
Pagi pagi buta setelah Kendra berangkat ke kantor, Kim kedatangan Stella, si nyai ronggeng. Kini mereka berdua di ruang tamu, Kim melipat tangannya di dada memandang malas kearah wanita di hadapannya itu.
"Sebenarnya tante ke sini mau apa lagi? "
"Jauhi Kendra sekarang juga, dia itu daddy kamu Kim. " ujar Stella dengan setengah memaksa.
Kim tersenyum sinis mendengar permintaan Stella. "Kendra, bukan daddyku tapi kekasihku tante, kami enggak ada ikatan darah! Stella mengepalkan tangannya, brak dia menggebrak meja dengan keras dan menatap tajam kearah Kim.
" Awas saja aku akan membuatmu di benci Kendra! Stella langsung melenggang pergi dari hadapan Kim, Kim menghela nafas panjang berdecak kesal melihat kehadiran Stella.
"Dasar Stella pewangi ruangan. " gerutunya.
Drt drt drt
Kim menyambar ponselnya, membaca chat masuk dari Kendra. Bibirnya melengkung membentuk senyumnya dan dengan cepat membalas chat sang kekasih.
From Little
Iya nanti aku datang mas, love u!
Kim menaruh kembali ponselnya di atas meja, melirik jam tangannya menunjukkan angka 07.00 pagi. Diapun bangkit, memutuskan kembali ke kamarnya dan bersiap siap untuk pergi ke kantor Kendra.
Setelah siap dia langsung ke luar dari mansion, menyuruh sopir mengantarnya ke kantor Kendra. 30 menit berlalu, Kim turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam kantor.
"Di mana ruangan Tuan Kendra? "
"Tuan Kendra masih meeting nona, mari saya antar ke ruangannya! Kim mengangguk, dia berjalan di belakang mengikuti Ratna, bagian HRD. Sampai di sana Kim langsung masuk ke dalam dan duduk di sofa, memilih bermain ponsel sambil menunggu Kendra.
Satu jam berlalu
Cklek pintu di buka dan masuklah Kendra, diapun terkejut melihat kehadiran Kimberly. Dia hendak mendekat namun Kimberly mengangkat tangannya.
Kim bangkit dari duduknya, lalu menghampiri sang kekasih yang datang bersama seorang wanita cantik dan berkelas. " Dia siapa mas sepertinya kalian sangat akrab sekali dan wajahnya terlihat familiar? " ujar Kim dengan nada datar.
__ADS_1
"Saya.. "
"Aku enggak tanya kamu. " bentak Kimberly dengan emosi meluap luap.
Anne menunduk mendengar bentakan Kimberly, dia segera pamit dan ke luar dari ruangan Kendra. Kendra mencoba menenangkan gadisnya namun Kim menepis kasar tangannya dan, melirik sinis kearah Kendra. "Aku tahu kamu dekat dengan gadis itu karena dia mirip mantan kekasihmu yang telah mati bukan! teriak Kimberly.
" Kim, aku bisa jelasin!
"Cukup mas, aku memang yang bodoh, sebenarnya kamu memang tak pernah mencintaiku dengan tulus. " ucapnya dengan getir.
Kim berbalik, menyambar tasnya dan menyenggol keras tubuh Kendra lalu ke luar dari ruang kerja Kendra. Kendra langsung ke luar dan bergegas menyusul gadis kecilnya yang tengah cemburu.
Di luar kantor, Kendra menahan tangan Kimberly. Kimberly kembali menepis nya, wajahnya menunjukkan kekecewaan yang dalam. Kim menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya dalam dalam, setelah itu kembali memandang Kendra. "Mulai sekarang kita hanya sebatas Daddy dan anak gak lebih, percuma saja Daddy memaksakan diri jika sebenarnya Daddy belum mencintaiku atau bahkan tidak sama sekali. " ujar Kimberly.
"Sayang mas ingin jelasin jika gadis itu hanya rekan bisnis aku!
" Aku benar benar sayang dan cinta sama kamu Kimberly. " tegas Kendra.
Kimberly menepis tangannya, dia langsung masuk ke taksi dan mengabaikan panggilan Kendra padanya. Taksi melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan kantor Rahadian corp.
Dia kembali masuk ke dalam kantor, berniat menenangkan dirinya dulu sebelum nanti menemui Kimberly di mansion.
****
Di kediaman Rahadian
Kim langsung masuk ke kamarnya setelah menyapa mommy dan daddy. Cklek dia melempar tasnya ke ranjang, lalu melepas jam tangannya dan duduk di kasur.
Cintaku bertepuk sebelah tangan, teryata mas Kendra enggak benar benar cinta sama aku.
"Sadar kim sadar kamu hanya anak angkat dalam keluarga Rahadian, tak sepantasnya kamu mengharapkan cinta dari Kendra. "
Setidaknya mencintai dia dalam diam sudah cukup bagiku meski tak di balas olehnya, nyatanya di hati Kendra masih ada Vivian. Diapun bangkit dan pergi ke kamar mandi, mendinginkan pikirannya yang tengah terbakar api cemburu.
__ADS_1
Skip setelah mandi dan berganti pakaian, Kim menguncir rambutnya seperti ekor kuda. Dia ke luar dari kamar dan membawa ponsel, menuju ke teras belakang. Dia berbaring di sebuah sofa panjang dekat kolam renang sambil mendengarkan musik.
"Apakah aku hanya pelarian bagi mas Kendra. " batin Kimberly berkutat pada pikirannya saat ini.
Kimberly menggeleng pelan, dia kini tengah menghubungi Rinda, istri dari William.
"Halo kak Vinda. "
"Ada apa calon kakak iparku. " goda Rinda di dalam telepon di sertai kekehan.
Kimberly mendengus keras mendengar ucapan Rinda. "Aku mau makan manisan buatanmu Rinda. " gumamnya.
"Oke nih aku dan mas Willy lagi otw ke rumah mommy dengan bawa manisan! Kimberly mengakhiri percakapannya dengan Rinda, dia menaruh ponselnya di sebelahnya. Berkali kali Kim membuang nafas panjang dan berusaha tegar dan tak rapuh di hadapan semua orang.
Setelah tenang Kim bangkit dan kembali ke mansion utama. Dia langsung berhambur ke pelukan Rinda dan Willy secara bergantian, mereka semua menikmati manisan di ruang tamu.
"Eh Kim gimana hubunganmu dengan calon kakak ipar Kendra! "
Uhuk uhuk Kim tersedak manisan, Rinda memberikan segelas air dan Kim menenguknya hingga tandas. Da menatap Rinda dengan sorot kesal karena menganggu acara makannya. "Enggak gimana gimana Rin. " balas Kim dengan acuh dan cuek.
Rinda dan Willy saling melirik satu sama lain, lalu kembali menatap Kimberly. Tak lama kemudian tepat jam 02.00 siang Kendra datang dan menghampiri mereka, tatapan mereka bertemu dan Kim segera mengalihkan pandangannya.
Hal itu tak luput dari pandangan semua orang yang ada di sana. Kim melanjutkan memakan manisan nya dengan lahap mengabaikan kehadiran Kendra. "Kendra, apa kamu dan Kim sedang bertengkar nak? " tanya Mommy dengan nada lembut.
"Ada kesalahpahaman diantara kami Mom. " jawab Kendra dengan tenang.
Kim meliriknya sini kemudian tersenyum meremehkan Kendra sambil berkata. "Salah paham melihatmu berbicara dengan wanita yang mirip mantanmu yang sudah mati itu, bukankah daddy belum moveon, kenapa enggak nyusul Vivian ke surga. " sarkas Kimberly dengan pedas.
"Kimberly. " tegur Mommy dengan lembut.
"Maaf perkataanku tak sopan karena aku bukan bagian keluarga Rahadian! Kim bangkit dan melenggang pergi, semua orang tercengang dengan pernyataan Kim barusan. Kendra mengusap wajahnya kasar, dia tahu Kim sangat kecewa hingga berkata kasar seperti itu.
Mommy terdiam, hatinya ikut sedih mendengar ucapan Kim barusan. Kini suasana hening melanda mereka, tak ada yang berbicara karena mereka berkutat pada pikiran masing masing. Daddy menghela nafas panjang, sepertinya Kim memang sangat marah pada Kendra hingga bersikap seperti tadi.
__ADS_1
bersambung