TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
MEMILIH UANG


__ADS_3

Diatas meja besar milik Arshlan, sebuah koper berada disisi kiri, sedangkan dua buah koper yang lain berada disisi yang lain.


Robi dan Marina telah duduk bersisian dihadapan Arshlan, yang sedang duduk bersandar dikursi kebesarannya dengan tangan terlipat didada.


"Her ..." panggil Arshlan kepada Asisten pribadinya yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Iya Tuan," jawab Her sambil mendekat kearah Arshlan.


"Buka koper yang itu." titah Arshlan menunjuk sebuah koper disisi kiri.


"Baik, Tuan.."


Her pun membuka koper yang dimaksud, membuat Marina dan Arshlan refleks menahan nafas akibat pemandangan menakjubkan diatas meja.


Koper yang telah terbentang dihadapan mereka tersebut memiliki isi yang menakjubkkan, dan karena itulah Robi dan Marina dibuat terpana.


"Kalian sudah melihat isinya kan ..?" tanya Arshlan saat menatap wajah Robi dan Marina yang duduk dengan mulut terbuka serta tatapan yang tak lepas dari tumpukan uang yang berada didalam koper.


"Tu ... Tuan, ini ... ini ..." Marina tergeragap.


"Itu adalah uang tunai seratus juta rupiah, sesuai dengan jumlah yang kalian minta." ucap Arshlan sambil menunjuk objek yang membuat Robi dan Marina enggan berpaling.


Mulut Robi dan Marina semakin ternganga, mereka bahkan merasa nyaris pingsan mendengar perkataan Arshlan.


"T-Tuan Arshlan ... ini ... ini ..." kali Robi yang ikut-ikutan tergeragap.


"Ada apa? Kalian tidak percaya?"


"Bu ... bukan begitu, Tuan ..."


"Kalau kalian tidak percaya kalian boleh menyentuh dan memeriksanya satu persatu."


Tanpa menunggu lebih lama Robi dan Marina bergegas saling mendahului, berlomba-lomba menyentuh isi koper itu.


Awalnya mereka terlihat kaku, takut dan gemetar karena mungkin masih shock, namun semakin mereka bisa merasakan betapa nyata setiap lembaran demi lembaran yang tersentuh yang dibarengi aroma khas uang yang menguar dari sana ... Robi dan Marina serta merta berubah menjadi tidak tau malu.


Mata mereka kini bersinar seperti orang gila.. tangan mereka pun bergerak ke sana ke mari menyentuh setiap permukaan sekoper uang yang benar-benar nyata didepan mata.


Arshlan melengos melihat gerak-gerik Robi dan Marina yang memuakkan.


"Berhenti bersikap konyol ...!" ungkap Arshlan tak tahan lagi menyaksikan gerak-gerik kedua orang itu yang begitu norak, yang semakin lama semakin membuatnya muak bercampur mual.

__ADS_1


Dijemput kesadaran, akhirnya Robi dan Marina menjauhkan tangan juga tubuh mereka dari koper tersebut, kembali mereka menghempaskan tubuh masing-masing dikursi seperti sedia kala, meskipun terlihat sekali tidak rela.


Wajah Robi dan Marina kini mengarah penuh pada sosok Arshlan yang duduk bersandar, masih sambil melipat tangan didadanya, mengawasi kedua orang tidak tau malu dihadapannya dengan wajah jengkel.


"Tu ... Tuan Arshlan ... kau ... kau tidak sedang bercanda kan ...? ini ... ini ..."


"Jumlahnya pas seratus juta rupiah, seperti keinginan kalian berdua. Kalian bisa membaginya dengan adil." pungkas Arshlan lagi dengan intonasi suara yang datar.


"Tentu. Tentu saja kami berdua akan membaginya dengan adil. Tapi ... bukankah ini baru beberapa hari, Tuan ...? ini belum sampai dua minggu seperti yang Tuan janjikan." ucap Robi tanpa bisa menyembunyikan lagi seraut wajahnya yang berbinar jelas.


"It's okay. Anggap saja aku sedang bermurah hati kepada kedua orang tua istriku yang bahkan tidak pernah peduli dengan nasib anak mereka sendiri."


Robi dan Marina tersenyum kikuk mendapati kalimat Arshlan yang sudah jelas-jelas bernada sindiran, tapi ... akh, sudahlah. Bodo amat dengan rasa malu ...!


Mereka bahkan tidak peduli jika Arshlan akan menghina lebih dari ini bahkan meludahi wajah mereka sekalipun, asalkan bisa menguasai sekoper uang didepan hidung mereka saat ini juga.


"Aku pribadi bukannya tidak peduli, Tuan. Tapi Lana bahkan telah menjadi istri sah Tuan. Dia bahagia hidup bersama dan berada disisi Tuan. Lalu untuk apalagi orang tua seperti kami yang tidak punya apa-apa ini? Lana tidak butuh kami lagi ..." ujar Marina dengan wajah munafik, padahal saat bersama Lana kenyataannya ia malah sering memprovokasi putrinya yang polos dan bodoh itu, agar semakin memperkeruh perasaan Lana.


"Lalu bagaimana kalau aku tidak bisa memperlakukan putri kalian dengan baik?"


"Itu tidak mungkin."


"Nyonya Marina, selama beberapa terakhir kau tinggal dirumahku. Kau bahkan tahu bahwa rumah tangga kami bukanlah rumah tangga yang normal, dan aku bisa menjamin bahwa aku tidak mungkin bisa bertahan menjalin hubungan dengan putrimu yang bodoh itu. Lama atau cepat ... disaat aku benar-benar bosan ... maka aku akan membuangnya seperti sampah ...!"


"Jika bersama denganku, suatu saat ... aku pasti akan membuatnya terluka, dan mencampakkannya. Untuk itulah aku memberi kalian kesempatan, sebagai seorang ibu, juga seorang ayah ..."


Arshlan terdiam sejenak, dihadapannya Robi dan Marina telah memasang tampang bingung, sibuk mereka-reka maksud apa yang sekiranya sedang ingin disampaikan oleh Tuan Arshlan.


"Her." Arshlan memanggil Her lagi.


"Iya Tuan ...?"


"Buka kedua koper itu." titah Arshlan.


"Baik, Tuan." dengan gesit Her pun membuka kedua koper disisi yang lain, membentangkannya tepat didepan hidung Robi dan Marina.


Ukuran kedua koper itu lebih besar dari koper pertama, dan didalamnya penuh berisi lembaran uang, yang membuat Robi dan Marina kembali ternganga, takjub luar biasa.


"Total dari kedua koper itu adalah lima ratus juta rupiah. Dengan kata lain, setiap koper masing-masing berisi dua ratus lima puluh juta rupiah."


Robi dan Marina tidak bisa berkata apa-apa, saat membayangkan bagaimana rasanya pulang dengan memikul dua koper penuh berisikan uang tunai lima ratus juta rupiah dalam sekejap.

__ADS_1


"Tuan Robi, dan Nyonya Marina, kalian boleh memilih. Uang seratus juta rupiah, dan bawa pergi putrimu dari rumahku karena aku akan mengembalikannya kepada kalian, selaku kedua orang tua Lana, atau ..."


Arshlan menarik nafasnya sejenak, menatap Robi dan Marina berganti-ganti.


"Ambillah dua koper dengan total lima ratus juta rupiah, tapi kalian harus memutuskan hubungan dengan Lana dan pergilah menghilang ketempat yang jauh. Karena meskipun suatu saat aku akan membuang Lana saat aku bosan ... kalian pun tidak berhak atas dirinya ..."


"Lima! Lima ratus juta rupiah!!"


Miranda dan Robi sama-sama memekik.


"Astaga ... kalian ini ..." Arshlan menggelengkan kepalanya berkali-kali menyaksikan tingkah polah Marina dan Robi yang langsung bisa memutuskan untuk memilih uang lima ratus juta rupiah tanpa merasa perlu berpikir dua kali.


'Bagaimana bisa kedua orang ini tidak memikirkan nasib Lana sama sekali?'


'Sungguh sepasang manusia bia dab!'


Arshlan membathin gemas.


"Kalian adalah orang tua paling buruk yang pernah aku temui!" desis Arshlan dengan wajahnya yang memerah.


"Tuan, maafkan kami. Mungkin dimata Tuan kami adalah orang tua yang buruk. Tapi itu karena kami berdua bukanlah ..."


"Hentikan!!" Arshlan terlonjak dari duduknya, begitu saja. Matanya berkilau setajam belati saat menatap Robi dengan tatapan penuh amarah.


Sementara itu ... Robi dan Marina juga tak kalah terkejut mendengar suara Arshlan yang menyentak keras.


"Jangan. Jangan pernah kalian mencoba mengatakan hal itu dihadapan Lana, atau aku akan menghancurkan hidup kalian berdua tanpa bersisa! kalian mengerti?!" Arshlan benar-benar murka.


"M-maaf Tuan Arshlan, ampuni kami ..." Marina menatap Arshlan dengan wajah memelas ketakutan.


"Kami berjanji tidak akan mengatakannya, Tuan, mohon ampunilah mulutku yang telah berkata lancang ..." Robi telah menampar mulutnya sendiri berkali-kali.


"Ambilah kedua koper itu, dan pergilah jauh-jauh. Jangan pernah menampakkan batang hidung kalian lagi dihadapanku apalagi dihadapan Lana. Kalau kalian berani melanggar ... maka kalian akan tau sendiri akibatnya ...!!"


...


Bersambung..


Buat reader yang promo novel Terjerat Cinta Pria Dewasa di grup fb manapun, tolong hubungi aq via chat aplikasi ya.. biar promonya bisa aq screenshoot dan aq pajang di novel ini buat kenang-kenangan dan rasa apresiasi aq 🥰, karena terkadang ada reader yang promo tapi aq malah gak tau sama sekali.. 😅.


Semua reader yang sudah subscribe profil, sudah aq feedback agar bisa saling mengikuti dan chat.. 😍

__ADS_1


Support terus yah kesayanganku.. Lophyuu all.. 😘


__ADS_2