TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
PEMILIK HIDUPKU


__ADS_3

Time to say goodbye ... 😌


The last chapter ... 🤗


...


Dua tahun kemudian ...


"I love you ..."


"Aaaa ...!! mmmhh ..."


Teriakan Lana yang hendak memecah tenggelam begitu saja manakala mulutnya telah tersumbat sempurna.


Lana sedang menggunting ujung tanaman pittosporum, yang merupakan tanaman semak hijau berdaun lebat, padat, dan bergerombol, yang terbentuk estetik sesuai perannya sebagai salah satu tanaman pagar yang populer, sebelum dirinya dikagetkan oleh sebuah bisikan intim berupa ungkapan cinta, yang disertai pelukan mesra yang melingkar disepanjang perutnya yang rata.


Lana bahkan nyaris berteriak kaget, namun bibirnya pun kini telah dibungkam sempurna oleh sang pemilik tubuh kokoh milik suaminya.


"Sayang, aku rindu ..." bisik Arshlan disela-sela cumbuannya yang hangat, namun Lana malah menggeliat dan menghindar.


"Hentikan ..."


Lana mendorong dada bidang Arshlan untuk menjauh. Lana juga tak peduli meskipun seraut wajah protes milik Arshlan kini tersaji jelas dihadapannya, karena yang ada Lana malah membalasnya dengan pelototan kecil.


"Ada begitu banyak pengawal disana, apa kau tidak malu selalu menciumku didepan semua orang ...?" pungkas Lana.


"Malu ...? Untuk apa aku malu ...? bukankah semua itu justru merupakan bukti otentik bahwa aku sangat mencintai istriku ...?"


"Modus." cibir Lana, ia malah melangkah kedalam meninggalkan Arshlan begitu saja yang akhirnya memilih mengikuti langkahnya dari belakang.


"Apa kita akan ke black swan sore ini?" tanya Arshlan sambil menatap punggung Lana yang ada dihadapannya.


"Tentu saja kita harus kesana, sayang. Sudah seharian ini aku tidak menyaksikan keributan, aku sudah sangat rindu bertemu si kembar ..." ucap Lana sambil tersenyum saat wajah menggemaskan milik Luiz dan Leo yang lengkap dengan segala kenakalan mereka khas bocah lelaki pada umumnya, melintas dibenaknya begitu saja.


"Kau tidak pernah merindukan aku seperti kau merindukan Luiz dan Leo." Arshlan bersungut, tapi langkahnya tetap terayun patuh mengikuti kemanapun kaki Lana melangkah.


"Bagaimana aku bisa rindu, setiap saat aku melihat wajahmu." seloroh Lana begitu ringan, seolah tanpa beban.


Saat ini mereka sudah berada didalam kamar.


Lana melangkah masuk kedalam kamar mandi guna mencuci tangannya di wastafel terlebih dahulu, sedangkan Arshlan masih saja mengikuti gerak-gerik Lana.


Pria itu bahkan rela berdiri didepan pintu kamar mandi, hanya untuk mengawasi Lana dari sana hingga Lana selesai dengan kegiatannya mencuci tangan.


Melihat Arshlan seperti itu membuat Lana selalu tersenyum dalam hati.

__ADS_1


Seorang Tuan Arshlan memang sudah berubah. Tidak lagi acuh, arogan, dan kasar. Melainkan telah berubah menjadi sosok penyayang, yang terlihat jelas sangat mencintainya dan tergila-gila padanya.


Apakah pria itu sedang mendapatkan karmanya ...?


Pikiran usil seperti itu kerap menggoda benak Lana setiap saat, mendapati bahwa saat ini Tuan Arshlan seolah tidak bisa berpisah lama dengannya. Bahkan saat bekerja pun pria itu akan selalu menanyakan kabarnya dan si kembar setiap saat, dalam kurun waktu yang tidak pernah lebih dari satu jam.


Jika mengingat semua hal manis yang menyangkut Tuan Arshlan, Lana selalu merasakan kebahagiaannya seolah tak berbatas.


Sore ini mereka berdua memang telah berencana untuk mengunjungi villa black swan guna menjemput si kembar Luiz dan Leo yang sejak tadi pagi telah dijemput oleh Lin dan Madam Lori untuk menemui Nyonya Alexandra.


Akhir-akhir ini kondisi kesehatan Nyonya Alexandra semakin hari semakin menurun dikarenakan faktor usia, dan karena Nyonya Alexandra yang meminta, maka dengan berat hati Lana mengijinkan Madam Lori dan Lin membawa si kembar, sedangkan dirinya dan Tuan Arshlan akan menyusul kesana sore ini juga.


"Ayo kita segera bersiap." ujar Lana menatap Arshlan sambil mengeringkan tangannya dengan handuk kecil yang memang tersedia didekat wastafel.


"Hhhmm ..."


"Sayang, ada apa dengan wajahmu ...?" tanya Lana dengan alis bertaut saat menyadari wajah Arshlan yang nampak lesu.


"Tidak apa-apa." pria itu berucap datar, kemudian membalikkan tubuhnya seolah tak bertenaga. "Ayo kita pergi sekarang."


Lana termanggu menatap punggung yang lebar itu, namun detik berikutnya ia melangkahkan kakinya dengan cepat dan memeluk Arshlan dari belakang.


"Ada apa?" tanya Arshlan sedikit terkejut mendapati pelukan yang begitu tiba-tiba hingga membuat kakinya yang hendak kembali melangkah keluar akhirnya terjeda.


"Tidak apa-apa, hanya ingin memelukmu seperti ini ..." lirih Lana.


Disaat seperti ini, Arshlan seolah sedang menemukan sosok Lana yang sebenarnya.


Polos, manja ... dan menggemaskan.


"Kenapa hanya mau memeluk kalau kau bisa mendapatkan semuanya?" ujar Arshlan sambil membalikkan tubuhnya agar bisa membalas pelukan yang hangat itu.


"Semuanya ...? Memangnya aku bisa dapat apa saja ...?" tantang Lana dengan aura genitnya yang tak pernah berubah.


"Apapun yang kau inginkan, kau bisa mengambilnya ..." bisik Arshlan sambil menyesap lembut pemukaan leher Lana yang jenjang.


"Aku mau hatimu ..." bisik Lana diantara de sa han yang timbul akibat sentuhan yang mulai menuntut.


"Hatiku telah jadi milikmu sejak lama ..."


"Bagaimana dengan cinta ...?"


"Kau juga adalah pemiliknya, sayangku ..."


"Hidupmu ..."

__ADS_1


"Hidup bahkan matiku juga ..."


Dan Arshlan langsung membopong tubuh mungil Lana menuju peraduan, tempat mereka kemudian saling bergelut dan menyesap satu sama lain, menghentak bersama dalam sebuah ritme yang membuat terlena.


Berbagi cinta yang menggelora.. dengan pijarnya yang tak kunjung padam..


"Sayang ... aku mencintaimu ..." Lana berucap lirih di ceruk leher Arshlan yang lembab begitu semuanya selesai dengan begitu indah, sambil menghirup aroma khas pria yang menguar nyaman, dan menatap lekat wajah yang keseluruhannya terbingkai rahang yang gagah nan tegas.


Lana masih mengingatnya dengan jelas, sejak dulu, Lana kerap mengungkapkan kata cinta terus-menerus ... setinggi langit ... namun tak pernah sekalipun ungkapan hatinya itu berbalas.


Tapi saat ini semuanya terasa berbeda, karena begitu mendengar penuturan cintanya seorang Tuan Arshlan yang dulunya arogan kini langsung membawanya semakin masuk kedalam pelukan yang begitu nyaman.


"Dan aku juga mencintaimu lebih dari seluruh cinta yang ada diatas muka bumi ini. Lana ... istriku... kesayanganku ... kau adalah cintaku ... ratu dihatiku ... pemilik hidupku ..."


...


T.A.M.A.T


Alhamdulillah ... akhirnya tiba juga di part akhir.


Like, comment, kasih hadiah dan vote yang banyak yah ... special for


"Arshlan ❤️ Lana"


...


? : Thor.. kok tamat sih ...?


! : (Iya ... tamat 🙏)


? : Kok tamatnya begitu doang ...? belum juga bucin ... belum juga Arshlan ngejar-ngejar Lana ... belum juga Lana jual mahal ...?


! : (Iya.. emang sejak awal outline-nya cuma sampai disini 🙏)


? : Ada bonchap, gak?


! : (Maybe, tapi sejujurnya belum terkonsep 🙏)


? : Ada sesion 2, gak?


! : (Liat nanti ... kalau setelah tamat pop novelnya oke, why not? 🙏)


Mari akhiri tahun ini dengan indah, terima kasih telah bersama hingga dititik ini.


Mohon dukungannya untuk karya aq yang lain. Pliss ...

__ADS_1


Awal tahun sudah pasti akan ada project baru. Entah sesion 2, entah judul baru, intinya aq sangat berharap tetap mendapatkan support dan dukungan dari kalian semua, reader terbaik aq, yang setia bersama hingga detik ini.


Big hug and big thanks all ... kalian sungguh keren 🤗 Lophh bangeettt sama kalian ... 😘


__ADS_2