Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
103. Mulai menjelajahi Bandung


__ADS_3

🌸🌸


"Hmm, Kim Joong ada urusan tadi, Mi. jadi di pending dulu kepergiannya. saya juga kesiangan bangunnya" jawab Ayaana terkekeh dan diangguki oleh Kim juga Cristella.


"Iya benar. jadi Zoya pergi duluan, Mi." timpal Zoya.


"Oh begitu. tidak apa, yang penting kalian kesini selamat sampai tujuan. ayo ke ruang makan, pasti kalian belum makan malam kan? kebetulan lauknya masih ada. hehe" ajak Ummi.


"Aduh Mi, jadi gak enak" gerutu Cristella.


"Jangan sungkan, ayo! setelah itu kalian beristirahat" Umi pun memaksa teman putrinya untuk segera makan malam. Mereka pun hanya mengangguk, lagian para cacing sudah meronta-ronta sedari tadi.


Para anak muda itu menatap satu persatu lauk yang tersaji diatas meja. cukup asing namun terlihat sangat menggiurkan.


"Itu rendang, masakan asli khas padang. namun sudah terkenal di seluruh Indonesia. cobain deh, enak banget" ucap Ummi yang sangat tau bila mereka sangat asing dengan makanan itu. mereka hanya tersenyum mengangguk pada Ummi.


"Nah kalau itu tumis kangkung pakai terasi, Zoya sangat suka dengan sayur itu" lanjutnya.


"Benar, Mi. lihatnya saja sudah langsung lapar perut ini" kata Ayaana.


"Kalau gitu ambil dong nasi juga lauknya. Kalian kebanyakan mikir" gerutu Zoya terkekeh. ia pun terpaksa menyendoki nasi dan menaruhnya diatas piring mereka satu persatu.


"Eh, Zo. gak perlu diambilin" sanggah Cristella.


"Gak apa apa. kalian sih lama. lauknya ambil sendiri aja ya" ucap Zoya. mereka pun mengangguk secara bersamaan.


Setelah selesai makan malam, kini Ayaana dan Cristella sudah berada di kamar tamu yang telah dipersiapkan Ummi. sedangkan Kim Joong juga berada di kamar tamu dengan seorang diri. Zoya pun memasuki kamar temannya, ia ingin tau bagaimana bisa mereka berada disini.


Tok Tok


Ayaana pun berjalan menuju pintu, tampak Zoya yang berdiri disana.


"Zo, ayo masuk" ajaknya. Zoya pun masuk, menghampiri ranjang dan mendudukinya.


"Guys, kalian kenapa menyusulku? bukannya harus ke Paris?" tanya Zoya menatap mata mereka satu persatu.


"Gak seru gak ada kamu, Zo. masa kamu diam di rumah, kitanya senang senang disana" jawab Cristella.


Zoya menghembus nafas kasar,


"Maafkan aku ya, seharusnya aku gak bersikap seperti ini" Zoya berwajah sedu, merasa egois dengan sikapnya.

__ADS_1


"Hmm, kami akan maafkan kalau kamu ajak kami jalan jalan diberbagai tempat wisata" ucap Ayaana dengan idenya.


"Setuju!"


"Oke, baik. kita bisa kemana saja. aku juga akan membawa kalian ke Bali. biasanya para turis asing selalu ke Bali kalau mengunjungi Indonesia."


"Serius? aku dengar-dengar Bali itu kota yang sangat bagus disini." ucap Cristella kegirangan.


"Ya! dan masih banyak kota yang lebih bagus dan menakjubkan" sahut Zoya. mereka berdua pun kegirangan, kegembiraan menyelimuti mereka berdua.


"Asiiik!! gak rugi kita kesini" ucap Ayaana pada Cristella.


"Tapi, kemana Ye-Jun? mengapa hanya kalian bertiga?" tanya Zoya heran.


"Oppa dipanggil managernya. ada sedikit pekerjaan" jawab Cristella. padahal kenyataannya, Ye-Jun sengaja mengurungkan niatnya ke Indonesia karena tidak mau mengganggu liburan Zoya dengan para sahabatnya. Ye-Jun sangat yakin bila ia memiliki kesalahan walau ia tak tau apa salahnya. melihat sikap Zoya yang dingin, ia tidak mau mengganggu para sahabat itu.


"Oh begitu. yasudah, kalian beristirahatlah. sudah hampir 11 malam. byeee" Zoya pun meninggalkan kamar tersebut dan kembali ke kamarnya berada.


**


Keesokan paginya, matahari telah muncul ke peraduannya menyapa makhluk bumi yang masih berjibaku didalam selimut. namun tidak bagi Zoya, gadis itu sedang berolahraga diruang fitnes dengan seorang diri.


Sedangkan para sahabatnya, baru saja terbangun dari tidur karena matahari menyelusup masuk dari balik gorden hingga membuat mereka terbangun.


"Ah, sudah pagi saja" ucap Ayaana dengan suara serak khas bangun tidur. ia pun beranjak bangun dan segera membersihkan diri. karena berada dirumah orang, kebiasaan buruk tidak boleh diperlihatkan disini, hingga Ayaana berinisiatif untuk bangun daripada memilih tidur.


Kini Ayaana telah berpenampilan rapi dan cantik. ia pun segera membangunkan Cristella yang masih molor.


"Woi bangun woi! ingat, disini bukan dirumah kita" panggil Ayaana menggoyangkan bahu Cristella.


"Hmmm,.Iya" sahutnya segera beranjak duduk dan meregangkan ototnya yang kaku.


"Mandilah, aku akan ke kamar Kim" Ayaana pun segera keluar dan berniat untuk membangunkan pria itu.


Tok tok,


"Masuk!" sahut dari dalam.


"Ah ternyata dia sudah bangun" gumam Ayaana. ia pun segera membuka pintu kamar itu. terlihat dada bidang nan kekar pria itu yang sangat memukau dan menakjubkan. Ayaana menatapnya tanpa berkedip sedikit pun, mulutnya menganga menatap badan sixpack yang membuat hatinya meleleh. rambut basah, wajah segar, dan badan kekar. Kim Joong sedang mengolesi deodorant di ketiaknya, memperlihatkan bulu ketiak yang tidak terlalu lebat.


"Jangan melihatku seperti itu Nona manis" ucapnya menyadari Ayaana.

__ADS_1


"Ehem!! itu ketiak, tolong dicukur!" ucap Ayaana yang tampak salah tingkah. spontan ia pun langsung keluar dari kamar tersebut.


Kim Joong tersenyum manis melihat Ayaana yang menatapnya, kepergian Ayaana pun membuatnya terkekeh senang sebab wanita itu tampak takjub dengan tubuh seksinya. sedangkan Ayaana, ia masih berdiri diambang pintu luar kamar. jantungnya berdegup kencang melihat pemandangan yang seksi itu.


"Houh, astaga!" gumamnya sembari membuang nafas dengan kasar. ia pun segera mencari Zoya di kamarnya.


Tok tok,


"Nona, cari Non Zoya?" tanya Bibi yang kebetulan sedang bersih bersih dengan gerakan tangannya. Ayaana mengangguk.


"Nona di ruang fitnes" Bibi memperagakan cara berolahraga lalu menunjukkan suatu ruangan dengan jari telunjuknya. Ayaana memerhatikan arah jari itu.


"Thank you" ucapnya tersenyum, dan diangguki oleh Bibi. Ayaana pun segera menjumpai Zoya diruang olahraga tersebut.


Di Seoul, ia tengah termenung di pagi itu memikirkan sikap Zoya. ia masih bingung apa kesalahannya. ia pun berfikir, bagaimana cara mendapatkan maaf dari gadis itu?


"Apa aku harus datang kesana dan memberikan kejutan yang istimewa?"


"Atau-- melamarnya? ah jelas saja ia sedang marah padaku. mana mungkin mau menerima lamaranku!"


"Ah Ya Allah, berikanlah petunjukmu" Ye-Jun mengusap wajahnya dengan kasar.


Ye-Jun beranjak berdiri, berjalan mondar-mandir memikirkan cara agar Zoya memaafkannya dan tidak bersikap dingin lagi.


Satu jam, dua jam, ia menghabiskan waktu untuk berfikir, hingga sebuah ide gila terlintas dibenaknya. membuatnya yakin bahwa ini akan berhasil.


"Ahaa!! ini pasti berhasil!


**


Setelah sarapan pagi, Zoya mengajak teman-temannya untuk menjelajahi tempat wisata di Kota Bandung. Namun tak lupa ia juga mengajak Mei-Yin menemani mereka. tadi malam, Zoya sudah menghubungi sahabat kecilnya itu bila ia sudah tiba di Bandung dan mengajaknya jalan-jalan dengan para sahabat kuliahnya. dengan senang hati, Mei pun bersedia dan tidak sabar menemui sahabatnya.


"Zo, aku saja yang bawa mobilnya. kamu cukup duduk manis aja dibangkumu ya" ucap Kim Joong.


"Uh, Kim.. so sweet sekali. baiklah. tapi kita ke rumah temanku dulu ya, dia juga mau ikut" ujar Zoya.


"Siap! asal kamu jadi pengarah jalannya" ucap Kim. Zoya mengangguk seraya tersenyum.


"Wah, bakal nambah teman lagi nih" girang Cristella.


"Tentu saja, dia sangat baik"

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2