
Double up!! 🔥
Bijaklah memilih bacaan, jika tidak suka yang panas dan melenceng jangan teruskan membaca, yang tak kuat mental tolong di skip saja.
Mohon jangan menyakiti hati author yang lemah ini dengan coment yang tidak menyenangkan, tapi jika anda senang, kita wajib ngopi bareng.. 🤪
...
'Oh my..'
Arshlan merasa harus menghentikan Lana dengan segera, kalau tidak mau dirinya dikalahkan dengan mudah.
Dengan cepat Arshlan memilih berkelit, mengangkat tubuh Lana dari bawah sana, menjeda semua perbuatan gadis itu yang semakin menggila dengan menuangkan sabun cair ke loffa, sebuah spons mandi yang bertekstur mirip jaring.
Kini tangan Arshlan pun bergerak cepat menyabuni tubuh Lana dan tubuhnya sendiri.
"Tuan, kenapa terburu-buru..?" alis Lana bertaut keheranan.
"Dingin." Arshlan asal menjawab, membuat kedua alis Lana semakin mengkerut.
"Bukannya airnya hangat..?" ujarnya lagi sambil mengambil alih loffa tersebut dari tangan Arshlan yang baru saja menggosok punggungnya.
Lana bergerak kebelakang tubuh Arshlan, balik menggosok punggung kekar yang dipenuhi ruas-ruas ototnya yang menonjol itu dengan lembut.
"Air sehangat ini masa dingin sih.." bergumam perlahan dengan nada heran, namun masih bisa singgah ditelinga Arshlan.
"Iya.. iya.. baiklah.. alasan sebenarnya karena aku sudah tidak tahan." ujar Arshlan akhirnya memilih jujur, karena memang tidak mudah membohongi gadis itu.
Arshlan membalikkan tubuhnya, mengambil alih kembali loffa yang dipenuhi busa dari tangan lana dan kembali menaruhnya ke tempat semula.
__ADS_1
Detik berikutnya ia telah menarik tubuh Lana mendekat dengan tidak sabarnya guna membasuh tubuh mereka untuk yang terakhir kali dibawah guyuran shower yang mengucurkan air hangat.
Lana tertawa kecil saat menyaksikan wajah Arshlan yang memerah dengan nafas yang semakin memburu. Namun ketika tatapan liar pria itu telah menatap Lana dengan begitu dalam ibarat singa yang sedang kelaparan, disitulah tawa Lana mulai menghilang sedikit demi sedikit.
"T-Tuan kau.. kau tidak apa-apakan.." kalimatnya mengambang diliputi keresahan.
Klik.
Arshlan telah menghentikan kinerja shower yang ada diatas kepala mereka.
Masih dengan tubuh yang basah langsung mengangkat tubuh Lana dengan kedua tangannya yang kuat, membopongnya keluar menuju peraduan hangat yang telah menanti.
Arshlan tidak peduli manakala tetes-tetes air dari tubuhnya dan Lana yang sedang berada didalam pelukannya jatuh diatas ubin, yang ia lalui. Arshlan juga tidak peduli pada udara malam yang berhembus melewati tirai yang terbuka, seolah mempersilahkan angin malam yang dingin masuk kedalam kamar dengan pencahayaan yang begitu pas.
Pria itu telah menghempaskan tubuh Lana keatas ranjang, langsung menyusul disana dan menghadiahi bibir Lana dengan sebuah ciuman yang rakus. Lidahnya mendesak diantara dua buah bibir yang ranum, memaksa Lana membuka akses tersebut agar ia bisa masuk kedalam dengan sangat tidak sabar.
Dalam sekejap bunyi kecipak pertukaran saliva terdengar memenuhi setiap sudut kamar yang mulai menghangat, manakala kedua lidah mereka saling membelit dengan tangkas.
Detik berikutnya Lana telah terlentang pasrah, hanya menatap penuh kekaguman pada tubuh kekar menawan yang nyaris menindihnya, sementara Arshlan mulai berpetualang, menyusuri setiap inchi tubuh Lana dengan bibir dan ujung lidahnya.
"Tuaann.. akhhh.. mmmhh.." sebuah desa han lolos begitu saja dari bibi mungil Lana manakala Arshlan berhenti di area dadanya yang membusung dengan kedua puncak yang mengeras.
Tanpa ragu Arshlan melahap dua gundukan kenyal itu berganti-ganti. Menghisap dengan kuat, menggigit kecil.. mempermainkan ujung lidahnya di puncak berwarna koral muda dengan petikan lidah yang cepat.
Pria itu menjadi semakin bersemangat manakala lenguhan yang kaluar dari bibir Lana mulai terdengar bersahut-sahutan tanpa henti, seiring dengan tubuh polos yang menggeliat ero tis akibat dashyatnya cumbuan.
Tangan Arshlan berkelana kearea dibawah perut Lana yang datar, menemui bukit kecil dengan sedikit belukar. Jemarinya menyeruak kedalam lembah yang hangat, kemudian bermain-main disana.. seirama petikan lidahnya dengan tempo yang berkecepatan tinggi dikedua puncak milik Lana.
"Akhhh.. akhh.. ohhh.."
__ADS_1
Era ngan manis yang terdengar menggila pun kembali memecah malam yang sedang merangkak.
Kepala Lana terlihat bergerak kekiri dan kekanan.. semakin mendorong adrenalin Arshlan untuk lebih meningkatkan tempo permainan, menstimulasi keseluruhan tubuh Lana lewat dua titik kenikmatan sekaligus.
"T-Tuan.. mmmhh.. aku.. aku mau.. mmh.. " Lana menggelin jang hebat, dadanya bergemuruh dan perut bagian bawahnya kembali bergolak, berputar-putar, seolah sedang diaduk dengan kuat.
Melihat pemandangan itu Arshlan bergegas menurunkan tubuhnya semakin kebawah.
Arshlan telah menaruh wajahnya diantara dua jepitan paha, tanpa ragu ikut melahap daging lembut yang basah dengan aroma yang khas.
"Awwww.. Tuaaann.. enghh.." Lana memekik kuat, pinggulnya sedikit terangkat sementara kedua tangannya refleks menjambak rambut Arshlan kuat-kuat sebelum ia kembali memekik tertahan dan akhirnya terkulai, dengan dua paha yang menggelepar.
Arshlan menjemput kenikmatan yang mengalir keluar. Menghisapnya dengan kuat tanpa bersisa sebelum akhirnya mengangkat wajahnya dengan senyum kepuasan.
Tubuh Lana tergolek lemah dengan bulir keringat didahi, namun ia tersenyum saat menyambut ciuman Arshlan yang telah mengecupnya kembali.
"Apa yang tadi itu menyenangkan..?" bisik Arshlan seraya mengusap dahi Lana yang berkeringat.
"Tuan aku menyukainya.." bisik Lana malu-malu. Bagaimana mungkin ia tidak suka, dihadiahi kenikmatan yang tiada tara.
"Itu belum seberapa, Sayang, karena masih ada yang lebih menyenangkan.." bisik Arshlan sambil bangkit, guna memposisikan miliknya yang ternyata telah menegang sempurna dengan ukuran yang luar biasa, tepat dimulut gua milik Lana yang baru saja menyemburkan lahar.
"T-Tuan.. tapi itu.. itu besar sekali.." Lana bergidik ngeri, hendak mengapit dua pahanya yang terbuka namun terhalang tubuh Arshlan yang telah berada diantaranya.
Sungguh Lana tidak sanggup membayangkan bagaimana mungkin benda sebesar itu bisa masuk kedalam tubuhnya.
"Besar..? Justru karena itu kau akan menggila, sayang.." ucap Arshlan tanpa mempedulikan wajah pias Lana, ia semakin kuat menggesekkan kepala jamur raksasa miliknya kegerbang surgawi milik Lana, membuat Lana mulai men desah kenikmatan dibalik wajahnya yang memucat ketakutan.
...
__ADS_1
Next boleh.. Support jangan lupa. Gasskeuunn.. 💪🔥