
Menjelang malam, Kendra menghampiri Kimberly yang tengah melamun di dekat jendela. Kim menatap derasnya hujan di luaran sana, petir menyambar dan dinginnya angin malam yang menerpa kulitnya namun dia abaikan. "Kim sebaiknya kita duduk di sofa, di sini kamu bisa masuk angin! ujar Kendra
Kim tersentak kaget, menoleh kearah daddy tampannya lalu mengangguk kecil. Diapun mengekori Kendra dari belakang, lalu mereka langsung duduk di sofa.
" Kemarilah sayang sepertinya kamu kedinginan! "
"Hn. " Kim langsung merapatkan pelukannya di tubuh Kendra, Kendra membalasnya dan sebelah tangannya mengusap kepala Kim.
"Kenapa sejak tadi sore kamu berubah jadi diam!
Ya Kendra sengaja menanyakan hal yang jelas dia sudah tahu jawabannya. Kim menghela nafas panjang, mendongak 'kan kepalanya kearah Kendra. "Dad kayaknya aku mau lupain Daddy deh dan beralih pada Nico bagaimana menurut Daddy!
Kendra terdiam membisu mendengar pertanyaan Kim barusan. Kim memicingkan matanya, menatap lekat pria dewasa yang dia cintai itu dengan intens. " Kenapa Daddy diam, apa daddy cemburu? " cerocos Kim.
"Ngawur kamu Kim!
Kim terlihat kecewa mendengar ucapan Kendra, dia kembali memasang wajah cerianya di hadapan Kendra. " So aku akan terima Nicko, daddy harus merestui hubungan kami berdua. "
Kendra terkejut dengan keputusan yang di ambil oleh Kim, dia kembali melayangkan tatapan tajamnya kearah Kim. Kim terlihat santai, menanggapinya dengan senyuman manis tanpa ada rasa takut.
Bagi Kim, larangan adalah perintah!
Kim bangkit dan hendak pergi, Kendra mencekal pergelangan tangannya. Dia menaikkan sebelah alisnya, menunggu apa yang akan di lakukan Kendra padanya.
Kendra menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskannya pelan. Dia mengangkat tubuh Kim ke atas pangkuannya, Kim memekik terkejut dengan tindakan Kendra padanya. "Turunkan aku Dad, aku mau turun! cicitnya, kala merasakan sesuatu yang tengah menonjol di bawah sana.
Kendra menggeram, mencoba mengendalikan dirinya agar tak menyentuh Kim. Dia memeluk pinggang Kim dengan erat, lalu menatap dalam kedua manik cokelat Kimberly. Kim merasa gugup dan salah tingkah di tatap sedemikian rupa oleh Kendra. Dia semakin terkejut kalau benda kenyal melahaap rakus bibir mungilnya, Kim berusaha menghentikan sang Daddy namun Kendra menahan kedua tangannya.
__ADS_1
Lambat laun Kim membalas ciumannya, Kendra melepaskan tangan Kim. Kim kini mengalungkan tangannya ke leher Kendra, memperdalam ciuman mereka berdua. Setelah ciuman mereka berkahir, Kim menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Kendra langsung membopong tubuh Kim dengan bridal style, menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
Di Kamar
Kendra merebahkan tubuh Kim di atas kasur, lalu mengungkungnya. dia hendak membuka gaun yang di pakai Kimberly namun di tahan Kim. Kim menahan tubuh Kendra, lalu mendorongnya. " Kita belum resmi Daddy. " ujar Kimberly.
"Tapi kamu sudah membangunkan adik kecilku sayang!
" No Dad, kalau butuh pelampiasan panggil saja wanita dari club malam. " Kim bangkit dan menatap sinis kearah Kendra. Kendra pun ikut bangun, mengusap wajahnya kasar karena gairahnya tak terpenuhi.
"Pakai sabun sana Daddy bye, selamat malam daddyku sayang! Kim melenggang ke luar dari kamar Kendra, Kendra berdecak kesal dan langsung pergi ke kamar mandi.
Dua jam kemudian Kendra baru ke luar dari kamar mandi, dia terpaksa menggunakan sabun dengan berfantasi liar Kim menjadi obyeknya. Kendra terus memggerutu kesal akibat ulah nakal gadisnya itu. Setelah ganti pakaian dan mengeringkan rambutnya, Kendra langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur.
Dia masih membayangkan manisnya bibir Kim yang membuatnya kecanduan. Sepertinya dia harus memikirkan cara agar Kim tak berpaling darinya dan hanya dia yang selalu ada di hati Kimberly. Setelah lama berkutat dengan pikirannya, Kendra pun terbang tinggi ke alam mimpi.
Cahaya mentari menyiarkan sinarnya, Kim sudah terlihat cantik dengan gaunnya yang berwarna biru dan rambutnya dia kepang ke belakang. Kim langsung masuk ke dalam kamar Kendra, dia menggeleng melihat Kendra yang tidur tanpa memakai baju. Kim berjalan menghampirinya, lalu duduk di sebelah Kendra.
Dia mengusap kepala pria tampan dan seksi itu dengan lembut. Kendrapun membuka matanya, bibirnya melengkung 'kan senyuman melihat gadis kecilnya yang sudah wangi dan cantik mempesona. "Pagi juga Kim sayang. " sapa Kendra dengan nada suara serak namun terdengar sangat seksi itu.
"Pagi juga Daddy!
"Em ngomong ngomong Daddy jadian sama tante Stella? "
Kendra menggeleng, dia pun bangun dan duduk di samping Kimberly. Kimberly mengalihkan pandangannya dari dada bidang pria yang di cintainya itu, Kendra yang melihatnya tersenyum kecil. "Pemikiran dari mana itu sayang kalau Daddy berpacaran dengan Stella!
"Cuma nebak soalnya si uler keket itu lengket banget sama Daddy! tebak Kim dengan wajah jutek.
__ADS_1
"Sok tahu kamu makanya kamu berhenti manggil aku Daddy sayang! Kim mengangguk malu malu, hal itu membuat Kendra gemas dan langsung menciumnya lagi dan lebih liar.
Selesai berciuman Kim menatap tajam kearah Kendra. " Jangan cium cium sembarangan Dad, lagian Daddy engga cinta 'kan sama aku, gadis kecil!
Kendrapun turun dari kasur lalu memeluk pinggang gadis kecilnya, menatap lekat gadis yang memenuhi hatinya itu sejak dulu. "Selama ini Daddy hanya menyangkal perasaanku padamu sayang!
"Aku cinta sama kamu Kimberly Ainsley Rahadian. " jelas Kendra dengan nada serius. Kim tersenyum lebar mendengar pernyataan cinta dari daddy angkatnya itu yang selama ini dia tunggu tunggu. Kim langsung memeluk tubuh prianya dan di balas oleh Kendra.
Selesai berpelukan, Kendra mencium kening Kim sekilas sambil berkata. "Aku mandi dulu ya sayang! Kim mengangguk, menatap kepergian sang kekasih hati dengan senyuman di bibirnya.
Dia teriak teriak kegirangan, akhirnya apa yang dia harapkan tercapai juga. Beberapa menit berlalu selesai mandi dan berganti pakaian, Kendra mengajak Kim turun ke bawah.
Di ruang tamu
Kendra mengeluarkan sesuatu dari saku celana, sebuah cincin berlian terlihat mengkilau di atasnya. Kim melongo dengan apa yang di bawa oleh Kendra, Kendra meraih jemari Kim kemudian menyematkan cincin itu ke jari manis Kimberly sambil berkata. " Aku serius dengan ucapanku sayang, aku tak mau didahului Nicko atau siapapun itu. "
"Tapi Dad eh Mas Ken, apa ini enggak berlebihan! Hati Kendra berdesir hebat, kala Kim memanggil dirinya dengan sebutan Mas sekarang. Kim merasa malu dan belum terbiasa memanggil Kendra dengan sebutan Mas Ken.
"Enggak sayang, aku sangat suka kamu panggil aku dengan sebutan Mas!
Kim tersenyum manis, menangkup kedua pipi Kendra lalu memberikan ciuman manis di bibir prianya itu. Senyum terbit di bibir Kendra, tak menyangka gadis kecilnya berani mencium dirinya. Wajah Kim nampak merona, dia langsung memeluk tubuh Kendra dengan erat.
" Mas, apa hubungan kita ini tak terlalu cepat Mas, aku takutnya ada yang tidak menyetujui hubungan ini. " gumam Kim. Kendra memeluk erat tubuh gadis kesayangannya dan tak lupa jemari mereka saling tertaut satu sama lain.
"Tenang saja sayang, Mas enggak akan biarkan hal itu terjadi dan tak akan kubiarkan Stella atau siapapun memisahkan kita. " Kim mengangguk, dia berharap semuanya baik baik saja begitu juga dengan hubungannya dengan Kendra.
bersambung
__ADS_1