Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
101. Pergi diam-diam


__ADS_3

🌸🌸


Zoya dan sahabatnya memilih duduk diluar aula, ingin rasanya Zoya pergi dari sana namun ia tak ingin menunjukkan perasaannya lebih intens pada sahabatnya. Zoya menoleh pada Cristella dan Ayaana, tampak mereka tengah mengobrol. sedangkan ia berpura-pura memainkan ponselnya. seketika sesuatu mengejutkan dirinya, sontak Zoya menoleh pada pintu dan terlihatlah pria tampan yang ingin menghampirinya. Zoya membuang muka, tidak ingin melihat wajah itu.


"Sorry lama, kenapa tidak masuk aja?" tanyanya.


"Kami gak mau mengganggu, Oppa" jawab Ayaana.


"Baiklah, mending kita ngobrol di kafe aja yuk" ajaknya sembari menatap Zoya yang membuang wajah. Zoya pun seketika menoleh padanya.


"Tidak perlu! ngomong disini aja" tukas Zoya. Cristella pun menceritakan padanya tentang ke bimbangan Zoya dan saran yang mereka berikan, Ye-Jun pun tanpa berfikir panjang menyetujui saran bagus tersebut.


"Setuju! dua minggu disana, dua minggu di Indonesia. ohya, kebetulan di sinetron ini sudah selesai jadi tidak ada syuting lagi" ucapnya senang.


"Woow, keren dong endingnya pasti" ucap Ayaana.


"Tentu saja. ayo kita jalan-jalan, sebagai perayaan kesuksesanku" ajaknya


"Asyiik!! ayo Zo" Ayaana pun merangkul pundak Zoya. Zoya terpaksa mengikuti mereka kemana pun pergi walaupun hatinya sangat malas sekali.


Selama menghabiskan waktu Zoya hanya cuek dan tak banyak bicara, Ye-Jun yang merasakan pujaan hatinya itu sedikit berubah membuatnya bingung perihal gadis itu. namun cerewetnya dua wanita sahabat gadisnya itu sedikit membuatnya teralih dari Zoya dan meladeni ocehan mereka.


Kini Zoya telah tiba di kediamannya, merasa lelah berjalan-jalan bersama pria menyebalkan itu. Zoya tampak tak semangat, ingin rasanya menjauh dari pria itu.


Hari demi hari telah dilewati, sepulang kuliah Zoya selalu menghindar dari Ye-Jun yang menjemputnya. Zoya lebih memilih tinggal sejenak dikediaman Ibu Shu. walaupun kadang Ye-Jun menjemputnya untuk mengantarkan kuliah, Zoya selalu melewati jalan belakang untuk menghindar darinya. Ah, Zoya merasa ini kekanak-kanakan. tapi mau gimana lagi, gadis itu enggan bertemu dengannya. di sisi lain, Ye-Jun merasa sedih, kesal, bingung, mengapa Zoya menghindar darinya? apa yang terjadi dengan gadis itu? Ye-Jun tak habis pikir, apa kesalahan yang ia perbuat?


Kini Zoya mempacking pakaiannya untuk kembali ke tanah air. ia sudah membeli tiket sejak jauh-jauh hari. Zoya tau, para sahabatnya juga sudah mendapatkan tiket ke Eropa dari Ye-Jun. Awalnya Ye-Jun bilang Ayahnya memiliki jet pribadi, namun bukan rejeki mereka untuk menaikinya sebab Tuan Hwan akan pergi menaiki jet tersebut hingga Ye-Jun pun membelikan mereka tiket untuk kesana. kini tiket itu ada ditangannya sendiri. Tiket menuju Indonesia dan Eropa. Zoya menghembus nafas kasar, ia tak bisa ke Eropa bersama mereka alih-alih tidak ingin bersama Ye-Jun.


Kini libur pun telah tiba, dan saatnya Zoya akan ke bandara menaiki taksi yang ia pesan. untung saja jarak waktu ke Eropa dan Indonesia cukup berbeda. Ke Indonesia, ia akan terbang pada pukul 7 pagi. sedangkan ke Eropa pada pukul 9 pagi. kini Zoya melihat jam di pergelangan tangannya, sudah pukul hampir setengah tujuh.

__ADS_1


"Maafkan aku teman-teman" gumamnya sedih. hingga tak berapa lama ia pun telah tiba di bandara. Zoya pun kini menunggu dikursi yang berjejer, banyak calon penumpang yang turut pergi.


Hari pun semakin terik, matahari bersinar terang dengan cahayanya yang panas. Ye-Jun dan para remaja ini telah tiba dikediaman Zoya dengan diantar oleh penjaganya. mereka begitu kegirangan, gembira tak terkira akan pergi ke Eropa, tepatnya di Paris namun akan menjelajahi Benua Eropa. Ayaana dan Cristella menuruni mobil untuk memanggil temannya itu agar segera cepat keluar dan pergi menuju bandara, dimana sang pesawat tengah menanti mereka. sialnya, waktu mereka sekitar 20 menit lagi justru itu Ayaana dan Cristella terburu-buru untuk memanggil gadis itu.


"Zoya!! Zoya!!" teriak mereka bersamaan. tak ada pergerakan dari pintu, mereka pun melangkahkan kaki menuju rumah itu.


Ting Tong! Ting Tong!


Menunggu dan menunggu, dua detik lima detik dua puluh detik tak juga ada pergerakan dari dalam. pintu pun tertutup rapat seolah tak ada mahkluk didalamnya. Ay dan Cris tampak bingung, mereka mengangkat kedua pundak pada dua pria yang menunggu seolah mereka tak tau kemana Zoya ini hingga tak kunjung membuka pintu.


Ye-Jun pun tampak cemas, ia pun turun dari mobil untuk menghampiri mereka. tiba-tiba Ayaana melihat sebuah amplop yang terletak diatas meja dengan diapit oleh vas bunga. Ayaana pun mengambil amplop itu, tampak bingung apa isinya.


"Buka!" suruh Cristela. Ay pun membukanya, mereka melihat bersama-sama hingga Ye-Jun pun ikut nimbrung.


"Apa itu?" tanyanya


"Entahlah, ini baru mau dibuka" jawab Cristella.


...----------------...


Maaf, aku gak bisa ke Eropa. semoga perjalanan kalian lancar kesana ya


I love you


...----------------...


Duaaaaar!!!!


Bagai tersambar petir disiang bolong, lutut Ye-Jun bergetar seolah tak sanggup menahan tumpu badan yang seketika lemas mendengar kabar buruk tersebut. sekarang kemana gadisnya itu? mengapa tak memberitahu mereka lewat pesan? Ye-Jun pun berfikir, apakah ia telah pergi ke Indonesia? lalu bagaimana dengan tiga remaja ini, yang begitu antusias untuk menjelajahi Eropa?

__ADS_1


"Akkkkhh!!" Ye-Jun frustasi.


**


Beberapa jam kemudian, pesawat yang dinaiki Zoya pun telah tiba di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. tanpa sepengetahuan orangtuanya, ia telah menginjakkan kaki di tanah kelahiran itu. Zoya yakin kini Ummi tengah berada di butik miliknya sebab biasanya Ummi masih bekerja saat hampir malam begini, sedangkan Abi tengah menunaikan pekerjaannya sebagai pilot.


Zoya pun kini berada ditepi jalan, menanti taksi yang belum juga kunjung lewat. hingga lima belas menit menunggu, yang dinantikan pun telah tiba. Zoya merentangkan tangannya seolah-olah menyuruh taksi itu untuk berhenti.


Zoya pun memasuki taksi, pak taksi memasuki koper kedalam bagasi mobilnya dan kembali ke jok kemudi untuk mengantarkan penumpangnya.


"Ke Butik Z Sholehah ya, Pak. dijalan xxx" ucap Zoya.


"Baik Neng" sahutnya, hingga mobil pun kembali melaju dengan kecepatan sedang.


Zoya telah tiba di butik ibunya, Butik Z Sholehah. Butik yang sudah berdiri selama 15 tahun terakhir. Zoya menatap dengan senyum indahnya, ia pun segera masuk dengan koper yang ia dorong.


"Assalamualaikum" ucapnya hingga para pegawai pun menjawabnya.


"Waalaikumsalam,"


"Eh, Teh Zoya!" para pegawai tampak kegirangan menatap anak bosnya yang telah tiba ke Indonesia. Mendengar nama anaknya dipanggil, Ummi yang sedang mencatat ukuran tubuh pelanggannya, sontak terhenti. Ia pun berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Sebentar ya jeng. Susan, kamu catat sekalian ya"


"Iya, Mi"


Umi pun tersenyum pada pegawainya, ia pun berjalan menuju pintu. dan alangkah terkejutnya ia melihat anak gadisnya sudah didepan mata.


"Zoya!!"

__ADS_1


"Ummi!!"


🌸🌸


__ADS_2