TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
TIGA TAMPARAN MAUT


__ADS_3

Arshlan telah menangkap tubuh mungil Lana, mendekapnya dengan kuat.


"Lepaskan aku, Tuan..!"


"Sudah, hentikan. Dia sudah K.O. seperti itu, masa kau masih belum puas juga?"


"Aku memang belum puas..!"


"Lana, apa kamu tidak kasihan melihatnya..?"


"Untuk apa aku kasihan pada wanita yang dengan seenaknya menari telanjang dihadapan suamiku..?!"


"Lana.."


"Tuan juga. Tuan sangat menyukainya kan? Tuan bahkan melotot melihat dia menari dan menggoda, Tuan.."


"Lana.. aku kan sudah mengucapkan maaf berkali-kali.."


"Tuan, aku benci padamu..!"


"Baiklah.. bencilah aku sepuasmu, tapi mari kita keluar dari sini dan bicara dengan tenang.." ujar Arshlan berusaha membujuk Lana, sementara dibawah sana Maura masih meringis kesakitan sambil memegang pelipisnya yang baru saja kena bogem mentah.


"Sudah aku bilang aku belum puas..! lepaskan aku, aku ingin memukul Tuan juga..!!" tubuh mungil Lana masih mencoba berontak meskipun telah terkurung sempurna dalam pelukan Arshlan.


"Iya baiklah, kau boleh memukulku juga, tapi tidak disini."


"Lalu dimana..?"


"Dirumah kita nanti."


"Aku ingin memukul Tuan sekarang..!"


"Baiklah, kalau begitu pukul aku dikamarku saja.."


Lana mengeram marah, ia nyaris kehabisan tenaga memberontak namun rengkuhan dua lengan kekar itu malah tidak bergerak sama sekali. Terus mengunci tubuh mungilnya dengan kuat.


Sungguh saat ini Lana merasa sangat geram, saking geramnya rasanya Lana ingin mencakar wajah Maura dan Tuan Arshlan secara bersamaan.


Bagaimana tidak geram, Lana merasa dirinya seolah ditipu.


Lana begitu percaya saat Tuan Arshlan mengatakan ingin menyelesaikan sisa-sisa persoalan kisah asmara yang belum tuntas antara Tuan Arshlan dan Nona Maura.


Kenyataannya Lana telah mendapati dengan mata kepalanya sendiri pemandangan dimana Tuan Arshlan terduduk disofa dengan ekspresi mupeng, sementara tepat dihadapannya Nona Maura sedang meliuk-liukkan tubuhnya yang nyaris telan jang, menggeliat kesana-kemari seperti seperti seekor ulat.


"Tuan bilang mau bicara berdua dengan Nona Maura, tapi ternyata pembicaraannya seperti ini..?!"

__ADS_1


"Lana.. maafkan aku.. tapi sungguh aku tidak melakukan apa-apa dengannya.." bujuk Arshlan mencoba berkelit.


"Arsh, kau ini bicara apa? bisa-bisanya kau mangkir seperti anak kemarin sore setelah kita bermesraan.." suara Maura memekik kesal saat ia mendengar Arshlan yang dengan mudahnya tidak mengakui apa yang telah mereka berdua lakukan dihadapan bocah dekil itu.


"Apa? bermesraan..?!" Lana melotot mendengarnya.


"Tentu saja, aku adalah kekasih Arshlan.."


"Dan aku adalah istri sah dari pria yang kau sebut kekasih itu..!"


"Cih.. kau hanya bocah kecil..!"


"Dan kau adalah nenek tua..!!" balas Lana.


"Kau.."


"Kau nenek tua yang memaksakan diri menjadi wanita penggoda..! dasar wanita ular..!!"


Wajah Maura merah padam mendengar ejekan yang lengkap dengan umpatan tersebut. Maura menjadi sangat marah sehingga ia melupakan rasa sakit di pelipis dan beberapa bagian tubuhnya yang tadi terhempas. Ia bangkit secepat kilat dan..


'Plakk..!'


Sebuah tamparan langsung melekat dipipi Lana yang bahkan tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya yang masih berada dalam belitan pelukan Arshlan.


Dengan pintarnya Maura telah mengambil keuntungan tepat disaat Lana sedang tak berdaya.


"Apa kau bilang?!"


Lana terhenyak, terlebih saat mendapati tamparan Maura untuknya, Arshlan apalagi.


Arshlan sungguh tidak menyangka Maura dengan liciknya telah mengambil kesempatan disaat ia kesulitan menenangkan istri kecilnya yang bar-bar itu.


"Maura, apa yang kau lakukan..?!" rengkuhan Arshlan ditubuh Lana mengendur.


"Dasar pelayan rendahan! bocah pela cur..! bocah tidak tau diri.."


'Plak..! plakk..!!'


Dua buah tamparan keras mendarat mulus dikedua pipi Maura.


Maura tersentak kaget. "Aduh.. kau.."


'Plakkk..!!'


Sebuah tamparan maut, lagi-lagi kembali singgah dipipi Maura yang terlihat langsung memerah dan semakin membengkak usai disinggahi sebuah bogem mentah plus tiga tamparan maut milik Lana yang keras dan telak.

__ADS_1


Emosi Maura telah naik-naik hingga keubun-ubun. Dengan kalap ia berniat ingin menyerang dan mencabik-cabik wajah Lana namun yang ada Lana telah memiting tangan wanita itu dengan sebuah gerakan gesit, menaruhnya kebelakang, persis seperti kuncian seorang polisi yang sedang melumpuhkan penjahat.


"Kyaaa..! kau.. aaaaaaaa..!!"


"Lana, Sayang, tolong lepaskan. Kalau seperti ini, bisa-bisa kau akan mematahkan tangannya.." Arshlan terlihat sedikit panik melihat tangan Maura yang terbelit begitu rupa.


Pria itu mencoba melerai emosi Lana, terlebih saat melihat Maura yang melolong kesakitan karena pitingan gadis itu yang telah berhasil mengunci seluruh pergerakan Maura dengan kuat, hanya dengan sekali gerakan.


"Arsh.. tolong hentikan bocah gila ini! tanganku bisa patah, Arsh..!! ini sakiiiitt sekalii.. Arssshhh...!!"


"Diam..!!" hardik Lana.


"Sayangku.."


"Diammm..!!"


Arshlan berdiri bingung.


"Kau, ular penipu yang berpura-pura lumpuh. Kalau kau masih berusaha menggoda suamiku, maka aku benar-benar akan mematahkan tangan dan kakimu sekaligus..!! camkan itu baik-baik..!!"


Bukkk..!!


"Awww.."


Tubuh Maura kembali terjerembab kelantai karena Lana telah mendorongnya tanpa belas kasihan sama sekali.


Arshlan yang tidak tau lagi harus menenangkan situasi yang kacau balau itu akhirnya nekad mengangkat tubuh Lana, membopongnya diatas sebelah bahunya seperti kuli yang sedang memanggul sekarung beras.


"Tuaann.. turunkan aku..!! aku bilang turunkan aku..!!"


Arshlan tidak mempedulikan pemberontakan kecil tubuh Lana yang bergerak liar diatas tubuhnya. Ia tetap memanggul gadis itu keluar dari kamar Maura, menuju kamarnya yang berada dilantai yang sama.


Arshlan juga memilih menulikan telinganya dari suara teriakan Maura dibelakang sana.


"Arsh..!! Arshlaaann..!!" Maura berteriak memanggil Arshlan yang berjalan keluar hendak meninggalkan dirinya, namun sia-sia.


Jangankan kembali, pria itu.. Arshlan.. bahkan menoleh pun tidak..!


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Minta Like and Vote-nya dong.. 😅


Thx and Lophyuu all.. 😘


__ADS_2