Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
19. Salah mobil


__ADS_3

🌸🌸


Zoya kembali pada teman-temannya dimeja yang mereka tempati. menduduki tubuhnya dikursi samping Ayaana. dilihatnya mangkok mereka, sudah mulai kosong dilahap habis. sedangkan Zoya masih banyak membuatnya cengengesan.


"Cepat sekali habisnya. makananku masih banyak" ucap Zoya terkekeh.


"Kamu sih lama banget Zo. kan tau sendiri disini enak makanannya" ujar Ayaana.


"Cepatlah makan Zo, kita tunggu" ucap Cristella dan diangguki oleh Zoya. sembari menunggu, Cristela dan yang lainnya pun mengobrol.


Tak berapa lama Zoya pun telah selesai menghabiskan makanannya, kini mereka kembali ke mobil milik Kim joong yang terparkir didepan restaurant itu. semuanya telah berada didalam mobil, namun Zoya tampak terdiam sedari tadi entah apa yang dipikirkannya hingga panggilan Cristella pun membuat lamunannya terbuyarkan.


"Zoya, kamu kenapa kok diam aja?" tanya Cristela.


"Eh, tidak kok Cris. Astaghfirullah, aku melupakan sesuatu" ucap Zoya menepuk jidatnya lalu merogoh saku dibaju gamisnya mengambil pemberian dari Riska.


Cristela mengernyit heran, memperhatikan gerakan tangan Zoya yang tengah merogoh saku hingga ia pun melihat beberapa gelang ditelapak tangan Zoya.


"Apa itu?" tanyanya.


"Ini, kemarin aku beli gelang ini untuk kita berempat sebagai tanda persahabatan kita" ucap Zoya tersenyum mencoba menyembunyikan rahasianya.


"Gelang?? mana?" sahut Ayaana dari depan.


"Ini, mana tanganmu Ay" ucap Zoya. Ayaana pun memberikan tangan kirinya pada sahabatnya itu. Zoya pun memasang gelang itu dipergelangan mulus milik Ayaana itu. Ayaana pun tersenyum, memperhatikan gelang itu dengan seksama.


"Bagus sekali" gumam Ayaana memegang tangannya.


"Cris, tangan cantikmu mana?" tanya Zoya. Cris pun ikut menyodorkan tangannya. untuk Kim joong, ia hanya memberikan tanpa mau menyentuh kulitnya.


"Kim, ini untukmu. pasang sendiri yaa" ucap Zoya tersenyum.


"Aauh, terima kasih Zoyaku" ucapnya menerima gelang itu dengan tersenyum. Zoya pun merasa lega, teman-temannya mau menerima barang pemberiannya. mereka tampak tersenyum, menatap gelang itu yang cukup unik di mata ketiganya.


"Jangan pernah dilepaskan gelang itu" peringat Zoya seraya tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja. tidak akan Zoya" ucap Cristela tersenyum.


"Benar, gelang ini sangat unik. apa ini dari Indonesia?" tanya Ayaana padanya. Zoya pun sedikit bingung, dan memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan Ayaana.


"Tentu saja. kebetulan sebelum ke Seoul aku membeli beberapa gelang jika saja aku memiliki teman disini" ucap Zoya tersenyum getir.


"Waah, bagus-bagus" sahut Kim joong menatap Zoya dari spion.


"Yasudah ayo kembali ke kampus" ucap Zoya. Kim joong pun kembali menekan pedal gas mobilnya.


Ditempat Hayoon and the geng, Hayoon tengah duduk menghadap cermin yang sangat luas didepannya. tampak ia sangat memperhatikan gerakan tangan pekerja yang begitu lihai dalam menyambung rambutnya kembali indah seperti semula. Ya awalnya Hayoon ingin rambutnya kembali panjang dan rapi namun pekerja salon tak punya cara lain selain menyambung rambut dengan rambut palsu. Hayoon pun mengangguk asalkan itu membuat rambutnya tampak asli.


"Selesai Nona" ucapnya. Hayoon pun berdiri dan menatap rambutnya dari samping didepan cermin.


"Bagaimana guys?" tanyanya pada kedua sahabatnya.


"Sangat bagus sekali tampak asli" ucap Sin hye memberikan acungan jempol pada Hayoon.


"Jin hyu, lekaslah bayar" perintah Hayoon lalu dituruti oleh Jin hyu.


Kini mereka telah berada di mobil, bersiap-siap untuk ke kampus mengikuti mata kuliah yang kedua. segera, Sin hye menekan pedal gas mobil dan menancapnya dengan laju.


"Aku rasa perlu agar kita tau apakah mereka memiliki ilmu sihir" ucap Sin hye.


"Setuju. kita harus menghajar balik mereka" ujar Jinhyu menatap sinis ke depan.


"Besok kita libur kan? kita akan pergi kesana. aneh sekali kenapa saat kita mengerjai mereka, kita yang malah terkena imbasnya" ucap Hayoon menatap kosong ke arah depan.


"Jika benar Zoya punya ilmu sihir bagaimana?" tanya Sin hye disela mengemudianya.


"Aku akan menyantetnya agar ia sakit-sakitan dan menderita" jawab Hayoon mengepalkan tangannya seolah ingin menghajar lawannya.


"Seram sekali" Jin hyu bergidik ngeri mendengar kata santet.


"Itu belum seberapa Jinhyu. mereka benar-benar mempermalukan image kita" ucap Hayoon menatap dingin kearah Jin hyu yang duduk dibelakang.

__ADS_1


"Kita harus mengambil alat santet dari mereka" sahut Sin hye.


"Itu bisa diatur" ucap Hayoon dengan tenang.


Mobil yang dikendarai Kim joong melewati mobil Hayoon dengan cepat. Jinhyu sangat mengenal mobil itu dan menyuruh Sin hye untuk mempercepat laju mobilnya.


"Sin, itu mobil mereka. ayo kejar!" teriak Jin hyu.


"Kau jangan asal ngomong. yang punya mobil seperti itu banyak" ucap Hayoon.


"Sungguh, aku begitu mengenalnya" ucap Jin hyu.


"Baiklah, aku akan menuruti maumu Jin hyu" sahut Sin hye lalu mempercepat laju kendaraannya. Mobil semakin cepat melaju, jalanan tampak begitu sepi hingga Sinhye lebih leluasa untuk mengejar mobil yang ada di depannya. sedikit lagi, beberapa meter lagi jarak mereka hingga mobil tersebut telah berada disampingnya. mobil itu melaju pelan dan akhirnya Sinhye segera menghalangi jalan mobil yang digadangi milik Kim joong.


Sreeeeet!


"Ayo keluar! saatnya kita menghajar mereka" ajak Jin hyu membuka pintunya.


"Lebih baik kalian yang urus. aku malas sekali keluar" ucap Hayoon yang tengah malas menghadapi musuhnya yanng belum tentu jelas itu mereka. Hayoon hanya mengintip dari dalam, tampak Jinhyu mengetuk jendela mobil itu.


"Hei Kim joong! keluar!" teriaknya. orang yang berada didalam mobil itu menatap heran, entah siapa mereka berani sekali bersikap tidak sopan. ia pun membuka pintu mobil, dan mengernyitkan dahinya menatap sepasang remaji itu.


"Siapa kalian? berani sekali mengedor pintu mobilku" ucap seorang pria parubaya. Sinhye dan Jinhyu seketika pucat menatap wajah sangarnya. perkiraan Jinhyu salah besar, ternyata itu adalah mobil milik orang lain. Sinhye mengumpat dalam hati, menatap tajam wajah sahabatnya yang ceroboh itu.


"Jinhyu bodoh!" gumamnya dalam hati.


"Ma..maaf pak, kami salah orang" ucap Jinhyu terbata-bata. segera ia berlari ke mobil yang ditumpanginya sembari menarik tangan Sinhye.


"Hei kalian! bocah kurang ajar!!" teriak bapak itu mengejar mereka namun kedua remaji itu telah memasuki mobil dan bersiap untuk melajukannya.


"Cepatan jalan!!!" desak Jin hyu.


"Siapa kali kau menyuruhku!!! ini ulahmu Jinhyu!" teriak Sinhye kesal. sungguh kesal pada sahabatnya yang ceroboh dan bodoh itu. mobil pun berjalan dengan cepat meninggalkan mobil yang mereka hentikan tadi.


"Justru itu aku enggan untuk keluar, kalian sangat ceroboh" sahut Hayoon yang tengah mengelus rambut barunya.

__ADS_1


^^^🌸🌸^^^


Jangan lupa Like, koment dan hadiah bunganya ya πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2