TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
GAUN MERAH MENYALA


__ADS_3

Senja nyaris berlalu dengan sempurna begitu Lana mengibas-ngibaskan tangannya yang kotor belepotan tanah.


Lana baru saja mengangkat kepalanya yang sejak tadi fokus menatap jejaran pot bunga dihadapannya yang telah terbebas dari gangguan rumput liar, dan dia merasa sangat terkejut begitu menyadari kehadiran mobil SUV berwarna hitam yang sangat ia kenali, baru saja terparkir manis diteras depan.


"Tuaaann..!!" Lana tidak bisa menahan rasa bahagianya saat melihat Tuan Arslan yang turun dari pintu mobil yang dibuka oleh seorang pengawal.


Lana berlari mendekat. Saking senangnya ia telah lupa dengan keadaan dirinya yang kotor terkena tanah.


Lana langsung melompat kearah sosok yang sangat ia rindukan itu guna bisa memeluknya dengan utuh, sementara Arshlan yang tidak menyangka akan mendapatkan respon sehebat itu bahkan sedikit terhuyung kebelakang, tubuh tinggi tegap Arshlan bahkan membentur bodi mobilnya sendiri.


"Apa yang kau lakukan..?!" tukas Arshlan separuh kaget, separuh kesal, mendapati reaksi Lana yang teramat berlebihan namun terkesan alami.


Arshlan semakin terhenyak begitu menyadari tubuh Lana yang kotor terkena percikan tanah telah mendarat sempurna dalam pelukannya. Dipipi gadis itu bahkan masih ada tanah yang menempel.


"Rasanya lama sekali.." rajuk Lana dengan kemanjaannya yang khas.


"Cihh.."


"Tuan, aku rindu.." rengek Lana manja, kini ia telah mencium pelipis pria yang ditumbuhi bulu halus itu, mengacuhkan sikap Arshlan yang datar.


Arshlan sedikit memiringkan kepalanya guna mendapati wajah polos yang terlihat belum cukup puas, meskipun telah berhasil mengecup rahangnya beberapa kali.


"Turun..!" titah Arshlan dingin, lengkap dengan tatapannya yang galak.


"Tidak mau."


"Aku bilang turun..! kau kotor sekali.."


Dumel Arshlan kesal karena tubuh kotor Lana yang masih bergelayut sempurna, dengan kedua tangan melingkar dilehernya, sementara kedua kaki melingkari pinggulnya.


"Kalau kau tidak turun juga, akan kulempar tubuhmu ketanah.."


Ancaman dengan nada kesal itu tidak lagi sempat terucap sempurna, karena kali ini Lana dengan nekad melu mat bibir Arshlan dengan penuh naf su, yang awalnya terasa hendak ditolak oleh pria itu, namun lama kelamaan akhirnya menyerah juga, seiring dengan hasrat yang langsung menggelegar, yang membuat Arshlan akhirnya membalas pagu tan itu dengan dominasi yang berkali-kali lipat lebih dominan.


Tangan kekar Arshlan kini telah bergerilya, meremas kedua belahan bo kong itu bergantian, kemudian mencengkeramnya dengan kuat. Menekan dan menggeseknya turun naik dengan bertenaga, membuat bagian depan pusat hasrat milik Lana beradu kasar dengan miliknya yang rasanya telah menegang lebih cepat dari biasanya.


Lengu han dan desa han pun telah mengudara bersahut-sahutan dialam bebas, membuat sopir dan pengawal Arshlan refleks menjauh, mengambil jarak aman dari pemandangan live streaming yang bisa membuat siapapun yang melihat dan mendengarnya ikut meremang.


Sungguh perpa gutan dua insan yang luar biasa.


Tubuh kekar berotot milik Arshlan menggendong tubuh mungil Lana dengan mudah, membawanya masuk kedalam villa, hendak menuju satu tujuan. Kemana lagi kalau bukan keperaduan.


Sementara dari lantai dua.. sepasang mata indah tengah mengawasi adegan tersebut tanpa berkedip.


Tangannya mengepal, seluruh tubuhnya dipenuhi rasa sakit hati, sementara jiwanya dikuasai amarah..


.


.

__ADS_1


.


Seiring dengan erangan panjang, Arshlan menekan kepala Lana kuat-kuat, mencegah gadis itu menghindari pelepasannya yang dashyat.


"Uhukk..!"


Lana terbatuk.


Ia merasa mual dan jijik, namun Arshlan malah menekan wajahnya lebih dalam untuk beberapa saat disana.


Saat pria itu terkulai sempurna barulah Lana berlari kekamar mandi.


Lana memuntahkan semua cai ran berbau khas dengan rasa yang sedikit asin, yang memenuhi rongga mulutnya dengan segera diwastafel.


Setelah itu Lana pun bergegas membasuh wajahnya, mencuci tangannya, bahkan menyikat giginya.


Ini adalah pengalaman pertama bagi Lana melakukan hal tersebut, meskipun sudah beberapa kali menontonnya di berbagai video bo kep koleksi Siska, yang tersimpan di ponsel sahabatnya itu.


Lumayan menambah pengetahuan unfaedahnya, sehingga dia bisa memuaskan Arshlan lewat tangan dan mulut.


Lana terkejut ketika dirinya kembali kekamar, dan malah mendapati Arshlan yang sudah berpakaian lengkap.


"Tuan mau kemana..?" ia bertanya dengan raut keheranan.


"Apa kau lupa kalau waktumu hanya satu jam?"


"Aku akan keatas.." pungkas Arshlan lagi.


Mendengar itu Lana tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terkejut.


"Aku akan melihat keadaan Maura.." ujar Arshlan lagi dengan begitu tenang, seolah ia tak peduli kalimatnya bisa menyakiti hati Lana yang termanggu lama.


Arshlan menoleh kearah Lana yang masih mematung dan membisu.


"Ada apa dengan wajahmu..? apa kau sedang berusaha menampakkan wajahmu yang sedang cemburu..?" cibir Arshlan dengan raut wajah mengejek.


Tak ada lagi tatapan penuh damba yang menggantung di sepasang kelopak matanya yang berwarna hitam pekat, seperti beberapa saat yang lalu saat ia begitu memuja Lana dengan sepenuh jiwa.. memohon untuk dipuaskan hasratnya..


Lana membuang wajahnya kesamping, berusaha mengalihkan kesedihan hatinya yang telanjur berharap jika malam ini bisa tidur dengan nyaman dipelukan Arshlan.


Siapa sangka begitu terpuaskan hasratnya, yang ada Arshlan langsung mengingat perjanjian mereka tentang 'satu jam'.


"Aku memang cemburu, Tuan, dan aku bahkan tidak berniat menutupi perasaanku padamu.."


Mendengar kalimat bernada sendu itu Arshlan sontak menyeringai. "Ck.. ck.. ck.." pria itu terdengar berdecak. "Baru kali ini aku menemukan orang seperti dirimu. kau benar-benar tidak tau malu.."


Sontak Lana menatap Arshlan, mulutnya sedikit terbuka. "A-apa..?"


"Meskipun kedua kaki Maura lumpuh, tapi bukan berarti aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku mau dari dirinya. Kau mengerti maksudku, kan..?"

__ADS_1


Lana terhenyak mendengarnya. "T-Tuan.."


"Sesuatu yang tentu saja tidak bisa aku dapatkan dari dirimu, Lana.." ujar Arshlan sebelum melangkahkan kakinya, hendak beranjak keluar.


Belum sempat Arshlan memutar handle pintu kamar, manakala sosok mungil Lana telah menghalangi tubuhnya, membuat Arshlan semakin kesal.


"Lana, kau mau apalagi..?"


"Tuan.. tolong tinggallah sebentar.. aku mohon.."


"Apa kau lupa..? waktumu sudah habis!"


"Tuan, aku mohon.." Lana mengatupkan kedua belah telapak tangannya, berharap mendapat waktu yang lebih.


"Untuk apa? apa kau berubah pikiran dan ingin 'menyerahkannya'..?" kejar Arshlan memastikan.


Lana menggeleng perlahan. "Tidak, Tuan.. aku hanya.."


"Kalau begitu cepatlah minggir. Kalau kau keras kepala, maka dengan terpaksa kau akan kusingkirkan..!"


"Tuan, tenanglah dulu.." Lana mencoba menyentuh lengan Arshlan, tapi yang ada kini Arshlan benar-benar telah mendorong tubuh Lana kepinggir. Benar-benar menyingkirkan Lana dari hadapannya.


Hanya dengan sedikit tenaga, namun cukup membuat tubuh ringkih Lana terhuyung hingga membentur ujung ranjang.


Lana terlihat meringis kecil, tapi tidak cukup membuat Arshlan menjadi iba. Pria itu malah telah menyeringai sinis, sebelum kembali mengucapkan kalimat jahatnya.


"Itu akibatnya kalau kau terlalu serakah, dan terus meminta sesuatu yang lebih dari diriku..!" usai mengucapkan kalimat dingin tersebut, Arshlan meraih gagang pintu dan membukanya.


Pria itu benar-benar berlalu dari hadapan Lana tanpa rasa iba sedikitpun.


Lana menegakkan tubuhnya, dan ketika Lana hendak keluar dari sana berniat menyusul Arshlan, langkah Lana mendadak terhenti.


Pemandangan sosok Arshlan yang tengah menaiki anak tangga satu persatu itu seolah menohok hatinya hingga terluka.


"Dia tidak berbohong.."


Lana bergumam perlahan, saat melihat bayangan Arshlan yang telah melangkah pasti menuju lantai dua.


Dimana Nona Maura telah menunggunya dengan gaun merah menyala..


.


.


.


Bersambung..


Thx and Lophyuu all.. 😘

__ADS_1


__ADS_2