TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
19. AKTIFITAS TIGA PRIA


__ADS_3

Ig. @khalidiakayum


Follow yuks 🤗


Sebelumnya aq mw jelasin lagi, untuk seminggu ini aq sengaja full TRIPLE UP untuk BONCHAP, sesuai keinginan kalian yang katanya pengen liat bagaimana bucinnya si Tuan 🍄.


Setelah ini barulah kemudian SEASON 2 akan dimulai. So, jangan khawatir kalau ceritanya bakal jadi bertele-tele karena seolah kembali pada konflik dimasa lalu, karena yang sebenarnya BONCHAP hanya akan menyelesaikan sisa-sisa persoalan masa lalu di Season 1 yang belum sepenuhnya tuntas. 🤗


Okeh ...? Okeh ya ...? kalau begitu, tariiiikkk sissst ....! 💪


...


"Lana, kalau kau pergi sekarang, lalu suamimu bagaimana?"


Marina menatap Lana nyaris tak percaya mendengar kabar bahwa pagi ini Lana, si kembar, Asisten Jo, dan sebagian besar para maid dan pengawal rumah ini akan menuju pulau pribadi milik Tuan Arshlan dalam rangka menghabiskan weekend disana.


"Diakhir minggu ini pekerjaan Arshlan sangat banyak, bu, hari ini Arshlan bahkan harus pergi keluar kota terlebih dahulu, jadi karena itulah aku memutuskan akan pergi ke pulau sekarang saja, sementara lusa Arshlan baru bisa menyusul kami, tentu saja setelah merampungkan semua pekerjaannya."


"Emm ... Lana ... lalu bagaimana dengan ibu? ibu juga tidak bisa pergi hari ini bersama kalian karena masih harus bertemu customer ..."


"Begini saja, kalau ibu tidak keberatan, lusa ibu bisa pergi bersama-sama dengan Arshlan saja ke pulau."


Usul Lana telah membuat jiwa Marina bergolak girang, namun Marina tetap berusaha mengendalikan sikapnya dengan baik, agar Lana tidak menaruh curiga.


"Terus terang saja, ibu sama sekali tidak keberatan. Tapi bagaimana kalau justru Tuan Arshlan yang ..."


"Aku juga tidak keberatan."


Tatapan Marina dan Lana sama-sama berpaling kearah yang sama, dimana Arshlan baru saja keluar dari dalam lift dan berjalan mendekati mereka.


Seperti biasa, penampilan pria itu selalu saja terlihat luar biasa tampan dari hari kehari.


"Selamat pagi, Tuan Arshlan." Marina menunduk takjim, sambil menelan ludah dalam diam saat harus menahan diri dalam mengagumi Arshlan dengan sepenuh jiwa.

__ADS_1


"Selamat pagi." jawab Arshlan seala kadarnya, sambil meraup pinggang ramping milik Lana, langsung mendaratkan ciuman kilat dibibir yang merekah.


"Sayang, ibu tidak bisa pergi ke pulau hari ini bersamaku karena masih harus menemui customer. Bagaimana kalau lusa kalian pergi bersama saja untuk menyusul kami ke pulau ..."


"Aku sudah mendengar pembicaraan kalian."


"Tidak apa-apa, kan?"


"Tentu saja tidak apa-apa."


Marina terlihat menarik nafas lega mendengar kalimat Arshlan yang terucap tanpa beban.


"Tunggulah aku disana bersama si kembar, karena aku pasti akan datang menemuimu ..." bisik Arshlan lembut sambil mengusap pipi Lana dengan ibu jarinya. "Oh ya, mana si kembar?" tanyanya kemudian sambil mengarahkan pandangannya kesana kemari seolah sedang mencari sesuatu.


"Mereka masih dikamar. Suster dan beberapa orang maid sedang mempersiapkan semua kebutuhan Luiz dan Leo. Mungkin sebentar lagi selesai."


Bertepatan dengan ucapan Lana, dari arah pintu lift yang terbuka suara seorang bocah terdengar memenuhi ruangan.


"Dadddyyy ...!"


Dibelakangnya ada Luiz yang seperti biasa melenggang santai, dan dua orang suster yang salah satunya terlihat ikut bergerak gesit seiring dengan pergerakan lincah Leo.


"Pelan-pelan Leo, kalau seperti itu nanti kau bisa ..."


"Lana, biarkan saja." tepis Arshlan pada kalimat Lana.


Tubuh besar Arshlan terihat membungkuk hanya demi meraih tubuh mungil Leo, yang telah memeluk kedua kakinya dibawah sana, mengangkat Leo tinggi-tinggi keudara membuat tawa girang bocah itu membahana dengan renyah, sedangkan Lana malah meringis ngeri melihat adegan yang sudah tak ubahnya seperti adegan sirkus itu.


Tidak hanya Lana, Marina, kedua suster dan seorang maid yang kebetulan melintas disana ikut bergidik ngilu, berbeda halnya dengan Luiz.


Wajah Luiz yang biasanya selalu cool bahkan ikut tertawa senang hanya dengan menyaksikan Leo yang berteriak-teriak kegirangan setiap kali Arshlan mengangkat tubuh Leo seolah hendak melemparnya keudara.


"Daddy, sekali lagi ... sekali lagi ...!" tuntut Leo saat Arshlan menurunkan tubuhnya, bermaksud mengganti targetnya kearah Luiz yang telah berdiri didekat Arshlan seolah menanti gilirannya dengan sabar.

__ADS_1


"Sekarang giliranku, Leo ..."


Leo terlihat kecewa mendengar kalimat Luiz. Sejujurnya ia belum puas dengan sensasi mendebarkan yang dilakukan Arshlan barusan, namun disisi lain ia juga ingin saudara kembarnya ikut merasakan sensasi luar biasa yang barusan ia rasakan.


"Luiz benar, sayang ... sekarang adalah giliran Luiz. Hup ...!" berucap demikian sambil mengangkat tinggi tubuh Luiz, sama seperti gerakan awal saat Arshlan memperlakukan Leo.


"Aaaaa ...!! Aaaaa ...!!" teriakan Luiz bergema diringi tawa kecilnya.


"Aaaaa ... hebaaatt daddy ...!" dibawah sana Leo yang awalnya sempat cemberut akhirnya ikut berteriak bahkan bertepuk tangan heboh, seolah ikut merasakan adrenalin yang berpacu acap kali melihat tubuh Luiz terangkat keudara, seolah hendak terlempar, namun kemudian kedua tangan Arshlan akan menangkapnya dengan sigap.


"Ohh, astaga ... hentikan ... hentikan ... sudah cukup!!"


Lana tak tahan lagi. Ia telah berteriak keras untuk menghalangi Arshlan meneruskan adegan berbahaya yang membuat jantungnya ikut jumpalitan tak karuan.


"Aku bilang hentikan. Aku bisa mati berdiri saat ini juga kalau kalian bertiga tidak menghentikan kegilaan ini ...!!" Lana mengomel panjang-pendek, kali ini sambil memukuli lengan kekar Arshlan berkali-kali, dan ia sama sekali tidak berhenti melayangkan tinju kecilnya sebelum Arshlan benar-benar menurunkan tubuh mungil Luiz kelantai.


Lana merasa perlu memaksa Arshlan menghentikan segala aktifitas tiga pria yang selalu saja terlihat kompak setiap kali melakukan hal yang menurut mereka adalah kesenangan khas pria sejati, namun menurut Lana adalah sebaliknya. Sangat menakutkan ...!


"No, mommy, ini sangat menyenangkan ..." protes Luiz dengan raut wajahnya yang kecewa, begitu menyadari Arshlan langsung menghentikan begitu saja adegan mengasyikkan yang hanya bisa didapatkan dirinya dan Leo didiri Arshlan, sang Daddy yang selalu saja terlihat super hebat dan sempurna.


"Daddy, ayo kita teruskan lagi bermainnya ..."


Lana yang melotot mendengar kalimat Luiz, semakin melebarkan matanya mendengar permintaan Leo yang terang-terangan.


Kedua bola mata Lana telah mendelik sempurna. "Kalian ini ..."


"Ssstt ... sudahlah, jangan mengomeli mereka berdua, karena aku akan menuruti keinginanmu dan menghentikan semuanya." ujar Arshlan mencoba menenangkan Lana.


Namun meskipun demikian, Arshlan tidak bisa lagi menyembunyikan tawa kecilnya ketika mendapati wajah Lana yang memucat, sekaligus cemberut berkepanjangan akibat adegan akrobat yang dilakoni oleh dirinya dengan si kembar ...


...


NEXT ...

__ADS_1


Jempol cantiknya jangan lupa yah ... 🙏


__ADS_2