
"Wahh wahhh si wanita ******* datang, hiss lengkap dengan pengawalnya juga." sinis maya teman satu angkatan Shafa.
"Tau tuh sok cantik, padahal wajahnya pasti banyak panu makanya si tutupin." timpal May teman seangkatan lainnya.
Shafa berjalan beriringan dengan Niken bodyguarnya yang ikutan kuliah bersama Shafa, sementara bodyguar lainnya menunggu di luar kelas, ia memantau keselamatan Shafa dari luar kelas.
"Hei.. jalan pakai mata dong." sinis maya, dia sengaja meletakkan kakinya di jalan yang akan Shafa lalui hingga gadis itu hampir jatuh namun masih bisa mengstabilkan tubuhnya agar tidak jatuh.
"Maaf, saya ngak lihat." Shafa menunduk.
"Maaf maaf .. kakiku hampir patah kau buat." marah maya.
"Mana lihat dia, jarak pandangnya saja paling berapa centi meter, tuh kan wajahnya di tutupin pakai cadar, jangan jangan wajahnya jelek atau cacat ya hahaha dasar sok alim lo ya, sok gaya, buat apa gitu ? mau cari perhatian sama cowok cowok kampus gitu, cihh munapik." teman maya lainnya.
"Maaf, saya hanya ingin menutup aurat saya dan saya tidak sedang bergaya, seorang wanita wajib menutup auratnya dan itu yang sedang saya lakukan, mohon maaf di sini saya sedang belajar bukan untuk mencari musuh, tolong jangan ganggu saya terus." pinta Shafa hormat.
"Cih.. belajar, belajar apanya, lo kan yang menggoda pacar maya, lo kan yang buat cowok cowok itu mendekati lo, buat apa pakai cadar segala kalau cuma jadi topeng menutupi kebusukan lo aja." emosi teman maya.
Mereka bertiga memang sengaja menunggu Shafa datang dan berniat ingin memberi pelajaran pada gadis itu karna kekasih maya sedang giat giatnya mendekati Shafa.
"Maaf saya tidak pernah dekat dengan siapapun apa lagi menggoda orang lain, saya juga tidak pernah ingin laki-laki yang bukan muhrim saya dekat dengan saya, dan saya tidak pernah pacaran karna bagi saya itu tidak boleh." Shafa berusaha tenang.
"Munapik, banyak bicara lo ya." maya.
"Hehhh nona Shafa sudah minta maaf, kuping mu tuli ya." hardik niken emosi.
"Dasar kacung, ikut ikutan kau ." teman maya mendorong Niken kuat hingga jatuh.
Mereka tidak tau kalau Niken memang pengawal pribadi Shafa karna tidak ada yang tau kalau Shafa putri seorang yang berkuasa luas, seorang milyuner, selain rektor atau beberapa dosen yang sengaja di tugaskan menjaga dan mengawasi Shafa dari gangguan orang lain.
Tapi mereka tidak berani bertindak kalau tampa persetujuan Johan, sebab Shafa meminta papanya untuk tidak bertindak kalau tidak membahayakan nyawanya.
Shafa tidak ingin orang tau kalau dia putri seorang adikuasa karna ia ingin orang menghargainya karna sikap, dan sifatnya bukan karna ia anak seorang yang di segani.
Emosi Niken sudah tidak bisa ia kontrol lagi, sudah cukup bersabarnya ia tidak terima kalau Shafa terus di sakiti, ia lantas bangkit dan menendang teman maya hingga terpental jauh.
Ahirnya karate Niken yang lama terpendam keluar juga, kali ini dia sudah tidak perduli lagi meski harus di marahi oleh Shafa.
Semua orang terkejut dengan tindakan Niken termasuk Shafa, setelah menendang teman maya Niken langsung menyerang Maya dan temannya yang satu lagi, dalam sekejap mata Niken melakukannya tampa bisa di cegah oleh Shafa.
Shafa yang shoc melihat tindakan Niken hanya bisa mematung di tempatnya, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat kejadian itu bahkan ada beberapa orang yang merekam dan mengambil photo.
Bodyguar Shafa yang lain datang menghampiri dengan tergesa gesa, mereka tau Niken sudah kehabisan kesabaran menghadapi senior Shafa dan teman satu angkatannya itu, karnanya mereka tidak bisa menyalahkan Niken kalau sampai ia nekat membuka jati dirinya di depan orang banyak.
Mereka berdiri sejajar dengan Niken menunggu reaksi ketiga wanita itu, bagai mana mau melawan lagi mereka sudah tak berdaya oleh tendangan dan pukulan Niken, maya sang biang rusuh mencoba bangkit di bantu oleh kawan kawan lainnya.
"Setan tau ya, awas ku laporkan pada papa ku, kalian tidak tau siapa aku hahh, aku anak pejabat dan orang paling kaya di kampus ini." ancam maya pada Shafa dan bodyguarnya.
__ADS_1
Shafa terdiam dia tidak berreaksi dia masih shoc melihat kekerasan yang terjadi untuk pertama kali di depannya.
"Silahkan laporkan aku tidak perduli." balas Niken emosi, karna sebentar lagi akan ada juga yang melapor pada bosnya tampa mereka laporkan lebih dulu.
"Nona, nona tidak apa apa, bagai mana kalau kita pulang saja ?." tanya Asiah dan Lila cemas.
"Tidak.. tidak apa apa, tolong jaga sikap kalian." pinta Shafa, matanya memberi isyarat.
Mereka mengerti maksud Shafa, berlahan mereka mundur meninggalkan Shafa dan Niken, dosen dan beberapa orang satpam datang, wajah salah satu dosen langsung berubah melihat siapa yang berhadapan dengannya.
Dengan sedikit membungkuk ia memberi salam pada gadis muda itu, Shafa menunduk melihat reaksi dosen itu padanya seakan akan dia takut melihat sang dosen muda itu.
Ting.. ting..
Handphone Johan berbunyi dua kali, ia melirik benda pipih itu sekilas karna ia yang tengah duduk makan siang bersama sang nyonya membiarkan Handphone itu sementara.
"Koko ada apa ?, koko bilang ada yang mau di sampaikan." tanya Zahra sembari menggeserkan piring dari depan Johan.
"Setelah koko pikir pikir benar yang Mommy dan Daddy bilang, kita perlu jalan berdua, kita kan belum pernah Honeymoon sayang gimana kalau kita pergi Honeymoon ke Jepang, Turki atau terserah kemana yang sayang mau."
"Berdua saja ko ?."
"Iya yangk, kalau bawa anak lantas rame rame ngak Honeymoon dong namanya."
"Koko yakin ngak bawa anak, anak perempuan koko juga ngak ikut ?."
"Yakin ?, nanti koko yang uring uringan kalau anak perempuan koko tinggal."
"Koko yakin ngak uring uringan yanqk."
"Asal aja lah, asal koko ngak nangis saja." ejek Zahra karna Johan pernah marah marah tidak jelas saat Mommy dan Daddy membawa Janeet ke Beijing dalam rangka kumpul keluarga padahal yang memberi izin dia sendiri.
Awalnya Johan tidak masalah tapi belum sehari Janeet di Beijing sudah di susul oleh Johan karna tidak tenang berjauhan dari sang putri kecil.
Bahkan Johan sampai menangis karna rindu pada buah hatinya itu, sementara Janeet sendiri sudah tidak begitu perduli dengan sang papa, dia mau di bawa kemana saja oleh Mommy atau Daddy dan sudah tidak masalah lagi.
Zahra tertawa kecil melihat reaksi Johan yang mulai ragu dengan keputusannya, Johan melihat sebentar handphonenya, begitu handphone di buka mata Johan membulat.
"Bedebah.." umpat Johan marah, ia langsung mengirim vidio itu pada si manusia berdarah dingin Andy.
"Ada apa koko, ada masalah ?." tanya Zahra cemas melihat raut wajah Johan yang mendadak berubah.
"Ada orang yangk mengganggu putri koko, seenaknya dia menuduh putri koko penggoda laki laki, koko tidak terima sayang." marah Johan sembari mengirim pesan lagi pada Andy.
"Namanya anak muda ko, jangan terlalu di ambil pusing, dan jangan bertindak terlalu berat ya ko." pinta Zahra karna ia tau karakter suaminya itu kalau sudah marah seperti apa kejamnya.
"Tapi yangk sabar ada batasnya, sudah sering putri koko di buly di kampusnya dan koko selalu di suruh sabar dan sabar, sepertinya koko ganti nama saja, SABAR." ocehnya dengan gigi rapat.
__ADS_1
"Bagus juga namanya ko, boleh tuh." tawa Zahra.
"Sayang ya, hobi banget lihat koko marah mana meledek koko lagi, sudah lama tidak di hukum sampai lima kali semalaman ya." tawa licik.
"Ishhh jangan sok kuat ko, ntar encok." makin meledek.
"Sepertinya koko harus menghukum sayang di mulai dari sekarang." seringai Johan.
"Jangan macam macam ko, anak anak belum di jemput, ingat apa pesan kembar tadi."
"Hahhh iya yangk, koko ngalah, apa daya, anak anak koko semuanya sama sifatnya seperti sayang, hobi banget menindas koko." keluhnya.
"Jangan nuduh ya ko, kebalikannya deh."
"Iya iya .. meniru koko semua sifatnya."
"Emang betul kok, o iya ingat ya ko, jangan bertindak berlebihan pada kawan kawan Shafa, koko harus ingat juga Shafa tidak suka kekerasan."
Johan hanya mengangguk seperti biasanya, di depan Zahra ia akan patuh tapi di belakang Zahra ia akan melakukan maunya seperti pepatah urang awak ( iyokan nan di urang lalukan nan di awak π€£ author juga sering begitu, ngaku sendiri π€£π€£ ).
Maksudnya jawab saja iya tapi teruskan apa yang sudah di rencanakan.
Teman teman gitu ngak ya
wkwkwkwk
π₯°π₯°
ππππππππππππππππ
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baikΒ terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
π LIKE
π RATE
π VOTE
π HADIAH yang banyak
πKOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.