Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
122. Mengintai Mama


__ADS_3

🌸🌸


Setelah selesai membeli pakaian, Ye-Jun juga memaksa Zoya untuk membeli sepatu dan tas. awalnya Zoya menolak, ia bukanlah tipe pengoleksi. namun paksaan tetap paksaan! Ye-Jun memaksa untuk membeli agar Zoya tidak bosan dengan barangnya yang itu-itu saja.


Pada akhirnya Zoya pun menurut, ia mengambil satu sepatu bermerek pump, berwarna merah muda polos dengan tali dipergelangan terdapat pita disampingnya.



dan satu tas selempang, juga satu ransel yang memiliki warna dan bentuk yang sangat cute.


sangat cocok sekali untuk remaja seperti Zoya.




Ye-Jun hanya bisa menuruti saja atas permintaan Zoya yang menginginkan satu, walaupun hatinya ingin membeli semua produk itu. yang terpenting sekarang ia sudah tau ukuran kaki Zoya dan memiliki rencana untuk membeli dilain waktu.


"Sudah, ini saja ya" pinta Zoya.


"Yakin itu saja? bahan masakan dirumah bagaimana? sudah sebulan lho kamu tinggalkan" ucap Ye-Jun mengingatkan


"Iya juga ya, paling cuma telor doang" ucap Zoya terkekeh.


"Itu makanya! kita baru 2 hari disini setelah dari Indonesia. pasti seharian semalam cuma makan telor doang kan?"


"Hehehe, iya" ucap Zoya terkekeh.


"Dan sekarang tidak ada penolakan lagi! kamu harus beli banyak. toh tanganku masih kosong untuk menampungnya" ucap Ye-Jun

__ADS_1


"Ya ya ya, terserahlah. lagian kasihan juga pak sopir membawa 4 paperbag." ucap Zoya menatap pak sopir yang membawa barang belanjanya. sedangkan Zoya membawa 2 paperbag karna kasihan sekali bila ditimpalkan semua pada pak sopir.


"Sini punya kamu, biar aku yang bawa" suruh Ye-Jun.


"Tidak! kamu bawa yang berat saja nanti" gerutu Zoya. Ye-Jun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya baiklah. pak, kamu duluan aja. pastikan dipaperbag kecil itu tetap aman" ucap Ye-Jun pada sopirnya.


"Baik Tuan" dan pak sopir pun meninggalkan mereka menuju mobil yang ia bawa.


Ye-Jun dan Zoya kembali melanjuti perjalanan, keduanya menelusuri hypermart untuk membeli kebutuhan Zoya baik bahan masakan maupun peralatan mandi.


Beberapa menit kemudian keduanya telah selesai berbelanja, kini mereka pun segera keluar dari Mall untuk bergegas pulang menuju kediaman mereka masing-masing. sudah tampak mulai lelahnya gadis itu, matanya mulai sayu karena kantuk sudah melanda dibalik mata bening gadisnya.


Melihat Tuan dan Nonanya sudah kembali, pak sopir segera mengambil barang belanjaan Tuan dan Nonanya lalu membuka bagasi untuk menaruh semua belanjaan itu. setelah selesai, ia pun kembali membuka pintu mobil jok belakang untuk mempersilakan Tuan dan Nona segera masuk.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan Mall elite itu. ternyata benar tebakan Ye-Jun, gadisnya dalam sekejap sudah tertidur dengan pulas.


"Ingin rasanya secepat mungkin untuk memilikimu, Zoya" ucap Ye-Jun mengelus pipi yang lembut itu.


"Tuan," tiba-tiba panggilan pak sopir membuyarkan fantasi Ye-Jun, Ye-Jun pun menoleh kesal menatap pak sopir dari spion. entah kenapa pak sopir malah menghentikan kemudinya.


"Ada apa? kenapa malah berhenti dan menggangguku?!" kesal Ye-Jun menatapnya sengit.


"Ma-maaf Tuan, lihat disana!" pak sopir pun menunjuk kearah luar dengan jari telunjuknya. Ye-Jun memerhatikan dengan seksama, keningnya berkerut seolah ia melihat apa yang dimaksud oleh pak sopir.


"Ma-mama!" ucapnya pelan, menatap tak percaya.


"Mau apa mama kesana? dan pria itu?" gumam Ye-Jun menatap tak percaya sang mama jalan bersama pria lain dan memasuki sebuah hotel.

__ADS_1


"Cepat turun! dan ikuti mereka! tugasmu potret wajah pria itu dengan jelas! pakai maskermu!" perintah Ye-Jun pada si Sopir.


"Baik, Tuan" dengan sigap pak sopir pun segera turun dan berlari mengejar mereka. tentunya dengan sangat hati-hati tanpa ketahuan.


Didalam mobil, Ye-Jun hanya berdesah kesal. sudah cukup lama ia mencari keberadaan mamanya dan pria itu, akhirnya kini tertangkap juga. sebelah sudut bibir pun terangkat keatas, menunjukkan senyum devil dari balik wajah tampannya.


"Lihat saja nanti, Ma. akan ku buat hubungan kalian hancur" gumam Ye-Jun dengan tatapan membunuh menatap pintu hotel itu. walaupun saat ini ia belum tau apa rencananya, namun Ye-Jun terlebih dahulu untuk mencari tahu tentang pria itu lewat anak buahnya nanti.


"Berani sekali ke hotel! dasar wanita murahan! sungguh aku kasihan sama Papa. setajir apa pria itu sampai mama selingkuh dengannya!" gerutu Ye-Jun.


Ye-Jun tetap menunggu dan menunggu si sopir kembali, hingga yang ia tunggu pun telah datang menghampiri mobil. ia pun membuka pintu, menunjukkan foto yang ia potret kepada Tuannya.


"Good job!" ucap Ye-Jun sambil mengambil ponsel itu. ia tersenyum devil menatap wajah pria yang begitu terlihat jelas, tampak mereka sedang bercakap-cakap. Ye-Jun pun kembali menggeser uuntuk melihat foto slide kedua, ia terperangah melihat Mamanya yang bergelayut manja di lengan pria itu. namun sejurus itu, Ye-Jun menatap aneh pada wajah si pria. ia meng-zoomkan gambarnya dan menatap kaget melihat ekspresi si pria yang menatap mamanya dengan senyum jahat. tentu saja Ye-Jun tau akan arti pandangan itu, pikirannya langsung menebak bahwa pria itu bukan pria baik dan memiliki rencana busuk kepada mamanya.


"Brengsek! dasar wanita bodoh! kau tidak tau pria yang bersamamu ini punya maksud jahat!" berang Ye-Jun.


Ye-Jun segera mengirim foto itu ke ponselnya, setelahnya ia mengembalikan ponsel milik sopir pada si empu.


Ye-Jun langsung bertindak cepat, ia menyebarkan foto tersebut pada seluruh anak buahnya melalui pesan whatsapp.


💬Tugas kalian, cari tahu tentang pria ini dan latar belakangnya! cari tahu juga rencananya kepada Ibuku! sekarang mereka berada di hotel xxx, gercep!!!!"


Ye-Jun pun akhirnya bernafas lega, ia kembali menyandarkan tubuhnya dibangku yang ia duduki. ia pun menoleh menatap gadis pujaannya, betapa beruntungnya ia memiliki gadis polos nan jutek ini berada di sisinya. apalagi ia bangga pada Zoya yang menjaga kehormatannya.


"Aku akan selalu menjagamu, aku gak akan merusak kehormatanmu sebelum kita menikah. kamu bidadariku, kamu wanita yang pantas untuk dicinta dan dihormati. terimakasih telah mencintaiku, Zoya" ucap Ye-Jun tulus dari dalam lubuk hatinya.


Hingga mobil pun telah berhenti tepat dikediaman Zoya. ia merogoh tas gadis itu untuk mengambil kunci dan memberikannya pada sopir.


"Buka pintu rumahnya" suruh Ye-Jun sambil memberikan kunci itu. sedangkan ia, menggendong Zoya yanh tertidur dengan sangat pulas.

__ADS_1


"Dasar kebo!"


🌸🌸


__ADS_2