TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
Epson 2 - SURUHAN KENDRA


__ADS_3

Kini Kim dan teman temannya berada di mall, mereka bersenang senang dengan cara berbelanja, sedangkan Nicko dan Erland memilih menunggu. Setelah selesai mereka pergi ke kasir dan Kim membayar belajaan miliknya dan milik Ella.


"Kita mau ke mana lagi nih!


Dua orang bodyguard menghadang mereka, Kim menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya. Dia sudah tahu siapa yang menyuruh kedua bodyguard ini. " Nona Kim, Tuan Kendra meminta anda untuk pulang atau kami disuruh mengikuti anda


kemanapun. "


"Ck si Daddy memang benar benar menyebalkan. " gerutu Kim.


"Kita ke rumah aku yuk gaes, Nicko dan Erland bisa main ps di sana. " para pemuda mengangguk, mereka masuk mobil masing masing dan melaju dengan kencang diikuti mobil bodyguard.


Tak sampai satu jam, mereka berempat sudah sampai di kediaman Kendra. Mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam, Kim dan teman temanya kini berada di ruang tamu. Berkali kali Kim mereject panggilan dari daddy tampan nanti hot itu, dia masih kesal dengan Kendra.


"Non ini minumannya silakan di minum dan cemilannya!


"Terimakasih Bi! ucap Ella.


" Sama sama Non. " Bibipun berlalu pergi dari sana, Nicko diam diam mengamati Kim melalui ekor matanya. Kim menaruh ponselnya di dekatnya, lalu bersandar di sofa dengan wajah kesalnya yang masih belum hilang. Merasa ada yang memperhatikan, Kim langsung menoleh kearah Nicko sambil berkata. "Ada apa Nicko, kenapa kamu memperhatikan aku kayak gitu. " ujar Kim merasa aneh.


"Enggak papa!


"Kalau ada apa apa tuh bilang Nick, bukannya jawab gak papa gak papa kayak cewek saja. " ceplos Kim. Ella yang mendengar ucapan Kim hanya bisa menggeleng, dia ingin sekali memukul kepala sahabatnya yang tak peka peka itu.


"Mending kita main ps Nick. " ajak Erland. Nicko mengangguk, diapun bangkit dan pergi dari ruang tamu bersama Erland. Setelah kepergian keduanya, Ella duduk mendekat di samping Kim, lalu memberi jitakan di kepala sahabatnya itu.


"Awh, Ella kamu kenapa sih malah jitak aku. " protes Kim.


"Nicko itu suka dan cinta sama kamu sahabatku yang gak peka. " geram Ella penuh

__ADS_1


penekanan.


Kim menghela nafas panjang mendengar penjelasan Ella mengenai Nicko, pantes sikap Nicko terlihat dingin dan datar padanya. Ella memegang tangan Kim lalu menatapnya dengan lekat. "Bisa enggak sih Kim, kamu lupain daddymu itu dan memilih Nicko saja. " ujar Ella.


"Maaf Ella, cinta tak bisa di paksa, lagian aku hanya anggap Nicko sebagai sahabat doang. " tegas Kim.


"Terserahlah Kim! sambung Ella dengan pasrah. Kim langsung memyeruput jusnya, lalu memakan camilan begitu juga dengan Ella.


Kini mereka berdua menonton televisi, mencari tayangan gosip yang seru biar jadi bahan ghibah nanti wkwk.


Dua jam kemudian


Kendra pulang tapi tidak sendiri, Kim berdecak melihat wanita siluman yang datang bersama daddynya itu. Stella nampak tersenyum miring di hadapan Kim dan juga Ella. " Eh tante, tuh pakaian minta di sobek deh, sini aku bantuin biar sekalian tante telajang aja. "


"Tutup mulutmu bocah. "


"Cuih, mulut mulut aku kenapa situ yang


"Tuh mata kenapa Dad minta dicolek heh, lihatin Nicko enggak usah segitunya kali, lagian Daddy 'kan sudah bawa ondel ondel ke sini. "


Ella tertawa keras begitu juga dengan Erland mendengar ucapan Kim. Stella menggeram kesal, ingin sekali dia menyumpal mulut Kim dengan tisu toilet. Kendra mendengus mendengar ucapan Kim barusan, dia menepis kasar tangan Stella. "Pergilah, jangan ke sini lagi! ujar Kendra dengan nada datarnya.


" Tapi Ken..!


"Pergi! Stella menahan emosinya, diapun melenggang pergi begitu saja, Kim kembali memakan camilan mengacuhkan sang Daddy tampan.


" Maksud Daddy apa menyuruh bodyguard mengikuti, daddy kepo atau cemburu melihat aku bersama Nicko dan Erland! Kendra terusik dengan ucapan Kim, dia masih menampilkan wajah datarnya kearah Puteri sahabatnya itu.


"Enggak!

__ADS_1


" Kalau enggak ya sudah, lagian Daddy enggak berhak buat ngatur aku, daddy bukan orang tuaku oke ingat itu. " Kim kembali menyeruput jusnya hingga habis, Ella menyenggol nya hingga membuat Kim mereka menoleh.


"Kami pamit pulang ya Kim. "


"Iya kalian hati hati, Nicko entar aku chat kamu deh! Nicko mengangguk, mereka bertiga langsung pergi setelah pamit pada Kim dan Kendra. Kim merasa bersalah, gara gara dirinya Nicko berubah jadi pendiam.


"Apa aku lupain Daddy, lalu memberi kesempatan pada Nicko saja ya. " gumam Kim dilema. Kendra tak mengalihkan pandangannya dari gadis muda di hadapannya, gadis yang sejak dulu dia sayangi namun gengsi untuk diungkapkan karena perbedaan umur mereka.


Kim meremas rambutnya frustrasi, dia sangat dilema saat ini. Apa yang harus di lakukannya saat ini sekarang pikirnya, hal itu membuat Kendra menaikkan sebelah alisnya, merasa penasaran. "Ada apa Kim kenapa kamu terlihat bingung seperti itu? "


"Bukan urusan Daddy. " Kim bangkit, melenggang pergi meninggalkan Kendra sendiri. Kendra menghela nafas melihat kelakuan Kim yang berubah terhadapnya, dia melirik jam tangannya sekilas setelah itu bangkit dan bergegas pergi ke kamarnya di lantai atas.


Cklek Kendra masuk ke dalam kamarnya, dia melepaskan jas dan kemejanya lalu melemparnya ke ranjang kotoran. Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi, menyalakan shower, membiarkan air membasahi tubuh kekarnya yang berotot.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Kendra ke luar dari kamarnya menuju ke kamar Kimberly. Terlihat pintu kamar Kim sedikit terbuka, dengan sengaja pria tampan itu mendengar obrolan Kim dan Nicko di video call.


"Nicko, lebih baik kamu move on deh daripada masih berharap sama aku!


Kini Kim tengkurap di atas kasur sambil video call dengan Nicko. Dia sebenarnya tak mau menyakiti hati sahabatnya itu, namun Kim juga tak mau memberikan harapan palsu pada Nicko. " Tapi Kim, aku sayang banget sama kamu, aku akan tetap berada di sisimu meski kamu selalu menolakku. " ujar Nicko dalam video.


Kim tertegun terlihat jelas ada ketulusan di kedua mata Nicko, dia semakin dilema saat ini. Di satu sisi dia ingin memperjuangkan cintanya pada Kendra, disini lain ada Nicko yang mencintainya dengan tulus. Di Balik pintu Kendra diam diam mengepalkan tangannya, entah kenapa dirinya tak menyukai kehadiran Nicko di sisi Kimberly.


"Kim aku harap kau menolak Nicko. " batin Kendra.


Kim tak berkutik sama sekali, dia memijit pelipisnya yang terasa pusing karena di hadapkan pilihan yang sulit. "Aku pikir pikir dulu ya Nick, bye aku tutup dulu. " Kim mengakhiri video callnya, dia menaruh ponselnya di sebelahnya lalu berbalik, berbaring di atas ranjang


"Seneng sih kalau ada yang perhatian dan tulus sama kita, tapi kalau enggak cinta mau gimana lagi. Apa aku beri kesempatan saja sama Nicko ya, soalnya dia begitu baik dan lembut terhadapku. " ujar Kim.


Kendra mendesah kecewa mendengar ucapan Kim, dia berlalu pergi dari sana dengan perasaan campur aduk.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2