
Hingga malam tiba sikap Kimberly pada Kendra tetaplah sama. Mereka makan malam dalam suasana hening, tak ada perdebatan seperti biasanya.
"Sayang,ada apa tumben kamu banyak diam hari ini nak, apa ada masalah? " tanya Mommy pada putrinya.
"Aku gak papa kok mom!
Mommy menghela nafas panjang, lalu melirik kearah Kendra, putranya. Dia melanjutkan makan malamnya hingga selesai. Kimberly bangkit, pamit pada kedua orang tuanya, lalu pergi begitu saja tanpa menyapa Kendra.
Kendra segera menyusulnya, sementara orang tua mereka hanya saling melirik satu sama lain.
Tok
tok
"Sayang, bolehkah Daddy masuk? " tanya Kendra dengan lembut. Pria itu mendorong pintunya lalu masuk ke dalam, melihat gadisnya yang meringkuk membuatnya tersenyum. Kendra langsung naik ke atas ranjang, mendekap tubuh Kimberly dari belakang. Dia langsung mengumamkan kata maaf telah membuat Kimberly cemburu padanya.
Gadis itu menoleh, menyusupkan wajahnya di dada bidang kekasihnya. Kendra menciumi seluruh wajah gadisnya, pria itu tersenyum geli melihat tingkah Kim yang menghela akan saat cemburu. Kimberly menatapnya dalam, keduanya saling berpagutan dengan liar dan panas.
"Ungh. " Kimberly memberi celah membiarkan Kendra menghisap lehernya, gadis itu meremas rambut sang kekasih dengan kuat. Pria itu mengakhiri ciumannya, Kendra melepaskan kancing piyama gadisnya, lalu melemparnya ke sembarang arah. Setelah itu melepaskan kaca mata yang membungkus bulatan kenyal gadisnya.
Jakun Kendra naik turun melihat benda favoritnya terpampang nyata di depannya. Pria itu segera melahapnya dengan rakus seperti bayi yang kehausan. Kimberly menjerit, perempuan itu mendesah sambil menekan kepala Kendra.
Kendra menjauhkan wajahnya sebentar, pria itu langsung bangun dan melepas kaosnya. Kimberly terpesona dengan tubuh kekar pria yang dia cintai ini. Pria matang itu kembali mengukungnya, kembali bermain dengan gunung kembar milik gadis kecilnya sampai puas.
"Maaf sayang, Daddy hampir kelepasan. " ucap Kendra yang tersadar akan kelakuan dirinya barusan.
"Daddy enggak salah kok, aku juga menikmati sentuhan Daddy! Kimberly membelai rahang kokoh milik pria yang dia cintai. Kendra tersenyum tipis, mencium kening gadisnya dengan penuh perasaan.
__ADS_1
"Kita langsung tidur baby, sudah malam. " Kendra melarang kekasihnya memakai pakaian atasnya. Kini keduanya tidur sambil berpelukan layaknya pasangan suami istri.
Pagi datang begitu cepat, cahaya matahari mulai membiaskan sinarnya melalui celah celah gorden. Suara pekikan seorang wanita membangunkan dua insan yang sedang terlelap.
"Kendra, Kim apa yang kalian lakukan hah? " tanya Mommy dengan suara tingginya.
"Ada apa sih mom? " tanya Kendra dengan suara seraknya. Mommy menatap kesal keduanya, wanita itu meminta keduanya segera bersiap setelah itu ke luar dari kamar Kim.
Kim buru buru membersihkan dirinya begitu juga dengan Kendra. Setelah siap keduanya turun dan menemui orang tua mereka di ruang tengah. "Jadi kalian sudah melakukan itu? " tanya Mommy pada Kendra dan Kim.
"Mommy salah paham kami.. "
"Iya Mom, aku telah melakukannya. " ujar Kendra sambil menggenggam tangan Kimberly. Mommy Irene langsung melotot mendengar pengakuan putranya.
Daddy James sendiri terkekeh, sikap putranya itu mengingatkan dirinya saat muda, dia begitu tak sabaran hingga menyicilnya bersama mommy Irene dulu.
"Mommy maafin Kim hiks. " sesal Kimberly menangis sesegukan. Kendra langsung memeluknya, memberi pengertian pada sang kekasih dan mereka setuju menikah hari ini. Pria itu menjelaskan kejadian sebenarnya namun begitu mommy Irene tetap ingin keduanya menikah hari ini.
Daddy James segera menghubungi para sepupunya. Tak lama paman dan bibi datang, putri mereka Rosalie membantu Kimberly bersiap siap.
"Sudah Kim jangan nangis, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Kendra. " bujuk Rosalie pada Kimberly. Gadis itu segera menghapus air matanya, dia menunjukkan senyumnya pada Rosalie. Selesai bersiap, mereka ke luar dan berangkat bersama menuju ke gereja.
Kimberly merasa gugup, sang bibi mengerti apa yang tengah di rasakan keponakannya ini. Setelah sampai di tempat sakral itu, mereka segera turun dan masuk ke dalam. Kendra dan Kimberly kini tengah berdiri berhadapan dengan pastor yang akan menikahkan mereka.
"Saudara Kendra Arsenio Rahadian bersediakah engkau menerima Kimberly Anha Namira sebagai istri anda dalam suka maupun duka? "
"Ya saya bersedia. "
__ADS_1
"Saudari Kimberly Anha Namira bersediakah engkau menerima saudara Kendra Arsenio Rahasia sebagai suami Anda dalam keadaan apapun? "
Kimberly menatap lekat wajah pria di depannya saat ini sambil tersenyum. "Ya saya bersedia. "
Suara tepuk tangan memeriahkan pernikahan sakral hari ini meski sederhana. Kendra mengambil cincin yang di bawakan oleh sang ibu, menyematkan cincinnya ke jari Kimberly begitu juga sebaliknya. Pria itu mencium istri kecilnya dengan lembut, Kimberly membalasnya. Suara sorakan dan tepuk tangan menghentikan cuma keduanya yang mulai memanas.
"My Little Wife. " gumam Kendra menatap dalam istri tercintanya, keduanya langsung berpelukan. Kimberly justru menangis tergugu dalam pelukan suaminya, Kendra sendiri mengeratkan pelukannya.
"Aku merindukan mama dan papa, Dad!
"Aku tahu baby,mulai sekarang ada aku suamimu, mommy dan daddy dan semua keluarga kita yang menyayangi kamu. " bisik Kendra di telinga istrinya. Kendra mengajak istrinya menemui keluarga mereka, keduanya mendapatkan ucapan selamat dari semua orang. Mommy Irene tampak mengkhawatirkan sang menantu, Kimberly beralih memeluk mertuanya sambil mengungkapkan isi hatinya.
Mommy Irene paham akan perasaan Kimberly yang merindukan kedua orang tuanya. "Sabar ya sayang, orang tua kamu sudah tenang di atas sana, jangan membuat mereka bersedih melihat kamu seperti ini
nak. " bujuk mommy Irene dengan lembut.
"Berbahagialah nak, sekarang kamu telah menjadi seorang istri dan belajarlah melayani suami kamu dalam hal apapun. Satu lagi hilangkan sikap kekanak kanakanmu Kim. " ujar Mommy memberi nasehat pada menantunya.
"Terimakasih mommy, dan maaf jika selama ini aku banyak merepotkan kalian. " ucap Kimberly dengan mata berkaca kaca. Mommy langsung mencium keningnya, setelah mendapat beberapa nasehat dari keluarganya merekapun langsung pergi dari sana.
Kimberly berada satu mobil dengan suaminya, gadis itu bersandar di bahu Kendra. Dia masih tak menyangka akan secepat ini menjadi seorang istri dalam usianya yang masih muda. Kendra kini menggenggam tangan istri kecilnya, menciuminya berulang ulang.
"Aku mencintaimu baby!
"Me too Daddy. " jawab Kimberly sambil tersenyum manis kearah suaminya. Dia berharap bisa melakukan tugasnya sebagai istri Kendra dengan baik.
Kimberly POV
__ADS_1
Ma, Pa kalian di atas sana pasti tahu jika aku telah menikah dengan Daddy Kendra. Aku begitu bahagia ma, Kendra pria yang begitu baik dan posesif padaku. Aku sangat mencintainya sejak awal, doakan aku ya Ma, Pa agar aku bisa menjadi istri yang baik untuk suamiku. Doakan juga agar rumah tangga kami selalu harmonis dan mampu melewati setiap ujian yang ada ke depannya nanti.