
Siapkan mental kalian..!! 🔥
...
Bukk..!!
"Aduhh..!" Lana mengaduh.." Tuan.. kenapa kau kasar sekali..?"
"Sudah melakukan kesalahan masih berani protes?" tatapan mata Arshlan menatap geram kearah Lana, kedua tangannya nampak bergerak melepas jasnya dan melemparkannya asal-asalan kesudut ruangan, kemudian dengan gerakan bak orang yang kesetanan Arshlan membuka kancing kemejanya dengan cepat satu persatu.
"Tuan.. kau.. kau mau apa..?" Lana sedikit panik saat menyaksikan bagaimana tubuh kekar milik Tuan Arshlan yang telah bertelanjang dada kini berada tepat didepan matanya.
Terkesan begitu liat dan keras, terpampang begitu indah dan nyata.
Secara keseluruhan tubuh itu terlihat sempurna dan begitu se xy dimata Lana.
Lengan yang kekar, perut six pack berotot, dan setiap inchi permukaan dada bidang itu ditumbuhi bulu halus dengan beberapa tatoo yang juga menghias di beberapa bagian tubuh dengan warna kulit yang eksotis, menambah kesan maskulin sekaligus berbahaya.
Sungguh pemandangan yang super duper hot. Menggai rahkan dan membuat cenat-cenut.. tapi juga sedikit menakutkan..!
Arshlan menyeringai. "Mau apa? bukankah selama ini kau yang selalu sengaja menggodaku, karena otak kecilmu yang mesum itu selalu berkhayal ingin melakukan semua ini, kan..?"
"T-tapi.. aku tidak berkhayal untuk melakukannya dengan keadaan seperti ini.." kilah Lana sedikit bergidik mendapati tatapan mata Arshlan yang liar, garang dan lapar. Seolah pria itu kini hendak memakannya hidup-hidup. "Tuan.. aku memang selalu berkhayal dan ingin melakukannya. Tapi dengan berkesan.. perlahan.. dan lembut.." Lana masih sempat-sempatnya menerawang, membayangkan gambaran sebuah adegan percintaan yang syahdu.
Mendengar itu Arshlan terdengar tertawa sinis. "Apa kau bilang..? berkesan, perlahan dan lembut..?" ulang Arshlan sambil menatap tubuh mungil Lana yang berbalut dress super mini, yang kini terhempas di ranjangnya yang besar.
Lana mengangguk polos, sambil tersenyum malu-malu.
Arshlan menyeringai lebar. "Berkesan, perlahan dan lembut yah.. hehh, mimpi saja kau..!" seiring dengan ucapannya yang sinis, pria bertubuh kekar itu mendekati ranjangnya dan menarik dress super mini yang sedang membalut tubuh Lana dengan dua jemarinya yang kokoh sekaligus.
Hanya dengan sekali gerakan pria itu telah berhasil mengoyak dress berwarna putih bercampur hijau tosca yang Lana kenakan.
"Aaaaa..!!"
__ADS_1
Lana terpekik.
"Astaga..!! baju baruku..!!" sepasang mata Lana terlihat kesal saat menyaksikan sendiri bagaimana Arshlan mengoyak baju yang awalnya menempel ketat ditubuhnya yang mulai berisi itu lalu membuangnya kelantai. "Tuan, kau ini apa-apaan, kau.. kau merobeknya.. kau merusak baju yang baru aku beli.." protesnya dengan tatapan nanar.
"Aku tidak mau tau dengan baju sia lan itu!!" usai berucap demikian Arshlan mendorong kasar tubuh Lana hingga terlentang, dan langsung menindihnya dengan tubuhnya yang besar dan kekar.
Tubuh Lana yang kini hanya terbalut sepasang lingerie berwarna putih, seolah nyaris menyatu dengan warna kulit Lana yang seputih susu, membuat Arshlan tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuat dirinya dikuasai oleh gai rah yang memabukkan.
'Persetan dengan maksud apa yang hendak dicapai Lana, karena saat ini aku bahkan bisa menukar apapun yang aku miliki didunia ini hanya agar bisa bercin ta sepuasnya dengan bocah nakal ini..!'
Arshlan meraih bibir Lana dan langsung menenggelamkan ciu man yang dalam dan kasar disana.
Melu mat seluruh pemukaan bibir yang semerah cherry dengan tidak sabar, sebelum kemudian lidahnya yang tergesa menerobos masuk kecelah bibir yang manis, mencari sebuah lidah untuk diajak saling beradu dan membelit.
Sementara itu, seperti biasanya, jika sudah demikian maka Lana akan dengan mudah terbuai dan mengikuti arus permainan Arshlan yang dashyat dan menggetarkan seluruh syaraf yang ada disetiap inchi tubuh Lana.
Suara kecipak dari pertukan saliva terdengar sahut menyahut memenuhi setiap sudut kamar Arshlan, seiring dengan ritme permainan yang semakin panas dan meningkat.
Arshlan memilih mengeluarkan isi dari dua cup mungil tersebut tanpa melepaskan pengaitnya. Sengaja membuat dua bulatan mungil itu terekspos dengan terganjal b r a yang dipakai Lana agar membuatnya sedikit padat saat Arshlan menikmatinya.
Lana meremas rambut Arshlan yang berada diatas dadanya, tersenyum senang saat melihat Arshlan begitu menikmati saat pria kekar itu harus menjadi bayi besarnya, yang memuja kedua buah sumber kenikmatan itu berganti-ganti seperti kesetanan.
"Apa kau suka rasanya, sayang..?" tanya Arshlan ditengah-tengah kenikmatan menghisap pabrik susu milik Lana yang belum berproduksi itu.
Lana mengangguk. "Iya Tuan aku suka.. rasanya enak sekali.. mmhh.. terus Tuan.." lagi-lagi Lana meremas rambut Arshlan, mulutnya tak henti menge rang, mende sah, dan berceracau begitu menyadari betapa lincahnya pria itu bermain-main dikedua pucuknya yang lucu.
"Ini belum seberapa, sayang.. mau merasakan yang lebih enak lagi..?"
"Lakukan Tuan.. aku mau merasakannya.." pinta Lana tak sabar sambil menatap penuh damba.
Arshlan menge cup bibir Lana yang terus mengucapkan kalimat-kalimat nakal yang seolah menjadi penyemangat untuknya agar memberikan service terbaik.
Wajah Arshlan dipenuhi senyum kemenangan saat menyadari bahwa Lana sangat menyukai semua hal yang ia lakukan, terlebih saat ini sebelah tangan Arshlan mulai menelusup ke area segitiga yang menutupi gua keramat, yang tidak lama lagi akan dinikmati oleh Arshlan.
Tapi gerakan jemari Arshlan yang bergerilya nakal mendadak terhenti, padahal saat jemari kekar itu bergerak perlahan, belum apa-apa tubuh Lana sudah meliuk -liuk kesana-kemari.
__ADS_1
"Tuan.. ada apa? kenapa berhenti?" protes Lana yang tidak rela kehilangan rasa kenikmatan yang semakin menggelora.
"Lana.. kenapa ini.. basah sekali..?" Arshlan bergumam keheranan. "Kamu.. ngompol yah..?"
Lana terkesiap mendengar tuduhan tak berdasar itu disaat-saat yang begitu intim seperti ini.
"Tidak, Tuan.. mana mungkin aku ngompol diatas tempat tidur Tuan?" elaknya dengan wajah bersungguh-sungguh.
"Kalau tidak ngompol lalu ini aaap.."
Mengambang.
Detik berikutnya Arshlan terlihat telah melotot geram, menarik nafasnya, mencoba menahan luapan emosi yang hendak meledak manakala ia mencoba menarik jemarinya dari balik segi tiga pengaman milik Lana sehingga menyadari apa yang sedang terjadi.
"Kurang aj ar kau Lana, kenapa kau tidak bilang kalau sedang datang bulan..?!"
Arshlan mengumpat kesal, saat menyadari tangannya yang awalnya hendak menjelajahi hutan perawan.. malah keluar dari sana dengan belumuran darah..
Seolah habis digigit ular berbisa..
.
.
.
Bersambung..
Ngakak so Hard.. 🙏🤣
Yang belum favoritekan novel ini buruan yah..
Like, Comment, Vote-nya ditunggu.. 🤗
Thx and lophyuu all.. 😘
__ADS_1