
Cahaya mentari menyinari sinarnya membuat tidur nyenyak seorang gadis terusik. Gadis itu membuka matanya, laki terbangun dan duduk dengan tegak sambil menguap. Gadis bermata hazel itu meregangkan otot ototnya, lalu kakinya turun ke lantai dan bangkit, pergi ke kamar mandi.
Skip Selesai mandi dan berganti pakaian, Kim segera menyisir rambut panjangnya. Dia biarkan rambutnya terurai, sedikit memberi lipgloss pada bibirnya setelah itu ke luar dari kamar, menuruni anak tangga.
Di Meja makan
"Pagi Daddyku yang tampan. " sapa Kim dengan senyum menggodanya.
"Hn pagi. " jawab Kendra dengan singkat.
Kim berdecak, melihat sikap daddy angkatnya itu yang sangat cuek dan datar sedatar triplek eh wkwk. Mereka sarapan bersama dengan tenang sesekali Kim mengoceh namun tak pernah ditanggapi oleh Kendra.
Selesai sarapan Kim hendak mengatakan sesuatu pada Daddynya itu. Drt drt suara ponsel mengalihkan perhatiannya, dia langsung menyambarnya dengan cepat.
"Halo Paman Willy paling tampan dan seksi, selamat pagi. " sapa Kim dengan heboh.
"Berisik Kim! Kim tak mempedulikan ucapan sang Daddy, dia malah asyik video call dengan pria tampan adik dari daddynya itu.
Prak Kendra menaruh sendoknya dengan kasar, Kim menoleh dan menaikkan sebelah alisnya kearah Kendra namun dia kembali acuh. Kendra menggeram kesal, puteri angkatnya itu malah mengabaikan dirinya.
" Aku berangkat! Kendra bangkit dan berbalik pergi. Kim melambaikan tangannya kearah sang daddy sambil berteriak. "Jangan lupa pesan wanita panggilan ya Dad siapa tahu sedang butuh karena stress!
Kendra yang mendengarnya, mendengus keras lalu masuk ke mobil dan tancap gas, melajukan mobilnya cepat. Sedangkan Kim tertawa terbahak bahak melihat raut kesal di wajah sang daddy. " Rasakan kau Daddy, ckck Kim kok di lawan haha, lagian kalau Daddy nolak Kim masih ada Paman willy xixixi!
Ya Kim tahu kalau dirinya bukan bagian keluarga Rahadian, meskipun begitu semua orang sayang dan berpihak padanya. Dia merupakan anak dari sahabat Kendra yang meninggal dalam kecelakaan.
Cklek masuklah pasangan paruh baya ke dalam mansion dan Kim langsung berlari menghampiri kedua calon mertua itu. Selesai berpelukan mereka bertiga duduk di sofa sambil mengobrol. "Gimana sayang usahamu menaklukan Kendra hemm? "
"Ck masih gagal nenek. " balasnya dengan jahil.
Mommy Irene langsung melotot kearah Kim, Kim tertawa melihat reaksi dari ibu kandung Kendra itu. Daddy ikut tergelak melihat perdebatan dua wanita beda usia itu.
"Bocah nakal panggil aku Mommy, hei aku calon mertuamu bukan nenekmu bocah! omel Mommy.
" Galak banget sih Mom kayak lampir, eh ngomong ngomong Daddy kenapa enggak nikah nikah sih Mom padahal umurnya sudah tua lho. " cecar Kim merasa penasaran.
__ADS_1
Mommy mendengus kesal, sungguh menghadapi calon menantunya butuh kesabaran namun dia sangat sayang sama Kim.
Dia menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan pelan dan kembali menatap Kim dengan lembut. "Entahlah Mommy juga enggak tahu sayang, Kendra sepertinya gak doyan wanita kali. " celetuk mommy asal.
"Mommy. " tegur Daddy James
Mommy hanya nyengir di hadapan suaminya, Kim hanya menggeleng melihat kelakuan dua calon mertuanya. "Kalau Om Ken nolak, aku malah bisa sama Om Willy dong hehe. " ujar Kim sambil nyengir.
"Willy sudah punya bini Kim, mau kamu di cap pelakor! sungut Mommy.
" Canda Mommy. "
Drt drt drt
Daddy is calling
Kim langsung menekan tombol hijau dalam layar ponselnya.
"Halo Uncle sayang, ada apa kangen ya sama Kim yang cantik dan manis ini? "
"Daddy 'kan Bisa delivery, aku lagi malas antar, om minta saja sama sekertaris bohaymu itu. " Tut Kim langsung memutus sanbungannya, dia terkekeh membayangkan pasti sang Daddy tengah mengumpatinya karena ucapannya belum selesai.
Di Rahadian Corp
Di ruangan kerjanya, Kendra berkali kali mengumpat, atas kelakuan jahil Kim padanya. Sungguh gadis manis itu selalu membuatnya kesal sekaligus gemas padanya.
Tring.
Kendra membaca chat dari Kim, lalu tersenyum tipis di bibirnya. Dia menyimpan ponselnya dalam saku dan kembali mengecek berkas keuangan dari Divisi 2.
Dua jam kemudian
Kim datang dan masuk ke ruangan Kendra dengan bebas, dia langsung duduk di sofa dan di susul Kendra.
Kim dengan cekatan menyiapkan makanannya setelah itu membiarkan sang Daddy makan siang. Kendra melirik kearah Kim yang tengah menatap jam di tangannya setelah itu kembali makan.
__ADS_1
"Dad, aku tinggal ya soalnya aku ada urusan!
" Kemana memangnya? " Kim menghela nafas dalam, dia harus mencari alasan agar daddy angkatnya itu semakin kebakaran jenggot.
"Mau jalan sama Nicko dan Erland Dad. " uhuk uhuk Kendra tersedak makanan mendengar ucapan Kim barusan, Kendra mengambil minuman lalu meneguknya.
"Ini masih pagi kamu sudah mau keluyuran, lebih baik di sini saja temani Daddy ck. " dengus Kendra dengan nada kesalnya.
Kim memutar bola matanya malas, melipat tangannya di dada dan menatap sang daddy dengan tatapan tajamnya. "Ayolah Dad, aku masih muda umurku 20,masih ingin bebas melakukan apapun asalkan tak menentang aturan Daddy kali. Lagian Daddy lebih baik pikirkan pekerjaan, supaya pundi pundi uang daddy kian banyak buat modal nikah Daddy. "
"Umur Daddy udah 32 tahun wey! Kim bangkit dan melenggang pergi dari ruangan Kendra. Lagi dan lagi dirinya kalah telak jika berhadapan dengan puteri angkatnya itu, menyebalkan pikirnya. Kendra mengambil ponselnya, dia menghubungi orang suruhannya.
"Leo, cepat kamu ikuti kemanapun Kim pergi dan laporkan apa saja yang dia lakukan!
" Baik Tuan!
Kendra membuang nafas kasar, dia memeriksa berkas yang di kirimkan asistennya serta membubuhkan tanda tangannya.
Sementara Kim melajukan mobilnya ke Cafe sesuai janjinya dengan Nicko, Ella dan Erland. Sampai di sana dia segera parkir, lalu turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam Cafe. Kim bergegas menuju ke sudut ruangan Cafe, di mana teman temannya berada.
"Udah lama nunggunya!
" Lumayan Kim, kamu dari mana Kim? " cecar Ella penasaran.
"Dari kantor Daddy Kendra. " Kim langsung duduk, dia memanggil pelayan melalui tangannya. Pelayan datang dan Kim langsung pesan setelah itu pergi dari sana, Ella memandang sahabatnya itu dengan intens.
"Kamu enggak capek ngejar ngejar daddy tampanmu itu? "
Kim menggeleng pelan, dia tersenyum manis di hadapan para sahabatnya itu sambil berkata. "No, sampai daddy Ken cinta sama aku, aku tak akan menyerah begitu saja. Selain itu tak akan kubiarkan para hama mendekatinya selangkah pun. "
Ella hanya menggeleng, ternyata sahabatnya itu masih saja belum menyerah. Nicko memilih menyesap kopinya, menyembunyikan raut wajahnya yang terlihat kecewa mendengar jawaban Kim. Tak lama pesanan Kim datang, dia langsung memotong steak sambil mengobrol kecil dengan Ella, Erland dan Nicko.
"Kamu kenapa Nicko, wajahmu masam kayak setrikaan? "
"Aku enggak papa Kim! Nicko menjawabnya dengan wajah datar, sontak membuat Kim mengernyitkan dahi, bingung dengan sikap temannya itu. Kim hanya mengangguk, dia kembali fokus makan dan tak bertanya lagi.
__ADS_1
tbc