Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
77. Membeli buku


__ADS_3

🌸🌸


Zoya dan Ye-Jun tampak sedang bermain beberapa game yang ada di Mall itu. keduanya tampak terhibur, terutama Zoya. ia bisa melepaskan kesedihannya dengan permainan yang sedang ia maini itu. Ye-Jun tak sia-sia mengajak Zoya kesana, baginya menghibur Zoya adalah yang diutamakan pagi ini. Ye-Jun tidak ingin melihat wajah sedih itu, ia ingin terus melihat wajah cantik yang selalu dihiasi dengan senyuman.


"Gimana? senang gak?" tanya Ye-Jun. Zoya mengangguk sembari tersenyum.


"Gitu dong, jangan sedih lagi" lanjutnya.


Dengan keasyikan dan keseruan diantara mereka, canda tawa menggelegar diarea permainan itu. Zoya yang terbawa suasana membuatnya begitu gembira, hingga sudah cukup banyak semua game telah mereka kuasai. tidak terasa sudah dua jam mereka bermain, Zoya sudah cukup lelah hingga Ye-Jun mengajaknya untuk berjalan-jalan mengitari Mall seraya melihat-lihat barang yang dirasa sangat tertarik.


"Huh, capek"


"Jalan-jalan ke tempat lain saja yuk" ajak Ye-Jun, Zoya mengangguk pelan.


Ye-Jun terlihat senang didalam hati, senyum semringah tidak pernah lepas dari sudut bibirnya itu. bagaimana tidak, moment yang ia tunggu akhirnya terwujud bisa menghabiskan waktu berdua dengan pujaan hatinya.


Mereka berdua menelusuri setiap sudut Mall, Zoya melihat ada toko buku hingga ia mengajak Ye-Jun untuk menghampiri toko tersebut sebab Zoya ingin menambah koleksi buku ilmu pengetahuan dan matematika-nya. Ye-Jun pun menurut, kebetulan ia juga ingin membeli buku seputar Islam.


Zoya dan Ye-Jun asyik menatap buku satu persatu yang terpajang rapi dibeberapa rak. Zoya beralih ke rak buku pelajaran, sedangkan Ye-Jun menelusuri ruangan mencari letak dimana buku agama berada. hingga ia melihat ada di sudut ruangan.


"Dapat juga" gumamnya tersenyum. mulai mencari buku yang berkaitan dengan Islam. tanpa berpikir panjang, Ye-Jun mengambil semua judul buku. tak tanggung-tanggung, sudah bertumpuk buku yang ia ambil hingga membuat Ye-Jun pusing untuk membawanya nanti.


"Bagaimana membawanya, ini sangat banyak" gumamnya bingung sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Masa bodo ah, masa bawa segitu aja gak sanggut" gerutunya pada diri sendiri. Ye-Jun pun segera mengangkut semuanya, membawa beberapa buku itu ke meja kasir dan segera membungkusnya. Mbak kasir pun tercengang melihat pria itu memboyongi semua buku yang ada, ia pun berinisiatif menyuruh temannya untuk mengambil karton yang cukup besar didalam gudang. mengingat buku itu teramat banyak dan merasa kasihan dengan pria itu membawanya dengan kresek.


Sembari menunggu karton tiba, mbak kasir pun terlebih dahulu untuk menghitungnya.


"77.000 Won" ucapnya pada Ye-Jun.

__ADS_1


"Bungkus saja dulu ya, itu masih ada lagi yang bersama wanita itu" ucap Ye-Jun menunjuk Zoya yang sedang membaca.


"Baik" ucapnya, lalu memasuki beberapa buku itu kedalam karton yang berukuran sedang, setelahnya melakban karton tersebut. Ye-Jun pun menghampiri Zoya, tampak gadisnya itu tengah serius membaca hingga memilah-milah buku.


Ye-Jun hanya memperhatikan gadisnya sembari menyilangkan kaki dan menyedekapkan kedua tangan didada, sudut bibir yang tak pernah pudar untuk menunjukkan senyum manisnya menatap gadis itu. Zoya yang merasa tengah diperhatikan, ia mengangkat kedua bola matanya keatas walau wajah menunduk seolah menatap buku. Zoya jadi salah tingkah, ia pun membelakangi Ye-Jun agar pria itu tidak lagi melihatnya.


Dug dug dug


Jantungnya berdegup kencang mengingat Ye Jun begitu intens memerhatikannya. begitu terasa degupan itu hingga membuat suhu tubuhnya panas dingin. Zoya pun beralih berjalan ke rak buku lain sembari membawa dua buku ditangannya.


"Wah, resep masakan Korea, boleh juga nih" gumamnya tersenyum semringah tatkala tanpa sengaja melihat beberapa ressep makanan.


Zoya pun mengambil dua buku lagi, resep masakan dan resep cemilan.


Dirasa sudah cukup banyak ia mengambil, Zoya pun melangkahkan kakinya menuju kasir berada.


"Ini saja eonnie" ucapnya menaruh buku tersebut dimeja kasir. Mbak kasir pun kembali menghitung buku tersebut.


"Apa??? kok bisa segitu? apa salah hitung?" tanya Zoya kaget. Mbak kasir pun hanya tersenyum menatap pelanggannya yang terkejut.


"Hehehe, maaf Nona, sekalian sama buku yang dibeli Tuan itu" ucapnya terkekeh menatap Zoya sembari menunjuk pada Ye-Jun. Zoya pun menoleh kebelakang, Ye-Jun hanya tersenyum kecut lalu memberikan blackcardnya pada mbak kasir.


"Saya bayar sendiri saja. ini berapa?" Zoya enggan untuk dibayari oleh Ye-Jun. Ye-Jun pun langsung melambaikan tangannya pada Mbak kasir.


"Jangan-jangan! sekalian sama ini" ucap Ye-Jun pada Mbak kasir.


"Kalian ini pasangan kekasih yang lucu sekali ya," ujar Mbak kasir terkekeh melihat kedua orang itu yang tampak lucu baginya. Zoya mencebikkan bibirnya, menatap sinis pada Ye-Jun yang pandai sekali ingin mengambil hatinya.


Zoya pun mengambil kresek barang belanjaan, sedangkan Ye-Jun memeluk karton yang berisi buku-buku pilihannya itu. Zoya cemberut, ia berjalan cepat terlebih dahulu meninggalkan Ye-Jun.

__ADS_1


"Zoya, tunggu! kenapa jalanmu seperti kodok saja" gerutu Ye-Jun setengah berteriak.


"Siapa suruh jalanmu kayak keong" ketus Zoya menoleh kebelakang.


"Jangan marah, seharusnya kau senang uang belanjamu tidak berkurang" teriak Ye-Jun mencoba untuk berjalan cepat mengejar gadis pujaannya.


"Biarin saja habis! kau pria menyebalkan!" ucap Zoya. Ye-Jun menggeleng-gelengkan kepala menatap gadisnya itu, sangat unik sekali. begitu jarang melihat wanita seperti Zoya, biasanya para wanita pasti begitu gembira sekali bila dibelanjakan apalagi barang branded dan tanpa sungkan sekalipun. Namun Zoya, ia begitu berbeda. hanya dibayarin dengan uang yang tidak seberapa, dianya malah marah pada Ye-Jun. tapi Ye-Jun sangat menyukai sikapnya, dia memang begitu berbeda dari wanita pada umumnya.


"Kita makan dulu yuk, sudah siang" ajak Ye-Jun.


"Gak mau! pengen pulang" tolak Zoya, tatapannya masih menatap kedepan dan tidak memperdulikan pria yang berada disampingnya.


"Kamu yang bayar deh, kita cari restaurant halal" tawar Ye-Jun. seketika Zoya menoleh menatapnya,


"Baiklah, awas saja kalau kamu yang bayarin!" ancam Zoya membuat Ye-Jun bergidik ngeri.


"Iya iya nona jutek nan bawel tapi gemesin" Ye-Jun terkekeh melihatnya.


Kini mereka berdua telah berada di parkiran, Ye-Jun membuka pintu jok mobil bagian belakang, memasuki karton bukunya dan juga kresek milik Zoya. setelahnya membuka pintu mobil jok depan untuk Calon Nona Hwan itu.


"Silakan masuk calon nona Hwan" ucapnya menunjukkan senyum manis dari yang paling termanis.


"Apaan sih, gak lucu" gerutu Zoya.


"Jangan jutek gitu sayang, nanti cantiknya hilang" Ye-Jun menggombal. membuat desiran darah Zoya kembali mendidih seperti bara api yang siap membakar musuhnya.


"Biarin hilang biar kamu gak ganggu aku terus! tutup pintunya!" suruh Zoya.


"Gadis ini benar benar, galak sekali" gumam Ye-Jun tersenyum lalu menutup pintu mobil yang ditempati Zoya.

__ADS_1


"Astaghfirullah, pria itu!"


🌸🌸


__ADS_2