
"Kalau seperti ini, kau terlihat semakin sexy..." puji Arshlan, berucap sambil menelan ludahnya.
Jakun dilehernya ikut bergerak-gerak saat mengawasi pemandangan ero tis yang mengguncang jiwa dan hasratnya, dimana sekujur tubuh Lana terlihat sangat ingin tersentuh lebih banyak olehnya.
"Sayang... aku menginginkanmu..."
"Aku juga sayang..."
"Lalu kenapa tidak melakukannya...? apa kau tidak menginginkan aku lagi...? apa aku tidak lagi menarik....?"
Arshlan tertawa kecil mendengar pertanyaan polos bernada protes itu.
"Tentu saja aku akan melakukannya sayang... bagaimana mungkin aku tidak menginginkanmu? lalu kata siapa kau tak lagi menarik? hanya kau satu-satunya wanita yang paling menarik dimataku..."
"Benarkah...?"
Arshlan mengusap lembut pipi Lana yang memerah, dan tanpa menunggu lebih lama tangan kirinya telah menarik handuk yang melilit dipinggangnya, melemparkan handuk tersebut kesembarang arah.
Lana menatap takjub jamur raksasa milik suaminya yang begitu kekar dan telah mengeras sempurna meskipun ia belum menyentuhnya.
Masih lekat dalam ingatan Lana bagaimana dulu ia sangat ketakutan saat pertama kali jamur raksasa itu memaksa masuk ketubuhnya.
Untung saja saat melakukannya unbox ing untuk yang pertama kalinya, Arshlan telah membawa Lana ke pulau pribadi miliknya yang tak berpenghuni, sehingga Lana tidak merasa malu saat berteriak, menjerit dan menangis dengan kencang.
Saat itu, mendapati penolakannya yang gigih karena rasa sakit yang ia terima, Arshlan malah membujuknya dengan yakin bahwa setelah semua itu Lana tidak mungkin membencinya... malah sebaliknya, akan semakin mencintai Arshlan.
Mengenang semua pengalaman di pulau pribadi milik Arshlan yang merupakan pengalaman menakjubkan dan tak mungkin terlupakan itu membuat Lana diam-diam tersenyum malu.
"Apakah kau memang sangat menyukai 'milikku' yang dibawah sana sehingga lagi-lagi kau tersenyum diam-diam sambil menatapnya dengan kagum...?"
Lana terlonjak kecil mendengar bisikan nakal Arshlan yang menggodanya.
"Kau ini bicara apa...?" elak Lana sambil berpura-pura membuang pandangannya kearah lain.
"Akui saja... 'dia' hebat kan...?"
Lana melotot karena Arshlan yang terkesan belum mau berhenti membahas jamur raksasa miliknya yang memang super hebat.
__ADS_1
"Aku bahkan tidak mengatakan apa-apa, tapi kau terus menyimpulkan semuanya."
"Aku bisa membaca pikiranmu, sayang. Kau tergila-gila dengan..."
"Just stoped it."
Lana meninju kecil dada berbulu milik Arshlan, membuat Arshlan tergelak sempurna, tak peduli dengan wajah Lana yang memerah menahan malu karena ketahuan begitu mengagumi sang jamur raksasa yang selalu membuatnya luluh lantak nyaris sepanjang malam.
Arshlan mema gut bibir yang sedang cemberut itu masih dengan senyuman yang sedikit usil, memaksa Lana yang awalnya jual mahal namun kemudian diluluhkan dengan begitu mudahnya oleh pria itu.
🍄🍄🍄🍄🍄
"Sayang, sebenarnya barusan aku memang sedang mengenang kenangan saat kita melakukannya untuk yang pertama kali.." lirih Lana saat Arshlan menarik sentuhannya sejenak.
Arshlan tersenyum. "Benarkah...?"
"Hhhmm..."
"Aku juga sering mengenangnya. Itu adalah moment yang sangat indah... dan mendebarkan..."
"Aku masih mengingatnya dengan jelas. Kau bahkan menangis dan menjerit seperti anak kecil yang terluka..."
Lana tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak tertawa begitu mendengar penilaian Arshlan tentang sikapnya yang begitu polos, sementara Arshlan adalah kebalikannya. Pria itu sangat berpengalaman, kuat... dan bisa dikatakan sedikit brutal dalam bercinta.
"Awalnya kau menangis seperti anak kecil, memukulku sambil berteriak kesakitan, tapi setelah itu... kau terus mende sah dan terus menyebut namaku tanpa henti... memohon kepadaku agar jangan berhenti..."
"Tuaann..." pungkas Lana begitu saja. Manja, dan menggoda.
"Ha...?!"
"Sudah lama tidak memanggilmu begitu..." Lana terkikik mendapati ekspresi terkejut diwajah Arshlan begitu ia menyebut kata 'Tuan' dengan intonasi dan ekspresi wajah super nakal.
Dulu, Lana memang selalu memanggil Arshlan dengan panggilan 'tuan'. Boro-boro memanggil 'sayang', Lana bahkan tidak berani menyebut nama 'Arshlan' begitu saja.
"Mendengar panggilan 'tuan' dari bibirmu itu mendadak aku jadi lebih bergai rah..." Arshlan langsung menerkam tubuh mungil Lana yang berada dibawah tubuhnya, melancarkan cumbuannya dengan sangat menuntut.
Mendapati perlakuan itu membuat Lana tertawa kecil, sebelum kemudian mulai menge rang lembut karena cum buan Arshlan yang semakin menguasai semua titik sensor kenikmatan yang ada ditubuhnya.
__ADS_1
"Tuaaann... lakukan sekarang tuaann..." ujar Lana semakin memprovokasi hasrat Arshlan yang menggelora.
"Ohh... sh it..."
Desis Arshlan kalap begitu telinganya dirayu oleh desa han nakal Lana yang seolah sengaja membuat Arshlan semakin menggila.
"Lana, kau sengaja ingin membuatku gila yah...? baiklah sayangku... aku akan membuatmu menyesal karena begitu berani membiarkan aku lepas kendali..."
Usai berucap demikian Arshlan merentangkan kedua paha Lana, kedua tangannya yang besar terlihat menekan kedua paha itu dengan kuat sebelum akhirnya ia memposisikan tubuhnya dengan tepat guna membenamkan jamur raksasa miliknya kedalam gua keramat.
Sebuah tusukan yang dalam, sedikit kasar, namun menghasilkan pertautan yang luar biasa indah telah membuat tubuh Lana sedikit terjingkat.
"Aaww... tuaaann.." Lana menjerit tertahan, namun manakala tubuh Arshlan telah memacu tubuhnya yang seputih susu itu dengan brutal, Lana pun kembali merin tih manja.
Irama percintaan mereka yang semakin lama semakin cepat dipagi itu telah memenuhi keseluruhan sudut kamar mewah yang mereka tempati, sementara dari mulut mungil Lana tak henti-hentinya mengeluarkan seluruh ekspresi kenikmatan atas aksi Arshlan yang luar biasa, yang telah membuat tubuhnya berguncang hebat.
"Sshh... sayaangg... ohh..."
Lana kembali menjerit tertahan, begitu Arshlan berhasil melemparkan seluruh jiwa dan raganya kepuncak tertinggi dari sebuah kepuasan.
"Sayangku... kau sangat hebat..."
Arshlan menyeringai mendapati pujian Lana untuknya. Wajah gadis itu terlihat memerah dibanjiri peluh.
"Ini belum seberapa, sayang... masih ada begitu banyak kenikmatan lain yang harus kau dapatkan setelah ini..." bisik Arshlan sambil mengangkat tubuh Lana yang terlentang letih, tanpa menjauhkan kedua buah pusat tubuh mereka berdua yang masih bertaut mesra, Arshlan telah memaksa Lana untuk menduduki tubuh kekarnya yang kini balik terlentang. "Imbangi aku..." pungkasnya, memerintah Lana dengan nada suara yang berat dipenuhi pijar gai rah yang belum juga padam.
Lana mengangguk sambil tersenyum manis. Dari atas perut Arshlan yang keras berotot ia menggoyang pinggulnya yang se xy dengan irama yang cepat... membuat Arshlan yang berada dibawahnya mabuk kepayang atas sensasi keindahan sekaligus pemandangan yang berada didepan matanya... dimana tubuh polos milik Lana yang seputih susu terus membentur pinggulnya dengan keras... menghasilkan bunyi khas tubuh yang sedang beradu dengan nikmat.
Lana terus bergerak...
Ibarat sedang membuai Arshlan beserta keindahan seluruh semesta alam...
Untuk memuja dirinya seorang...
...
Next... jangan lupa di support dulu yah... 🥰
__ADS_1