
πΈπΈ
Kini para pria tampan itu menaruh barang belanjaannya didalam mobil, setelahnya kembali mencari para wanita yang asyik memburu barang jajakan yang menarik dan tentunya unik khas negeri ini. Disisi lain, Ye-Jun memilih mencari Zoya dan Adiknya yang sedang jajan cemilan disekitaran jalan itu hingga ia pun memilih untuk menelpon Aera agar pencarian lebih cepat ditemukan.
"Hallo oppa?"
"Kamu dimananya?" tanya Ye-Jun menaruh ponsel ditelinganya.
"Ini, didepan butik FA Collection"
Ye-Jun pun segera mematikan panggilannya secara sepihak setelah mengetahui keberadaan Aera. Ye-Jun pun tetap berjalan, menatap satu persatu toko yang berjejeran hingga ia menangkap sosok berkerudung dan Adiknya yang sedang makan ditepi jalan.
Tanpa berlama-lama, dengan segera ia melangkahkan kaki menuju dua gadis yang teramat ia cintai itu.
"Disini ya rupanya" ucap Ye-Jun membuat Zoya terkaget.
"Aduh! ngagetin aja" ujar Zoya terkejut.
"Hehehe, maaf Zoya manis" goda Ye-Jun dengan senyum kembang merekah bak bunga mawar.
"Apaan sih lebay" gumam Zoya memutar bola matanya jengah. Aera memerhatikan kedua insan itu, tampak lucu sekali saat yang satu cengengesan dengan godaannya, dan yang satu memasang wajah jutek namun terlihat imut. Mereka benar-benar menggemaskan, ingin rasanya tertawa tapi takut dosa. haha
"Zoya kalau jutek gitu lucu deh, makin cantik" godanya terkekeh memandang wajah yang tersipu malu itu.
"Ohya? terimakasih atas pujiannya Tuan" ucap Zoya lalu membuang muka kesembarang arah sembari memakan cemilan yang seperti batagor gitu tapi khas Korea.
"Kamu makan apa sih, enak sekali sepertinya" ucap Ye-Jun ingin tau, mencondongkan tubuhnya untuk melihat makanan yang disantap Zoya.
Zoya pun sedikit menoleh, wajah Ye-Jun begitu dekat dengan wajahnya hingga Zoya kembali menatap cemilan yang ia pegang.
"Gak perlu lihat-lihat. toh cemilan ini ada disampingmu" ucap Zoya menatap kearah lain.
"Eh iya ya, gak lihat sih habisnya mataku cuma untuk kamu" kali ini Ye-Jun benar-benar menggombal Zoya. Zoya hanya menarik sudut bibirnya kebawah mendengar gombalan itu. sedangkan Aera meledek sang kakak.
__ADS_1
"Huuu garing gombalanmu, Oppa" ledek Aera. Ye-Jun tak menanggapinya, ia membeli cemilan yang dimakan pujaan hatinya.
Melihat Ye-Jun yang sedang belanja, Zoya pun tersenyum seringai lalu meraih tangan Aera untuk diam-diam beranjak dari sana sebelum diketahui oleh Ye-Jun.
"Ra, ayo kita pergi" bisik Zoya pelan
"Ta--
"Sssst!! ikuti saja" ajak Zoya segera menarik tangan wanita muda yang selisih dua tahun dengannya itu. Aera menurut saja, mereka pun berjalan mengendap-ngendap agar Ye-Jun tidak mengetahui bahwa ia telah ditinggal.
"Sekarang kita sudah sam--, mana orangnya?" Ye-Jun melongo, tercengang, tidak mendapati keberadaan dua gadis itu. Ia pun berdecak kesal, kembali merogoh ponsel untuk menghubungi Aera.
Ddrrrrt, Dddrttt,
Sayang sekali Aera tidak mengangkat telepon itu. dengan terpaksa ia pun mencari sendiri dengan sorot matanya yang tajam, yang dapat membidik dimana letak dua wanita nakal itu.
"Lihatlah, kalian akan kutemui" gumam Ye-Jun sembari berjalan mencari bocah tengil tersebut. Celingak celinguk kesana kemari tak ditemui, padahal badan mereka cukup besar tidak seperti semut yang tak terlihat. Namun banyaknya rakyat membuat ia begitu susah mencarinya. Ye-Jun tak putus asa, ia tetap mencari keberadaan dua gadis itu.
Cukup lama mencari, akhirnya sosok berkerudung yang tengah berpose di depan sebuah galeri itu terlihat oleh mata tajam milik Ye-Jun. Ia pun menghembuskan nafas kasar, begitu lelah mencari mereka yang terlalu jauh bermain.
"Sorry, Oppa. Ini ide eonnie Zoya yang mengajakku" ucap Aera pada sang kakak. Ye-Jun melihat Zoya, Zoya hanya memberi senyum terimutnya sembari menunjukkan dua jari yang berbentuk v.
"Hehehe," Zoya terkekeh dengan senyum imutnya. entah angin apa yang merasuki gadis itu hingga ia tak sungkan memberi senyum manisnya untuk Ye-Jun. Ye-Jun hanya terpaku memandang indahnya pemandangan langka tersebut, begitu senang tak terkira akan ciptaan Tuhan yang begitu indah.
"Manis sekali" gumamnya. Zoya yang dapat mendengar pun langsung berubah cemberut mimik wajahnya, memasang wajah jutek pada pria itu.
"Aera, ayo pergi lagi" ajak Zoya yang merasa malas dekat dengan pria sok dekat itu.
"Eonnie, cuekin sajalah. mending kita makan-makan lagi. selagi ada ini" ajak.Aera menunjukkan fulus yang berlembar-lembar.
"Ayuk" Zoya pun menurutinya, mereka pun membeli cemilan-cemilan yang begitu lezat dan menggiurkan.
Di tempat Ummi, ia merasa tidak melihat lagi keberadaan putrinya dan juga Aera. Ummi begitu risau kemanakah mereka yang sedari tadi tidak terlihat. Ummi pun menyuruh Abi untuk menelpon anak gadisnya, sebab ummi masih asyik berbelanja dengan si putri sulung.
"Assalamualaikum, hallo Zo, kamu dimana?" tanya Abi lewat panggilan telpon.
__ADS_1
"Lagi ngemil ditepi jalan, bi. tenang saja, Zoya bersama Aera dan-- pria menyebalkan itu"
"Ah syukurlah nak, kalau sudah dimobil hubungi Abi, Assalamualaikum" ucap Abi.
"Siap bi, Waalaikumsalam"
Abi pun merasa lega akan keberadaan putrinya, ia pun memberitahu istrinya tentang anaknya tersebut.
Disisi lain, Zoya memasuki ponsel kedalam tasnya, Ye-Jun yang melihat ponsel tersebut sontak ia teringat bahwa ia belum memiliki nomor ponsel Zoya.
"Zo, bagi dong nomor kamu" pinta Ye-Jun.
"Gak boleh, privasi" ketus Zoya.
"Dasar pelit" gerutu Ye-Jun cemberut lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celana. Aera yang melihat mereka bertengkar hanya menggeleng-gelengkan kepala, namun mereka terlihat sangat mengemaskan. ia pun berharap bila suatu saat nanti hati eonnie Zoya akan luluh dan bisa mencintai kakaknya itu.
Tidak terasa hari pun sudah mulai gelap, lampu pijar toko dan jalanan mulai dinyalakan. Zoya yang melihat belum beli apa-apapun mendengkus kesal, ini akibat hanya memikirkan perut dan lidah hingga membuatnya lupa untuk membeli barang menarik ditempat ini.
"Ra, lihat deh tangan kita, ada sesuatu gak?" tanya Zoya. Aera melihat kedua tangannya.
"Gak ada, kosong" jawabnya polos.
"Justru itu, kita kesini cuma makan belum beli apapun. belanja dulu yuk sebelum Abi menelpon" ajak Zoya. Aera mengangguk sembari menepuk jidatnya.
Kedua gadis muda itu pun mulai melihat-lihat barang yang menarik dan unik, gantungan kunci yang unik beserta accesories yang sangat menarik. Ia pun mengambil apa saja yang ia sukai, setelah itu segera membayarnya.
Zoya, Aera dan diikuti oleh Ye-Jun pun beralih menatap toko baju. Zoya mengajak Aera untuk memasukinya dan melihat baju yang cocok untuk dirinya.
"Ra, couple-an yuk. lihat deh ini kaosnya bagus sekali. kebetulan ada yang berlengan panjang" ajak Zoya.
"Boleh juga nih, Aera ambil yang lengan pendek saja deh" ucap Aera lalu mengambil baju itu mencocokkan ditubuh mungilnya.
Baju kaos berwarna biru muda, bermotif sarangheo dengan bahannya yang lembut. Zoya dan Aera pun mengambil baju tersebut lalu membawanya ke kasir. Ye-Jun pun mengekori, hingga sorot matanya melihat baju tersebut yang berukuran untuk pria.
"Emang kalian saja?" gumamnya tersenyum seringai menatap dua gadis itu lalu mengambil kaos tersebut.
πΈπΈ
__ADS_1