
Pengen cepat baper, baca PASUTRI 🥰 Tamat loh.. 🤗
Pov sehari sebelumnya..
Aldo terlihat semringah saat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Arshlan sedang membubuhi tanda tangannya yang berharga diatas kontrak kerja milik perusahaannya.
"Luar biasa.. terima kasih, Arsh.." Aldo menjabat tangan Arshlan dengan suka cita, begitu menyadari semua perjanjian yang mengatur tentang persetujuan kerjasama antara Tuan Arshlan dengan perusahaan miliknya telah resmi ditanda tangani Arshlan.
"Seperti yang kau inginkan. Tapi kau tidak lupa dengan syaratnya, kan..?" pungkas Arshlan sambil tersenyum.
"Of course. Aku bisa memastikannya, bahwa sekarang aku adalah seorang pria yang lajang.." ujar Aldo terlihat begitu yakin, yang disambut dengan anggukan kepala Arshlan.
Yah.. akhirnya hal yang diimpikan Aldo selama ini membuahkan hasil. Karena untuk yang pertama kalinya Aldo berhasil mendapatkan kontrak kerja sama atas kepercayaan Arshlan yang tidak tanggung-tanggung, setelah ia berhasil memenuhi persyaratan aneh dari pria itu.
Persyaratan aneh, namun sangat mudah untuk dilakukan oleh Aldo.
Tadi pagi, tanpa melewati perantara Her seperti biasa, Arshlan telah menghubungi Aldo secara langsung.
Pria itu telah menyatakan kesediaannya untuk menandatangani kontrak kerja sama yang sudah sejak tiga hari yang lalu berada diatas meja kerja Arshlan, hanya dengan satu syarat, agar Aldo mau memutuskan hubungannya dengan Siska, kekasihnya saat ini.
"Detik ini kau putuskan dia, detik ini pula tanda tangan persetujuanku menjadi milikmu.."
"Deal.." ujar Aldo tanpa berpikir dua kali, sambil menatap Siska yang sedang mengunyah sarapan dihadapannya.
Dan saat pembicaraan dengan Arshlan usai, Aldo benar-benar memutuskan Siska tanpa ampun. Tak peduli meskipun Siska yang terkejut bahkan harus meneguk air mineral segelas penuh karena telah tersedak roti tawar yang sedang ia kunyah saking kagetnya Siska dengan keputusan Aldo yang tanpa angin dan tanpa hujan, mengucapkan kalimat menyakitkan.
"Tuan Aldo, tolong jangan pergi seperti ini.. katakan apa salahku sehingga Tuan memutuskan hubungan tanpa alasan yang jelas.." ucap Siska saat itu sambil menahan lengan Aldo yang menyeringai sinis.
"Kau tidak salah. Tapi aku yang telah bosan.."
"Tuan.. kita bahkan baru dua kali berkencan.."
"Kalau begitu kau beruntung, karena biasanya aku hanya butuh satu kali untuk berkencan dengan wanita.."
Wajah Siska merah padam, menahan malu dan sakit hati. Ia tak bisa lagi menahan langkah Aldo untuk berlalu, karena Siska bahkan tidak tau, betapa tak sabarnya Aldo untuk menemui Arshlan detik itu juga.
"Arsh.. saat di pesta Marco, aku pikir kau telah berubah. Aku tidak menyangka setelah terlihat begitu mencintai istrimu, ternyata kau masih mencoba menggoda sahabatnya.."
__ADS_1
Aldo sudah tau dari jauh hari jika Lana dan Siska adalah sepasang sahabat, karena kedua gadis belia itu datang bersama saat pesta Arshlan di yacht tempo hari.
Arshlan tersenyum kecut. "Apa kau menyesal telah memutuskannya..?" usut Arshlan yang ditanggapi gelengan kepala Aldo secepat kilat.
"Tidak. Aku belum menemukan tempat perhentian yang tepat.. untuk apa menyesal memutuskan seorang wanita..?"
Sesungguhnya Aldo tidak hanya sedang bercerita tinggi melainkan ia berkata benar.
Memangnya apa susahnya memutuskan hubungan dengan seorang wanita..?
Aldo bahkan begitu sering melakukannya sebelum ia memacari Siska, setelah terlebih dahulu merayu gadis itu saat masih menjadi gadis kecilnya Om Romi.
XXXXX
"Tuan.. aku tidak menyangka, Tuan ternyata sangat murah hati.."
Wajah Siska nampak berbinar saat ia menatap Arshlan. Gadis itu sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat mengetahui Tuan Arshlan telah memberikan dirinya pekerjaan spesial untuk menjadi salah satu model dadakan yang akan menjalani satu sesi pemotretan dari sebuah produk elektronik terbaru milik perusahaan Tuan Arshlan.
Yang membuat Siska terkesima adalah besaran honor yang ia terima yang bernilai fantastis. Belum lagi saat mengetahui jika di sesi pemotretan yang akan dilaksanakan besok itu dirinya bahkan akan dipasangkan dengan seorang model papan atas.
'Benar-benar rejeki nomplok..!'
Setelah sehari sebelumnya ia terpuruk karena diputuskan Tuan Aldo sang kekasih secara tiba-tiba, Siska tidak menyangka sore itu ia akan menerima sebuah telfon dari seorang wanita yang mengaku bernama Amanda, sekretaris Tuan Arshlan.
Tidak panjang lebar, wanita bernama Amanda itu hanya mengatakan bahwa Tuan Arshlan begitu tertarik dengan dirinya sehingga meminta kesediaan Siska secara khusus untuk menjadi model salah satu produk yang akan launching dalam waktu dekat.
Sejujurnya, lebih dari semua rasa senangnya, kalimat Amanda tentang Tuan Arshlan yang sangat tertarik padanya itulah yang membuat Siska berdebar-debar. Apalagi saat mengetahui Tuan Arshlan ingin bertemu dirinya secara langsung terlebih dahulu, semua itu telah membuat angan-angan Siska melambung jauh.
Selama ini ia tidak bermimpi bisa mendapatkan perhatian seorang Tuan Arshlan.. tapi menyadari Lana, sahabatnya yang culun itu bahkan begitu tidak tau malu menyodorkan diri sehingga bisa dinikahi pria sehebat Tuan Arshlan.. rasanya semua itu tidak mustahil buat dirinya juga..!
Arshlan tersenyum jumawa dibalik meja kerjanya yang besar dan mahal. Ia duduk melipat kedua tangannya dengan tenang, sambil terus mengawasi Siska yang baru saja menandatangani kontrak kerja yang ada diatas meja dengan lekat, sehingga Siska menjadi sedikit salah tingkah.
"T-Tuan Arshlan.. kenapa Tuan terus menatapku seperti itu..?" tanya Siska malu-malu.
"Apakah aku tidak boleh menatap kekasih sahabatku..?" pancing Arshlan seperti biasa, sangat lihai merayu. "Kalau begitu maaf, sudah menjadi kebiasaanku tidak bisa berpaling jika menghadapi wanita cantik.."
Sepasang pipi Siska nampak merona. Sisi hatinya merasa sedikit tidak enak menerima pujian dari pria yang notabene adalah suami dari sahabatnya, tapi oh come on.. wanita mana yang tidak senang dipuji oleh seorang Tuan Arshlan..?
"Tuan, sebenarnya.. aku.. sudah putus dengan Tuan Aldo.."
__ADS_1
"Benarkah..?" Ashlan berpura-pura terkejut.
"Kemarin.. Tuan Aldo telah memutuskan hubungan kami begitu saja." ujar Siska, kemudian ia telah menatap Arshlan lagi. "Astaga.. maaf Tuan, aku tidak bermaksud mengumbar persoalan pribadiku.."
Arshlan menggeleng sambil tersenyum. "Tidak apa-apa, aku justru lega mendengarnya. Setidaknya.. aku tidak perlu merasa tidak enak dengan Aldo.."
Mau tak mau jantung Siska berdebar lagi mendengar ucapan yang seolah memiliki makna terselubung itu.
Mendadak Siska teringat kalimat Amanda di telpon bahwa Tuan Arshlan sangat tertarik dengan dirinya. Apakah itu artinya..
"Apa kau masih sering berhubungan dengan Lana..?" kalimat Arshlan sukses memupus seluruh pemikiran Siska yang mulai mengharapkan yang tidak-tidak.
"Semenjak kejadian di yacht tempo hari hubunganku dengan Lana telah terputus, Tuan. Karena itulah terus terang aku sangat kaget saat menyadari Lana telah menjadi istri Tuan, tepat dipestanya Tuan Marco."
Arshlan terlihat menarik nafasnya berat. "Aku.. sebenarnya aku pun tidak menyangka mengapa aku bisa menikahi Lana secepat itu.." desis Arshlan dengan wajah yang terlihat murung dimata Siska, semakin membuat tekadnya mulai berkobar dengan aneh.
"Tuan, aku turut prihatin jika memang kenyataannya seperti itu." Ia memberanikan diri menyentuh jemari Arshlan yang tergeletak lesu diatas meja. "Aku tau apa yang kau rasakan, Tuan.. karena Lana.. sahabatku itu.. benar-benar tidak bisa diharapkan.." lirih Siska dengan nada mendayu, jemarinya bergerak menggoda, menyusuri jemari Arshlan dengan semakin berani saat menyadari pria itu tidak menolak saat disentuh.
"Siska.." desis Arshlan dengan nada berat. Ia meremas jemari Siska sejenak sebelum kemudian menarik tangannya begitupun dengan tubuhnya, hingga terlihat kembali bersandar di sandaran kursi kebesarannya.
"Tuan.. aku.."
"Besok." pungkas Arshlan datar, sambil menatap wajah Siska lekat.
"A-apa..?"
Wajah Siska diliputi tanda tanya, terlebih saat melihat Arshlan mengambil selembar kertas note dan terlihat menulis sesuatu disana.
"T-tuan.. apa ini..?" Siska bertanya ragu, namun ia tetap menerima kertas note yang disodorkan Arshlan kepadanya, yang ternyata berisi informasi nama sebuah hotel mewah lengkap dengan nomor kamarnya.
"Temui aku besok malam usai pemotretan. Aku akan menunggumu disana.."
...
Bersambung..
Double up.. 🥰
Sore-sore begini enaknya kalau dikasih kopi.. ðŸ¤
__ADS_1