
El tidak sendirian, karena pria itu bukanlah satu-satunya orang yang terkejut begitu rupa, atas kenyataan yang berada didepan matanya.
Sementara itu diujung sana, Leo dan Victoria pun merasakan keterkejutan yang sama, saat menyadari kehadiran El, yang duduk tenang bersama Arshlan dan Lana, dengan secangkir kopi yang masih terlihat mengepul diatas meja.
"Tuan El ...?" Leo dan Victoria bahkan nyaris sama-sama mendesis kalimat yang sama.
"Wah ... wah ... ada apa ini? Apakah kalian juga sudah saling mengenal satu sama lain ...?" suara bariton milik Arshlan terdengar memecah situasi canggung yang tercipta begitu saja.
"Iya, uncle, tentu saja aku mengenal Victoria sebagai dekorator bunga di Mega Florist, sementara Tuan Leo ... aku yakin seluruh masyarakat di negeri ini tidak ada satu pun yang tidak mengenalnya." pungkas El mencoba bersikap kalem, sambil tak lupa menambahkan senyum di wajahnya yang tampan.
El berusaha semaksimal mungkin mengatasi setiap jengkal kecanggungan yang ditimbulkan dari rasa terkejut atas kenyataan yang sedang dihadapinya saat ini.
Sementara Leo dan Victoria, terlihat meneruskan langkah yang sempat tersendat, kembali mendekati tiga orang yang duduk santai di ruang keluarga.
"Tuan El berkata benar, dadd. Kami memang sudah saling mengenal. Kemarin kami bahkan sempat bertanding volley pantai bersama ..."
"Benarkah?"
Baik Arshlan maupun Lana, keduanya terlihat begitu takjub dengan penjelasan Leo.
"Sayang, duduklah ..." kalimat mesra penuh perhatian Leo untuk Victoria, pastinya bisa tertangkap jelas oleh telinga semua orang yang berada disana.
Pipi Victoria merona mendapati perlakuan istimewa Leo untuknya, terlebih acap kali mendengar panggilan 'sayang' yang sejak tadi selalu tersemat, begitu hubungan mereka menghangat pada beberapa saat yang lalu.
Wajah Leo terlihat sangat berseri-seri, sama halnya dengan wajah Victoria, yang meskipun terlihat sedikit pucat namun tidak bisa menyembunyikan aura kebahagiaan yang terpancar jelas disana.
Sementara Arshlan dan Lana menarik nafas lega saat meyakini, bahwa satu masalah telah terlewati dengan mulus.
El sedikit menundukkan pandangannya mendapati semua pemandangan itu. Tak ingin berlama-lama menatap ke-uwwu-an yang sedang terjadi didepan hidungnya.
Sedikit patah hati ... tentu saja!
Tapi setidaknya El merasa lega dan ikut bahagia bisa melihat wajah berseri milik Victoria.
Bahwa Victoria baik-baik saja, dan wanita itu terlihat semakin sempurna saat berada ditempat yang tepat.
Ternyata disinilah letak kebahagiaan Victoria yang seutuhnya.
Ditengah keluarga Arshlan yang dipenuhi kebahagiaan, serta kasih sayang dari seorang suami sempurna seperti Leo ... yang terlihat jelas, sangat mencintai Victoria.
πΈπΈπΈπΈπΈ
"Baiklah, Momm ... miss you too ..."
__ADS_1
El baru saja mengakhiri pembicaraan di telepon dengan mommynya, bertepatan dengan kehadiran Leo yang entah darimana datangnya, karena tiba-tiba saja tubuh Leo telah berada tepat di sisi tubuh El yang berdiri ditengah hamparan rumput yang menghijau.
Usai berbincang singkat namun cukup akrab bersama Tuan Arshlan dan keluarga kecilnya, El telah memilih untuk menghirup udara segar dengan berjalan-jalan sebentar di area ranch, yang keseluruhannya sangat menakjubkan.
"Your momm ...?"
El menoleh sejenak. "Hmmm ..."
"Menarik."
"Apanya ...?" kedua alis El bertaut.
"Ternyata mommymu sangat mengkhawatirkan dirimu seperti seorang bocah."
Mendengar ejekan itu El menyeringai. "Memangnya kau tidak mengalaminya?" pungkasnya balas mengejek.
"Aku tidak bilang begitu." sanggah Leo sama sekali tidak berusaha mengelaknya.
Lagi pula jika Leo mengingkarinya, itu adalah hal yang percuma. El pasti bisa menilainya sendiri, betapa sikap mommy Lana, telah mencerminkan semua sikap dari wanita posesive, yang selalu mengawasi putra kembarnya bak seorang bayi.
"Kalau nasib kita sama, maka seharusnya kau tidak perlu sengaja mengejekku."
Leo tertawa mendengar kalimat El yang lebih mirip dumelan tersebut.
"Mungkin tidak semuanya. Sepertinya hanya pria-pria dewasa seperti kita saja yang beruntung bisa mendapatkan perhatian ekstra seperti itu ..."
"Kau benar, El. Mereka bahkan lupa bahwa kita terlalu tua untuk dikhawatirkan begitu rupa ..."
Imbuh Leo dengan nada lirih, sebelum kemudian hening mulai bertahta diantara dua pria tampan itu, dan baru berakhir setelah Leo lebih dulu memecah keheningan yang tercipta.
"So ...?"
"Apa?" El balik bertanya, dengan wajahnya yang bingung.
"Setelah mengetahui semuanya, pasti kau sangat terkejut. Iya kan?" ujar Leo sambil mengangkat kedua alisnya.
El melengos sejenak. "Bohong kalau aku katakan tidak. Tapi meskipun begitu, masih ada satu hal lagi yang hingga detik ini seolah mengganjal, dan tidak aku mengerti dari hubunganmu dengan Victoria, terlebih dari sikapmu."
Alis Leo bertaut. "Apa itu?"
"Selama lima tahun kau selalu terdengar memiliki skandal dengan banyak artis dan nyaris dengan semua lawan mainmu. Lalu kenapa selama ini kau tidak pernah berusaha mengatakannya kepada publik, bahwa kau telah memiliki seorang istri, yang bahkan jauh lebih cantik dan sempurna dibandingkan artis wanita manapun di negeri ini ...?"
"Uhhuk ...!" Leo terbatuk begitu mendengar El yang baru saja memuji istrinya setinggi langit, tepat dihadapannya, tanpa canggung sedikitpun.
__ADS_1
Sesungguhnya kalimat El sangat telak menghantam lubuk hati Leo.
Bagaimana tidak?
Selama lima tahun Leo tidak pernah menganggap penting kehadiran Victoria. Sekarang barulah dirinya sadar, bahwa ia telah melakukan kesalahan fatal.
El berkata benar.
Victoria memang cantik dan sempurna sebagai seorang wanita, dirinyalah yang bodoh karena terlalu menyepelekan keberadaan Victoria, sehingga tidak heran jika pria hidung belang seperti El pun tak bisa berkedip saat melihat kecantikan istrinya.
Si al ...!
"Maaf, Leo, karena aku mengatakan hal yang sebenarnya."
"Sebenarnya bukan tidak mengakui, tapi aku hanya menunggu waktu yang tepat saja." pungkas Leo beralasan, untuk menutupi kebobrokan sikapnya kepada Victoria selama ini.
Leo bersumpah bahwa El atau siapapun diluar sana tidak boleh tahu, betapa buruknya ia memperlakukan Victoria selama ini, meskipun detik ini Leo telah sangat menyesali semuanya.
"Dalam waktu dekat, aku akan mengumumkannya kepada publik." ujar Leo sambil menatap El, dengan sorot mata yang dipenuhi keyakinan. "Karena kami akan memiliki bayi ..." ungkapnya lagi, semakin lirih.
El terkejut mendengarnya, namun ia tak bisa memungkiri bahwa sebagai seorang pria sejati, hatinya malah ikut tergerak saat menyaksikan sepasang bola mata Leo yang sedikit berkaca, dipenuhi rasa haru dan kebahagiaan yang luar biasa.
"Aku tidak ingin menyembunyikan kebenarannya lagi. Sudah cukup, karena semua kebahagiaan yang aku rasakan saat ini ... aku sungguh tidak rela jika hanya menyimpannya seorang diri, dan tak membaginya dengan orang lain. Aku bahkan ingin seluruh dunia tahu, bagaimana besarnya kebahagiaanku ..."
El tersenyum mendengarnya, takjub oleh luapan perasaan Leo yang tercurah tak tertahan.
"Of course, bro, because you are so lucky, man ..." desis El, salut dengan keputusan besar Leo, yang sudah pasti akan berdampak besar pada karir keartisannya kelak.
"Kau benar, El. Karena aku pun merasakan hal yang sama, bahwa sesungguhnya aku benar-benar pria yang paling beruntung, diatas muka bumi ini ..."
...
Bersambung ...
Hai, apa kabar semua?
Aku minta maaf jika up nya sering keteteran, karena kesibukan dunia nyata juga banyak banget π.
Sekedar info aja, bahwa meskipun hanya up 1 bab, aq selalu nulis diatas 1000 kata per bab-nya. Bahkan adakalanya nyaris 2000 kata loh π. Jumlah segitu kalau di sebagian author lainnya udah bisa jadi dua bab sekaligus. Tapi gak apa sih, karena setiap kali kalian bilang : "Thor, kuraaanggg ..."
Aku anggap itu karena kalian sangat suka dan penasaran dengan kelanjutan kisahnya. π
Btw, terima kasih sudah setia mendukung TCPD sampai sejauh ini yah ... lophyuuu all ... π
__ADS_1