
Double up.
...
Untuk beberapa saat, keheningan diantara ayah dan anak itu telah terusik dengan kesibukan dua orang pegawai pria yang sedang memindahkan sebuah meja panjang yang akan ditaruh di halaman samping, tempat pesta barbeque biasa dilakukan.
"Dadd, memangnya siapa tamu yang akan datang malam nanti?" tanya Leo kearah Arshlan dengan raut wajahnya yang penasaran.
Bukan apa-apa, karena saat Leo melihat semua persiapan yang ada, kelihatannya orang yang akan datang bisa dibilang adalah tamu yang cukup spesial.
"Tamu pada pesta barbeque nanti adalah Tuan Jody Frederick, dan dia adalah kolega bisnis daddy. Sejak awal daddy berjuang di dunia bisnis, daddy sudah mengenal beliau sebagai orang yang baik. Malam nanti Tuan Jody Frederick akan datang bersama putri semata wayangnya Florensia."
"Florensia?" alis Leo sontak bertaut mendengar nama itu. "Apakah Florensia yang daddy maksudkan adalah wanita cantik berparas asia, yang seharian kemarin bersama Luiz?"
Pupil mata Arshlan membesar saat menyadari bahwa Leo bahkan telah mengenal sosok Florensia. "Rupanya kau juga mengenal Florensia?"
Leo mengangguk mengiyakan. "Iya, dadd. Kemarin secara tak sengaja aku bertemu mereka."
"Baguslah, kalau mereka sering bersama seperti itu. Dengan demikian kedepannya Luiz dan Florensia bisa semakin dekat satu sama lain ..." pungkas Arshlan lagi kearah Leo yang kali ini memilih untuk tidak memberi tanggapan apapun.
Florensia.
Yah, sepertinya memang wanita itu.
Dalam sekejap, ingatan Leo telah tertuju pada wanita cantik yang sedang menyoraki Luiz dengan begitu bersemangat, saat mereka bertanding volley pantai melawan El dan Dimitri.
Yah, memang benar. Dia adalah wanita yang sama, yang saat di pantai xx selalu menempel pada Luiz sepanjang waktu, sehingga menimbulkan tatapan kecemburuan yang terlihat jelas dari raut wajah El.
El ...?
Lalu apa pula hubungan wanita bernama Florensia itu dengan El?
Leo bahkan berani bertaruh, kendatipun keduanya terlihat tidak saling menyapa dan berkomunikasi, tapi Leo sangat yakin, bahwa El dan Florensia adalah dua orang yang saling mengenal satu sama lain ...!
"Daddy, mommy, dan Tuan Frederick. Kami bertiga sedang berencana untuk mendekatkan Luiz dan Florensia, siapa tahu mereka bisa menemukan kecocokan satu sama lain. Lagipula ... hal itu juga bagus untuk masa depan bisnis kedepannya ..."
Leo yang mendengarnya hanya manggut-manggut.
Jadi Luiz hendak dijodohkan dengan Florensia ...?
Entahlah.
Tapi yang jelas, Leo bahkan sangat pesimis dengan hubungan keduanya.
Luiz dan Florensia ... entah kenapa, Leo justru tidak yakin jika keduanya sepakat dengan rencana orang tua mereka masing-masing.
__ADS_1
Sejauh ini Leo tidak pernah ikut campur dalam persoalan privacy Luiz, apalagi jika menyangkut masalah wanita dan percintaan.
Namun meskipun demikian, jauh di dasar lubuk hatinya, tentu saja Leo juga mengharapkan kebahagiaan dari saudara kembarnya itu.
"Leo, sayang, kau bisa bantu mommy tidak?" Lana yang tiba-tiba muncul begitu saja telah membuat Leo sedikit terkejut.
"Hai, momm," sapa Leo sambil membalas pelukan Lana begitu menyadari kehadirannya. "Apa yang bisa aku bantu, Momm?"
"Leo, apakah Victoria masih bekerja di florist?"
Leo pun mengangguk mengiyakan, namun alisnya masih saja bertaut satu sama lain. "Masih, momm. Memangnya ada apa?"
"Beritahu Victoria untuk membantu mommy memesankan sebuah buket bunga segar yang cantik."
"Baiklah, momm, aku akan memberitahukan Victoria, semoga saja dia sudah bangun."
"Pergilah sayang, dan katakan juga bahwa tak lama lagi dokter John akan tiba. Mommy sengaja menyuruh dokter John datang karena sepertinya kondisi kesehatan Victoria akhir-akhir ini terlihat menurun."
Leo menatap Lana lekat-lekat, sepertinya ia telah menjadi sangat terharu menerima kepedulian Lana kepada istrinya.
"Mommymu terus memantau keadaan Victoria sejak tadi. Ia selalu merasa khawatir, sehingga tak henti-hentinya mondar-mandir ke kamar kalian, hanya untuk melihat keadaan istrimu yang masih tertidur lelap."
Kali ini Leo tak bisa lagi menahan dirinya, sehingga ia telah kembali menghambur memeluk Lana yang membalas pelukan Leo dengan penuh kasih sayang.
"Momm, terima kasih ..." lirih Leo, mengeratkan pelukannya ketubuh Lana dengan penuh haru.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Victoria terperanjat saat menyadari jam yang tergantung di dinding kamar telah menunjukkan pukul tiga sore.
Itu artinya, setelah jam makan siang yang sangat tidak berselera tadi, dia telah tertidur lelap selama kurang lebih tiga jam lamanya.
"Astaga ... kenapa aku tidur selama ini? Jangan-jangan daddy Arshlan dan mommy Lana bahkan sudah tiba ..." desis Victoria sambil beringsut turun dari ranjang dengan gerakan tergesa.
"Nona Victoria ..."
"Egh?" untuk yang kedua kalinya kembali Victoria telah dikejutkan oleh kehadiran seorang maid yang berada didalam kamarnya, sedang duduk tenang di sudut ruangan, seolah sengaja berada disana untuk mengawasinya, entah sejak kapan.
"Ruth? Kenapa kau berada disini?" tanya Victoria sambil mengelus dadanya, kaget dan sedikit linglung dengan kehadiran seorang maid bernama Ruth.
"Maafkan aku kalau kehadiranku telah mengejutkan nona ..."
Victoria tersenyum sambil menggeleng. Tidak, Ruth, tidak apa-apa. Sekarang katakan kepadaku kenapa kau bisa berada disini. Mana Leo?"
"Aku diperintahkan Tuan Leo untuk menjaga Nona Victoria. Katanya, Tuan Leo ingin pergi ke istal sebentar ..."
__ADS_1
Alis Victoria mengerinyit mendengar penjelasan Ruth. "Menjagaku ...? Tapi ... untuk apa dia sampai menugaskanmu untuk menjagaku ...?"
"Kata Tuan Leo, nona sedang tidak enak badan, jadi aku harus terus berada disini selagi Tuan Leo tidak ada, mengingat kalau-kalau nona membutuhkan sesuatu ..."
"Tidak, Ruth, sekarang aku tidak membutuhkan apapun. Pergilah dan kerjakan saja pekerjaanmu seperti biasa." ucap Victoria lagi masih dengan senyum yang sama.
'Lagipula Leo apa-apaan?'
'Bagaimana mungkin pria itu telah memerintahkan seorang maid untuk menjagaku yang sedang tidur?'
'Memangnya aku bayi?'
'Haihh ... ada-ada saja!'
Victoria ngedumel dalam hati, akibat kegabutan Leo yang tidak tanggung-tanggung.
"Tapi nona ..."
"Aku mau membersihkan diriku sebentar, memangnya kau mau mengikutiku terus sampai di dalam kamar mandi ...?"
Ruth terlihat membisu, namun terlihat sekali bahwa wanita itu enggan meninggalkan kamar dan melanggar titah Leo.
Melihat gelagat Ruth yang seperti itu, pada akhirnya Victoria hanya bisa membuang nafasnya dengan berat.
"Huhhhfhh ... baiklah, kalau kau takut melanggar perintah Tuan Leo-mu itu, maka kau boleh tetap berada di kamar ini ..." putus Victoria kemudian, tak tega menerima kebimbangan yang menyelimuti setiap inchi wajah Ruth, yang langsung tersenyum lega menerima keputusan Victoria.
Victoria pun beringsut turun dari tempat tidur, hendak menuju kamar mandi, manakala dirinya telah teringat sesuatu.
"Ruth, apakah mommy dan daddy sudah tiba?"
"Sudah nona, kira-kira satu jam yang lalu, tepat saat Tuan Leo meninggalkan nona yang sedang tertidur dan memberikan aku perintah khusus untuk menjaga nona disini, saat itulah Tuan Arshlan dan nyonya Lana tiba di ranch."
Mendengar penjelasan Ruth yang panjang lebar serta begitu rinci itu, telah membuat Victoria memijat jidatnya dengan pikiran penuh.
Sungguh Victoria menyesal kenapa ia telah tertidur begitu lama, sehingga melewatkan moment kedatangan kedua mertuanya.
'Astaga, apa yang ada di pikiran kedua mertuaku saat mengetahui aku hanya tidur dan bermalas-malasan sepanjang hari ...?'
'Aku bahkan belum menyapa mereka ...'
'Haihh, Victoria ... Victoria ... '
Victoria melangkah gontai menuju kamar mandi yang terletak dikamar itu juga, sibuk membayangkan tanggapan dan penilaian kedua mertuanya terhadap dirinya.
...
__ADS_1
Bersambung ...
LIKE jangan lupa yah π€