TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
DI ALAM BEBAS


__ADS_3

Lana benar-benar tidak tau sudah seberapa lama ia tertidur. Yang ia tau bahwa saat ia menggeliat, matahari sore telah sangat condong ke ufuk barat sementara lagi-lagi sosok Tuan Arshlan sudah tidak berada disampingnya.


"Tuan..?" panggil Lana sambil mendudukan dirinya diatas kursi payung tersebut.


Tatapan Lana yang awalnya mengembara kini telah tertuju penuh pada sosok yang sangat dikenalinya, tengah berada didalam air, berenang kesana kemari.


Lana berdiri, dan langsung memutuskan untuk mendekati bibir pantai tepat disaat Arshlan menyadari kehadirannya, dan pria itu langsung menghentikan segala aktifitasnya, malah balik tersenyum mendapati kehadiran Lana disana.


"Tuan, aku mau kesana.." pekik Lana kearah Arshlan yang berdiri menatapnya dengan air laut yang berada diantara perut dan dada.


Sinar matahari sore yang menyengat menjadikan tubuh perkasa milik pria itu disinari penuh, sehingga warna kulitnya terlihat semakin kecoklatan dan eksotis.


'Pria yang sangat se xy.. dan dia adalah suamiku.. milikku..'


Lana membathin bangga seraya menatap Arshlan dengan senyum. Ia harus menelan ludahnya saat merasakan jantungnya berdebar tak karuan dan sesuatu yang hangat serta terasa aneh langsung menjalar di area perut, terlebih lagi di area bawah perutnya.


'Astaga otakku.. mengapa aku jadi sangat bergai rah..? kenapa disaat kondisiku seperti ini otakku malah membayangkan jamur raksasa milik Tuan Arshlan yang mengerikan..?'


Otak Lana semakin melanglang buana tak terkendali.


"Kemarilah.." suara Arshlan yang membuyarkan lamunan Lana terdengar mengajak untuk ikut masuk kedalam air laut yang tenang.


Lana yang saat itu sedang mengenakan floral dress warna hijau yang melekat indah ditubuh mungilnya tanpa ragu menanggalkan dress tersebut, tepat dibawah tatapan Arshlan yang tersenyum.


Namun senyum diwajah pria itu mendadak berganti tatapan takjub karena setelah menanggalkan floral dress miliknya, Lana malah ikut menanggalkan b r a serta segitiga mini yang bercorak senada, menjatuhkannya begitu saja keatas pasir pantai.


"Oh my Lord.." Arshlan mendesis perlahan, menyadari ujian yang ada dihadapan matanya.


Pemandangan super se xy dimana tubuh Lana yang kini melangkah gemulai masuk kedalam air tanpa sehelai benangpun, terlihat semakin mendekat padanya seolah dengan sengaja membangkitkan bira hi Arshlan begitu saja.


Arshlan yang awalnya menatap Lana yang terus mendekatinya tanpa berkedip, akhirnya ikut menyongsong gadis itu saat menyadari ukuran ketinggian air ditempatnya berdiri saat ini bisa jadi terlalu dalam untuk ukuran tubuh Lana.


"Tuan.." Lana mengalungkan kedua lengannya dileher Arshlan begitu mereka bertemu.

__ADS_1


Dada Lana yang polos menempel di permukaan dada bidang Arshlan dengan ketat, dan tanpa menunggu lebih lama ia telah berinisiatif untuk melu mat bibir Ashlan terlebih dahulu, yang tentu saja langsung menyongsongnya dengan luapan perasaan yang juga dipenuhi percikan api yang penuh gelora.


"Lana, apa kau sedang mengujiku, atau sengaja menyiksaku..? mmmhh..?" tanya Arshlan saat menyadari sebelah tangan Lana telah berada didalam air, tidak hanya sekedar menyentuh namun malah semakin berani membelai bongkahan keras yang menyembul dari balik boxer ketat milik Arshlan.


Lana tertawa kecil mendengar pertanyaan yang diakhiri dengan era ngan kecil itu.


Bukannya berhenti jemari mungil Lana malah menyelinap kedalam boxer itu seperti penyusup gelap, dan dengan nekad ia membebaskan jamur raksasa milik Arshlan dari himpitan serta kungkungan boxer yang terasa semakin sesak.


"Lanaaa.. kau.. hhhhh.." sepasang mata Arshlan yang hendak melotot akhirnya malah terpejam tak kuasa, kepalanya bahkan terlihat mendongak keatas karena kini jemari Lana telah mengo cok lembut batang kejan tanannya didalam air.


"Lana.. ahhh.. hentikan.. aku tidak ingin lepas kendali. Kalau kau tidak mau menghentikannya maka kau akan tau sendiri apa akibat perbuatanmu ini.."


Mendengar kalimat tegas itu, bukannya menciut Lana malah menundukkan kepalanya, ia mendekatkan ujung lidahnya kepucuk mengeras berwarna kecoklatan milik Arshlan, dengan nakal memainkan lidahnya dikedua pucuk tersebut berganti-ganti.


"Ohh.. sh it.. Lanaaaa.. ahh.. hentikan.." ucap Arshlan dengan wajah memerah dan frustasi, kedua tangannya meremas rambut Lana, namun yang ada tangan dan lidah gadis itu malah bergerak semakin menggila.


"Damn..!!"


Arshlan telah mengumpat keras.


"Aaaawww.. Tuaaaann..!!" Lana melolong panjang kesakitan, tak menyangka jika Arshlan akan memasuki dirinya dengan begitu kasar tanpa ancang-ancang terlebih dahulu.


"Gadis nakal.. kau kan sudah kuperingatkan sejak tadi untuk berhenti, tapi kau malah keras kepala..!" pungkas Arshlan dengan wajah memerah sambil memompa pinggul Lana dengan kasar sehingga beradu kuat dengan pinggulnya.


Serentak permukaan laut yang tadinya tenang kini berkecipak riuh. Riaknya bahkan telah membentuk gelombang-gelombang kecil yang menampar bibir pantai.


"T-Tuan.. tolong perlahan sedikit.." Lana mencoba membujuk Arshlan, kedua tangannya terkalung erat dileher pria itu, sementara tubuhnya yang mungil masih berayun kasar.


"Tidak bisa!" pungkas Arshlan seraya mengu lum bibir Lana yang sedang terengah dengan begitu rakus. "Kau yang harus mengimbangiku, karena aku tidak bisa melakukannya dengan perlahan..!" titahnya.


"Baiklah Tuan.. ahh.. ahh.. jangan marah.. mmhh.. mmmhh.." Lana memilih mengalah mendapati wajah keruh Arshlan saat mendengarnya meminta sedikit dispensasi dalam irama percintaan mereka yang sedang membara.


Mungkin karena berada didalam air, perih yang Lana rasakan akhirnya memudar dengan begitu mudah. Sehingga tak beberapa lama Lana pun mulai merasakan orgas me yang hendak menghantamnya.

__ADS_1


"Tuaannn.. ohh.. ohh... akhhhh.." Lana tersentak-sentak diatas permukaan air.


Arshlan tersenyum, ia tahu gadis itu telah menemui kepuasannya, namun bagi Arshlan kepuasan itu justru belum ada apa-apanya.


Dengan lengannya yang kuat Arshlan menggendong Lana yang terkulai lesu, keluar dari dalam air tanpa memisahkan dirinya terlebih dahulu.


Arshlan menaruh tubuhnya diatas kursi payung tempat dimana tadi Lana pulas tertidur, dengan Lana yang berada diatasnya.


"Ayo sayang, sekarang giliranmu. Aku mau tau, sejauh mana kau mampu menyenangkanku.." ucap Arshlan seolah memberikan Lana semangat untuk menggoyangkan pinggulnya diatas pria itu.


Lana pun melakukannya dengan baik, ia memompa tubuhnya disana, berusaha keras menyenangkan Arshlan yang menatapnya tubuh polosnya penuh kekaguman, dimana semakin Lana bergerak kuat, dua buah ranum yang menggantung bebas ikut mengehentak liar, menyuguhkan pemandangan indah bagi Arshlan yang tak sabar menjamahnya, mencubit, memilin, bahkan kini Arshlan yang semula rebah kini ikut mengangkat tubuhnya, guna menjamah dua bukit kembar yang bergoyang dengan indah itu.


"Uhhhh Tuaann.. mmmhh.. ahhhh.." pinggul Lana menghentak dengan gerakan yang semakin kasar, kli maksnya datang begitu cepat seiring dengan kedua puncak gunung miliknya yang dipermainkan serta dihisap Arshlan dengan kuat, berganti-ganti.


Matahari nyaris terbenam begitu Lana terkulai lemas untuk yang kedua kalinya dalam pelukan Arshlan, yang setelah melihat Lana tak berdaya malah kembali mengangkat tubuh mungil gadis itu.. menggendongnya seperti saat mereka berada didalam air tadi.


"Tuaann.." lirih Lana dengan intonasi yang merengek manja.


"Sayang.. aku masih ingin memasuki dirimu.." bisik Arshlan dengan wajah yang masih dipenuhi luapan gai rah.


Lana tidak ingin mengecewakan suaminya yang perkasa. Karena itulah meskipun masih dengan tubuh yang lemah akibat dua kali penglepasan yang dashyat, ia telah tersenyum sambil menaruh kepalanya menyelusup dileher Arshlan yang telah berdiri tegak dengan tubuhnya yang membelit pinggul pria itu.


"Lakukan Tuan.. aku milikmu.." bisik Lana dengan irama mendayu, yang langsung disambut Arshlan dengan tusukan yang jauh kedalam.. begitu penuh.. sebelum kemudian kembali membuat sekujur tubuh Lana tersentak dengan kuat di udara.


Berdua mereka mende sah..


Menge rang keras penuh kenikmatan..


Ditengah alam bebas..


...


Bersambung..

__ADS_1


Support terus yah.. Thx and Lophyuu all.. 😘


__ADS_2