Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
146. Kuliah dengan status baru


__ADS_3

🌸🌸


Keesokan paginya, Zoya dan Ye-Jun bersiap-siap untuk kembali pada rutinitas sehari-harinya yaitu kuliah dan bekerja. tampak gadis itu tengah menyiapkan pakaian sang suami dengan suka cita. tidak pakaian terlalu formal, toh nanti di lokasi harus ganti baju lagi sesuai yang diperankannya.


Setelah semuanya selesai, tak lupa gadis itu untuk merawat diri sendiri. mengenakan sunscreen, foundation dan bedak tipis setipis-tipisnya. dan pula lipbalm yang mencerahkan si belahan mungil nan menggoda.


"Selesai," ucapnya tersenyum didepan cermin


"Cantik yaa" tiba-tiba suara yang sangat dikenal memuji dirinya dari ambang pintu. Zoya menoleh dan tersenyum malu.


"Harus cantik dihari pertama kuliah lagi" ucap gadis itu


"Ya ya ya, tapi aku ingin kamu menjadi yang paling cantik didepanku" ucap pria itu mengeratkan pelukan mereka. membuat Zoya merasa deg-degan dan jantungnya ingin meloncat loncat kayak katak. entah sejak kapan pria itu berada di depannya. dengan handuk yang meliliti pinggang dan menampakkan tubuh atletisnya yang menggiurkan. Zoya meneguk ludah dengan kasar melihat tetesan demi tetesan yang jatuh di badan itu.


"Apa yang kamu lihat, Sayang?" tanya Ye-Jun tersenyum simpul


"Haaa?? gak ada. lepas! pakaianku jadi basah'kan" gerutu Zoya menatap hijab panjangnya yang sedikit basah.


"Hehehe, tunggu aku berpakaian. cup" ucapnya cengengesan lalu mengecup kening sang istri.


Ye-Jun beralih ke ruang ganti, dimana kursi di tengah ruangan itu sudah terdapat pakaiannya berupa jeans, kaos dan kemeja. tak lupa jam tangan yang sengaja Zoya pilih untuknya.


"Gadis itu, kenapa tidak sepatu sekalian" ucapnya terkekeh pelan


**


Pagi itu setelah seluruh penghuni kediaman Hwan telah selesai dengan persiapannya, mereka pun mulai melanjuti sarapan pagi bersama yang menggiurkan. dipastikan halal, sebab Tuan Hwan sudah membuat peraturan baru untuk petugas memasak kediaman Hwan yaitu Chef yang bertugas untuk membuat makanan yang berbahan halal di kediaman itu.


Setelah sarapan selesai, sepasang suami istri itu berpamitan, diikuti Aera yang juga ingin berangkat sekolah diantar oleh sang sang kakak.


Ye-Jun menekan pedal gas mobil, melajukan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan kediaman Hwan. Sesekali ia melirik istrinya, mengobrol dengan diliputi senyum nan tawa membuat hatinya menghangat. pria itu tersenyum, istri dan adik bungsunya sangatlah akrab dan dekat.


Beberapa menit kemudian, mobil pun telah tiba di depan kampus, Zoya segera menyalami sang suami dan dibalas pula dengan kecupan hangat.


"Aku turun ya, Hubby" ucap Zoya mengambil tangan sang suami.

__ADS_1


"Aku antar ya sampai kelas" pinta Ye-Jun


"Eh jangan-jangan! ntar Aera terlambat lagi" tolak Zoya lalu menyalimi tangan itu.


"Baiklah," Ye-Jun megecup keningnya dengan penuh rasa sayang.


"Daaa, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Zoya akhirnya turun dari mobil itu, melambaikan tangan pada si pemiliknyaa dan berjalan menuju kelasnya berada. baru saja beberapa langkah, gadis itu dipanggil oleh suara seseorang yang tak asing baginya. gadis itu pun membalikkan tubuhnya, senyum manis sontak terpancar dari bibir itu.


"Kalian??" Zoya riang sekali menyambut sahabatnya yang tengah berlari. sedangkan Kim hanya berjalan santai dengan kegagahannya.


Mereka pun berpelukan, Cristella gak sabar untuk mendengarkan sebuah cerita dari wanita yang sudah melepaskan kegadisannya.


"Zo, ceritain serunya sama Oppa dong" pintanya, sambil berjalan menuju kelas


"Seru gimana? biasa aja" jawab Zoya memutar bola matanya


"Malam pertama kalian" timpal Ayaana


"Idiiih, kamu juga bocah pun" gerutu Cristella


"Yang jelas rasanya itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata" jawabnya terkekeh. lalu berjalan cepat dengan menggandeng tangan mereka.


"Is padahal kami kepo" gerutu Ayaana. tapi Zoya diam saja tanpa menanggapi. pipinya bersemu merah jika harus membahas itu. sangat tidak diduga ia harus menunjukkan seluruh tubuhnya yang tertutup itu dengan seseorang yang menghalalkannya.


"Tumben dia belum datang" bisik Zoya menatap bangku milik Hayoon and the gengs.


"Mungkin sebentar lagi" jawab Ayaana yang tau siapa dimaksud Zoya.


Sembari menunggu dosen, Zoya membuka buku untuk mengulang kembali pembelajaran yang beberapa hari yang lalu. Zoya sudah banyak ketinggalan jadi ia harus fokus untuk menguasainya kembali.


Deruan hentakan tangkai high heels begitu terdengar jelas di kuping beberapa orang yang sibuk berjibaku pada bukunya, menghipnotis kefokusan untuk berpaling menatap siapa yang membuat mereka terganggu. termasuk Zoya dan teman-teman. mereka menatap pintu masuk ruangan kelas, tampak tiga wanita yang berpenampilan berbeda dengan make'up berlebihan, warna bibir yang mencolok dan pipi merah yang mencolok pula, namun tetap terkesan cantik dan menggoda. siapa lagi kalau bukan Hayoon dan teman-temannya. entah ada angin apa mereka berdandan seperti itu.

__ADS_1


"Hai Zoya, selamat ya atas pernikahannya" ucap Hayoon menyapa gadis itu.


"Ya, thanks" jawabnya pendek. dan Hayoon kembali menatap Cristella, senyum devil ia tunjukkan seolah sesuatu akan terjadi.


Seiring kedatangan Hayoon, dosen pun datang memasuki kelas. pandangannya langsung tertuju pada gadis yang duduk disamping wanita berkerudung. siapa lagi kalau bukan Cristella, ia tersenyum menatap wajah itu. dan dosen itu ialah Tae-Young, pria tampan yang magang sebagai dosen di Universitas terkenal tersebut.


Hayoon hanya memutar bola matanya, jengah. merasa tidak suka dengan senyuman untuk mantannya.


"Lihat saja nanti, aku akan mengambil dosen itu darinya" ucap Hayoon pelan.


Materi pertama pun dimulai, kali ini mahasiwa didikannya harus mampu mengisi jawaban yang berada di papan besar itu.


"Siapa yang bisa?" teriaknya


"Saya!" Hayoon mengangkat tangannya terlebih dahulu. Pak Tae-Young pun menyuruhnya untuk ke depan. tentu saja Hayoon senang, ia berjalan lenggak-lenggok menunjukkan keseksian bokongnya yang montok.


"Ini, kerjakan" Tae-Young memberikan spidol padanya. Hayoon mengambilnya, dan berupaya untuk mencuri perhatian pria itu saat sekali melangkah ia pun hampir terjatuh karna kehilangan keseimbangan.


Dan inilah yang terjadi, ia berada dipelukan dosen tampan sebab dosen itu menangkap tubuhnya sebelum terjatuh. sontak saja Cristella terperangah, dadanya bergemuruh melihat pemandangan yang tidak mengenakkan.


"Auh maaf" ucap Hayoon dengan nada suara yang sensual.


"Hati-hatilah berjalan," ucapnya, membantu wanita itu berdiri dengan semestinya.


"Ho'oh, terimakasih pak tampan" ucapnya, melepaskan rangkulan dileher.


Tae-Young merasa geli sendiri saat tangan itu merayap ditengkuk lehernya, sungguh gadis itu memegang tengkuknya dengan sentuhan halus yang menggelikan. apalagi melihat belahan dada itu dengan jelas, membuatnya hampir kecolongan dan segera melepaskan gadis itu.


Hayoon tersenyum puas, ia menatap Cris dan tersenyum seringai.


"Dasar jalang!" gumam Cristella mengepalkan tangannya.


"Sabar," ucap Ayaana mengelus punggung itu, begitu juga dengan Zoya berusaha menenangkan sahabatnya.


🌸🌸

__ADS_1


Maaf semalem gak update, lagi kurang enak badan jadi pengen rehat dulu. dipaksa nulis juga gak ada feel, sampai sekarang ku paksain.


maaf ya πŸ˜πŸ™


__ADS_2