
Hai.. ketemu lagi dengan aq, author terbaik sepanjang masa versi aq sendiri. Ahaha.. 😍
Happy New Year untuk semua, semoga di Tahun 2022 ini semua cita-cita kita bakal kesampaian. Amin.. Amin Yra.. 🤗
Cita-cita aq di tahun 2022 ini sih simple : semoga level author aq bisa platinum, karyaku bisa naik level 10 semua dan booming, trus diterbitkan jadi buku sama NT, dibikinin komik, web series, sinetron, tiap hari viewer aq berjuta-juta.. (Itu sih bukan simple namanya bambaaaang.. tapi maruk 😅)
Singkat cerita aq memutuskan untuk melanjutkan kisah ini ke SEASON 2, TAPI.. sebelum itu, aku kasih BONCHAP dulu yah.. sebagai 'jembatan penghubung' sebelum kisah SEASON 2 SEBENARNYA akan dimulai.. 🥰
BONCHAP-NYA gak tanggung-tanggung, sehari 3 bab sekaligus selama 1 minggu sebelum aku up normal.. okehh..? 🙂
Btw kemarin udah aq kasih spoiler untuk season 2.. dan ALHAMDULILLAH.. kalian nebaknya salah semua.. ahahaha.. 🤪
Jangan marah dong.. itu pertanda positif bahwa seremah-remahnya karya remahanku ini, tapi ideku gak pasaran dong.. 🥳
Yuk buktiin.. jangan lupa di support yah.. cekidooottt... 💪
...
Empat tahun telah berlalu..
Prangg..!
__ADS_1
"Oh my God.. ada apa ini..?"
Lana terlihat keluar tegopoh-gopoh dari pintu samping, masih lengkap dengan celemek yang menempel ditubuhnya.
"Luiz..?" mata Lana langsung tertumbuk pada bocah empat tahun, berkulit pucat seperti dirinya.
Luiz terlihat sedang duduk dibangku taman dengan santai, sambil mengunyah cookies yang ada ditangan kanannya.
Bocah itu terlihat acuh, tak terpengaruh sedikitpun dengan bunyi benda pecah yang cukup keras, lengkap dengan kekacauan yang terjadi tak seberapa jauh dari tempatnya duduk sambil menggoyang kedua kaki mungilnya yang menjuntai diudara.
Sebuah bola terlihat menggelinding perlahan, nyaris menyentuh kaki Lana, membuat dirinya langsung bisa menebak, penyebab pecahnya kaca jendela samping, tempat Luiz dan Leo bermain setiap sore hari.
"Nyonya Lana..? ada apa? apa yang terjadi..?" Asisten Jo telah tiba ditempat kejadian perkara beserta beberapa orang pengawal dan beberapa orang maid.
Mulut mungil bocah itu sejak tadi terus saja mengunyah cookies.. siapa lagi kalau bukan Tuan muda Luiz.
"Luiz.. apa yang terjadi, sayang..?"
"Nyonya, tahan.. biar kami.." salah seorang pengawal telah melarang Lana yang berniat mendekati Luiz, mengingat serpihan kaca yang bertebaran disana sangat berbahaya jika terinjak dan melukai kaki sang nyonya besar.
Pria itu melangkah lebih dahulu dengan sigap guna mendekati Luiz yang berada diantara serpihan kaca jendela yang berserakan dibawah sana, langsung memeluk tubuh mungil Luiz yang tidak berusaha melawan sama sekali saat ia berjalan sambil menggendongnya dengan sangat hati-hati, sebelum akhirnya menyerahkan bocah itu kepelukan Nyonya Lana yang langsung menyambutnya usai melepas celemek terlebih dahulu.
__ADS_1
"Bereskan semuanya, jangan sampai ada serpihan yang tertinggal." suara Asisten Jo terdengar memerintah beberapa orang maid yang langsung bergerak sigap.
"Baik, Asisten Jo." semuanya mengangguk patuh, langsung bergerak mencari peralatan yang dibutuhkan guna membersihkan kekacauan yang terjadi.
"Luiz, mana Leo..?" tanya Lana sambil mengusap serpihan cookies yang mengotori sebagian wajah tampan milik Luiz, kemudian mengecup pipi yang semerah cherry itu penuh kasih sayang.
Luiz tidak serta-merta menjawab, hanya jemari mungilnya yang menunjuk kearah tanaman pittosporum kesayangan Lana, dimana tak berapa lama kemudian seorang suster muncul dari sana sambil memeluk seorang bocah tampan lainnya, namun kali ini berkulit eksotis.
Siapa lagi kalau bukan Leo..? *t*he most of troublemaker..?
Tak seperti Luiz yang kalem, Leo terlihat sangat aktif. Untuk menggendongnya saja, suster Eni harus mengerahkan tenaga extra karena tubuh kecil Leo yang terus bergerak, seolah tak pernah bisa diam.
"Suster Eni, apa yang terjadi..? kalian darimana? kenapa kaca jendelanya bisa pecah..?" tanya Lana dengan pertanyaan beruntun, sebelah tangannya terangkat hanya untuk menyentuh pipi Leo, mengelus lembut, berusaha sedikit menenangkan pergerakan aktif bocah mungil yang bisa dikategorikan hyperaktif diusianya.
"Tuan muda Leo menendang bola kearah jendela dengan keras dan.."
"Gooolll..!!"
Tak terkecuali Lana, semua yang ada ditempat itu tak ayal langsung tergelak mendengar teriakan Leo, lengkap dengan tingkahnya yang bersorak sorai lucu.
...
__ADS_1
Jangan langsung next aja dong, tapi di like dan di support dulu baru next yah.. 🥰