TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
DILUAR PERKIRAAN


__ADS_3

Ig. @khalidiakayum


Yukk, di Follow 🤗


Yang belum baca novel aq yang lain, mampir yuk.. dijamin baper, jangan nengokin jamur melulu.. 🤪


- Ceo Tampan dan Istri Rahasia


- PASUTRI


...


Pov empat puluh menit yang lalu..


"Tuan.."


Her telah menyambut Arshlan tepat didepan pintu kamar presidential suite, disebelahnya ada Romi, kepala keamanan club malam milik Arshlan yang merupakan mantan kekasih Siska.


Beberapa orang pengawal Arshlan lainnya juga berdiri tak jauh dari sana.


"Bagaimana, Her? apakah semua berjalan dengan lancar..?" Arshlan bertanya dengan tatapan yang lurus pada Her.


"Iya Tuan, menurut informasi terakhir, mobil yang dikendarai Nyonya Marina baru saja memasuki area hotel.."


"Bagus,"


"Aku juga sudah mengatur agar nantinya para resepsionis tidak mempersulit mereka.. kebetulan salah satunya adalah kenalan Nyonya Marina, jadi urusannya semakin mudah."


"Hhmm.." Arshlan mengangguk, kemudian tatapannya beralih pada Romi. "Romi.. kau sudah tau tugasmu, kan?"


Romi mengangguk takjim. "Iya Tuan,"


Arshlan terlihat menyeringai. "Pergilah kedalam dan temui hadiahmu sebelum dia sadar sepenuhnya.."


"Tapi Tuan.."


"Jangan coba-coba membantahku." ujar Arshlan singkat seolah tau bahwa Romi sedikit enggan menjalankan perintah sang majikan kali ini.


Bercinta dengan Siska bukanlah hal yang baru bagi Romi.


Romi bahkan begitu sering melakukannya selama lebih dari dua tahun lamanya, sebelum akhirnya Siska berkhianat karena tergoda jerat rayu seorang pria yang lebih segalanya dari dirinya.


Siapa lagi kalau bukan Tuan Aldo..?


Patah hati dan merasa direndahkan.


Yah.. itulah yang Romi rasakan. Tapi meniduri gadis yang sedang tidak sadar karena pengaruh obat bius dosis rendah, tetap saja membuat Romi sedikit jengah meskipun gadis itu adalah Siska, seorang mantan pacar yang telah menoleh luka dihatinya.


Tapi apa boleh buat..?


Daripada memikirkan reaksi Siska nantinya, Romi malah tidak punya pilihan untuk menolak titah seorang Tuan Arshlan. Ia masih lebih sayang karir dan pekerjaannya begitupun juga dengan nyawanya.


"Baiklah Tuan, aku akan pergi kedalam."


"Tuntaskan dengan cepat."


"Baik Tuan.."

__ADS_1


Sosok Romi nyaris hilang dibalik pintu kamar manakala Arshlan kembali menahan laju daun pintu tersebut sebelum terkatup sempurna.


"Romi, sebentar.." pungkas Arshlan.


"Iya, Tuan.."


Arshlan telah menatap Romi dengan pandangan yang lurus dan tegas, serta sedikit menakutkan.


"Jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpa istriku. Kalau sampai Siska bisa menyentuh seujung rambut Lana.. bu nuh saja dia." aura wajah Arshlan menggelap saat mengucapkan kalimat tersebut.


Romi menunduk takjim. "Aku mengerti, Tuan."


XXXXX


Siska yang terhenyak kaget melihat kehadiran Lana tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih saat sahabatnya yang selama ini terlihat begitu polos itu kini seolah berubah menjadi singa betina yang menakutkan, karena dengan gerakan cepat langsung mendorong tubuhnya kebelakang dengan jalan mencekik lehernya.


Detik berikutnya Siska telah merasa tubuhnya telah terpental akibat dorongan yang keras.


Bukk..!


"Aaahhh..!!"


"S-Siska..? ternyata kau.. dasar ja lang..!!" Lana mengumpat geram, tak sedikitpun ia berbelas kasih melihat Siska yang melolong kesakitan saat tubuhnya terhempas kepermukaan lantai yang dingin.


Diatas sana.. Lana malah terlihat menyeringai dibalik cahaya lampu yang temaram.


"Aku sungguh tidak menyangka kau bisa berlaku serendah ini. Siska, berani-beraninya kau melakukan semua ini kepadaku..!" suara Lana kembali menggelegar diseantero kamar yang luas.


Mendengar kalimat itu, bukannya menyadari kesalahannya Siska malah tersenyum sinis. "Kenapa tidak..? kau bahkan telah menjadi begitu sombong setelah dinikahi Tuan Arshlan. Apa hatimu setinggi itu..? kau pikir dirimu hebat..? cihh..!"


"Iya.. ini aku. Aku adalah Siska, dan sampai kapanpun tempatmu ada dibelakangku. Kau.. tidak akan pernah bisa berada didepan..!"


Kilau dari dua buah bulir bening nampak terlihat jelas, saat mengalir perlahan dikedua belah pipi Lana. "Padahal aku mengira aku adalah sahabat sejatimu dan tempatku disampingmu. Bukan didepan.. apalagi dibelakang.."


Siska mencoba bangkit. Dengan ekspresi wajah pongah, kini ia telah berdiri angkuh menantang Lana. "Sahabat..? ha.. ha.. ha.. aku tidak sudi..!" umpatnya penuh percaya diri.


"Siska.. kau.." Lana menggigit bibirnya, menggeram marah bercampur kesedihan hati yang tak terkira.


Luar biasa rasanya, saat menyaksikan sendiri bagaimana keji ulah Siska, sahabat yang selalu dirinya agungkan setiap saat.. ternyata justru menusuk dari belakang.


"Dimana suamiku..?!" tanya Lana dengan suara yang dingin namun penuh ketegasan dan ketegaran.


"Untuk apa kau mencari kekasihku..?"


"Dasar ja lang.. tutup mulutmu..!"


Plakk..!!


Sebuah tamparan mendarat dipipi Siska, membuat wanita itu terhenyak untuk beberapa saat.


"Aku menahan diriku karena masih menyisakan sedikit kesabaranku. Jadi kau.. kau jangan coba-coba membuatku lepas kendali. Katakan dimana suamiku..?!" hardik Lana mulai jengkel.


"Dimana lagi..? tentu saja diatas ranjangku..!"


"Tuaaannn..!!" teriak Lana tak lagi mempedulikan kalimat provokasi milik Siska.


Wajah Lana memucat sempurna, seolah sedang mempertontonkan tanda kemarahannya yang membabi buta.

__ADS_1


Lana bahkan telah berniat mencakar wajah tampan milik Tuan Arshlan saat ini juga begitu ia bisa menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa Tuan Arshlan telah mengkhianatinya, seperti yang diungkapkan Maura tadi siang.


"Tuan Arshlan, sayangku.. lihatlah kelakuan istri culunmu. Sepertinya dia tidak percaya bahwa kita baru saja selesai mengarungi samudera cinta, dia juga telah berani mencekikku dan menghina.."


"Kau memang pantas dihina."


klik.


Bertepatan dengan jawaban dari seorang pria dibelakang sana, seluruh lampu utama dikamar mewah tersebut kini telah menyala sempurna, membuat seisi kamar itu terang-benderang.


Lana terkejut saat melihat siapa gerangan sosok pria yang berdiri tepat dibelakang Siska dengan bertelanjang dada, hanya mengenakan celana panjang berwarna hitam, karena kemejanya telanjur melekat ditubuh Siska.


Dihadapan Lana, Siska pun tak kalah terkejut saat kembali mendengar suara yang terasa begitu familiar ditelinganya.


Dan benar saja, begitu Siska berbalik.. ia sontak membekap mulutnya sendiri.


"T-tidak.. ini tid.. tidak mungkin. Sudah jelas-jelas tadi aku bercinta dengan Tuan Arshlan.. mana mungkin tiba-tiba menjadi dirimu..?!" pekik Siska kalap bercampur kecewa, seolah tidak terima jika tadi ia tidak sedang bercinta dengan Tuan Arshlan melainkan dengan sang mantan kekasih.


Siapa lagi kalau bukan Om Romi..!


"Ternyata selain hina, kau juga sudah mulai gila. Bisa-bisanya kau bermimpi dan berharap bisa tidur dengan suami dari sahabatmu sendiri. Siska.. kau benar-benar sudah sakit..!"


XXXXX


"Tu.. Tuan Arshlan..? tidak, b-bagaimana mungkin kau malah berada disini.. dan bukan didalam sana..?" Marina tergeragap, tatapannya mengarah kedaun pintu dan sosok Tuan Arshlan berganti-ganti.


Arshlan menyeringai. "Maaf mengecewakanmu, Nyonya Marina. Tapi apakah kau memang sangat berharap akan menemukanku didalam sana, Nyonya..?" pungkas Arshlan, sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Ti.. tidak.. maksudku.."


"Pergilah pulang kerumah."


"Egh, tapi Lana.."


"Aku suami Lana, dan itu berarti, Lana adalah tanggung jawabku sepenuhnya."


"Tapi setidaknya.."


"Pergi."


Marina pun tak berkutik, seolah tak punya pilihan lain apalagi harus membantah perintah Tuan Arshlan.


"B-baiklah Tuan, aku akan kembali kerumah.."


Marina pun undur diri. Kendatipun Ia tak rela meninggalkan Lana.


Bukan.


Bukan karena ia begitu khawatir dengan keadaan Lana didalam sana, melainkan karena Marina telah dibuat begitu penasaran dengan segala hal yang terjadi.. yang sungguh jauh diluar perkiraannya..!!


...


Bersambung..


Halo.. para pecinta Terjerat Cinta Pria Dewasa, yang udah baca dari bab awal sampai sekarang.. yuk kroscek, kali aja masih ada bab yang belum di Like 🥰


Thx and Loophyuuu all.. 😘

__ADS_1


__ADS_2