
"Kim, kau memang marah sama aku tapi jangan lampiaskan kemarahanmu pada mommy! Kimberly hanya diam, gadis itu mengaku salah dan apa yang di katakan Kendra ada benarnya.
Kendra menghembuskan nafas kasar dirinya harus tegas kali ini pada Kimberly. Pria itu berlutut di depan gadisnya, menggenggam tangan Kimberly dengan erat. "Aku dan Stella tak ada hubungan apapun Kim, kamu hanya salah paham!
"Tapi tante tante girang itu mengancamku Dad, dia akan merebut daddy lagi. " ucapnya sebal di sertai dengusan. Kendra menahan tawanya mendengar julukan itu untuk Stella. Pria itu justru gemas dengan tingkah Kimberly yang lucu itu. Kendra bangkit, membawa Kim ke pangkuannya, menciumi wajah gadis itu. Kim membalas pelukan Kendra, menghirup aroma maskulin kesukaannya. Kendra berkali kali mengecup pucuk kepala gadis kesayangannya, Kim begitu nyaman dalam dekapan prianya.
"Ya sudah kita ke luar ya sebelum Daddy khilaf. " gumam Kendra lirih. Pria itu meneguk salivanya kasar, manik kelamnya tertuju pada dua gundukan ranum gadisnya. Saat ini Kimberly mengenakan dress yang cukup seksi, hal itu membuatnya tersiksa. Keduanya ke luar dari kamar, Kendra memutuskan mengajak Kimberly jalan jalan. Namun sebelumnya Kimberly meminta maaf pada mommy dan daddy akan sikapnya yang keterlaluan tadi.
"Dad, mau pilih lingerie yang mana merah, hitam atau putih. " Kimberly jelas jelas menggoda Kendra, menanti respon pria itu akan pertanyaannya. Kendra mengusap wajahnya kasar, pikirannya langsung traveling ke mana mana. Dia membayangkan saat Kimberly memakai salah satu lingerie tersebut.
"****. " umpatnya. Kimberly sekuat tenaga menahan tawanya, dirinya tahu jika saat ini Kendra tengah menahan gejolak hasratnya. Gadis itu mengajak Kendra berkeliling, lagi dan lagi meminta pendapat pria itu. Kendra semakin geram akan tingkah jahil Kimberly. Ingin sekali pria itu menyeret Kimberly ke atas ranjangnya, mengukungnya, membuatnya lemas tak berdaya.
"Kenapa Daddy diam saja? " tanya Kimberly dengan wajah polosnya. Kendra meliriknya tajam, memberinya peringatan agar berhenti menggodanya. Kimberly tertawa cekikikan, puas rasanya menjahili hot daddy. Pria itu segera menariknya ke luar dari sana, Kimberlypun pasrah. Gadis itu mencebik kesal, melihat para wanita di sana berusaha mencari perhatian Kendra.
Ya ya ya pesona Daddy Kendra memanglah kuat hingga membuat para wanita tertarik padanya. Huh Kimberly memasang wajah masamnya, melipat tangannya di dada. Seorang wanita mendatangi mereka, Kimberly menilai penampilan wanita itu.
__ADS_1
"Hai Tuan Kendra. " sapa wanita itu dengan ramah.
"Hm, kau ke sini bersama siapa Jingga. " tanya Kendra santai menatap wanita di depannya saat ini. Jinggapun menjelaskan bersama siapa dia datang, Kendra mengangguk paham dan mengerti. Kimberly semakin cemberut, Kendra justru asyik berbicara dengan Jingga. Atensi Jingga teralih pada Kimberly, wanita itu menyapa Kim dengan basa basinya.
Kimberly hanya membalasnya pendek pendek, moodnya cukup buruk hari ini. Jingga terus mengajak Kendra mengobrol, hingga tanpa sadar mengabaikan keberadaan Kimberly di antara mereka.
"Gak enak banget di cuekin. " gumam Kim kesal. Kimberly menghentakkan kakinya kesal, memilih pergi dari sana setelah dengan sengaja menyenggol Jingga. Kendra menghela nafas panjang melihat kelakuan Kim barusan. Setelah mengakhiri obrolannya Kendra segera menyusul kepergian Kimberly. Dering ponselnya dia abaikan, Kimberly memilih naik taksi pulangnya. Dia terlanjur kesal dengan sikap Kendra yang menyebalkan itu.
Tiba di rumah, Kimberly justru memilih menemui calon mertuanya. Gadis itu dengan wajah masam duduk di sebelah mommy. Kimberly ingin sekali bertemu dengan keluarga mendiang orang tua kandungnya. Dirinya hanya tahu jika keluarga Rahadian mengangkat dirinya sebagai anak. "Mom, apakah aku masih memiliki keluarga dari mendiang orang tuaku? " tanya Kimberly.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu Kim sayang? " tanya Mommy dengan lembut.
"Kalau itu kamu tanya saja sama Kendra nak! Kimberly berdecak pelan, dirinya sangat kesal dengan tingkah hot daddy-nya itu. Jadinya enggan bertanya pada pria matang namun tampan itu. Kendra yang datang, mendengar obrolan mommy dan Kimberly, pria itu hanya diam tak mengatakan apa apa.
"Kendra. " panggil Daddy pada putranya. Kimberly tak menoleh, Kendra datang dan duduk di sebelah. Mommy menatap keduanya dengan tatapan curiganya. Demi mencari tahu keluarganya Kimberly menurunkan egonya, langsung mencecar Kendra dengan beberapa pertanyaan. Mau tak mau Kendra menjelaskan semuanya pada Kimberly.
__ADS_1
"Jadi oma dan opa tak pernah menginginkan ku Daddy, apa sebegitu bencinya mereka pada mami hingga tak menganggap aku cucunya. " gumam Kimberly kecewa dengan kenyataan yang dia dengar. Gadis itu menangis tergugu, rasanya sesak sekali mendapati kenyataan pahit yang ada. Kim menghapus air matanya kasar, bangkit dan meninggalkan ruang tamu menuju ke lantai atas. Kendra menatap sendu kepergian Kimberly, meski ini pahit Kimberly sudah waktunya mengetahui semuanya.
Hiks
"Mami, Papi Kim rindu sama kalian. " gumam Kimberly lirih. Gadis itu tak bisa membayangkan selama hidupnya sang mami mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oma dan opanya. Dia merasa sangat kasihan pada mendiang maminya.
"Aku juga memiliki kakak laki laki " batin Kimberly. Kimberly bangkit, menyambar ponselnya dan mencari tahu siapa kakak kandungnya itu. Marvel Raditya Erlangga, merupakan CEO dari perusahaan RE group.
"Kak Marvel, apa kakak juga tahu jika aku adik kakak! Kimberly menyimpan nomor kakaknya itu, gadis itu segera mengirim pesan dan mengajaknya ketemuan besok.
Sementara di kediaman keluarga Erlangga, Marvel tengah berbincang bersama kakek dan neneknya. Pria itu hanya menatap datar kedua kakek dan neneknya itu setelah mendapati kenyataan. "Lalu katakan di mana adikku sekarang oma, kenapa kalian tidak mencarinya? "
Oma dan opa tak bisa berkata kata, mereka sendiri juga tak tahu di mana keberadaan cucu perempuan mereka itu. Marvel mendesah kasar, kecewa akan sikap oma dan opanya. Pria itu mengepalkan tangannya, ingin sekali marah dan melampiaskan semuanya namun dia tahan sebisanya.
"Maafin oma Vel, ini salah oma. Selama orang tua kalian masih hidup, oma berlaku tak baik padanya. " sesal oma yang kini menangis dalam dekapan opa. Marvel tak menyangka, omanya begitu kejam dan tega pada mendiang maminya, hanya karena derajat berbeda oma terus menghina mendiang maminya dulu.
__ADS_1
"Terlambat oma, mami dan papi sudah tiada. Mereka tak akan kembali lagi, aku kehilangan adikku. entah di mana dia berada, masih hidup atau sebaliknya. " geram Marvel.
"Maafin opa juga nak, ini salah kami berdua dan selama ini kami selalu terbayang akan kesalahan kami di masa lalu. " sahut opa tak kalah menyesalnya. Marvel mengatupkan bibirnya, pria itu bungkam dan tak berkata apapun lagi. Terlihat jelas jika dia sangat kecewa dan marah pada oma dan opanya. Kedua paruh baya itu terus berusaha meminta maaf pada cucu lelakinya.