TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
MELUPAKAN HAL YANG PENTING


__ADS_3

Mampir yuk, dikarya author yang lain. Untuk novel perdana yang tamat, abaikan bab awal yang agak membosankan karena author baru belajar menulis.. 🙏


Tapi kalau kalian sabar dalam beberapa bab awal, aku jamin alur ceritanya sungguh fresh. Yang baca sampai tamat season 2, semuanya pada gak bisa Move On.


Eyyaa.. lagi-lagi muji diri sendiri.. 😅




Pov


"Lin, aku benar-benar merindukanmu.."


"Aku juga merindukanmu Lana.. eh, maksudku Nyonya.."


Mendengar itu Lana malah terbahak. "Astaga.. Lin, tolong jangan memanggilku 'Nyonya'.."


"Aku harus memanggilmu, Nyonya Lana, itu sudah seharusnya. Kalau aku tidak membiasakan diri, bisa-bisa aku bakalan dipe.. cat.." ujar Lin nyaris mengambang.


Nada suara Lin turun begitu saja manakala ia menangkap sosok bertubuh besar yang mendekat dari arah belakang tubuh Lana.


"Memangnya Madam Lori yang gendut itu masih galak juga yah?" tanya Lana yang tidak menyadari sama sekali akan kehadiran Madam Lori yang kini telah berdiri tegak dibelakang tubuhnya.


"Akh.. eng.. mmh.. tidak Lana, bukan seperti itu.." Lin tergeragap gugup, namun Lana yang polos malah tidak peka dengan gestur tubuh Lin yang belingsatan sendiri.


"Ayo, Lin ceritakan padaku apa setelah aku pergi si gendut itu masih galak dan suka bereriak..?" ujar Lana yang malah cekikikan karena merasa geli dengan ekspresi wajah Lin yang terlihat lucu, padahal Lin justru merasa seperti ingin berpura-pura mati saja sekalian.


"Nyonya Lana, apa kau butuh sesuatu..?" suara familiar yang berasal dari belakang punggung Lana membuat sepasang kelopak mata Lana nyaris keluar dari cangkangnya.


"M-Madam L-Lori.." Lana terhenyak pasrah.


"Lin, bisa-bisanya kau tidak menyuguhkan teh untuk Nyonya Lana..?!" Madam Lori terlihat melotot kearah Lin yang terdiam dengan wajah memucat.


"Oh.. egh.. maaf Madam, akan aku siapkan segera."


"Tidak. Tidak perlu menyediakan apapun." Lana menangkap pergelangan tangan Lin dengan sigap, menahan gadis itu agar tidak beranjak dari hadapannya. "Aku kesini hanya ingin bertemu dan bercerita banyak.."


"Kalau begitu biar aku saja yang menyiapkan teh untukmu, Nyonya Lana." Madam Lori membungkuk sejenak, membuat Lana terhenyak melihat pemandangan itu.


"T-tapi M-madam.."


"Lin, temani Nyonya berbincang, dan aku akan menyeduh teh.."

__ADS_1


"Aaa.. Madam Lori. Aku bilang kan tidak usah. Lebih baik kita berbincang bersama.. ayo kesini.." Lana malah menarik lengan Madam Lori untuk bergabung diantara mereka.


"T-tapi Nyonya.." tolak Madam Lori enggan, menyadari status bocah yang baru kemarin sering dibentaknya kini dalam sekejap telah berubah menjadi seorang ratu.


Sungguh nasib dan peruntungan yang sangat baik..!


"Panggil Lana saja. Jangan panggil Nyonya, karena aku risih mendengarnya.." ujar Lana kearah Madam Lori.


"Tapi.."


"Ssssttt.."


Lana menggoyang-goyangkan jari telunjuknya, memberi isyarat agar Madam Lori tidak lagi membantah.


Mau tak mau Madam Lori pun mengalah. Karena saat ini, ia tidak mungkin berani menolak keinginan Lana.


Pada awalnya mereka bertiga terlihat sedikit kaku saat harus berinteraksi dimeja makan tersebut, namun lama kelamaan situasi tersebut pun mulai mencair sedikit demi sedikit.


'Bocah ini ternyata tidak semenyebalkan yang aku kira. Aku menyesal pernah berlaku buruk padanya..'


Dalam hati Madam Lori membathin, usai mereka bertiga tergelak bersama karena sebuah kisah absurd yang diceritakan Lana.


"Nyonya Lana, kalau kau mempunyai waktu luang datanglah kemari. Aku dan Madam Lori pasti akan merindukan dirimu.." ujar Lin sambil menatap Lana penuh harap.


"Itu karena Lin cukup serakah sehingga dia tidak ingin lagi pindah dari tempat ini..!" celetuk Madam Lori masih dengan nada suaranya yang khas.


Namun tidak seperti sebelumnya dimana Lin dan Lana yang akan mengkerut mendengar kalimat ketus khas Madam Lori, kali ini keduanya malah terkikik menertawakan wanita gendut itu.


"Nyonya Lana, aku memutuskan untuk terus berada ditempat ini karena gaji yang aku terima dua kali lipat banyaknya daripada aku bekerja di villa Tuan Arshlan yang lain.." bisik Lin dengan wajah cengengesan.


"Wah Lin, ternyata Madam Lori berkata benar. Kau memang wanita yang sangat serakah..!" pungkas Lana cepat, membuat ketiganya kembali tertawa tergelak.


Namun tak berapa lama, didetik berikutnya tawa membahana mereka bertiga terhenti satu persatu, begitu mendengar suara ketukan kruk yang beradu dengan lantai, yang semakin lama semakin mendekat.


"Nyonya Alexandra.."


Senyum diwajah Lana kembali mengembang saat mendapati wajah buruk rupa milik Nyonya Alexandra yang muncul disana, langsung menatap galak kearah mereka bertiga.


Nyonya Alexandra nampak mendekati ketiganya, mengangkat tongkat kruk miliknya dan..


Pukk..!


"Aduhh..!!" Lin terlihat mengaduh sambil memegang bahu kirinya yang terkena hantaman kruk milik Nyonya Alexandra. "Nyonya.. kenapa kau memukulku..? sebenarnya apa salahku..?" Lin menatap protes kearah Nyonya Alexandra sambil tetap memegang bahunya yang terasa kebas akibat hantaman kruk.

__ADS_1


Nyonya Alexandra menunjuk Lana dengan tongkat kruk-nya. "Bocah ini sudah jadi Nyonya besar, jadi aku tidak bisa lagi memukulnya. Makanya aku memukulmu sebagai gantinya..!" ujar Nyonya Alexandra dengan acuh, membuat sepasang mata Lin melotot .


"Appa..?!" Lin terhenyak.


"Nyonya Alexandra, kenapa Nyonya marah kepada Nyonya Lana..?" Madam Lori terlihat menatap Nyonya Alexandra dengan tatapan heran.


Lana pun begitu, namun bukannya menjawab pertanyaan Madam Lori, Nyonya Alexandra malah mengalihkan pandangannya, menatap Lana lekat.


"Heh, kau.." ucap Nyonya Alexandra sambil menatap Lana dengan tatapan mata kesal. "Sejak tadi aku mendengarmu tertawa tanpa henti, apa kau tidak mengkhawatirkan suamimu sama sekali..?! Heh..?!"


Lana terdiam. Ia pun baru tersadar bahwa telah melupakan keberadaan Tuan Arshlan yang sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di Black Swan, telah meminta ijinnya terlebih dahulu untuk bicara empat mata dengan Nona Maura dikamar yang ada diantai dua.


"Kau asik tertawa-tawa disini, dan kau melupakan bahwa suamimu sedang berada dikandang ular betina yang bisa mematuknya kapan saja.."


Lana berdiri dari duduknya, seolah baru terbangun dari tidur lelap.


Tak menyangka bisa melupakan hal yang sangat penting bahwa Tuan Arshlan belum turun dari sana sejak tadi ia melepas pria itu diujung tangga, sebelum kemudian ia larut dalam kebahagiaan melepas rindu dengan Lin sahabatnya, juga dengan Madam Lori.


"Nyonya.. kau.. kau harus berhati-hati. Saat ini Nona Maura bahkan bisa melenggang kesana kemari dengan sangat gemulai.." Lin berbisik ditelinga Lana, memperingati separuh mengompori.


"Aku sendiri hampir mati terkejut, karena tidak menyangka. Setelah lima tahun ia lumpuh, kenapa sekarang wanita itu bisa berjalan dalam sekejap mata!" Nyonya Alexandra menimpali ucapan Lin.


Dua kepalan tangan Lana terkepal bersamaan, membuat tiga pasang mata milik Nyonya Alexandra, Madam Lori, dan Lin ikut terhenyak melihatnya.


"Kalau sampai aku memergoki hal yang tidak-tidak, maka aku pasti akan menghancurkan mereka berdua sekaligus..!" Lana beranjak dengan kalap.


"Nyonya Lana..!" suara Madam Lori mampu menghentikan langkah Lana sejenak. Lana pun berbalik menatap Madam Lori.


"Humzz..!" bukannya mengatakan sesuatu, tapi Madam Lori malah mengangkat tinjunya seolah memberi dukungan, dan meniupnya.


Melihat itu Lin juga cepat-cepat mengangkat tinjunya dan meniupnya, meniru persis tindakan Madam Lori. "Humzz..!"


Dua pemandangan itu sanggup memicu semangat dan keberanian Lana. Namun saat ia mengalihkan tatapannya kearah Nyonya Alexandra, yang ada Nyonya Alexandra malah mengangkat kruk-nya lagi, seolah hendak menggertak untuk memukul bahu Lana seperti kebiasaannya selama ini.


"Tunggu apalagi? cepat pergi dan selamatkan suamimu yang nakal itu..!" titahnya tak sabar.


"Baik Nyonya.. baik.." ucap Lana sedikit ngeri melihat kruk milik Nyonya Alexandra yang terangkat ke udara.


Dan Lana pun melesat seperti peluru, menaiki tangga dengan gerakan yang gesit, menuju kelantai dua, dimana sebuah adegan dua puluh satu plus sedang berlangsung dengan seru..


...


Next boleh saja, tapi Like and tinggalin tip dulu dong.. 😍

__ADS_1


__ADS_2