediamannya, sekolah, hanya itulah waktu yang ia habiskan sehari-hari.

__ADS_1


Ye-Jun langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur berukuran king size itu. Ia merentangkan tangan dan menatap langit-langit kamarnya. jelas sekali kalau Ye-Jun memikirkan sesuatu, apakah ia membutuhkan kasih sayang orangtuanya yang super sibuk? hanya ia yang tau. Ye-Jun hanya berharap mereka bisa berkumpul lagi seperti dulu walaupun hanya sekali seminggu. Namun kini tidak ada lagi yang namanya berkumpul keluarga, bercanda-ria, saling mencurahkan hati. Semua sudah lenyap bak ditelan bumi.


Keasikan termenung, tak terasa Ye-Jun pun tertidur dengan sendirinya. sepatu yang ia kenakan masih terpasang di telapak kaki itu tanpa terlepas terlebih dahulu.


Mama Nam telah kedatangan managernya, mereka bersiap-siap untuk keluar kota. Mama pun bergegas ingin mengambil tas dan koper dikamarnya. setelahnya ia pun kembali turun kebawah dengan koper yang ia seret. belum sampai ke bibir tangga, ia menoleh ke kamar anak sulungnya. Membuka sedikit pintu, mengintip dari luar terlihat Ye-Jun sudah tertidur dengan telentang. Mama tersenyum melihatnya, ia pun menutup pintu kembali. Namun mama seperti melihat sesuatu, ia membuka kembali pintu tersebut dan memasuki kamar anaknya.


"Dasar kamu! mau tidur saja sepatu tidak dilepasin" gerutu mama Nam kepada anak lelakinya itu. Setelahnya Mama mengambil selimut dan membentangkannya diatas tubuh sang putra. Mama pun mengecup kening itu, setelahnya ia pun pergi menghampiri managernya yang tengah menunggu.


"Yuk sist" ajak mama kepada managernya itu. Mereka pun pergi menuju mobil yang terparkir indah didepan rumah.


Tiba-tiba mama melihat sorotan lampu dari mobil seseorang, Mama terdiam sejenak untuk melihat siapa yang datang. Mama pun bernafas lega, ternyata itu adalah mobil milik kekasih Ae-na, putri pertama. Sang pria pun turun dari mobil, membuka pintu sebelah yang terdapat Ae-Na didalamnya. Ae-Na tampak terhoyong-hoyong, tentu saja ia tengah mabuk saat itu.


"Ae-Na, kamu mabuk lagi?" tanya Mama khawatir.


"Tante, saya akan membawanya masuk" pamit pria tersebut.


"Baiklah, setelahnya kau pulang" perintah Mama lalu diangguki oleh Pria itu. Mama Nam pun berlekas memasuki mobil, ia pun juga ingin cepat-cepat beristirahat di hotel yang akan ia tempati.


Di kediaman Zoya, Zoya tertidur dengan sangat nyenyak. sehabis makan malam dua porsi sekaligus membuatnya terkantuk-kantuk hingga tidak fokus untuk belajar. walaupun ia sempat belajar serius selama setengah jam dengan kantuk yang ia tahan. Kini Zoya tertidur di meja belajar, kepalanya yang menghimpit buku dan tangan yang masih memegang pena. Zoya yang teramat rajin, sekantuk apapun, seberat apapun mata, ia tetap bersikeras untuk terus belajar hingga pada akhirnya kedua mata tak bisa menahan beban dan menyuruhnya untuk kembali tertidur.


"Zoya, saya akan memindahkan kamu keatas ranjang" ujar arwah Riska yang sedang tersenyum melihat manusia tanpa dosa itu. Hingga tubuh Zoya pun melayang pelan ke udara, pelan namun pasti, akhirnya Zoya pun sudah terlentang diatas kasurnya.

__ADS_1


"Selamat tidur Zoya manis" ucapnya dan seketika ia pun menghilang dengan secercah cahayanya.


**


Pagi pun menjelang, tampak hari tengah mendung seakan sebentar lagi akan hujan. Kebetulan hari ini Zoya masuk siang pada pukul 1 nanti. tampak Zoya tengah memandang langit dari jendela ruang olahraganya dengan tubuh yang bercucuran keringat. sebab Zoya baru saja selesai olahraga aerobic setelah sholat subuh tadi. Zoya pun mulai merasakan cacing-cacingnya tengah meronta meminta asupan makanan agar mereka kembali tidur. Zoya menatap perutnya, menghembus nafas kasar mengingat tidak ada bahan makanan yang tersedia.


"Lapar lagi. aduh Zo! kenapa sampai lupa beli bahan makanan sih" gumamnya kesal pada dirinya sendiri. entah bagaimana Zoya sampai lupa untuk membelinya, mungkin saja keseringan makan diluar bersama sahabatnya.


Zoya pun pergi ke dapur, hanya melihat nasi yang tersisa sedikit lagi. Hingga Zoya pun memiliki ide cemerlang yaitu membuat nasi goreng dengan bumbu seadanya.


"Ahaaa!! nasi goreng sajalah. kebetulan bumbu dapur masih ada" ucapnya tersenyum semringah. segera ia mulai mengupas kulit bawang merah, bawang putih hingga mengiris-irisnya. tidak ada cabe rawit, terpaksa Zoya membuat nasi goreng hanya bermodal bawang dan kecap. Menurutnya untuk saat ini biarlah makan seadanya yang penting perut kenyang, hati pun senang.


"La..lala..lala.. nasi seadanya, bumbu seadanya.. yang penting perut kenyang" Zoya pun bersenandung menyanyikan lagu dengan lirik yang ia buat sendiri sembari menggoreng bawang dengan sedikit layu lalu memasukkan sedikit nasi.


Zoya begitu ceria sekali pada pagi yang mendung itu. memasak nasi goreng dengan bahan seadanya seraya bersenandung lagu dengan bibir yang selalu mengembang membentuk senyum manis yang seperti gulali. untung saja tidak ada semut yang mau menyentuh mulutnya saking senyum itu teramat manis. mungkin saja semut-semut merasa eneg dengan santapan yang terlalu manis.


🌸🌸


Hallo readers yang telah setia mengikuti karyaku ini, semoga kalian sehat selalu ya 😊


Elce mau bilang, mohon maaf lahir dan bathin ya untuk semuanya ..

__ADS_1


Minal aidin walfaidzin πŸ™


Selamat menjalankan ibadah puasa satu bulan esok.. semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, Aamiin 😊


__ADS_2