
"Ini adalah sebuah penyiksaan yang nikmat.."
Arshlan berbisik ditelinga Lana, manakala tubuh keduanya kembali rebah bersimbah peluh, padahal mereka hanya bermain-main diluar arena seperti selama ini.
Lana tersenyum mendengar kalimat yang begitu intim itu, dan hatinya tidak bisa tidak untuk berbohong. Lana bahkan cukup bahagia bisa menyenangkan dan memuaskan Tuan Arshlan dengan segenap kemampuannya.
Saat Arshlan berbalik terlentang Lana pun langsung beringsut mendekat, masuk kedalam tubuh yang lembab berkeringat, meringkuk disana dengan nyaman, diatas lengan dengan otot yang kekar.
Jemari Lana membelai dada bidang Arshlan dengan lembut, dalam hati ia tak berhenti mengagumi semua kekuatan pria itu yang terkemas apik dalam sebuah pesona yang sungguh begitu liar, yang hanya dengan membayangkan kekuatannya, sudah membuat Lana bergidik namun merona.
Lana merasa tidak sabar menunggu tamu tak diundang untuk hengkang, sakin begitu inginnya Lana untuk merasakan kekuatan pria itu seutuhnya yang bergerak penuh didalam dirinya.. mendobrak dinding-dinding gua keramat yang sudah pasti akan menimbulkan percikan rasa nikmat tiada tara..
"Tuan.. aku sangat menginginkanmu.." Lana tak tahan untuk mengucapkan kalimat yang syarat akan makna keintiman tersebut, dan ia bersembunyi di bawah lengan Arshlan saat pria itu menertawai keinginan mesumnya.
"Aku juga tidak tahan untuk bisa segera memuaskanmu, Sayang. Kenikmatan yang terus berakhir seperti ini membuatku merasa seolah terus berhutang padamu.."
"berhutang..?" ucap Lana sambil mengintip sedikit.
"hmm.."
"Kepadaku?"
"Hhmm.."
Lana terlihat mengerinyit.
"Karena sampai detik ini aku belum bisa memuaskan dirimu dengan sebenar-benarnya kepuasan yang tiada tara. Kau pasti belum pernah merasakan bagaimana rasanya kan..?"
Lana menggeleng, bulu kuduknya meremang mendengar cita-cita Tuan Arshlan, namun bibirnya tetap tersenyum nakal seolah menantang. "Tuan membuatku merasa semakin tidak sabar.."
Arshlan tersenyum.
"Tuan, apakah rasanya begitu luar biasa..?" tanya Lana penasaran, terlebih saat menyadari tubuh dibagian bawahnya telah berkedut liar.
"Kalau datang bulanmu selesai, aku berjanji akan mengirimmu ke surga kenikmatan.."
Lana semakin merona mendengarnya.
__ADS_1
"Kau harus percaya, bahwa aku bahkan sanggup melakukan itu berkali-kali.."
"Melakukan apa..?" pancing Lana sambil meremas dada Arshlan dengan lembut.
"Melemparmu ke surga.." bisik Arshlan sambil menggigit pipi Lana dengan gemas. "Kalau waktunya tiba jangan sampai kau menyerah.."
"Tidak akan."
"Wah.. kau berani menantangku rupanya.."
"Tentu saja aku berani. Aku kan masih muda. Ibarat mesin, tarikannya masih full.."
"Apa?! jadi kau bermaksud menertawai umurku..?!" Arshlan mendelik namun Lana malah cekikikan melihat pria itu yang seolah kebakaran jenggot karena tidak terima diremehkan keperkasaannya.
Terang saja Arshlan sewot, bagaimana mungkin ia bisa menerima diledek seperti itu oleh bocah ingusan seperti Lana, yang notabene belum pernah merasakan nikmatnya bercin ta, sementara diluar sana Arshlan bahkan dikenal sebagai pria tangguh yang ibarat banteng marah saat berada diatas ranjang.
Terus mengamuk, kuat, kasar, tangguh, dan sanggup membuat setiap wanita bin al sekalipun sekarat karena panasnya suhu percintaan.
"Tuan, jangan marah, aku hanya bercanda.." tukas Lana sambil mengelus rahang berbulu kasar, yang mengeras karena sedang menahan kesal.
"Huhh..!" Arshlan membuang wajahnya dongkol.
"Kau sudah meremehkan aku.."
"Kan sudah aku bilang, aku hanya bercandaaa.. Tuaann.." berucap sambil mengubah posisinya dengan naik keatas tubuh Arshlan seperti anak kecil yang sedang menelungkup dilantai.
Tidak hanya itu, dengan ekspresi wajah polosnya ia juga mencium random seluruh permukaan wajah Arshlan, bahkan begitu berani menjilat ujung hidung Arshlan dengan ujung lidahnya.
Melihat kelakuan Lana tersebut membuat Arshlan tidak bisa lagi menahan tawanya.
"Kau ini..!" Arshlan menepis Lana begitu saja hingga kembali jatuh kesamping tubuhnya, langsung mengunci pergerakan gadis itu dengan pelukan demi mencegahnya berbuat keusilan yang serupa.
Lana tertawa girang mendapati bahwa ia telah berhasil mengenyahkan kekesalan Arshlan dalam sekejap.
Mereka bertatapan dengan lekat, dan kini Arshlan telah membiarkan jemari lentik itu menyusuri seluruh permukaan wajahnya dengan bangga dan penuh kekaguman.
'Ternyata dimatanya, aku setampan itu. Hehe.. tentu saja.. aku kan memang tampan..!'
__ADS_1
Arshlan membathin narsis sambil tersenyum, terbuai dengan sentuhan ujung jemari yang seolah sedang menjelajahi setiap lekuk terkecil diwajahya.
"Tuan, didalam hidupku, aku hanya menginginkanmu dirimu. Tidak ingin hal yang lain lagi.." gumam Lana sambil menyentuh kedua pipi Arshlan yang ditumbuhi jambang yang kasar namun justru karena itulah vibes pria itu selalu terlihat jantan dan se xy.
Arshlan tersenyum. "Aku juga mengingingkanmu, Sayangku.. aku sungguh tidak sabar bisa memiliki dirimu beserta semua keutuhan yang ada didalamnya.." bisik Arshlan lagi, sebelum kembali melabuhkan ciuman yang basah, hangat.. penuh damba..
Sehingga di sisa malam yang syahdu itu.. kembali mereka habiskan dengan saling bercumbu..
Terus bertukar kenikmatan tanpa letih..
XXXXX
Siang ini, tulisan 'CLOSED' terpampang jelas di sebuah butik yang paling terkenal dikota.
Butik bernama 'SWD Fashion' yang terkenal sebagai butik yang memajang semua produk fashion lengkap dengan kwalitas tinggi serta harganya yang selangit itu sengaja ditutup oleh seorang Tuan Arshlan, hanya demi memanjakan istri kecilnya.
Pemilik butik tersebut merupakan seorang wanita muda bernama Larasati Djenar, istri dari salah satu kenalan sekaligus kolega bisnis Tuan Arshlan yang sering disapa Tuan Rudi Winata.
Dan meskipun masih muda, namun istri Tuan Rudi Winata itu sukses menjalankan bisnis dibidang fashion sehingga saat ini gaungnya telah menembus pasar internasional.
"Asisten Jo, kenapa belanjaannya menjadi sebanyak ini? bukankah aku hanya membutuhkan satu gaun untuk menghadiri acara Tuan Marco..?" Lana terbelalak begitu mendapati begitu banyak bag serta kotak yang terkemas rapi disudut ruangan butik tersebut.
"Aku mengambil semua baju yang terlihat cocok, saat tadi Nyonya mencobanya satu persatu.." ucap Asisten Jo yang menjawab pertanyaan Lana dengan tenang.
Mendengar itu sepasang mata Lana kembali melotot sempurna. "A-apppaa..?! kau mengambil semuanya..?? tapi untuk apa mengambil semuanya sementara aku hanya membutuhkan satu..?"
"Aku hanya menjalankan perintah, Nyonya. Tuan Arshlan telah memerintahkan dengan tegas untuk membeli semua pakaian, sepatu, perhiasan dan aksesoris yang sekiranya terlihat bagus untuk Nyonya kenakan.."
Lana menggelengkan kepalanya berkali-kali nyaris tak percaya dengan apa yang sedang didengarnya.
Bayangkan.. ia sudah cukup terkesima saat menyadari Tuan Arshlan bahkan telah menutup seluruh butik SWD Fashion hanya demi memberikan kenyamanan untuknya memilih semua yang ia perlukan untuk pesta tersebut, sekarang malah ditambah lagi dengan memberikan Asisten Jo titah untuk memborong begitu banyak baju, sepatu serta perhiasan dan aksesoris dari butik yang mahal ini..!
"Nyonya Lana tidak perlu khawatir, Tuan Arshlan adalah pelanggan tetap butik ini. Semua barang-barang yang dibeli saat ini, jumlahnya tidak ada apa-apanya untuk ukuran Tuan Arshlan.."
Suara seorang wanita yang telah berada tepat dibelakang punggung Lana terdengar, membuat Lana sontak membalikkan tubuhnya.
Disana, seorang wanita yang sangat cantik dengan wajah oriental nampak tersenyum ramah kearah Lana.
__ADS_1
...
Next boleh, Like and Support jangan lupa yah.. 🤗