
Follow my Ig. @khalidiakayum
...
"Aku ingin bertemu Arshlan. Boleh aku masuk sekarang..?"
Amanda dan Her yang sedang memilah laporan dari beberapa divisi untuk dimasukkan kedalam ruang kerja Arshlan sontak mengangkat wajah mereka serentak.
Disana, tepat didepan meja sekretaris milik Amanda, seorang wanita berambut hitam legam serta panjang terurai berdiri tegak dengan penuh percaya diri.
Her berdecak dalam hati saat mengetahui siapa gerangan tamu istimewa Tuan Arshlan di siang ini.
'Belum selesai dengan ular betina yang masih berada didalam ruangan sang bos besar.. muncul lagi ular betina yang tak kalah berbisa..'
Begitulah benak Her berucap dalam diam.
Wanita cantik berbibir mungil itu mengenakan hem putih yang terbalut blazer berwarna coklat tua. Sepintas penampilannya terlihat formal dan sopan sebelum Her menyadari jika dua kancing atas hem tersebut ternyata sengaja dibuka demi menonjolkan dua bukit yang membusung dengan ukuran over size, serta rok cokat tua senada dengan potongan yang super mini hingga nyaris sampai dipangkal paha.
"Maaf Nona Maura, saat ini Tuan Arshlan sedang bersama kekasih barunya. Mohon tunggulah sebentar.."
Kalimat ramah Amanda sanggup membuat Maura terhenyak, sementara Her lagi-lagi hanya berdecak dalam hati.
Her hanya berdiam diri karena mulai bisa memahami alur permainan yang sedang terjadi.
"Apa kau bilang? kekasih baru Arshlan..?" mata Maura telah melotot kaget, suaranya bahkan terdengar memekakan telinga.
'Dasar playboy..!'
Maura mengumpat geram, saat sosok gagah Arshlan melintas dibenaknya. Seperti biasa, pria itu terus mengejar wanita yang menjadi targetnya dengan begitu lihai.
__ADS_1
Amanda mengangguk mengiyakan. "Kedatangan Nona Siska sekaligus untuk menandatangani kontrak pemotretan iklan. Tuan Arshlan sangat menyukainya, sampai-sampai menawarkan Nona Siska menjadi bintang iklan utama produk terbaru.."
"Siska..?" Maura termanggu sejenak seolah sedang mencari clue tentang kekasih baru Arshlan yang bernama Siska.
"Sebelum ini, dia adalah kekasih Tuan Aldo.." tanpa diminta Her telah membantu Maura untuk membuka jalan ingatan.
Maura sedikit terhenyak mendengarnya. Masih lekat dalam ingatannya bayangan seorang gadis belia seusia Lana, yang menggandeng lengan Aldo dengan intim disepanjang pesta Marco beberapa hari yang lalu.
'Gadis belia itu.. bahkan sempat menyapa Lana seperti seorang teman lama, meskipun Lana membalas sapaannya dengan enggan..'
Maura masih sibuk berkutat dengan ingatannya manakala pintu ruang kerja Arshlan telah terbuka.
Seorang gadis belia terlihat keluar dari sana dengan wajah ceria, seolah mewakili isi hatinya yang sedang berbunga-bunga.
Berbeda dengan Maura, yang berdiri dengan tangan terkepal, saat menyadari gadis yang memenuhi otaknya adalah sosok yang sama.
"Nona Siska tunggu sebentar.." seruan Amanda telah menghentikan langkahnya, Amanda memburu langkah Siska, setelah terlebih dahulu meraih selembar note kecil yang ada diatas meja.
"Hanya ingin mengkonfirmasi, apakah Tuan Arshlan telah memberikan ini..?" Amanda menyodorkan kertas note yang sama dengan yang ada ditangan Siska.
"Presidential suite Hotel Marion..?" Siska terlihat berucap bangga saat membaca sekilas tulisan di kertas note milik Amanda, kemudian gadis itu telah tersenyum manis sambil melambaikan note miliknya yang berada di kertas serupa. "Maaf Amanda, tapi Tuan Arshlan sudah memberikan note yang sama secara langsung.."
"Benarkah..? oh, baiklah Nona.. silahkan bersenang-senang.." balas Amanda sambil menunduk takjim.
"Cihh.. dasar lebay.." Maura melengos menyaksikan adegan didepan matanya itu. "Sialan, Arshlan.. aku pikir dia sudah berubah, ternyata malah lebih menggila..!" umpat Maura yang tanpa aba-aba langsung menuju ruangan Arshlan, siap menumpahkan semua kekesalannya untuk pria brengsek yang gemar bermain wanita..
Siapa lagi kalau bukan Tuan Arshlan..!
XXXXX
__ADS_1
"Maura.. aku menerima tawaranmu untuk bertemu bukan untuk mengurusi urusan pribadiku, melainkan untuk menyelesaikan semua sisa-sisa persoalanku denganmu.."
Maura terdiam mendengar kalimat Arshlan yang terucap santai namun tegas.
Sedikit rasa malu hinggap ditepian hatinya menyadari ia telah kalap saat mengomeli Arshlan seperti layaknya seorang kekasih meskipun sudah jelas-jelas Arshlan tidak menginginkan dirinya lagi.
Pria itu telah berubah. Sangat jauh. Sehingga Maura bahkan merasa tidak bisa mengenali Arshlan lagi, apalagi menyentuh hatinya.
Maura tertunduk lemah, air matanya jatuh perlahan. Kendatipun dirinya bukan wanita yang sempurna namun ia bersungguh-sungguh mencintai Arshlan.
Maura telah berada di sisi Arshlan, jauh sebelum Arshlan menggenggam seluruh dunia. Hatinya terus terpaut lekat kendati ia telah berusaha berpaling berkali-kali.
"Maaf Arsh, sebenarnya bukan maksudku untuk mencampuri urusan pribadimu. Tapi ketahuilah, bahwa dalam beberapa hari terakhir, aku telah berusaha untuk menerima kenyataan. Melihat kau terlihat bahagia dengan pernikahanmu, sepertinya aku harus merelakanmu menjemput kebahagiaan. Tapi apa yang kulihat hari ini.. sungguh membuatku kecewa.."
Ulu hati Arshlan telah tertohok sempurna oleh ucapan Maura, namun ia menyembunyikan perasaannya lewat senyum yang datar. Tubuhnya bahkan tidak bergeming.
"Kenapa, Arsh..?" suara Maura terdengar lirih. "Meskipun sudah menikah, ternyata kau bahkan belum berubah menjadi lebih baik seperti yang aku kira.. tapi kenapa aku tetap tidak diberi kesempatan..?"
Arshlan membuang nafasnya perlahan.
Maura memang benar, setelah menikah dengan Lana, hati Arshlan telah tertutup untuk wanita itu.
Tidak. Bukan seperti itu.
Tepatnya, hati Arshlan telah tertutup untuk semua wanita.. tidak hanya kepada Maura saja.
"Maura, lupakanlah keinginanmu itu, seperti halnya aku yang juga berusaha melupakan semua kesalahan, kelicikan serta semua pengkhianatanmu kepadaku. Kamu pasti tau seperti apa diriku selama ini, kan..? aku bukanlah orang yang pemaaf dan murah hati, tapi saat ini, aku bahkan ingin berdamai denganmu.."
...
__ADS_1
Next boleh, tapi tinggalkan support dulu dong.. yang double-double yah.. kan up double.. 😀
(Idiihh.. lagi-lagi ngarep lu, Thoorrr.. 🤪)