
Ig. @khalidiakayum
"Luiz ..! Leo ...!"
Lana melambaikan tangannya kearah tiga pria kesayangannya.
Ketiganya terlihat bercengkerama ria dibibir pantai dengan bertelanjang dada, namun tak ada satu pun yang mengacuhkan teriakan Lana yang seolah tak bisa menandingi riuh keseruan yang sedang terjadi disana.
Usai menaruh nampan berisi minuman dingin serta cemilan ringan, akhirnya Lana memutuskan untuk melangkahkan kakinya mendekati tiga sosok yang asyik bersenda gurau.
Lana tersenyum mendapati pemandangan luar biasa tersebut. Pekikan serta tawa renyah milik Arshlan dan si kembar yang tak henti-hentinya memenuhi udara di alam bebas, seolah berpadu sempurna dengan deburan ombak yang memecah kecil dibibir pantai, begitu bersemangat menjilat ketiga pasang kaki telan jang.
"Itu mommy ...! mommy, cepat kesini ...!"
Leo yang lebih dahulu menyadari kehadiran Lana telah berlari kecil menyongsong kehadiran Lana yang sedang mendekat.
Dengan nafas memburu, bocah itu menubruk kaki Lana dan memeluknya erat sebelum kemudian menarik jemari Lana dengan tergesa, membawanya mendekat kearah Luiz dan Arshlan yang juga berdiri menunggu dibibir pantai, dengan nafas ngos-ngosan, usai aktifitas ketiganya yang sedari tadi tak henti bergelut dihamparan pasir pantai.
"Berhentilah bermain-main sejenak, karena mommy membawakan minuman dingin dan cemilan." ujar Lana dengan senyuman.
"Horee ...! cemilaaannn ...!" Leo berteriak girang.
"Mommy, aku haus."
"Aku juga," imbuh Arshlan menimpali ucapan Luiz yang berucap sambil memegang lehernya yang mulai terasa seret.
"Kalau begitu kebetulan, sejak tadi bermain-main sudah waktunya beristirahat ..."
Mendengar itu serentak wajah Luiz dan Leo berubah lesu.
"Ada apa dengan wajah kalian?" tanya Lana berpura-pura tidak tau jika si kembar sedang kecewa dengan ultimatumnya barusan yang seolah hendak memutuskan kesenangan mereka. "Apanya yang salah? lihatlah hari sudah sore, sudah waktunya kalian mandi."
"Mommy ..." Leo merengek manja sambil menarik ujung blouse Lana yang sedang menatap kedua bocah itu sambil melipat tangan diatas dada.
"Sayang, ini hari terakhir kita berada di Pulau ini, berikanlah mereka sedikit waktu untuk bersenang-senang lebih lama." bujuk Arshlan sambil memeluk pinggang Lana dari belakang dengan kedua lengannya.
Arshlan menaruh dagunya diatas bahu Lana, mencoba merayu sang istri namun tak lupa mengedipkan matanya kearah si kembar dalam menyaksikan aksi sang daddy yang sedang berusaha mendapatkan keringanan keputusan atas kesenangan keduanya.
Lana bukannya tidak tau bahwa sore ini adalah sore terakhir untuk mereka berempat menghabiskan quality time.
Tiga hari sudah mereka berempat berada di pulau pribadi milik Arshlan, tanpa ada gangguan dunia luar, benar-benar menikmati quality time yang sempurna sebagai keluarga kecil yang luar biasa bahagia, seiring badai prahara yang tersibak satu per satu.
"Biarkan saja mereka bermain sejenak, karena aku juga ingin menciummu ..." bisik intim Arshlan, mendapati Lana belum juga merespon keinginan si kembar yang sedang menatap wajah mommynya dengan harap-harap cemas, seolah sedang menunggu keputusan akhir setelah aksi pembelaan Arshlan yang meminta keringanan berupa perpanjangan waktu bermain.
"Huhhfh ... pergilah ambil minuman kalian masing-masing. Mommy akan memberikan kalian kelonggaran waktu setengah jam untuk kembali bermain ..."
"Horeee ...! terima kasih, mommy ...!"
"Terima kasih juga, daddy ...!"
Luiz dan Leo mengungkapkan rasa terima kasih dan kegembiraan mereka bersahut-sahutan, sebelum kedua langkah mungil itu berlari kecil menjauh, menghampiri empat kursi pantai yang dinaungi payung besar warna-warni, dimana disalah satu meja kecil yang ada disana, sebuah nampan berisikan minuman dingin dan cemilan yang dibawa Lana terlihat menggoda kerongkongan yang kering milik si kembar.
"Ternyata membujukmu dengan iming-iming ciuman dariku sangat ampuh yah ..." ujar Arshlan sambil cengengesan, membuat Lana melotot kecil mendengarnya.
"Aku memberikan keringanan karena tidak tega melihat sepasang mata Luiz dan Leo, bukan karena iming-iming ciuman darimu." sambil berpura-pura menggerutu, Lana telah membuat gerakan menggeliat, agar bisa terbebas dari rengkuhan Arshlan.
__ADS_1
"Egh, mau kemana?" tanya Arshlan keheranan.
"Menyusul si kembar."
"Apa?!" kedua mata Arshlan balik melotot mendapati ketidak pedulian Lana akan dirinya, terlebih saat menyaksikan sepasang kaki Lana yang tetap melangkah acuh diatas hamparan pasir yang putih berkilau ditimpa sinar mentari yang mulai condong kebarat, meninggalkan Arshlan yang masih berdiri kebingungan.
"Egh, Lana ...! lalu bagaimana denganku ...? kita kan belum berciuman ...?!" protes Arshlan sambil berteriak kearah sosok Lana yang punggungnya terlihat semakin menjauh.
Lana berbalik kearah Arshlan sambil berkacak pinggang dengan jenaka.
"Dengar baik-baik yah Tuan Arshlan yang hebat, saat ini aku tidak hanya tertarik padamu, karena sekarang kau punya dua saingan sekaligus, dan mereka berdua bahkan jauh lebih tampan dari dirimu ...!"
Arshlan terhenyak saat menyadari bukannya kembali padanya, Lana malah mengucapkan kalimat ejekan sambil tak lupa memeletkan lidahnya diakhir kalimat.
"Oh my ... Lana ...! beraninya kau mengejekku seperti itu ..."
Arshlan mendekat, tapi yang ada Lana malah berbalik dengan cepat dan lari meninggalkan Arshlan yang mau tak mau terpancing untuk mengejar laju ayunan langkah Lana yang semakin menjauh, mendekati Luiz dan Leo yang sedang menyeruput minuman dingin dibawah payung pantai.
"Lana ... kembali ...! dasar bocah nakal, awas kau yah, kalau aku bisa menangkapmu, kau tak kan aku ampuni ...!!"
"Coba saja kalau kau bisa, Tuan ...! aaaaaa ...!!" ejekan Lana telah berganti pekikan, karena pada detik berikutnya Arshlan dengan mudah menangkap tubuh mungilnya, langsung membawa Lana kedalam pelukan yang kali ini terasa lebih erat ... seolah takut terlepas.
Tawa Arshlan dan Lana pecah diudara penuh kebahagiaan, dan Lana tertawa bahagia saat Arshlan mengangkat tubuhnya dan melakukan gerakan memutar berkali-kali.
Sementara itu, tanpa mereka sadari, tak jauh dari mereka Luiz dan Leo malah saling pandang menyaksikan adegan tersebut.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya Luiz seperti biasa, dengan wajahnya yang dingin.
"Mereka sedang bermesraan ..." jawab Leo spontan sambil kembali menyeruput syrup dingin miliknya.
"Entahlah, Luiz. Aku juga tidak tau apa artinya ..."
"Pasti artinya berpelukan."
Leo mengangguk cepat, tanda setuju dengan pendapat Luiz. "Sepertinya memang seperti itu ...!"
Luiz kembali mengarahkan tatapannya kedepan, begitupun juga dengan Leo.
Masih betah menyaksikan tingkah polah Arshlan dan Lana, yang dimata keduanya terlihat begitu konyol ...
🍄🍄🍄🍄🍄
Dengkuran halus terdengar bersahut-sahutan dari atas ranjang, tempat dimana Luiz dan Leo telah tertidur dengan nyaman.
"Sayang, coba lihat, wajah mereka terlihat lucu sekali ..." bisik Lana sambil berusaha meredam tawa kecil yang mencoba menyeruak dari sela-sela bibirnya.
Arshlan mengangguk, dibibir pria itu pun terlihat sedang menahan tawa saat harus menyaksikan wajah polos Luiz dan Leo yang saling berhadapan, masing-masing memeluk sebuah guling dan mendekapnya.
"Sepertinya mereka sangat kelelahan ..."
"Itu karena kau terus mengajak mereka bermain tanpa henti."
Arshlan menatap Lana masih dengan senyum yang lembut. "Aku tidak memiliki waktu yang sebanyak dirimu ... tolong pahamilah kalau pada akhirnya kami bertiga sering lupa waktu ..."
Lana mengangguk sambil kembali memeluk lengan kekar milik Arshlan. Mengusapnya dengan lembut. "Iya, sayang ... iya ... aku mengerti kau sangat merindukan waktu kebersamaan dengan Luiz dan Leo. Tapi mereka masih kecil, fisik mereka tidak seperti dirimu ..."
__ADS_1
"Bukankah mereka adalah anak-anak yang kuat dan sehat?"
Lana mengangguk lagi.
"Mereka juga jarang sakit ..."
"Itulah yang paling aku syukuri. Padahal mereka terlahir prematur, dalam situasi dan kondisi diriku yang sangat buruk. Tapi syukurlah mereka tumbuh besar menjadi anak-anak kuat yang sangat pintar." lirih Lana dengan sepasang mata yang bertelaga dipenuhi haru, saat mengingat bagaimana perjuangan Luiz dan Leo yang begitu ingin melihat dunia, disaat dirinya tidak memiliki daya untuk berusaha.
"Kau sadar tidak bahwa mereka adalah sepasang anak kembar yang istimewa ...? mereka tidak menyulitkan siapapun untuk bisa membedakan keduanya, dan mereka juga begitu adil. Sikap Leo adalah duplikat dirimu yang lincah, ceriwis, supel ... tapi anehnya kulitnya sangat eksotis seperti diriku ..."
"Dan Luiz adalah duplikat dirimu. Dingin, pendiam, dan arogan ..."
"Tapi dia mewarisi kulitmu yang seputih susu ..." pungkas Arshlan sambil mengecup bahu Lana yang terbuka.
Kemudian keduanya terlihat tertawa kecil saat menyadari betapa uniknya penampilan serta cara bersikap Luiz dan Leo, yang merupakan duplikat mereka seutuhnya yang seolah terbagi dengan adil.
"Lana, kau adalah hadiah terbaik yang diberikan Tuhan disepanjang hidupku." ujar Arshlan setelah untuk beberapa jenak lamanya mereka berdua hanya termanggu tanpa kata, seolah masing-masing sedang meresapi kebahagiaan yang semakin lama semakin terbentang nyata.
"Bagiku, kau juga merupakan hadiah Tuhan yang istimewa ..." balas Lana.
"Lana, sayangku, terima kasih telah mengejar cintaku sedemikian rupa. Karena kalau saat itu kau menyerah, mungkin seumur hidupku aku tidak akan pernah tau rasanya kebahagiaan yang luar biasa seperti saat ini ..."
Lana tersenyum mendengar ungkapan hati Arshlan yang seolah terucap dari lubuk hatinya yang terdalam.
"Terima kasih juga karena kau telah hadir didalam hidupku, sayangku. Terima kasih telah memilihku untuk menjadi pendamping hidupmu. Berjanjilah kau tidak akan mengingkari semua janjimu bahwa kau akan membuatku bahagia hingga akhir hayat kita kelak ..."
"Aku berjanji, sayang ... aku berjanji ..." bisik Arshlan lirih sambil membawa jemari Lana keatas bibirnya, mengecupnya lembut penuh cinta sebelum akhirnya kembali membawa seluruh tubuh mungil Lana, kedalam hangatnya pelukan.
Sementara itu, debur ombak yang syahdu sayup terdengar dikejauhan, seolah mengiringi jatuhnya tatapan Arshlan dan Lana yang kembali mengawasi ranjang yang besar.
Disana, buah dari segala cinta mereka sedang terbaring berhias mimpi yang teramat sangat indah ...
Mereka adalah Luiz dan Leo ... 🥰
...
Bersambung ...
Mungkin ini adalah BONCHAP terpanjang sepanjang sejarah 🤣
Segenap cinta yang menggebu dari:
"Tuan Arshlan ❤️ Lana"
***Go to SEASON 2, kencangkan sabuk pengaman ...!! Ahahaha ...!! 🙂***
***Pilih bunga, kopi atau vote***? 🤔
***Like wajib, comment ditunggu 🤗***
***Lophyuuuu all 😘***
__ADS_1