UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
1. Taruhan.


__ADS_3

"Woii ada mahasiswi yang makai cadar, lihat ngak tadi, matanya bening banget, orangnya pasti cantik." ucap seorang laki-laki mahasiswa kedokteran.


"Ahhh udik lu pakai cadar udah biasa kali, paling ada yng di sembunyikan ." jawab gadis manis yang sedari tadi duduk nemplok di sisinya.


"Jangan bilang gitu, wanita itu pakai cadar untuk menutupi auratnya dan kecantikan juga." jawab laki-laki lainnya.


"Huhhh ngak semuanya cantik kok."


"Tapi lebih cantik dia dari lo yang sudah kelihatan dalamnya seperti apa, gua mah lihat wanita tertutup gitu jadi penasaran seperti apa wajahnya, kulitnya." senyum laki-laki lainnya.


"Huhhhh ujung ujungnya omongan lo mesum juga ,dasar otak lo jorok pake banget."


"Hahahaha tapi gua penasaran lihat tu cewek, gua deketin ahh, gua pengen lihat dalamnya."


"Gimana kalau kita taruhan, kalau lo ngak berhasil deketin tu cewek lo harus putusin pacar lo yang seksi itu, tapi kalau lo berhasil gua kasih tiket liburan ke hawai bareng pacar lo, gimana ?." tantang amar senior di pakultas itu.


"Dill gua setuju, siap siap lo kalah bro." senyum mengejek.


Sementara itu Shafa yang sudah masuk kelas sejak awal sudah menjadi perhatian karna di pakultas itu dia satu satunya yang makai cadar, yang makai hijab banyak.


Cibiran dan sindiran ia terima karna penampilan nya yang tidak biasa bagi sebagian orang yang masih jarang bergaul dengan wanita bercadar, namun Shafa selalu menanggapi dengan senyum.


Bodyguar Shafa Niken selalu emosi jika mendengar Shafa di guncingkan, tapi gadis beliau itu selalu melarang Niken bertindak di luar kendalinya, meski Niken pengawal Shafa tapi Niken selalu ikut ke kelas mendapingi Shafa karna Johan juga mengalihkan bodyguar itu seperti permintaan Shafa.


Kalau di ikuti terus Shafa tidak nyaman, bahkan Shafa meminta papanya tidak terlalu maju urusan kuliahnya, dia tidak mau orang memperlakukannya istimewa hanya karna ia putri seorang milyuner.


"Hai cewek, boleh gabung ngak." tanya dino laki-laki yang sudah taruhan dengan kawannya.


"Tidak." jawab niken dingin.


"Gua bukan nanya lo, tapi cewek cantik ini, boleh kenalankan." dino mengulurkan tangannya pada Shafa.


"Maaf, saya tidak bersentuhan dengan yang bukan mighrim saya, nama saya Shafa." menunduk memberi salam.


"Ohh maaf gua ngak tau, Shafa ya .. nama yang cantik seperti orangnya."

__ADS_1


Shafa tersenyum di balik cadarnya hingga mata cantik itu tampak menyipit, seketika dino terkesima melihat mata indah itu hingga ia lupa tujuannya.


"Nona maaf tuan besar menelpon." tiba tiba seorang wanita berhijab menghampiri Shafa dan menyerahkan handphone di tangannya pada gadis itu, Shafa menerima handphone dengan sedikit mendelik pada Asiah pengawal yang satu lagi.


Asiah tidak ikut masuk kelas karna ia tidak berminat dengan ilmu kedokteran dan tugasnya menjaga Shafa dari kejauhan, ia setiap hari ikut kemana Shafa pergi begitu juga Niken mereka berdua pengawal pribadi Shafa sejak gadis itu masih kecil.


"Assalamualaikum wrwb, iya papa kok ngak telepon ke nomor Shafa aja pa." Shafa menggeser tempat duduknya agar sedikit jauh dari orang orang.


"Bagai mana papa hubungi ke no handphone Shafa kalau tidak aktif, kebiasaan anak gadis papa kalau lagi belajar handphone di matikan." jawab Johan dengan senyum bahagia karna bisa berbincang dengan putri sambungnya itu.


"Maaf papa, Shafa lupa mengaktifkannya, papa ada apa telepon Shafa, papa mama dan adek adek sehat semua kan."


"Alhamdulillah sehat girl, papa, mama dan adek adek Shafa kangen kapan kakak pulang."


"Shafa juga kangen papa, ahir minggu ini Shafa pulang papa."


"Janji ya girl, jangan ada alasan lagi atau papa jemput sampai ke kampus."


"Jangan papa, Shafa janji pulang."


"Alhamdulillah lancar papa, Shafa baik baik saja papa, papa jangan kwatir."


"Okay girl, ingat papa siapa kan meski kakak bilang ngak apa apa tapi papa pasti akan tau kalau ada orang yang ganggu dan menyakiti hati putri papa jadi selagi papa diam, papa harap kakak yang membela diri kalau di sakiti, kalau tidak papa akan bertindak."


"Iya papa Shafa yang paling ganteng dan paling baik sedunia." tawa kecil Shafa.


Mereka pun asik berbincang, hingga jam masuk kuliah, Johan sengaja menghubungi putrinya itu saat Asiah melaporkan ada yang mengganggu Shafa dan bahkan membuat taruhan.


"Bagai mana bro gagal kan." tanya teman dino.


Dia menepuk punggung laki-laki itu yang di tinggal pergi oleh Shafa dan dua pengawalnya.


"Tampaknya dia bukan orang biasa biasa bro." Dino.


"Maklum lo, dia bidadari gitu hahaha."

__ADS_1


"Gua serius bro, dia pasti anak orang yang berpengaruh tadi wanita yang memakai baju hitam memanghilny nona, dan sepertinya kedua orang itu bukan hanya temannya tapi pengawalnya."


"Ahhh sok tau lo."


"Gua rasa begitu bro, karna sejak masuk kuliah dia selalu datang dan pergi dengan kedua orang itu dan lo lihat mobil yang ia pakai itu mobil mewah bro, gua yakin dia anak konglomerat."


"Cihhh pacar lo juga anak konglomerat kalau lo lupa itu." cebiknya pada Dino.


"Tapi gua makin penasaran bro, pasti senang hidup gua kalau dapat anak konglomerat kan."


"Mimpi kelangit hahaha."


Mereka lalu meninggalkan kantin itu karna mereka juga sudah harus masuk kelas, mereka merupakan senior Shafa di pakultas kedokteran itu, bukan cuma dion saja yang datang menggoda Shafa banyak laki-laki yang ingin mendekati tapi pengawalannya yang ketat tidak seorang pria yang bisa mendekatinya.


Di tempat lain.


"Alhamdulillah ahirnya lo balik juga bro." senyum Robby memeluk Jones.


"Ya gua balik, gua harus memperjuangkan cinta gua seperti yang lo bilang, gua harus menjaga dan mendampingi Shafa."


"Terserah lo bro, gua ngak tau lagi mau ngomong apa ke lo, yang penting jangan sampai lo berantem lagi seperti beberapa bulan lalu, malu gua lihat lo tonjok tonjokan, gua bahkan bingung mau nolongin yang mana."


"Jangan tolong, yang penting lo jangan ikut campur urusan gua."


"Ok .. ok.. gua kan udah bilang terserah bro."


*******************************************


Hai semua ..


Selamat datang dan selamat bergabung di cerita ini ya, yang masih kangen dan ngak bisa move on dari koko Jo, di cerita ini koko jo juga masih ada dan ada terus, di sini hanya lebih banyak cerita Shafa dan Jones saja, semoga teman teman suka.


Jangan lupa tinggalkan jejak kamu ya teman teman bagi LIKE, RATE, VOTE , HADIAH DAN KOMEN YANG BANYAK SERTA MEMBANGUN, aku tunggu ya teman teman.


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2