TERJERAT CINTA PRIA DEWASA

TERJERAT CINTA PRIA DEWASA
S2. 83. Firasat Lana


__ADS_3

Begitu Arshlan dan Lana tiba di ranch, Lana nyaris tak pernah diam.


bergerak kesana-kemari, mengecek semua persiapan ini dan itu yang menyangkut pesta barbeque malam nanti.


Arshlan yang sedang menikmati kopi hitam dengan menonton televisi yang sedang menampilkan berita tentang perkembangan bisnis serta pergerakan saham saat ini, tak jarang sering terusik dengan lalu lalang istrinya.


"Lana, kemarilah sebentar ..." panggil Arshlan saat wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya itu terlihat kembali melintas.


"Ada apa?"


"Duduklah disini." Arshlan menepuk ruang kosong dari sofa yang telah ia duduki.


"Sayang, pekerjaanku masih banyak. Aku masih harus ..."


"Hanya sebentar." pungkas Arshlan lagi sambil tersenyum, yang pada akhirnya telah membuat langkah Lana terayun mendekat.


"Ada apa?" tanya Lana masih dengan struktur kalimat yang serupa, saat ia telah benar-benar menghempaskan tubuhnya keatas sofa.


"Lana, aku tahu kau menganggap penting kedatangan Tuan Jody Frederick dan putri semata wayangnya. Tapi kau tidak perlu mengerjakan semua pekerjaan, dan aku tidak ingin pada akhirnya kau kelelahan ..."


"Aku tidak merasa lelah sedikitpun, karena aku melakukan semuannya dengan senang hati."


Arshlan tersenyum lagi, kali ini berita tentang bisnis dan saham yang ada di layar televisi benar-benar menjadi tidak menarik lagi, manakala fokus Arshlan telah tertuju sepenuhnya kearah Lana.


"Ada begitu banyak maid, kau tidak perlu turun langsung mengerjakan semuanya."


"Tapi ..."


"Kau hanya perlu mengawasi mereka saja."


"Sayang, tapi ..."


"Kalau kau masih saja keberatan, maka aku benar-benar akan melarangmu keluar dari kamar sebelum pesta barbeque nanti malam ..."


"Ish, sayang!" wajah merajuk khas Lana akhirnya muncul tanpa tertahan, begitu mendengar ultimatum Arshlan yang tegas. "Iya, baiklah ... baiklah ... aku akan menuruti keinginanmu, tapi jangan suruh aku berdiam diri di kamar ...!"


Arshlan tertawa kecil mendengar dumelan tersebut, tangan kanannya refleks terangkat guna membelai pipi istrinya yang manja.


"Aku tahu, kau ingin menampilkan kesan yang sempurna untuk Tuan Jody Frederick dan putrinya, tapi aku juga tidak mau kau kelelahan karena menghandle semua pekerjaan."

__ADS_1


"Iyaaa ... baiklah ... aku janji, mulai sekarang aku hanya akan mengawasi pekerjaan maid saja."


"Begitu lebih baik." ujar Arshlan dengan senyum terkembang. "Oh, ya, bukankah Leo dan Victoria sudah tiba?"


Lana mengangguk. "Iya sayang, kata seorang maid, mereka tiba sejak pagi. Tapi saat ini Leo sedang berada di istal dan belum kembali, sedangkan Victoria belum keluar dari kamar dan hanya berbaring seharian ..."


Alis Arshlan bertaut mendengar penjelasan Lana tentang Victoria. "Jangan-jangan Victoria sedang sakit. Kalau begitu cepat hubungi dokter John, suruh dia datang kesini secepatnya."


"Dokter John sedang ada seminar hari terakhir, tapi sejam yang lalu ia mengabarkan bahwa ia akan berusaha segera tiba disini secepatnya."


"Baguslah." ujar Arshlan. "Kau ... kenapa kau tidak melihat keadaan Victoria? Tempatkan seorang maid untuk berjaga kalau-kalau dia butuh sesuatu, apalagi Leo sedang tidak ada. Anak itu ... istrinya sedang sakit, bukannya ditemani malah sibuk mengurus kuda ...!" dumel Arshlan.


"Sayang, kau tidak perlu khawatir. Aku selalu mengecek keadaan Victoria sejak aku sampai, dan sebelum aku melakukan apa yang kau perintahkan barusan, Leo telah lebih dahulu menugaskan Ruth untuk menemani Victoria."


Ruth, adalah nama seorang maid yang kesehariannya bekerja di ranch, dan memang benar Lana telah menemukan wanita itu tengah berada di kamar Leo, sedang menjalankan tugas khusus yang di titahkan putra mereka, yakni menunggui Victoria.


"Sayang, Ruth telah mengatakan bahwa Victoria hanya tidur sepanjang hari, dan itu membuatku semakin mencurigai sesuatu ..." sambung Lana lagi setelah barusan kalimatnya sempat terjeda sesaat.


Arshlan menatap lekat wajah Lana yang tersenyum penuh misteri.


"Kau ini sedang memikirkan apa? Kenapa tersenyum aneh seperti itu?"


"Lana, kau jangan memikirkan hal yang aneh-aneh, memangnya kau sedang mencurigai apa lagi tentang Victoria?"


Lana mendelik mendengar kalimat Arshlan, namun detik berikutnya ia telah mendekatkan wajahnya ke telinga Arshlan, dan membisikkan sesuatu yang sukses membuat Arshlan nyaris tersedak.


"Lana, kau ... kau sedang tidak bercanda kan?" Arshlan menatap Lana dengan seksama, kilau haru dikedua matanya tak bisa terbendung.


"Ini baru firasatku saja," kilah Lana sambil tersenyum semringah.


Arshlan menggenggam jemari Lana dengan erat, membalas senyum kebahagiaan sang istri dengan senyum yang sama, penuh kebahagiaan.


"Kalau semua firasatmu benar, itu artinya tak lama lagi kita ... kita akan ..."


Mengambang.


Saking bahagianya, Arshlan malah kesulitan untuk mewakilkan semuanya lewat kata-kata.


"Membayangkannya saja aku sangat senang, sayang. Aku sangat berharap, hasil pemeriksaan dokter John akan sesuai dengan apa yang kita harapkan ..."

__ADS_1


"Tentu saja, sayang, karena kali ini, keyakinanku sangatlah kuat, bahwa semuanya pasti akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan ..."


"I hope ..." pungkas Arshlan sambil mengembangkan kedua lengannya lebar-lebar.


Ada yang menetes disudut mata Lana, ketika mendapati rengkuhan hangat Arshlan untuknya.


Semuanya terasa sangat menenangkan ...


🌸🌸🌸🌸🌸


"Leo? Kau dari mana saja?"


Suara bariton milik Arshlan telah menunda langkah Leo yang hendak menuju kamarnya.


"Daddy? Aku pikir kalian belum tiba. Mana mommy?"


"Jangan tanyakan mommymu, karena sudah pasti saat ini dia telah menjadi sangat sibuk dalam menyiapkan segala sesuatu, meskipun daddy sudah melarangnya berkali-kali ..."


Leo tertawa kecil mendengar keluhan Arshlan.


Siapapun pasti sudah hafal betul bagaimana sifat Lana, yang akan menjadi sangat bersemangat setiap kali menghadapi acara keluarga, meskipun itu hanya sebatas makan malam bersama.


Sejak awal Lana memang merupakan figur istri yang pure menjadi sosok ibu rumah tangga.


Semua itu dikarenakan sikap Arshlan yang terlalu over protective dalam memberikan standar kebebasan untuk Lana, meskipun pada dasarnya Lana juga sangat menikmati perannya sebagai istri dari seseorang yang hebat dan menawan seperti Arshlan, sekaligus ibu dari dua pria kembar yang tak kalah menawan, dan bahkan keduanya kini telah menjelma menjadi dua pria yang cukup dewasa.


"Leo, daddy mendengar dari mommymu bahwa Victoria sedang tidak enak badan. Lalu kenapa kau malah meninggalkannya?"


Leo terdengar menghela nafasnya perlahan, kemudian menghembuskannya.


"Sebenarnya sejak pagi aku terus bersamanya, dadd. Aku baru saja beranjak dari kamar karena ingin melihat kondisi istal. Kata seorang pegawai, ada beberapa kuda betina ras terbaik yang baru saja melahirkan, dan hal itu telah membuatku sangat penasaran, dan karena Victoria juga sedang tertidur lelap, maka aku buru-buru memutuskan segera pergi ke istal untuk melihat langsung, meskipun hanya sebentar ..."


Arshlan menggelengkan kepalanya berkali-kali. "Kedepannya kau tidak boleh lagi seperti itu. Kau juga harus lebih memperhatikan Victoria. Ingatlah Leo, urusan keluarga itu jauh lebih penting diatas segala urusan yang ada diluar sana, apalagi ini menyangkut kesehatan istrimu."


"Maafkan aku, dadd. Aku berjanji kelak aku akan lebih memperhatikan Victoria ..." lirih Leo bersungguh-sungguh, saat menanggapi nasihat Arshlan.


... NEXT


Sebelum NEXT jangan lupa di LIKE dulu yah ... πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2