TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
SETIA ATAU BERPALING


__ADS_3

Arshlan yang mendorong piring keramik keatas meja terdiam mendengar bisikan lembut nan menggoda jiwa itu.


Namun begitu ia menoleh, ia malah mendapati wajah Lana yang tengah menatapnya dengan pandangan kuyu. Setitik sinar ketakutan bahkan nampak disana, membuat Arshlan tersadar bahwa sepertinya ia harus menahan diri dulu, setidaknya untuk sehari saja.


"Aku ingin terus melakukannya, tapi aku akan menahan diriku demi dirimu.." ujar Arshlan perlahan kembali mendekatkan dirinya dipusat kelembutan Lana yang merekah indah. Tidak melu mat seperti biasa, namun hanya mengecup sejenak.


Sesungguhnya Arshlan memang harus bekerja ekstra keras memanage naf sunya jika benar-benar ingin memegang janji untuk tidak tergoda menyentuh Lana seharian, setelah ia telah merasakan semua keindahan yang ada didiri gadis itu.


Melihat wajah Lana yang menarik nafas penuh kelegaan begitu mendengar keputusannya, mau tak mau membuat Arshlan tergelak.


"Sebenarnya hari ini aku berniat ingin mengajakmu berkeliling pulau, tapi melihat keadaanmu sekarang sepertinya kita akan melakukannya lain kali saja.." ujar Arshlan lagi setelah tawanya mereda, sambil bersandar di sandaran kursi, menatap Lana yang masih berada diatas pangkuannya dengan seksama.


Arshlan tersenyum saat tatapannya menyusuri seraut wajah Lana yang juga tersenyum padanya penuh arti.


"Ada apa..?" tanya Arshlan melihat gadis itu tak kunjung bicara, melainkan hanya tersenyum sejak tadi.


"Tidak.." elak Lana mencoba berkelit.


"Tidak..?"


"Hhmm.."


"Bukannya otakmu yang nakal ini sedang membayangkan reka adegan semalam..? hhmm..?"


Kedua pipi Lana langsung merona mendengar tebakan jitu Arshlan.


'Astaga.. bagaimana pria ini tau kalau aku sedang membayangkan semua kejadian ero tis yang terjadi semalam suntuk..?'


"Kau ini.." Arshlan mengacak pucuk kepala Lana. "Takut mengulangnya tapi malah membayangkannya terus-menerus.."


"Ihh.. Tuan..!!" Lana memekik malu sambil menyembunyikan wajahnya yang kemerahan diceruk leher Arshlan yang malah tergelak mendapati tingkah kekanak-kanakan Lana.


Gadis itu berdiam diri disana sekian lama, hanya jari telunjuknya yang menusuk-nusuk bagian pelipis Arshlan seolah menemukan permainan baru.


Arshlan juga terdiam sekian lama, seolah menikmati setiap sentuhan Lana juga seluruh beban tubuh tak seberapa milik gadis itu yang masih berada diatas tubuhnya.


Entahlah.. meskipun sangat menyenangkan diam-diam Arshlan selalu dibayangi perasaan aneh.

__ADS_1


Berada didekat Lana membuatnya terlalu bahagia.. dan perasaan itu membuat Arshlan merasa tidak nyaman bahkan bisa dibilang sedikit menakutkan untuknya.


"Tuan, aku tidak bisa melupakannya karena semalam Tuan hebat sekali.." bisik Lana lirih.


"Benarkah..?"


"Hhmm.."


"Ck.. ck.. ck.. dasar.. masih kecil tapi otakmu sudah se-mesum ini.." Arshlan malah berdecak.


"Biarpun masih kecil tapi Tuan menyukainya, kan..?" todong Lana.


Lagi-lagi Arshlan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan itu, meskipun dalam hati Arshlan membenarkannya.


Pria bodoh mana yang sanggup menolak pesona gadis muda seperti Lana..?


Arshlan bahkan rela mengemis demi mendapatkan kembali apa yang ada didiri gadis itu, yang semuanya terasa luar biasa.. begitu indah.. nikmat tiada tara..


"Tuan.."


"Aku ingin berjemur.." ujar Lana bersemangat, setelah perasaannya nyaris melow.


Arshlan yang sangat pintar mengalihkan perhatian gadis belia ini sontak menautkan kedua alisnya. "Berjemur..?"


Lana mengangguk yakin. "Kulitku terlalu pucat seperti vampir. Aku ingin mempunyai kulit eksotis seperti Tuan.." ujarnya, dan jemari lentiknya mulai menyusuri dada bidang Arshlan.


"Jangan. Karena aku suka kulitmu yang sekarang. Kulitmu seputih susu.. dan itu membuat kau semakin terasa lembut seperti bayi.."


"Bukankah Tuan menyukai sesuatu yang eksotis..?" tanya Lana lagi saat mengingat betapa se xy-nya kulit Nona Ashley.. Nona Maura.. Nona Rosalin.."


"Tidak.." hanya menjawab singkat-singkat seperti kebiasaanya selama ini.


"Karena sedang didepanku.. Tuan berkata seperti itu.."


"Aku mengatakan yang sebenarnya."


"Kalau begitu selera Tuan telah berubah..?"

__ADS_1


"Seleraku memang telah berubah. Karena saat ini aku tidak tertarik dengan wanita manapun selain dirimu."


Lana menatap Arshlan dengan wajah bersemu. Tapi kalimat Lana setelah itu justru membuat Arshlan tercenung. "Hanya saat ini..?"


"Saat ini juga besok.. dan besoknya lagi.." pungkas Arshlan asal.


"Tapi Tuan.."


"Sssttt.." Arshlan telah menaruh jari telunjuknya dibibir mungil Lana, membungkam setiap kalimat yang hendak terlontar dari sana.


Arshlan telah menatap Lana dengan penuh kelembutan, yang tatapannya itu bahkan lebih tinggi maknanya dari seribu rayuan.


"Bagiku, bercin ta denganmu ibarat diriku sedang meniduri seorang bayi besar. Diatas ranjangku kau terlihat sangat muda, lembut, sedikit bodoh namun setelahnya sungguh liar. Kau benar-benar seorang bocah yang nakal.. dan kau telah membuatku gila."


Arshlan sengaja mengucapkan kalimat yang panas dan melenakan untuk membuai Lana dengan segala kepolosannya, namun sesungguhnya yang diucapkan Arshlan juga merupakan sebuah kejujuran dari dalam lubuk hatinya, yang masih coba ia ingkari.


Kemudian Arshlan terlihat menatap Lana lagi dalam-dalam. "Kalimat seperti itukan yang ingin kau dengar..?"


Wajah Lana semakin bersemu.


Dimata Arshlan, Lana.. memang sangat polos. Sedangkan Arshlan.. terlalu pintar untuk Lana.


Hanya dengan mendengar sebuah kalimat manis bahwa dirinya bisa membuat pria dewasa yang kaya pengalaman seperti Arshlan menjadi gila, Lana bahkan telah merasa semua itu sudah cukup untuknya.


Dalam diam Arshlan tersenyum. Arshlan tau hati Lana sungguh sederhana, sehingga sangat mudah membuat gadis itu bahagia.


Arshlan merasa, bahwa saat ini hanya hatinya saja yang masih meragukan dirinya, apakah nanti setelah semua yang telah mereka lalui.. dirinya akan tetap setia, atau masih bisa berpaling..


'Who knows..?'


...


Bersambung..


Bagikan author apa yang bisa kalian bagikan.. 🙏


Meskipun author terkesan suka maksa, harap maklum aja, butuh banget buat naikin pop yang selalu kalah panggung sama yang pemes..😅

__ADS_1


__ADS_2