Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
157. Menikmati pagi


__ADS_3

🌸🌸


Dada kedua insan ini naik turun, merebahkan tubuh diatas kasur setelah pertempuran panas yang menggelora diatas ranjang. dua pasang mata menatap langit-langit kamar, berusaha untuk mengendalikan gemuruh dada yang tercekat oleh kelelahan selama tiga jam bercinta. Zoya dan Ye-Jun saling pandang, wanita itu tersenyum lalu memeluk suaminya yang berada tepat di sampingnya.


"Capek?" tanya Ye-Jun, Zoya mengangguk dari balik dada telanjang pria itu.


"Hubby, ini jam berapa?" tanya Zoya, menghirup aroma ketiak suaminya yang wangi lalu kembali mencium aroma dadanya, membuat Ye-Jun sedikit geli.


"Jangan nakal, aku lagi berusaha meredamnya kembali" gerutu Ye-Jun


"Hmm, apa sudah pagi?" tanya Zoya


"Belum, masih setengah dua" ucap pria itu, menatap jam di ponselnya.


"Untung saja kita sudah sholat, By" Zoya merasa lega, mereka sudah sholat di lokasi tadi.


"Alhamdulillah, coba kalau belum pasti sekarang kita harus mandi dan langsung sholat" ucap Ye-Jun terkekeh. Zoya mendongak menatap wajah suaminya yang tampak begitu tampan saat tertawa. gadis itu tersenyum lalu meringsek keatas, mensejajarkan kepalanya pada Ye-Jun. lalu Zoya pun mengecup pipi suaminya. membuat Ye-Jun terhenyak.


"Jangan nakal yang, ayo kita tidur" ajak Ye-Jun, yuniornya kembali menegang, ia hanya bisa menahannya kembali.


"Ayo kita bermain lagi sampai subuh" ajak Zoya, merasakan tongkat sakti yang menegang. ah ternyata paha Zoya tidak sengaja menyentuh tongkat sakti itu. Ye-Jun melotot, menatap istrinya yang tampak tidak bercanda.


"Kamu menginginkan lagi? besok kuliah lho" Ye-Jun mengingatkan.


"Kuliah siang, jam 1" jawab Zoya, matanya berbinar menginginkan lagi. Ye-Jun tanpa ampun langsung memasukkan tongkat saktinya kedalam goa. tiga jam bermain, ternyata belum puas juga untuk mereka berdua. entah kenapa nafsu wanita ini meningkat, ia pun juga bingung.


Ah ah


Desahan kembali menggema di ruangan kamar berkedap suara itu, desahan mereka saling bersahutan, berlomba bersama suara jangkrik atau binatang lainnya diluar sana. Ye-Jun semakin semangat, hasratnya membara dan tak pernah ada putus-putusnya. kini keduanya pun berganti gaya, Ye-Jun memutar tubuh mereka hingga posisinya berbanding terbalik. Ye-Jun mengarahkan sang istri untuk membuat haluan, memegang kedua pinggul wanita itu lalu mengangkat turunkannya.


"Kamu harus bisa sayang, ini menyenangkan"

__ADS_1


"Aku takut nanti terkilir. aku belum pandai"


"Tidak akan, santai saja. rileks"


Zoya hanya menelan saliva dengan kasar, menuruti sang suami dan mulai menguasai diatas sana.


Hingga satu setengah jam kemudian pun aksi ronde kedua berhenti. nafas mereka kembali tersengal-sengal menahan capek hingga dalam sekejap Zoya kembali terlelap dalam pelukan suaminya.


"Ck! katanya sampai subuh. baru jam 3 sudah tidur" gumam Ye-Jun tersenyum lucu. ia pun juga turut ikut menyusul istrinya ke alam mimpi.


**


Adzan berkumandang nyaring dikeheningan subuh, diatas lelapnya dua insan yang baru dua jam tertidur. Zoya membuka matanya perlahan, menatap kegelapan kamar yang hanya diterangi oleh lampu seperti payung diatas nakasnya. Zoya menoleh, menatap ponselnya yang tengah mengumandangkan Adzan subuh. ia beranjak duduk, menutup dadanya dengan selimut.


"Ngantuk banget, huaaaaa!!" Zoya meregangkan ototnya sambil menguap.


Ia menoleh menatap suaminya yang pulas, pria itu pasti lelah sekali setelah lima jam pertempuran mereka.


"Aku mandi dulu" gumamnya, segera bangun dan berjalan dengan tubuhnya yang polos menghampiri kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya yang bau beraroma campuran antara keringatnya dan suami, kini wanita muda bersuami itu telah wangi dengan aroma khas miliknya. keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono dan rambut yang diusap oleh handuk kecil, berjalan pelan menghampiri Ye-Jun yang masih bergelung didalam selimut tebal berwarna putih itu.


"Sayangku, bangun, saatnya sholat subuh" bisik Zoya tepat ditelinga sang pemilik hati.


Ye-Jun bergeming, sekali lagi wanita itu harus membangunkan suaminya yang nakal ini.


"Hubby, sayang, hunny, bangun ah!" Zoya menggoyangkan lengan suaminya agar segera bangun. dan aksinya pun berhasil, sejurus itu Ye-Jun terusik akan gangguan wanita ini.


"Hmmmmm,"


"Bangun! mandi terus sholat" ucap Zoya

__ADS_1


"Baru saja tidur yang" ucapnya lirih, dengan suara khas serak bangun tidur.


"Hehehe, ayo cepat mandi!" Zoya menarik lengan suaminya, Ye-Jun pun menurut dan beranjak berdiri.


Zoya terhenyak menatap mata suaminya yang sayu berubah menjadi tatapan yang begitu dalam. sedangkan Ye-Jun menatap Zoya karna begitu terpesona melihat kecantikan alaminya dengan wajah yang sangat segar dan rambut yang basah, membuatnya semakin jatuh cinta. Zoya segera pergi keruang ganti, takut sesuatu akan terjadi pada dirinya.


"Gadis nakal! agresif! pasti dia mikir yang macam-macam" gumam Ye-Jun menatap kepergian istrinya. Ia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


**


Pagi ini, setelah sholat subuh sekaligus mengaji, sepasang suami istri itu tengah menikmati aroma pagi yang bersih, murni dan segar. wangi rerumputan hijau yang menguar begitu terasa hingga kepermukaan hidung. Udara segar pagi pun ikut bersahutan, tanpa polusi sedikit pun dan sangat menyejukkan.


Sepasang suami istri muda yang tengah dilanda mabuk asmara itu menaiki sepeda tandem polygon, dimana sepeda itu memiliki dua bangku dan ukurannya pun panjang. Ye-Jun melirik sang istri dibelakang, apakah wanita itu sudah siap atau belum. Zoya tersenyum, kedua tangannya memegang erat pinggang sang suami.


"Ready, goo!!" teriak Zoya, Ye-Jun pun segera menggayuh sepeda tandem tersebut. mereka menelusuri komplek sekitar, yang hanya memiliki beberapa rumah dan berjarak antara satu rumah ke rumah lainnya, karena halaman yang luas dan juga di kasih taman. tempat asri ini sungguh jauh dari permukiman ramai. hingga tak jarang bila udara di area kediaman mereka begitu terjaga dan tidak tercemar.


"Hubby, kita ke danau kemarin yaa" teriak Zoya, merujuk pada danau yang memiliki bunga tulip beraneka warna, danau yang tidak terlalu besar dan cukup tersembunyi, tentu saja tempat yang paling bagus untuk menikmati alam bebas. hanya orang-orang satu komplek yang mengetahui tempat itu. dan betapa gembiranya Zoya saat matanya menangkap satu tempat yang membuatnya jatuh cinta, yaitu danau tersebut.


"Siap bos!" sahut Ye-Jun, membuat Zoya semakin jatuh cinta padanya.


Dan disinilah mereka sekarang,



Menjatuhkan bokong di hamparan rerumputan tepi danau, tangan yang tak bisa diam menyentuh pucuk bunga tulip yang berwarna putih itu, sedangkan Ye-Jun merangkul pundak istrinya, membuat Zoya merebahkan kepalanya didada sang suami.


"Lihat disana, ada angsa" Ye-Jun menunjuk ke arah yang sedikit jauh dari mereka. Zoya menatap ke arah jari itu menunjuk, satu angsa tengah berenang diatas air dengan gayanya yang santuy, seperti sepasang sejoli ini.



🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2