Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
28. Bahan tertawaan


__ADS_3

...🌸🌸...


Zoya kembali duduk dibangkunya bersama Cristella, Cris yang yakin sekali itu adalah perbuatan mantan gengnya langsung menatap tajam mereka dengan sinisnya. Hayoon dan yang lainnya pun tak menghiraukan mata itu, mereka kembali berdandan untuk menyambut dosen tampan. Namun kali ini Cristella geram akan perbuatan mereka, ia pun memiliki ide untuk mengerjainya. Berhubung mereka keasyikan berdandan tanpa mengetahui orang sekitar, Cris pun melangkahkan kaki ke belakang dan kini tepat dibelakang Hayoon dan Sinhye, Cristella pun langsung mengarahkan tangan Sinhye mencoreti wajahnya hingga lipstick merah menyala pun tergores panjang dipipinya. Cris pun tersenyum, lalu beralih ke Hayoon yang memasang eyeliner dengan seriusnya, tiba-tiba Cris pun langsung melakukan hal yang sama seperti tadi hingga tinta hitam eyeliner pun menggarisi pelipis mata kirinya.


Sinhye dan Hayoon pun berteriak sekencang-kencangnya hingga menjadi sorotan anak lainnya. Hayoon menoleh kebelakang tubuhnya, tampak Cristella tersenyum puas seraya berkacah pinggang menatap hasil karyanya yang paling bagus dan indah.


Hayoon dan Sinhye pun berdiri, menatap tajam Cristella dan bersiap-siap untuk menjambak rambut pendek itu hingga rambut Cris pun berhasil ditariknya dan seketika,


"Selamat menjelang siang" tiba-tiba dosen baru nan tampan pun datang memasuki kelas, Hayoon terperangah dan saatnyalah Cristella mendorong tubuh dua wanita itu hingga mereka menggebrak kursi masing-masing. mendengar suara itu, dosen yang baru duduk pun seketika berdiri mendengar rintihan dan keributan terjadi. Sedangkan Cristella, berlari secepat kilat menuju kursinya yang berada dibaris kedua.


"Aaaawh" rintih Hayoon dan Sinhye memegang pinggangnya yang begitu sakit.


"Ada apa ini?" tiba-tiba dosen tampan menghampiri mereka yang tercengang lalu menunduki wajah merasa malu bila wajah mereka yang jelek terlihat jelas didepan mata sang dosen tampan nan sedikit tegas.


"Ti-tidak ada, pak" jawab Sinhye terbata-bata.


"Angkat kepala kalian! saya tidak suka bila sedang bicara, kalian tidak menatap saya" perintah dosen itu. Kedua wanita itu pun mengangkat kepalanya dengan perlahan, sedikit ragu namun dosen terus mendesaknya hingga terlihatlah wajah cengir itu dengan terciptanya hasil karya seseorang walaupun hanya garis satu.

__ADS_1


Ppfffft....


Pak dosen pun cengengesan melihat wajah itu, ia tertawa kecil hingga anak lainnya ikut tertawa menyaksikan wajah cemong tersebut. tak terkecuali Zoya dan kawan-kawan, mereka tidak bisa menyembunyikan rasa lucunya, hingga mereka juga ikut tertawa lepas. Zoya yang kalem itu pun hanya tertawa kecil melihatnya. Jinhyu tak kalah cengirnya, ia terkekeh melihat hasil karya milik Cristella. Untung saja Jinhyu telah berhasil berdandan cantik sedari tadi jadi ia tidak kena imbas amukan Cristella.


"Aduh-aduuh.. sakit perut saya" rintih pak dosen mencoba menghentikan tawanya, namun ia tidak bisa dan memilih pergi meninggalkan Hayoon juga Sinhye yang sedang cemberut.


"Rasain itu" gumam Cristella tersenyum seringai. Pak dosen yang asyik berjalan sambil tertawa ngakak pun akhirnya terkena jebakan betmen dari Hayoon hingga ia pun terpeleset dan dengan sigapnya Cristella langsung menangkap tubuh kekar itu dengan dibantu teman lainnya. Anak-anak pun kembali riuh, kini sasaran tawa mereka merujuk pada pak dosen yang merintih pinggangnya encok sebelah. Namun karna bantuan Cristella, ia pun tidak jadi terduduk ke lantai.


"Terimakasih" ucapnya pada Cristella sembari memberikan senyum termanisnya. Cris mengangguk tersenyum, ia melangkah mundur menduduki kursinya sembari menatap lekat wajah tampan itu. Pak dosen muda itu kembali menetralisir perasaannya, kembali berdiri didepan papan tulis seraya menatap anak-anak yang menertawai dirinya.


"Diam!! diam!! stop tertawanya!!" suara pak dosen yang begitu besar pun terdengar cukup nyaring dikelas itu, sontak mereka pun terdiam dan fokus menatap sang dosen.


"Dia pak" Cristella langsung menunjuk ke arah belakang, tepatnya Hayoon dan Sinhye.


"Bu-bukan pak!" elak Hayoon menggelengkan kepalanya.


"Jangan mengelak lagi wanita jelek!! akui saja kalau itu kau!" teriak Cristella menatap tajam. Hayoon tak kalah kesalnya, ia menatap tajam balik seraya mencabik-cabik kertas dengan pulpennya.

__ADS_1


"Benar pak, itu ulah dia" timpal anak lainnya secara serempak membuat sang dosen yakin jika yang melakukan itu adalah Hayoon dan teman-teman.


"Ti-tidak, pak! mereka pembohong!" elaknya kembali.


"Kalian berdua, kemari!!" perintah pak dosen dengan dinginnya. melihat wajah dingin itu, Hayoon dan Sinhye pun berdiri dan melangkahkan kaki dengan pelan menuju si bapak berada. Jinhyu tak kunjung ikut walaupun lengannya ditarik oleh Hayoon namun ia merasa tidak turut serta dalam rencana itu.


Kini kedua wanita itu telah berdiri berhadapan dengan si bapak sembari menundukkan wajah, bapak tampan pun langsung menyuruh keduanya berdiri tegap didepan papan tulis sembari memegang kedua telinga dan mengangkat salah satu kaki. Mereka pun terperangah, mencoba untuk bernegosiasi namun si pak tampan tetap kekeuh pada pendiriannya. Dengan terpaksa mereka pun menuruti hukuman itu.


"Itu hukuman buat orang yang ingin berbuat jahat pada orang lain! saya sangat tidak menyukai perbuatan itu." ujarnya kepada anak-anak lainnya. Mereka semua pun mengangguk mengerti.


Kini kelas pun dimulai setelah melewati banyak drama pada hari itu. Namun anak-anak cukup terhibur hingga mereka kembali semangat untuk melanjuti pembelajaran kedua.


Selang dua jam kelas pun selesai, selama itu pula Hayoon dan Sinhye berdiri dalam jangka waktu begitu lama. Cris begitu puas melihatnya, baginya itu adalah bagian pembalasan dendamnya terhadap mereka yang mempermalukannya di khalayak umum tempo lalu. Pak dosen kembali membereskan bukunya, ia pun berpamitan untuk segera keluar dari kelas itu. Hayoon dan Sinhye pun merasa lega, mereka melepaskan pagutan itu dan kembali pada tempat duduknya. Namun mereka pun menyempatkan diri menghajar Cristella yang telah mempermalukannya untuk kedua kali. Hayoon melangkah cepat, terdengar jelas gertakan gigi yang saling beradu saking geramnya. Cristella yang sibuk memasukkan buku kedalam tasnya pun langsung dikagetkan akan kedatangan Hayoon yang menggebrak mejanya. Hingga pada akhirnya mereka berdua saling bercekcok mulut dan tidak sampai disitu, Hayoon kembali menjambak rambut pendek itu begitu pun juga dengan Cris. untung saja rambut pendek itu tidak terasa begitu sakit, sedangkan Hayoon yang memiliki rambut panjang, merintih kesakitan akan jambakan balik itu.


"Sudah!! sudah! stop!!" Zoya yang sudah jengah pun segera menghentikan pertikaian sengit itu. ia melerai keduanya yang sedang dibaluti bara api. Tidak hanya Zoya, Ayaana pun ikut membantu melerai pertikaian tersebut hingga adu jambak itu selesai. Zoya langsung meraih tas milik Cristella dan mengajaknya untuk pergi meninggalkan kelas yang cukup riuh itu.


Kini mereka telah berada di parkiran, Zoya melihat jam yang melingkari lengannya sudah menunjukkan pukul satu. Ia pun menyuruh teman-temannya untuk memasuki mobil sedangkan Zoya ingin pergi entah kemana.

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2