TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
ISTIMEWA


__ADS_3

"Apa kau bilang? Tuan Arshlan..?!"


"Iya, Dadd. Tuan Arshlan."


"Tuan Arshlan yang.. yang.."


"Iya, Tuan Arshlan yang baru-baru ini wara-wiri diberbagai media sebagai kandidat yang masuk dalam daftar nominasi tiga orang terkaya dinegeri ini..!" pungkas Mona tegas dengan tatapan berapi-api.


Robi terlihat menggeleng berkali-kali, berjalan mondar-mandir, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak.. tidak.. aku benar-benar tidak bisa mempercayai semua ini..!" pungkasnya lagi meskipun wajah Mona terlihat sangat bersungguh-sungguh.


Robi juga sempat mendengar kabar yang mencengangkan itu, bahwa Tuan Arshlan dikabarkan telah menikah diam-diam dengan seorang gadis muda misterius, yang pernah menjadi pelayan disalah satu villa miliknya. Namun ia sama sekali tak menyangka jika gadis itu adalah Lana, putrinya.


Ini sungguh mustahil.


Bagaimana mungkin Lana bisa diperistri satu dari tiga orang terkaya yang ada di negeri ini..?!


Dan, Tuan Arshlan. Siapa yang tidak mengenal pria itu..?


Pria itu nyaris seumuran dirinya, tapi terlihat berpuluh-puluh kali lipat lebih muda, gagah dan tampan dari dirinya.


Yah.. mungkin itulah salah satu perbedaan orang kaya dan rakyat jelata, karena bagaimana pun Robi harus mengakui bahwa Tuan Arshlan sangatlah rupawan meskipun dengan umurnya yang tidak muda lagi. Tak heran juga jika akhirnya Lana, putrinya yang masih berusia sembilan belas tahun itu rela menikah dengannya.


Bahkan karena ia memiliki sebuah toko saja, Mona yang memiliki umur yang sama dengan Lana pun rela ia nikahi dengan kondisinya yang sudah mengkerut seperti ini, apalagi jika disodorkan seorang milyuner yang menawan seperti Tuan Arshlan.


"Mona, kau jangan berbohong. Aku tau persis yang datang melamar Lana tempo hari adalah pria biasa. Didata yang aku lihat pria itu memang benar bernama Arshlan, tapi pria itu mengaku dia hanya bekerja sebagai anggota keamanan disalah satu club malam dikota. Penampilannya juga terlihat sederhana..!"


"Daddy, kenapa kau belum mengerti juga sih? bukan aku yang berbohong disini tapi justru Lana yang sudah membohongi Daddy dan Tante Marina."


"Lalu untuk apa dia berbohong seperti itu..?"


Tentu saja agar Daddy dan Tante Marina menyetujui dengan mudah dan mau menandatangani semua syarat dan persuratan untuk menikah, agar kalian tidak bisa meminta apa-apa pada suaminya yang kaya itu. Memangnya apa lagi alasannya?" ujar Mona semakin memprovokasi Robi.


Bagaimanapun, meskipun Mona sendiri juga sulit untuk mempercayai, namun kenyataan Lana memang sangat beruntung.


Bocah tengil putri Robi itu benar-benar telah menjadi Nyonya kaya raya dalam sekejap, hanya dengan menikah dengan seorang milyuner yang sangat terkenal bernama Tuan Arshlan!


Si al..!


Mona bahkan tak bisa berhenti mengumpat dalam hati.


Dirinya saja sudah begitu bangga mendapatkan Robi yang gaek hanya karena tergiur dengan status Robi yang memiliki sebuah toko kecil di pinggiran kota, sementara Lana dengan mudahnya bisa menjadi istri salah satu konglomerat terkaya di negeri ini, bak kisah cinderella.


"Daddy, jangan diam saja.. Daddy harus meminta bagian Daddy. Bagaimanapun Lana itukan anak Daddy. Tuan Arshlan juga telah menipu Daddy dengan berpura-pura mengirim orang lain sehingga bisa mengecoh Daddy dan mendapatkan tanda tangan Daddy disemua persyaratan pernikahan mereka tempo hari.."

__ADS_1


Mona terus berupaya memprovokasi, dan sepertinya usahanya kali ini pun kembali membuahkan hasil, karena didetik berikutnya Robi terlihat terduduk diatas kursi dengan senyum yang menyeringai licik.. serta benak yang dipenuhi dengan berbagai rencana, yang tak kalah licik..!


XXXXX


Sepertinya Asisten Jo telah mempersiapkan segalanya dengan matang, dan semua itu telah membuat Lana terkagum-kagum melihatnya.


Luar biasa. Bagaimana pria yang sudah terlihat berumur itu bisa memahami dunia wanita dengan sangat jeli..?


Pasti karena suaminya Tuan Arshlan sering memperlakukan banyak wanita dengan loyal, sehingga Asisten Jo menjadi sangat mahir mengurusi hal tentang wanita dengan begitu detail.


Begitu kira-kira yang merasuki benak Lana sejak tadi, usai seharian ini dirinya telah disibukkan oleh sekian banyak ritual hanya demi menghadiri sebuah pesta.


"Nyonya Lana, aku telah memutuskan dress ini yang akan Nyonya pakai untuk pesta nanti.." suara Asisten Jo menyeruak sambil mengangkat sebuah dress dari tumpukan dress dan gaun-gaun lainnya yang sejak tadi ia pilah-pilih dengan seksama.


"Ini adalah dress dengan model yang mirip corset dress. Sesuai dengan namanya, bagian atasannya menyerupai corset, namun kali ini aku memilih yang bagian atasnya tidak terlalu terbuka. dress ini merupakan salah satu jenis dress wanita yang mampu membuat penampilan Nyonya terlihat seksi namun tetap elegan."


"Wah.." Lana tidak bisa menyembunyikan decak kekagumannya pada keahlian Asisten Jo yang bahkan bisa mengetahui seluk beluk sebuah dress wanita.


Lana mendekat guna memperhatikan dengan seksama dress pilihan Asisten Jo tersebut.


Modelnya sih kelihatannya pas banget dengan bentuk tubuhnya. Berwarna putih gading, elegan, dan harganya tentu saja sangat mahal.


Memakai gaun ini pastinya akan membuat sebagian dari bahu atasnya akan terekspos, sekaligus membuat keseluruhan dari penampilannya menjadi lebih seksi.


Mengingat kejadian itu membuat Lana bergidik ngeri.


"Aku rasa kali ini, meskipun Tuan Arshlan sudah pasti akan terpesona dengan penampilan Nyonya, tapi Tuan Arshlan pasti bisa menahan dirinya.." ujar Asisten Jo lagi, nampak tersenyum kikuk.


'Nyonya Lana, bagaimana mungkin Nyonya membandingkan dress mahal milik butiq SWD Fashion dengan mini dress hijau tosca yang Nyonya dapatkan dari hasil perburuan di sebuah toko online murahan..?'


'Penampilan Nyonya tempo hari itu terang saja telah membuat Tuan Arshlan bernafsu namun berang. Bagaimana mungkin Nyonya bisa begitu percaya diri keluar dari kamar dengan mini dress murahan yang super mini itu..?'


Asisten Jo bergumam dalam hati.


"Asisten Jo, apa kau yakin dengan penampilanku nanti..?" tanya Lana lagi dengan wajah prihatin. Ia benar-benar takut kehadirannya akan membuat Tuan Arshlan malu.


"Untuk penampilan aku yakin. Apalagi aku telah mendatangkan seorang MUA terkenal yang nanti akan menambah perfect penampilan Nyonya. Hanya saja.."


"Hanya saja apa..?" pungkas Lana tak sabar saking betapa bersemangat dirinya untuk tampil sempurna demi Tuan Arshlan.


"Nyonya, mungkin sambil menunggu waktunya bersiap, apakah Nyonya bersedia jika aku mengajarkan Nyonya sedikit etika sebagai seorang Nyonya Arshlan..?"


"Etika sebagai seorang Nyonya Arshlan..?" ulang Lana sambil terbengong saat mengulang kalimat terakhir dari Asisten Jo. "Mata pelajaran apa itu? sepertinya aku baru mendengarnya.."

__ADS_1


"I-iya Nyonya.. tapi.. itupun kalau Nyonya bersedia.."


Mempelajari etika sebagai seorang Nyonya Arshlan tidak ada didalam titah Tuan Arshlan untuknya, karena Tuan Arshlan hanya memerintahkan Asisten Jo untuk menyulap Lana si upik abu sehingga bisa menjadi cinderella dalam sekejap. Itu saja.


Yah, cinderella yang bisa ia pamerkan dihadapan dunia, demi menyambut tantangan Tuan Marco yang menantang sang majikan untuk membiarkan dunia yang menilai.. seperti apa seorang Nyonya Arshlan.


Tapi entah kenapa Asisten Jo merasa begitu menyukai bocah kecil, istri Tuan Arshlan yang bar-bar ini, sehingga Asisten Jo merasa harus melakukan sesuatu yang ekstra.


Demi membuat Tuan Arshlan benar-benar bangga memiliki istri Nyonya Lana, dan hati Tuan Arshlan tergerak untuk memperlakukan Nyonya Lana dengan lebih baik lagi, Asisten Jo tidak keberatan membekalinya pengetahuan untuk menjadi seorang Nyonya yang elegan.


Tiba-tiba Lana terlihat mendekati Asisten Jo dengan wajah berseri-seri, dari bahasa tubuhnya sepertinya dia hendak memeluk sehingga Asisten Jo telah menghindar dengan gesit.


"M-maaf Nyonya.. mau apa.." wajah Asisten Jo terlihat panik sambil melirik kamera cctv.


"Astaga, Asisten Jo, aku hanya ingin memeluk sebagai ungkapan rasa terima kasihku kepadamu. Kau begitu perhatian dan.."


"Pelajaran etika yang pertama..!" suara Asisten Jo memotong ucapan Lana dengan tegas.


"Apa..?!"


"Pelajaran etika yang pertama.. jangan pernah memeluk orang lain, selain Tuan Arshlan."


Lana terhenyak lagi.


"Meskipun itu hanya berupa ungkapan terima kasih, luapan rasa senang, sedih, bahagia.. semua itu tidak boleh." ucap Asisten Jo dengan tegas sambil menaikkan kaca matanya yang sedikit melorot. "Hanya boleh memeluk Tuan Arshlan seorang, tidak boleh yang lain."


"Benarkah..?" Lana bergumam. "Bagaimana dengan wanita. Dengan teman wanita.."


"Tidak boleh."


"Tapi kenapa? masa dengan sesama wanita juga tidak boleh..?"


"Karena Tuan Arshlan adalah pria yang istimewa, Nyonya. Ia memiliki sifat yang tidak suka tersaingi oleh orang lain, tanpa terkecuali. Tuan Arshlan adalah gambaran tipe pria pemenang dan dominan.."


Lana terkesima mendengar penjelasan Asisten Jo yang begitu terperinci.


"Perlakukanlah Tuan Arshlan dengan istimewa, Nyonya.. maka dengan sendirinya, Nyonya akan menjadi istimewa.."


...


Bersambung..


Thx and Lophyuu all.. 😘

__ADS_1


__ADS_2