TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
S2. 121. Diluar Nalar


__ADS_3

Follow ig aq yah. @khalidiakayum


...


"Mommy ...?"


El terhenyak mendapati sosok wanita paruh baya yang berdiri tegak didepan pintu masuk apartemen milik Florensia, lengkap dengan dua buah paper bag di tangan kiri dan kanannya, serta senyum manis dibibir.


El yang semula berniat berlalu dari apartemen mewah milik Florensia, masih tak menyangka dengan kehadiran sang Mommy.


Larasati Djenar.


Wanita itu masih terlihat cantik diusianya yang tak muda lagi.


"El, mommy sengaja datang membawa semua barang yang kau pesan pada Robin." ucap Laras sambil mengangkat dua buah paper bag yang berisikan barang-barang yang dimaksud. Wajah wanita itu terlihat ceria.


Sejenak El terhenyak mendapati kalimat tersebut.


Dengan terburu-buru El menutup pintu dibelakangnya, kemudian mengambil alih dua buah paper bag tersebut dari tangan Laras dan menaruhnya diatas lantai, merapat dengan dinding.


Pada beberapa saat yang lalu El memang telah menyempatkan diri untuk menelepon Robin, yang merupakan salah satu pengawal yang ada di rumahnya.


El meminta Robin membawakan beberapa pasang pakaian dan kebutuhan pribadi miliknya dalam beberapa hari kedepan, karena sejak awal El memang telah memutuskan untuk menginap di apartemen Florensia sampai lutut wanita itu membaik, dan bisa beraktifias sendiri tanpa kesulitan.


Sejujurnya El tidak pernah menginginkan kecelakaan kecil itu menimpa Florensia, namun disisi lain El bahkan sempat berpikir, bisa jadi semuanya juga merupakan pertanda restu alam semesta untuk bisa mendekatkan dirinya dengan Florensia.


Sungguh El tak menyangka jika pada kenyataannya hubungannya dengan Florensia bukannya membaik, malah berbuntut semakin runyam.


"El ...?" Laras mengibaskan tangannya didepan hidung El yang terlihat melamun.


"Egh, oh ... i-iya, Momm?"


Sentuhan Laras dibahu El telah membuat El tergeragap.


Laras mengerinyitkan kedua alisnya sambil menatap El dengan seksama. "Ada apa, El? Apa yang terjadi ...?" usut Laras kepada putra sulungnya yang tampan, namun sayangnya masih betah melajang di usianya yang seharusnya sudah pantas menikah.


Luna sang adik malah telah melangkahi El dan menikah lebih dahulu, karena sang kakak yang tak kunjung menemukan tambatan hati yang tepat.


'Pria pemilih.'


Begitu cibiran Luna setiap kali menggoda El, kakaknya yang masih betah seorang diri.


"Kenapa mommy datang kesini se-larut ini?" El menarik pergelangan tangan mommynya dengan lembut, sedikit menjauh dari pintu apartemen Florensia.


"Mommy mengkhawatirkanmu ..."


El menggelengkan kepalanya, menerima perlakuan mommy Laras yang seperti biasa selalu saja khawatir berlebihan.


"Mommy tidak sendirian, ada Robin yang menunggu di mobil."


"Lalu daddy ...?"


"Sore tadi, daddymu berangkat keluar negeri karena urusan mendadak."


El manggut-manggut sejenak, masih belum bisa berkata apa-apa karena masih sedikit shock dengan kehadiran mommynya yang tiba-tiba muncul didepan pintu apartemen milik Florensia.


"El ..." sentuhan lembut Laras kembali menerbangkan lamunan El.


"Egh, iya, Momm ...?"

__ADS_1


"Wanita itu ... bagaimana keadaannya ...?"


El lagi-lagi terhenyak mendapati pertanyaan mommynya. El tidak menyangka jika mommy mengetahui perihal Florensia, padahal El tidak mengatakan apapun kepada Robin, selain hanya mengatakan bahwa ia akan menginap untuk menemani teman yang sedang sakit.


"Darimana Mommy tahu?"


"Mommy menelepon Farid untuk menanyakan siapa temanmu yang sedang sakit, yang menjadi penghuni apartemen di lantai tujuh belas ini. Menurut Farid, penghuninya adalah seorang wanita muda bernama Florensia Frederick, dan wanita itu sedang terluka. Kau bahkan harus membopongnya dari parkiran ..."


El terlihat memijat pangkal hidungnya mendengar penjelasan gamblang Laras.


Farid, adalah manager pengelola di unit apartemen mewah ini. Perihal mengapa Farid bisa mengatakan semua hal tanpa tersisa kepada seorang Larasati Djenar, semua itu tak lain dikarenakan seluruh gedung apartemen ini merupakan salah satu aset dari sekian banyak catatan aset kekayaan dari seorang Rudi Winata, yang tak lain adalah daddynya El.


"Dia ... jatuh dan terluka. Aku yang menyebabkan dia seperti itu." El yang merasa tidak perlu lagi menyembunyikan kebenaran, pada akhirnya memilih berucap jujur.


"Apakah lukanya parah?"


El menggeleng. "Sebenarnya tidak, tapi ..."


Mengambang.


Laras tersenyum mendengarnya. "Wanita memang makhluk yang sangat manja ..."


El menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedikit salah tingkah.


"Lalu kau bilang kau akan menginap, kenapa sekarang malah pergi ...?"


El semakin membisu. Diusianya yang seperti ini, El merasa sangat malu bertingkah bak a be ge dihadapan mommynya sendiri tapi mau bagaimana lagi, ia bahkan tak bisa menyembunyikan rasa panas yang menjalar di seantero wajahnya.


"Kalian bertengkar ...?"


Wajah El semakin merona. Namun melihat pemandangan itu Laras malah tersenyum senang.


Semua itu bukan dalam artian El tidak pernah punya teman wanita, justru sebaliknya, ada begitu banyak wanita yang mengejar cinta putranya dengan berbagai macam cara, namun El seolah merupakan titisan sejati daddynya, Rudi Winata, yang merupakan sosok pria dingin dalam hal percintaan, beserta hati yang seolah tak bisa tersentuh siapa pun ... namun jika sudah menyayangi satu wanita, maka mereka akan berubah menjadi sosok yang sangat penyayang.


(Yang mau kepo kisah cinta daddy Rudi yang kek kanebo kering sama mommy Laras yang super nyebelin, bisa kalian kepoin di novel "CEO TAMPAN DAN ISTRI RAHASIA", kisahnya ada di SEASON 2-nya yah ... dijamin full baperrr abiss. Yuk, cuzzz kepoiiiinnn ...πŸ€—)


Dalam waktu singkat Laras telah mengetahui cerita secara garis besarnya, bahwa wanita bernama Florensia Frederick, ternyata bukanlah sosok yang baru bagi El.


Florensia telah mengejar cinta putranya selama bertahun-tahun lamanya, namun justru disaat dirinya menyerah, kesadaran barulah datang menyapa El, akan seberapa besar ketulusan serta cinta wanita itu untuknya.


(Sekali lagi cuzz kepoin novel kisah cinta Daddy Rudi dan Mommy Laras, yang rada mirip kisahnya, namun memiliki greget yang sudah pasti berbeda, hanya di novel "CEO TAMPAN DAN ISTRI RAHASIA", kisahnya ada di SEASON 2-nya yah .... πŸ€—)


"Terkadang kemarahan seorang wanita itu, hanya karena dia ingin dimengerti lebih dalam, bukan karena dia benci dan tak lagi sayang ..."


El sontak mengangkat wajahnya. Tak menyangka jika mommy Laras bisa mengatakan kalimat seperti itu.


"Kembalilah, El, dia harus tahu bahwa kau bukanlah pria yang bisa pergi begitu saja dan bisa menyerah dengan sangat mudah. Tunjukkan kepadanya bahwa dia adalah wanita yang benar-benar ingin kau perjuangkan ..."


Untaian kata tersebut ibarat air dingin sejuk yang mengalir dan menyirami keseluruhan hati El yang semula terasa gersang.


"Momm ..." kali ini El tak lagi malu saat menghambur, guna memeluk tubuh wanita yang sangat ia sayangi itu.


"Kau tahu, El, kau ... sangat mirip daddymu ..." bisik Laras, ingatannya seolah kembali ke episode waktu yang meskipun telah begitu lama berlalu, namun tak bisa lekang dalam ingatan.


"Benarkah ...?"


"Hhhmm ..." Laras tersenyum menatap El. "Suatu saat, mommy akan ceritakan kisahnya kepadamu, agar bisa membuatmu semakin yakin, bahwa seorang wanita yang mampu mencintai seorang pria hingga bertahun-tahun lamanya meskipun telah diacuhkan dan tak dianggap, tidak akan semudah itu bisa melupakan cintanya ..."


"Jadi mommy juga begitu? Mencintai daddy bertahun-tahun namun diacuhkan dan tak dianggap ...?"

__ADS_1


Laras mengangguk, membuat El membeliak nyaris tak percaya, jika wanita secantik mommy Laras di masa mudanya bisa diacuhkan oleh seorang pria.


Seorang pria yang tak lain merupakan daddynya, yang selalu terlihat sangat mencintai mommy Laras dengan begitu dalam.


Tapi ... bukankah semua kisah itu sama persis dengan apa yang dialami oleh dirinya dan Florensia?


Selama ini, kurang menarik apa seorang Florensia sehingga tak mampu membuatnya mau berpaling dan menatap wanita itu ...?


Nanti disaat dirinya hendak kehilangan Florensia, barulah kesadaran itu datang bahwa betapa bodohnya ia yang telah menyia-nyiakan cinta Florensia hingga bertahun-tahun lamanya.


Detik ini, El bahkan tidak bisa menemukan jawabannya, perihal mengapa ia tega melakukan semua itu, dan kenapa juga selama ini kedua matanya sangat dibutakan ...?


"Kau adalah pria beruntung, bisa dicintai seorang wanita seperti Florensia dengan begitu dalam." Laras mengusap lembut kedua lengan kekar El. "Sebenarnya mommy sengaja datang agar bisa bertemu langsung dengan calon menantu mommy, tapi sepertinya waktunya sedang tidak tepat ..." imbuh Laras.


"Mommy yakin tidak mau masuk dulu?" tanya El kemudian.


Laras menggeleng. "Perbaiki dulu hubungan kalian. Kalau semuanya sudah membaik, bawalah Florensia kerumah, agar mommy dan daddy bisa mengenalnya secara langsung ..."


El mengangguk. "Baiklah, Momm, tapi sebelumnya aku akan mengantar mommy ke bawah terlebih dahulu." ujar El sambil mengamit lembut bahu Laras.


Laras mengangguk, tanpa canggung ia berjalan sambil memeluk lengan kekar milik putra sulungnya, dengan penuh kasih sayang serta kebanggaan.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Sayang, kau habis menelepon siapa?" Lana bertanya sambil melangkah masuk dengan membawa sebuah nampan, berisikan air mineral di gelas panjang.


"Hans." jawab Arshlan pendek, masih sambil menimang ponsel ditangan kanan.


Hans adalah kepala satuan keamanan, yang dipekerjakan khusus oleh Arshlan.


Dalam kesehariannya, Hans memiliki tugas utama dalam memantau semua gerak-gerik sekaligus memastikan keselamatan kedua putra kembar kebanggaan Arshlan,


Luiz dan Leo.


"Lalu kenapa wajahmu tegang seperti itu? Apakah terjadi sesuatu?" usut Lana.


"Tidak, tidak ada. Semuanya baik-baik saja." Arshlan bangkit dan berjalan kearah kamar mandi, sengaja menghindari Lana dengan bejibun pertanyaan, yang jikalau ia ladeni bisa-bisa tak akan pernah ada habisnya.


'Apakah kisah lama akan kembali terulang ...?'


Arshlan membathin didalam hati, begitu ia menatap cermin didepan wastafel.


Arshlan belum mampu mengurai kenyataan, meskipun Hans telah meyakinkan dirinya untuk mempercayai status hubungan terselubung, antara Luiz dan Dasha, yang sungguh diluar nalar Arshlan.


'Bagaimana bisa ...?'


Arshlan kembali membathin.


Sesuai dengan informasi terakhir dari Hans, keduanya bahkan belum juga kembali ke-ranch, melainkan terus berada diatas bukit, didalam sebuah gubuk kecil namun mewah, yang sengaja dibangun diam-diam oleh Luiz, dimana bukit tersebut pun telah dipindah tangankan kepemilikannya oleh Luiz ..


Atas nama Dasha ...!


...


Bersambung ...


LIKE and SUPPORT-nya selalu ditunggu ... πŸ€—


Jangan lupa mampir kesini yah ... πŸ₯°

__ADS_1



__ADS_2