Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
128. Kejadian sebenarnya


__ADS_3

🌸🌸


"Bercerita apa?"


Riska pun mengacungkan tongkat perinya, melafas simsalabim versi dirinya hingga terlihatlah gambaran rencana Hayoon dan Soo Yun, si lawan main Ye-Jun tempo lalu.


"Perhatikan mereka, mereka itu bersaudara. Soo Yun patah hati mendengar kamu akan menjadi istri Ye-Jun. mereka berdua berencana akan memisahkan kalian" jelas Riska, lalu tampilan rencana jahat dari awal hingga akhir pun ditayangkan.


*Flashback On*


Di club tempat mereka bersenang-senang sekaligus melepaskan beban hati yang begitu berat, Hayoon yang memiliki rencana pun membisikkannya pada Aena dan Soo Yun.


"Kita akan menjebak wanita itu. kebetulan dia teman kampusku, aku berpura baik padanya hingga tiba saatnya nanti eonnie harus membawa Oppa ke kafe yang akanku katakan nanti. setiba di kafe itu nanti eonnie harus berbuat seromantis mungkin agar wanita itu cemburu" bisik Hayoon.


"Apa kamu yakin ini berhasil?" tanya Soo Yun.


"Aku jamin"


Hingga mereka pun tersenyum seringai membayangi rencana itu.


Tibalah kuliah dimulai, Hayoon mulai berakting berpura baik pada Zoya dan teman-temannya agar rencana yang dibuat berjalan mulus. kebetulan Zoya gadis yang cukup gampang mempercayai orang, hingga beberapa hari mereka semakin dekat dan akrab, tiba saatnyalah menjebak Zoya.


Saat Zoya and the geng berbelanja kebutuhan rumah, Hayoon dan the geng beristirahat dikursi yang disediakan. ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang kakak.


💬Eonnie, datanglah setengah jam lagi ke foodcourt xxx di Mall xxx bersama kesayanganmu itu


Di rumah Soo Yun, ia langsung menghubungi Ye-Jun yang baru saja selesai syuting.


📞Hallo


📞Jun, aku ingin bertemu kamu untuk terakhir kalinya, aku akan pergi ke Amerika. aku ingin memberikan sesuatu untukmu


📞Aku lagi sibuk, nanti saja kau datang kerumahku saat ku sudah pulang


📞Tidak bisa, satu jam lagi aku akan ke Bandara, aku mohon.. kita sudah cukup lama berteman, begitu teganya kamu tidak ingin bertemu dengan sahabatmu ini?

__ADS_1


📞Kenapa kau semellow ini? aku sedang sibuk, gimana kalau video call aja


📞Aku mohon sekali ini saja, cuma sebentar kok. aku juga ingin menyampaikan sesuatu. aku mohon, hiks hiks hiks


Ye-Jun yang begitu iba melihat wanita bersedih pun seketika hatinya merasa kasihan dan dengan terpaksa menerima ajakan itu.


📞Baiklah


Tit tit tit


Ye-Jun langsung mematikan panggilan itu secara sepihak lalu berpamit pada temannya akan pergi sebentar saja. padahal Ye-Jun baru saja beristirahat dan menduduki bokongnya, namun Soo Yun seketika mengganggu istirahatnya itu membuat Ye-Jun berdesah kesal.


Setiba di Mall, tepatnya di foodcourt xxx, Ye-Jun telah melihat Soo Yun yang duduk disana, Soo Yun melambaikan tangan dan Ye-Jun melangkahkan kakinya dengan cepat menemui Soo Yun.


"Mana pemberiannya untukku?" tanya Ye-Jun tanpa basa-basi.


"Duduklah dulu, ini makanan untukmu. bukannya kamu menyukai ini" ucap Soo Yun menyodorkan spagethy pada pria itu.


"Ya, tapi aku tidak punya waktu. ayolah mana kado untukku?" tanya Ye-Jun


"Makan dulu, sekalian aku akan menyampaikan sesuatu" ucap Soo Yun. Ye-Jun yang tidak mau berlama-lama pun segera memakan makanannya daripada terbuang itu menjadi sangat disayangkan.


"Lama sekali, keburu dia pergi ini." bathin Soo Yun yang mulai takut rencana ini gagal.


Tak lama dari itu, yang ia tunggu pun datang, Soo Yun tersenyum lega melihatnya.


"Kenapa diam? habiskan makananmu!" suruh Ye-Jun


"I-iya" Soo Yun pun mulai melahap makanannya.


Tak berapa lama, pesanan geng Zoya dan Hayoon pun telah tiba. mereka segera menyantapnya dengan penuh kenikmatan sambil mengobrol.


Di meja Ye-Jun, ia baru saja selesai menghabiskan makanannya dan segera menagih apa yang ingin dikatakan Soo Yun.


"Katakan, kamu ingin ngomong apa?" tanya Ye-Jun. melihat ada noda sauce yang belepotan dimulut itu, Soo Yun pun semakin mudah untuk membuat Zoya cemburu. ia pun segera menyentuh bibir itu alih-alih ingin membersihkan dengan jarinya.

__ADS_1


"Bibir kamu, kamu itu makan belepotan sekali ya" gerutu Soo Yun dengan imutnya lalu menyentuh bibir itu dengan jarinya. sesekali ia menatap ke arah Hayoon, tampak Zoya yang juga melihat mereka.


"Sempurna! semua berjalan mulus"


Melihat Soo Yun yang tak bergeming melepaskan jari dari mulutnya, Ye-Jun langsung memegang lengan Soo Yun alih-alih ingin menyingkirkannya. namun mata Soo Yun membelalak tatkala lengannya dipegang oleh pria tampan ini. ia pun berfikir pasti Zoya semakin cemburu melihat Ye-Jun menyentuhnya.


"Katakan mau ngomong apa? lepaskan tanganmu!" ucap Ye-Jun menahan lengan itu agar tidak menyentuh bibirnya.


"Zoya, mau kemana?" tiba-tiba suara yang menyebut Zoya menjadi perhatian Ye-Jun, ia segera menghempaskan lengan Soo Yun dengan kasar lalu menoleh ke belakang, tampak Zoya yang baru keluar dari pintu masuk itu.


"Zoya," lirihnya dan segera beranjak pergi meninggalkan Soo Yun.


Soo Yun tersenyum, ia menghampiri sepupunya dan mereka pun bertos hingga berpelukan.


"Berhasil!!"


*Flashback Off"


Seketika gambaran itu pun langsung hilang karna cerita telah selesai. Zoya menghembus nafas dengan kasar, semua tayangan itu telah ia tonton. Zoya merasa bersalah dan bodoh, benar kata Riska kalau ia selalu memainkan perasaan tanpa mematai mereka terlebih dahulu.


"Ternyata Hayoon mendekatiku hanya untuk menjebakku? dan hari inilah rencana mereka berhasil?" lirih Zoya tak percaya. tanpa sadar air matanya jatuh menyesali perbuatannya yang gampang percaya dan bersu'udzon pada Ye-Jun.


"Benar sekali. aku sengaja tidak memberitahu mu dari awal agar kamu bisa menjadikan pengalaman ini menjadi pembelajaran untuk kedepannya. kamu harus bijak menelaah mana pertemanan yang baik dan berpura baik, Zo." nasehat Riska.


"Kamu benar, aku jadi tahu rencana busuk mereka memperdayakanku. aku tak akan mudah untuk mempercayai seseorang lagi kecuali sahabatku dan Ye-Jun" geram Zoya


"Minta maaflah pada Ye-Jun, dia tak bersalah dan tak mengkhianatimu" ucap Riska.


"Iya! terimakasih ya Ris, ini sebuah pelajaran baru buatku" Zoya pun memeluk Riska dengan erat


"Iya, kamu harus hati-hati. godaan menjelang pernikahan itu sangat banyak. banyak yang menyukai kalian, banyak pula yang ingin menghancurkan kalian" nasehatnya. Zoya mengangguk dan menangis dipelukan Riska. sontak saja Riska pun seketika menghilang karna tugasnya kali ini telah selesai. namun tidak berhenti disitu, Riska terus memperhatikan orang-orang yang mau berbuat jahat pada Zoya hingga Zoya benar-benar bahagia nantinya.


"Ah Riska! selalu main pergi saja!" gerutu Zoya.


"Oppa, maafkan aku yang sudah bersu'udzon padamu"

__ADS_1


"Hayoon! kalian begitu jahat!!!"


🌸🌸


__ADS_2