TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
REMUK REDAM


__ADS_3

Maaf, 🙏


Semalam pas edit bab malah ketiduran. Jadi up-nya telat.. 😅


...


Sinar matahari telah menyeruak, menembus tirai yang bergoyang hingga kedalam kamar.


Lana yang seolah baru saja tersadar dari sebuah mati suri terlihat mengerjap-ngerjapkan sepasang mata bulatnya, mencoba menggapai kesadarannya yang sempat terbuai oleh tidur yang bukan main lelapnya, usai percintaan panas sepanjang malam.


Begitu tersadar dan membuka mata Lana telah merasakan perutnya keroncongan, belum lagi seluruh tubuhnya seolah bak habis digilas truk tronton sepuluh ban.


Yah.. akhirnya Lana benar-benar harus mengakuinya, bahwa ternyata semua hal yang pernah ia dengar tentang Tuan Arshlan bukanlah sekedar mitos belaka.


Perihal sepak terjang seorang Tuan Arshlan yang garang diatas ranjang, sehingga begitu popular diantara kaum hawa.


Hhuhf... pantas saja para wanita-wanita ja lang itu tergila-gila, karena dibalik fisiknya yang memang menawan dan memabukkan, suaminya yang tangguh itu sungguh seorang pria yang luar biasa. Tuan Arshlan adalah gambaran sempurna pria perkasa yang sangat ahli dibidang percintaan, dibalik umurnya yang matang.


Dengan susah payah Lana memutuskan untuk mengangkat tubuhnya yang remuk redam dari pembaringan, berusaha mendudukkan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang itu ke atas ranjang sejenak, sebelum akhirnya beringsut sedikit demi sedikit ketepian.


Sosok Tuan Arshlan tak sedikitpun nampak disana, namun Lana telah menapakkan kedua kakinya dilantai, mencoba berdiri perlahan dan hati-hati.


Meskipun Lana sangat lapar serta penasaran dengan keberadaan Tuan Arshlan, namun pada akhirnya Lana memutuskan untuk menuju kamar mandi terlebih dahulu guna membersihkan dirinya sebersih-bersihnya dari jejak-jejak percintaan yang melekat diseluruh tubuhnya yang terasa lengket dan gerah.


Lana telah menaruh dirinya dibawah guyuran shower, namun kali ini ia memilih suhu air yang sejuk agar bisa secepatnya mengembalikan kesegaran tubuhnya.


Memang mustahil bisa secepat itu memulihkan kondisinya seperti sedia kala, mengingat bagian inti tubuhnya yang ada dibawah sana saja masih terasa sakit dan menebal. Seolah mati rasa, namun perih luar biasa.


Kurang lebih dua puluh menit berada dikamar mandi, mencuci rambut dan membersihkan seluruh tubuh, Lana pun keluar perlahan dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk mini yang melingkari tubuhnya.

__ADS_1


Ia telah nendekati lemari yang ada disudut ruangan dan tanpa membuang waktu langsung menjatuhkan pilihan pada model baju floral dress yang berbahan tipis dan terlihat nyaman.


Lana hanya menyisir rambutnya yang lembab seadanya, dan dengan wajah bare face ia bergegas keluar masih dengan langkah yang tertatih.


Langkah Lana terayun perlahan mendekati suara-suara benda keramik yang saling beradu, yang ternyata berasal dari sebuah dapur mini yang menjadi salah satu bagian dari villa eksotis yang mereka tempati.


Disana Lana melihat sosok gagah Tuan Arshlan sedang menata sesuatu diatas meja, dengan tubuh yang nyaris naked, karena hanya berbalut celana surfing tanpa atasan, seolah sengaja ingin memamerkan keseluruhan tubuhnya yang liat berhias tatto dibeberapa bagian tubuhnya, tak ketinggalan pemandangan dada bidang dengan hamparan bulu diseluruh permukaan, serta perut kotak-kotak yang keras dan menawan.


Sungguh pemandangan yang sangat menggoda jiwa, yang selalu membuat Lana cenat-cenut tak karuan. Tampan dan jan tan. Perpaduan apalagi dari seorang pria yang lebih menggai rahkan dari kedua kalimat itu.


Arshlan tersenyum melihat kehadiran Lana disana, terlebih saat menyadari Lana yang berjalan mendekat dengan tertatih-tatih akibat siksaan kenik matan yang ia lakukan semalaman. Namun meskipun demikian Arshlan merasa cukup lega karena wajah Lana terlihat lebih segar karena sepertinya gadis itu baru saja mandi dan membersihkan diri.


"Tuan sedang apa..?" tanya Lana tanpa bisa menahan rasa keheranannya begitu mendapati keberadaan Arshlan didapur.


"Menyiapkan makan siang karena kita berdua sama-sama telah melewatkan waktu sarapan." jawab Arshlan dengan ekspresi kalem.


"Tuan memasak..?" wajah Lana sontak semakin membeliak tak percaya.


"Semuanya sudah tersedia di kulkas, aku hanya menghangatkannya saja." kilah Arshlan santai namun tetap tak bisa menepis begitu saja rasa takjub yang terus menghiasi wajah Lana.


Lana menatap meja makan minimalis yang diatasnya telah tersaji beberapa hidangan frozen food yang telah diolah pria itu dengan sempurna.


Terlihat sangat menggoda, apalagi dengan kondisi perut Lana yang memang sudah sangat keroncongan akibat tenaganya yang terkuras habis usai di gempur sepanjang malam.


Arshlan menghempaskan tubuhnya pada salah satu kursi yang ada disana. "Kemarilah.." ajak Arshlan sambil tersenyum kearah Lana yang masih menatap kagum keatas meja makan.


Lana mendekat. Ia baru saja hendak menarik salah satu kursi tepat didepan pria itu namun suara Arshlan telah mengurungkan niatnya.


"Bukan disitu, tapi disini.." Arshlan menepuk pahanya, mengisyaratkan agar Lana duduk diatasnya.

__ADS_1


Lana pun menurut, menyambut tangan kokoh Arshlan yang terjulur hendak menyambutnya.


Lana terlihat malu-malu saat menghempaskan tubuhnya perlahan diatas tubuh Arshlan.


"Aku akan menyuapimu.." ucap Arshlan sambil menyendokkan makanan keatas piring dan menyodorkannya didepan mulut Lana, yang menyambutnya dengan sukacita.


Sungguh Lana merasa bahagia diperhatikan serta diperlakukan istimewa oleh pria yang sangat dicintainya.


Siang itu mereka berdua makan dengan perlahan, karena selain menyuapi Lana, Arshlan juga makan dipiring yang sama. dengan sedikit berbincang ringan.


"Tuan.. kau manis sekali.." puji Lana sambil menyentuh kedua pipi Arshlan usai mengunyah suapan terakhir dimulutnya.


Arshlan hanya tersenyum mendengarnya.


"Tuan pasti melakukan ini untuk menebus kesalahan kan..?" tanya Lana lagi sambil terus menyusuri lebatnya bulu yang tumbuh di sepanjang rahang Arshlan yang berkesan tegas.


Arshan mengerling sedikit. "Apa sikapku terlihat seperti itu..?" usutnya mencoba menggali sisi lain dari penilaian Lana untuk dirinya.


"Setelah menghancurkan tubuhku sepanjang malam.. sepertinya wajar jika aku harus dimanja.." imbuh Lana seraya menaruh kepalanya dibahu Arshlan, bersandar manja disana, bibir mungilnya ikut mengecup rahang bawah milik Arshlan yang mungkin hanya berjarak satu centi, nyaris menempel dengan wajahnya.


Suara tawa Arshlan terdengar memecah renyah mengiringi ucapan polos Lana.


"Maafkan aku.." desis Arshlan kemudian, ia mengecup pucuk hidung Lana sejenak.


"Tuan.."


"Hhmm.."


"Apa setelah ini kita akan melakukannya lagi..?"

__ADS_1


...


Next boleh tapi jangan lupa di support dulu bab ini yah.. 🤗


__ADS_2